UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.97 - Suasana Palsu



Kebanyakan anak-anak menunda-nunda makan atau makan dengan sangat lambat karena masih malas untuk kembali belajar materi kedua. Tapi Cornelia datang menyuruh anak-anak untuk segera menyelesaikan makan malam masing-masing.


"Tapi makanan kami masih banyak kak!" keluh seluruh anak di ruang makan.


"Kalau begitu yang belum selesai makan, minta kotak bekal! untuk sisa makanan bisa kalian bawa ke aula dan makan lagi disana!" kata Cornelia membuat adik kelasnya itu tidak bisa berkata-kata lagi.


Anak-anak mulai berhenti mengeluh dan tiba-tiba cepat makan karena akan menyusahkan lagi kalau harus dimasukkan ke dalam kotak bekal lagi dan nanti tidak akan enak lagi dimakan kalau sudah dingin.


"Bagus! makan cepat dalam osis memang sangat perlu dilakukan untuk menghemat waktu sebanyak mungkin!" kata Cornelia tersenyum melihat juniornya yang jadi penurut.


FCT3 yang pertama kali selesai makan malam dan mulai keluar dari ruang makan. Berjalan di lorong sekolah saat malam membuat mereka merasakan suasana baru.


"Perasaan apa ya ini? seperti saat kita diantar Bu Corliss, Dokter Mari dan Bu Daisy masuk ke sekolah pertama kali ...." kata Teo menghirup napas dalam.


"Rasa baru!" tambah Tom.


"Rasa yang belum pernah ada!" Cain ikut meladeni.


"Kau tidak dingin?" tanya Tan melihat Cain hanya memakai kaos dan mencoba memegang lengan Cain, "Eh ... hangat sekali!" saat melepas kaos tangan saja mereka kedinginan tapi ini Cain tetap hangat, Tan jadi bingung.


Cain menghindari pertanyaan dan mulai berlari menakuti Teo dan Tom yang sudah pastinya berhasil. Teo dan Tom langsung lari dan berteriak histeris.


Materi kedua adalah management waktu oleh Kepala Sekolah yang seharusnya tadi membuka acara tapi karena ada acara lain, akhirnya beralih ke materi kedua.


"Jadi, Bapak adalah contoh management waktu yang buruk ya!" kata Pak Kepala Sekolah yang mengundang banyak tawa.


Pembawaan kepala sekolah yang lucu membuat materi mudah dipahami. Anak-anak diajarkan untuk menghemat sebanyak mungkin waktu untuk mencapai hal yang luar biasa. Katanya menghemat waktu harus lebih diutamakan dari menghemat uang.


"Hal yang paling penting adalah Jangan Menunda-nunda melakukan sesuatu, kalau dapat pekerjaan rumah ... walau namanya pekerjaan rumah tapi tidak harus dikerjakan dirumah juga ya haha dan kurangi melamun!" kata Pak Kepala Sekolah membuat aula dipenuhi tawa, "Waktu adalah hal yang tidak bisa, eh ... bukan! salah! tidak boleh disia-siakan!"


Sepertinya tim pelatihan osis memilih pemateri yang luar biasa semua. Tidak membosankan, tidak membuat mengantuk, mudah dimengerti. Materi ketiga yakni Berpikir Cepat oleh kombinasi para wali kelas. Mereka di panggung terlihat saling menyambung kalimat dan bekerjasama memaparkan materi. Memberi contoh dalam bertindak sebagai wali kelas haruslah berpikir cepat dalam segala masalah agar mendapat solusi. Bagaimana berpikir cepat tapi solusi yang didapat bukan yang asal tapi tepat. Para wali kelas mulai menceritakan cerita lucu dalam kelasnya.


"Misalkan saat ruang belajar mandiri dipenuhi cairan berwarna merah muda dan akhirnya membawa anak-anak kembali ke kelas dan bapak tidak tahu itu adalah jebakan seseorang sehingga seorang murid menjadi korban! apa itu yang namanya berpikir cepat?!" kata seseorang dari speaker yang suaranya diubah.


"Ruang kontrol utama!" kata Cornelia yang memberi perintah untuk segera kesana menghentikan pernyataan yang bisa membuat kontroversi itu.


Materi ketiga tidak bisa dikatakan sukses karena gangguan kecil yang besar merubah suasana ceria menjadi suram dan kebanyakan anak-anak ingin pulang karena takut. Pelaku juga tidak berhasil ditangkap membuat peserta pelatihan resah. Tapi materi keempat tetap dimulai walau dengan waktu yang cukup terlambat.


Materi keempat adalah pelatihan menggunakan komputer dan cara membuat kerajinan tangan yang kreatif oleh Pak Rodney yang merupakan guru komputer. Selain membuat dokumen sebuah program kerja atau membuat design poster dan lain-lain butuh keahlian dalam bidang komputer perlu juga mengembangkan ide kreatif tanpa menggunakan komputer. Selain itu Pak Rodney juga terbilang masih muda karena baru saja lulus kuliah dan langsung bekerja jadi untuk soal kreativitas tidak diragukan lagi. Diberi spidol berwarna hitam dan kertas putih untuk digunakan sebagi poster membuat anak-anak takjub. Bahkan hanya dengan dua alat itu bisa membuat poster biasa menjadi menarik untuk dilihat.


"Hanya tulisan saja akan sangat membosankan kan? apalagi kalau tulisannya banyak akan membuat kita bahkan malas untuk membaca satu kalimat saja ... tapi kalau ditambah gambar menarik seperti ini? yang menjadi topik dari pengumuman yang ingin kita tunjukkan, setidaknya akan membuat seseorang yang lewat tidak hanya akan melirik saja tapi singgah untuk membaca. Tapi kalau cuma gambar saja atau cuma tulisan saja, walau gambar itu menarik ... walau tulisan itu langsung ke intinya, tidak akan memberi kalian banyak pembaca. Inti dari sebuah pembuatan poster pengumuman adalah agar orang-orang membaca dan mengerti apa yang kita sampaikan dan ... ini nih yang paling penting, bagaimana agar mereka bisa ingat. Jadi harus dibuat to the point dan menarik mata untuk dibaca."


Tiba-tiba suasana kembali ceria lagi, bahkan mungkin mereka sudah lupa apa yang baru saja terjadi karena suasana baru materi keempat.


"Apa-apaan suasana yang dipaksakan ini ...." kata Felix dalam hati memperhatikan semua ekspresi anak-anak yang tadinya merengek minta pulang.


"Suasana palsu yang berhasil dibuat oleh Pak Rodney sangat menyegarkan ... anggap saja seperti habis menonton film horor dan langsung menonton sketsa komedi." balas Cain tanpa menatap Felix.


Materi keempat sekaligus menutup materi malam itu. Acara diambil alih oleh tim pelatihan osis.


"Besok sebelum pulang, kalian akan dites dari segi skill dari keempat materi tadi. Apa kalian memiliki skill untuk memasuki dunia osis untuk menjadi pengurus atau tidak? besok akan kita buktikan ya! sekarang waktunya untuk tidur hehe ... untuk anak laki-laki sudah disiapkan tempat di lapangan basket untuk kalian tidur dengan matras dan selimut elektrik yang sudah siap, kalian tinggal tidur haha ... sedangkan untuk anak perempuan disediakan tempat di aula sedang yang ada disamping!" kata Cornelia.


"Kita dapat lapangan basket dan anak perempuan dapat aula? apa-apaan!" kata Teo sewot.


"Makanya jadi perempuan sana!" kata Cain menyisipkan anak rambut di telinga Teo.


Disaat anak yang lain mengeluh karena tidak pernah tidur di tempat seperti ini, Tom hanya menjatuhkan dirinya dan langsung tertidur.


Cain terlihat pergi bercerita dengan anak yang lainnya, "Ayo, tidur Felix! anak itu pasti bakalan begadang cerita dengan anak lain ...." kata Tom memberi Felix selimut.


"Semua anak di sekolah ini tidak ada yang tidak mengenalnya! cocok sekali nanti kalau mau menjadi ketua osis!" kata Tan mulai menutup matanya.


Felix tersenyum bangga mendengar itu dan merasakan rasa kantuk mulai menyelimutinya tapi kesadarannya kembali saat mendengar sesuatu yang mengejutkan.


"Setelah mereka semua tertidur, aku akan memilih calon target korban selanjutnya!" kata seseorang yang membuat Felix langsung berdiri panik mencari asal suara pikiran itu.


...-BERSAMBUNG-...