UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.402 - Bahaya Yang Berbeda



Hujan semakin deras turun, bunyi suara guntur terus bersahut-sahutan dari langit yang sama. Cahaya petir seperti flash kamera yang skalanya lebih besar dilihat dari jendela.


"Bukan hujan es kan?!" teriak Teo karena suara hujan benar-benar meredam segala suara saking derasnya. Sudah tidak seperti air yang turun tapi seperti benda padat.


Tan mengulurkan tangannya merasakan air hujan, "Bukan kok ... tapi memang deras sekali sampai terasa sakit kalau kena."


"Bukan sakit lagi, malahan mungkin kalau pakai payung ... payung akan bocor karena hujan ini." kata Teo berlebihan.


"Yang benar saja!" kata Tom tertawa.


Teo mengecek smartphone nya, "Tidak ada peringatan hujan es dari aplikasi YOAA." Yardley Oceanic and Atmospheric Administration (YOAA).


"Kau masih saja kecanduan melihat aplikasi cuaca ...." kata Tan menggeleng-gelengkan kepala.


"Kau pikir mereka itu peramal?! mereka mengetahui cuaca berdasarkan data yang ada tahu! Pelajaran sains yang kau kagum-kagumi itu!" kata Teo berbicara dengan membela YOAA seakan seperti pegawai dari YOAA saja.


"Kalau di Mundebris nanti setelah Felix menjadi Caelvita resmi, cuaca akan sesuai dengan suasan hati Felix." kata Tan.


"Wah, kalau begitu ... bagusnya aku membangun YOAA disana nanti ... eh MOAA. Aku bisa mengawasi bagaimana suasana hati Felix dan mengabarkannya pada Quiris di Mundebris." kata Teo menyeringai seperti punya pemikiran jahat.


"Menggunakan sahabat untuk ladang bisnis, licik sekali!" kata Tom.


"Aku tidak akan pernah merekrutmu sebagai pegawai!" kata Teo menegaskan.


Disaat Tiga Kembar sedang mengobrol, Zewhit Badut dan Kurcaci datang ke kamar masing-masing targetnya meniup mata Osvald dan Demelza hingga langsung tertidur. Tan menepuk-nepuk punggung Teo dan Tom agar melihat kejadian itu juga.


"Mereka dipaksa tidur?!" tanya Tom.


Tan membuka kamar Osvald karena Osvald tidur dalam keadaan duduk. Tan memposisikan Osvald agar bisa berbaring dengan nyaman atau kalau tidak saat bangun badannya akan terasa sakit. Untungnya Demelza menonton tv sambil berbaring jadi Tan tinggal mematikan tv saja.


"Hahh!" teriak Zewhit Badut dan Kurcaci menepuk punggung Tiga Kembar secara bersamaan.


Tapi Tan, Teo dan Tom sudah tidak kaget lagi karena sudah tahu kalau hal itu akan terjadi. Bahkan Teo membalas dengan teriakan lebih besar membuat Tan dan Tom harus menutup telinga karena teriakan kemarahan dari Teo itu.


"Aku bisa serangan jantung gara-gara mereka!" kata Teo masih emosi.


"Tapi kau sudah tidak ketakutan lagi ...." kata Tom menyeringai.


"Siapa bilang?! rasanya jantungku sedang main lompat tali sekarang." kata Teo.


"Benar yang dikatakan Tom, Teo sudah tidak takut lagi ...." kata Tan dalam hati menatap Teo yang masih dengan ekspresi heboh dan berlebihannya.


Tiga Kembar bergerak seakan seperti ada gelombang pasang dibawah kakinya tapi itu adalah lantai yang bergerak. Dunia Zewhit mulai bergerak menutupi Mundclariss dengan dekorasi Zewhit Badut dan Kurcaci seperti biasa. Akhirnya mereka ada di dalam dunia Zewhit lagi. Disaat teman-temannya saat ini sedang tertidur nyenyak di asrama atau yang sedang merayakan liburan musim panas bersama keluarga. Sedangkan mereka harus menerima nasib liburan musim panas sebagai penonton kejadian nyata yang dialami oleh Osvald dan Demelza.


Sementara itu Verlin dan Zeki berusaha menghindari dunia Zewhit yang terbentuk itu. Felix sudah berdiskusi dengan Zewhit Badut dan Kurcaci agar mengecualikan lapangan sebagai areanya. Sebaliknya mereka bebas memperlebar area sampai keluar sekolah jika mengizinkan hal itu.


"Hanya disini area aman?!" tanya Zeki.


Kelihatannya bagi mata manusia biasa memang sekolah tetap tidak berubah sama sekali. Tapi bagi mata Mundebris, sekolah sekarang menjadi berbeda. Kastil tua berwarna merah hitam dengan dekorasi gambar badut dimana-mana.


"Jika terjadi serangan memang sekolah tetap yang mendapat dampak kerusakannya tapi di dalam dunia Zewhit juga terjadi sesuatu." kata Felix mengusap wajahnya yang dipenuhi air hujan.


"Aku benar tidak tahu jika hal seperti itu bisa terjadi ...." kata Verlin.


"Aku hanya tahu kalau Zewhit tidak bisa memasuki dunia Zewhit yang lainnya. Hanya itu saja yang kutahu, tidak kusangka kalau ada hal seperti itu. Selama ini memang tidak ada yang pernah mengganggu jika ada dunia Zewhit yang terbentuk." kata Zeki.


"Katanya ini hanya terjadi kalau malam terakhir tahap gangguan dengan target. Karena dunia Zewhit harus dibuat sempurna sehingga efeknya juga akan nyata pada target. Tapi itu bisa menjadi kelemahan dibagian luar, disini ... dimana Memoriasepirav dibangun. Bagian dalam dunia Zewhit akan sempurna tapi bagian luarnya akan sangat lemah dan mudah diserang. Dan jika diserang dari luar akan mempengaruhi di dalam sana ... dimana ada Teo, Tan dan Tom sekarang berada." kata Felix.


"Merupakan situasi yang sangat ideal untuk menangkap kedua Zewhit itu disaat sedang sibuk di dalam sana." kata Zeki.


"Aku sudah memasang suar di semua batas dunia Zewhit ini terbentuk ... kalau ada yang datang akan jelas terlihat." kata Felix melihat sekeliling.


"Akan sangat menyebalkan pertarungan kali ini kalau memang terjadi ... terutama untuk kami yang Zewhit tidak bisa menyentuh Memoriasepirav ini." kata Zeki menunjuk dunia Zewhit dengan pedangnya.


"Kalian harus bertarung sambil menghindarinya dan mencegah adanya serangan masuk ke dalam sana adalah tujuan utama kita. Aku juga akan melindungi sekolah agar tidak terkena serangan ...." kata Felix yang punya tugas lain yang penting untuk mencegah sekolah terkena serangan.


Roh Osvald dan Demelza terbangun dan langsung mengingat bagaimana kejadian malam kemarin saat disiksa. Mereka berdua terlihat sangat panik dan menutupi seluruh badan meringkuk di pojokan kamar masing-masing karena mengingat bagaiamana sakitnya kemarin.


"Akan lebih baik kalau mereka cepat keluar daripada dipaksa lagi seperti kemarin ...." kata Teo mulai melangkahkan kaki tapi saat mengangkat kaki kanannya lantai yang dipijakinya menghilang.


Bukan hanya Teo yang mengalami tapi semuanya bahkan para terget juga.


"Tan?!" sapa Teo dan Tom melihat Tan dan Demelza sedang ada di taman hiburan. Sementara dirinya dan Tom sudah ada di tumpukan salju seperti biasa bersama Osvald juga.


"Jadi seperti itu disana ...." kata Teo melihat dunia Zewhit Badut untuk pertama kalinya.


"Seperti yang kubayangkan dari penjelasan kalian, disana hanya ada salju ... ternyata penjelasan kalian sangat bagus." kata Tan tertawa.


Teo berjalan ke arah Tan untuk membantunya berdiri tapi terbentur oleh dinding yang tidak terlihat, "Aw!" keluh Teo merasakan kepalanya seperti terbentur kaca.


"Ternyata terpisah ...." kata Tom memegang dinding yang memisahkan kedua dunia itu.


Dunia Zewhit itu untuk pertama kalinya terlihat bersatu tapi ternyata tetaplah terpisah.


Suara belahan es terdengar, "Awas!" teriak Tan melihat es yang dipijaki oleh Teo dan Tom akan terbelah. Osvald sudah bergerak untuk menyelamatkan diri tapi Teo dan Tom masih ditempat yang sama.


"Awas!" teriak Teo dan Tom melihat kerumunan orang sedang menuju arah Tan dan Demelza berada. Demelza sudah mulai berlari tapi Tan masih diam saja karena melihat Teo dan Tom sedang dalam bahaya.


Ketiganya saling memberi peringatan tidak sadar kalau masing-masing mereka sedang dalam bahaya.


...-BERSAMBUNG-...