UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.298 - Tragedi part 2



Lian dan ibu yang dirasuki oleh Ditte tadi jatuh bersamaan. Antonia juga sudah dua kali kena tembakan, di kaki dan lengannya. Tom datang memeriksa ibu yang dirasuki oleh Ditte tadi tapi denyut nadinya sangat lemah. Suami dan keluarga ibu itu mulai mendekat saat diberi tanda oleh Tom bahwa ibu itu sudah aman. Kayle juga datang memeriksa rekan kerjanya. Lian adalah juniornya dan baru saja masuk tim detektif bagian kejahatan.


"Tetaplah sadar! kau dengar Lian! tetaplah dalam keadaan sadar! aku akan segera menelepon ambulance." teriak Kayle.


Darah segar keluar dari mulut Lian saat ingin berbicara, "Jaringan daritadi tidak bisa berfungsi senior ...." Mulai dari kejadian anak kecil tadi sebenarnya mereka sudah meminta bala bantuan tapi jaringan komunikasi menghilang. Bala bantuan tidak bisa datang apalagi ambulance. Itu membuat Lian hanya pasrah saja.


"Tugasku sudah selesai!" kata Antonia melihat keluarga ibu itu menangis, tandanya ibu tadi sudah meninggal.


Kayle emosi ingin memukul Antonia tapi ditahan oleh Lian.


"Kalau terjadi sesuatu dengan Lian, niatnya aku hanya akan membuatmu membusuk di penjara tapi rasanya tidak lagi ... aku akan membunuhmu sendiri!" kata Kayle.


Perbuatan Lian itu untuk melindungi ibu tadi adalah perbuatan yang mulia. Tapi hal yang dilakukannya itu bodoh jika berdasarkan pengetahuan medis. Memang Lian berniat ingin melindungi dan mengurangi luka dari ibu itu tapi itu sudah terlambat. Bahkan tanpa luka dari Antonia sekalipun sudah membuatnya banyak kehilangan darah dan terlibat pertarungan membuatnya semakin parah. Ibu itu hanya bisa bertahan karena ada Ditte di dalam tapi setelah Ditte keluar semuanya akan berakhir.


Kayle sebisa mungkin menahan agar pendarahan Lian bisa berhenti dan tetap membuat pedang Antonia di dada Lian. Beruntungnya karena Antonia mengincar jantung ibu itu jadi Lian terkena pedang dibagian kanan bukan di sebelah kiri. Walau bukan jantung Lian yang terkena tapi tetap saja itu membuat khawatir dan perlu bantuan medis secepatnya. Jika tidak, bisa berbahaya dan bahkan merenggut nyawa Lian juga.


"Sudah cukup hanya satu nyawa, tidak akan aku biarkan lagi!" kata Kayle.


Tom menjatuhkan kapaknya setelah melihat sesuatu yang membuatnya terkejut dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang. Kebalikan dari Tom, Antonia berusaha berdiri dan mengambil pedangnya kembali dengan tangan yang sudah dipenuhi darahnya sendiri. Dengan sisa kekuatannya ia mulai berdiri siap dengan pedangnya.


Tom yang melihat Antonia langsung menghalanginya, "Jangan! aku akan segera mengeluarkannya dari tubuh itu jadi ... tunggu! aku mohon!" Tom terlihat sangat putus asa.


"Apa yang terjadi?" tanya Kayle.


"Iblis itu rupanya sempat kabur dan kini berada di dalam tubuh manusia baru!" jawab Antonia.


"Apa maksudmu?" tanya Kayle.


"Nenek itu!" Antonia menunjuk.


Felix yang melihat itu tidak punya pilihan lain selain menunjukkan dirinya. Saat ini Tom sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Felix tahu betul jika Tom dan Nenek itu memiliki ikatan yang tidak bisa dijelaskan padahal baru hanya dua kali bertemu.


"Siapa kau?" tanya Kayle melihat kemunculan Felix.


"Jadi kau yang selama ini selalu menghentikanku ... siapa kau?" tanya Antonia.


"Ow ... jadi kau mengenal nenek ini secara pribadi ya? aku lihat ada kenangannya bersamamu?" kata Ditte mulai berjalan dan berbicara menggunakan Nenek Hylmi.


"Keluarlah Ditte!" teriak Felix.


Tom menjatuhkan air matanya, tidak bisa membayangkan akan hal buruk yang menimpa Nenek Hylmi. Memang sudah sewajarnya pasti Ditte akan memilih Nenek Hylmi untuk dirasuki. Kelihatannya memang Nenek Hylmi sangat bahagia tapi itu karena hari ulangtahunnya. Terlepas dari itu, makanan dan minuman serta segala keperluan pesta Nenek Hylmi lah yang sebagin besar menyiapkan. Tentu saja jika ada yang sangat kelelahan di pesta ini, itu adalah Nenek Hylmi sendiri.


"Apa aku akan mati?" suara yang didengar oleh Felix berasal dari Nenek Hylmi yang sedang diambil alih tubuhnya, "Tidak apa-apa!" katanya pada Felix yang memandanginya, "Hanya saja ... menyedihkan juga rasanya meninggal di hari ulang tahun sendiri!" kata Nek Hylmi dengan suara yang terdengar dipaksakan ceria.


"Nek Hylmi, bisa mendengarku? aku akan mengeluarkan Iblis yang ada di dalam tubuh nenek! jadi ... tunggu sebentar saja! nenek dengar kan?" Tom berusaha membuat Nek Hylmi berjuang melawan Ditte.


"Aku baik-baik saja Tom, yang menjadi penyesalanku hanyalah ... seharusnya aku bisa memperlakukanmu lebih baik lagi!" balas Nek Hylmi tapi hanya Felix yang bisa mendengar dan Felix tidak berniat sama sekali untuk menyampaikan itu. Itu hanya akan membuat Tom lebih tidak fokus lagi.


"Kau lihat kan? ini semua tidak akan ada habisnya jika tidak langsung membunuhnya saat Iblis masih ada di dalam tubuh manusia. Akan terus ada korban lainnya ...." kata Antonia.


"Iya, aku tahu itu! akan ada! tapi aku juga akan tetap ada untuk menghalangi hal ini terjadi!" kata Tom.


Felix berlari menyerang Nenek Hylmi yang sedang dirasuki oleh Ditte. Tom kali ini hanya fokus menghalangi Antonia dan menyerahkan semuanya pada Felix.


"Felix, aku mohon!" kata Tom lewat pikiran.


Felix mengubah dirinya menggunakan mahkota Ruleorum untuk mempermudahnya mengeluarkan Ditte yang ada di dalam tubuh Nenek Hylmi. Jika sedikit saja terkena oleh senjata atau sentuhan dari kulit dan juga pakaian malikat kematian akan membuat Ditte terlempar keluar. Karena Iblis tidak sepantasnya berada di dalam tubuh manusia dan itu merupakan tugas Ruleorum untuk menjaga manusia dan roh manusia dari tercemar akan roh atau tubuh lain yang tidak seharusnya.


Kayle terus mencoba menghubungi ambulance tapi jaringan tetap tidak ada. Setelah beberapa hari menyamar di Desa Kimber, Kayle tahu bahwa tidak ada sarana fasilitas kesehatan dan juga tenaga kesehatan di desa itu untuk membantunya menangani luka Lian.


"Apa yang harus kulakukan?" Kayle semakin bingung ditambah lagi pertarungan antara Antonia dan Tom juga Felix yang tiba-tiba muncul dan Iblis yang memasuki tubuh manusia baru.


Seorang anak perempuan merebut handphone Kayle, "Siapa kau? apa yang kau inginkan? kembalikan!" kata Kayle menodongkan pistol merasa terancam.


"Aku akan membuat handphone ini bisa mendapat jaringan lagi!" jawab Anak perempuan itu.


"Mertie?!" kata Tom.


"Maaf, lama! aku harus membuat alat yang sama untuk melindungi kamera yang bisa digunakan untuk handphone." kata Mertie.


"Jadi ... semua alat elektronik tidak akan berfungsi jika ada Iblis disekitar sini. Jadi aku membuat pelindung untuk itu ... butuh lama karena ini untuk handphone dan sangat dadakan, bahkan kukira tidak akan selesai hari ini dan yang lebih penting lagi untung saja handphone Kak Polisi masih yang pakai tombol bukan yang layar sentuh ... jadi kita sangatlah beruntung!" kata Mertie.


"Mulai lagi dia!" Tom melihat Mertie begitu bersemangat.


...-BERSAMBUNG-...