
"Cara analisamu tidak seiring dengan kesimpulanmu, kau menyadarinya kan?!" kata Felix.
"Baiklah ... jadi kita langsung masuk saja kan?" kata Teo mengabaikan.
"Dasar!" kata Felix.
"Aku akan menemani Tuan Muda masuk!" kata Duarte mulai ingin mengecilkan ukuran tubuhnya.
"Tidak perlu! kau tunggu disini saja! jaga-jaga kalau ada seseorang yang tiba-tiba saja datang, langsung beritahu aku!" kata Felix membuat Duarte mengembalikan ukurannya kembali menjadi besar.
"Hahh ... panasnya! ayo cepat kita siap-siap!" kata Teo sudah mulai keringatan padahal baru saja beberapa menit mendarat.
"Ingatlah untuk tetap fokus! kalau tidak, kau tahu bagaimana jadinya kan?" kata Felix memperingatkan.
Selama tidak ada Cain, mereka kesulitan jika disituasi yang memerlukan garis pelindung. Maka dari itu, Banks mengajarkan cara untuk tidak terlihat tapi bukan dengan menggunakan cara kaum iblis melainkan dengan menggunakan keahlian Banks dalam membuat ramuan. Ramuan memang ramuan tapi bukan hanya dengan cara diminum saja melainkan harus juga membuat diri untuk terus fokus.
Setelah permainan berakhir, Aura Alvauden Tan, Teo dan Tom sudah keluar. Untuk menyembunyikan Aura Alvauden, tidak bisa hanya dengan menggunakan ramuan biasa saja. Jika menggunakan ramuan biasa, walau secara fisik sudah tidak terlihat tapi Aura Alvauden yang sangat kuat akan tetap bisa dirasakan atau dilihat jadi percuma.
Setelah meminum ramuan itu, pengguna harus tetap fokus, jika melamun akan membuat efek ramuan dalam tubuh menghilang. Sebaliknya jika menjaga fokus dengan baik bisa berefek sangat baik juga. Tan dan Tom sudah sering melakukannya tanpa gagal tapi sayangnya Teo masih belum lihai dan kabar buruknya yang dibawa Felix untuk menyelinap masuk ke Neraka adalah Teo.
"Akhirnya aku menyesali harus membawanya!" kata Felix dalam hati.
Ramuan untuk tidak terlihat khusus untuk Alvauden itu haruslah diramu sendiri karena jika diramu jauh hari sebelumnya, efeknya akan hilang. Jadi harus dibuat ketika baru ingin digunakan saja atau minimal 12 jam sebelumnya.
"Kau tahu takarannya kan? lebih atau kurang sedikit saja bisa membuat ramuannya gagal!" kata Felix.
"Kau tidak membantu sama sekali!" Teo kesal karena akhirnya salah ukur karena perkataan Felix.
"Baiklah ... buatlah! santai saja!" kata Felix tersenyum kecut dan mulai mundur lebih jauh lagi memberi ruang untuk Teo.
Untungnya ada Duarte yang membuat perisai pelindung sehingga mereka bisa tidak terdeteksi dan tidak terlihat sementara Teo masih menyiapkan ramuannya.
Terlihat Teo sangatlah ceroboh dan terlebih lagi terlalu gugup. Ramuan banyak yang tumpah, ada yang urutannya berubah dan tangannya juga yang gemetaran. Untungnya ramuan itu akan menghilang jika terkena udara makanya tidak perlu khawatir akan ada yang melihat tumpahan ramuan Teo yang banyak itu.
Beberapa kali Teo mencoba meminum ramuan buatannya tapi masih saja tetap terlihat, "Hahh ... perutku sudah kembung!" akhirnya setelah beberapa kali gagal kini dia sudah percaya diri dengan ramuan buatannya kali ini, "Bagaimana? apa aku masih terlihat?" tanya Teo pada Duarte karena ramuan itu tidak mempan di mata Felix.
"Ooooow!" Duarte dengan nada takjub sudah tidak mendengar suara Teo tapi melihat perlahan tubuh Teo menghilang.
"Sudah berhasil kah?" tanya Felix tidak yakin.
Duarte hanya mengangguk-angguk dan melihat sekelilingnya karena sudah tidak bisa melihat keberadaan Teo.
"Hahh ... akhirnya!" kata Felix menyeka keringatnya. Felix Ingin membantu tapi karena ia penghasil udara, bisa membuat ramuan itu langsung berkurang jika dia yang menyentuh. Felix sudah jelas tidak bisa menjadi ahli ramuan karena alasan itu.
"Kau yakin dia sudah benar tidak bisa terlihat kan?" tanya Felix pada Duarte karena masih agak ragu.
Duarte hanya terus tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan membuat Felix kesal, "Berhenti hanya mengangguk dan jawab!" kata Felix.
"Sekarang Teo ada disampingku kau tidak melihatnya?" Felix berpura-pura merangkul udara yang kosong padahal Teo sendiri ada di samping Duarte.
"Benar sudah tidak terlihat!" kata Duarte.
Teo yang daritadi terus di depan Duarte menari tidak jelas membuat Felix percaya kalau ramuan Teo sudah berhasil.
"Baiklah, kami akan masuk dulu! kalau terjadi sesuatu atau ada yang datang masuk ke dalam penjara seperti kami cepat kabari aku!" kata Felix sudah bersiap masuk.
Daerah Neraka sama seperti daerah lainnya yang memiliki rumah, toko dan lain-lainnya. Tapi disanalah juga tempat pusat penjara Mundebris berada.
Mereka berdua masuk ke dalam sebuah gerbang besar yang terbuat dari api yang terus saja menyala. Setelah masuk mereka langsung dihadapakan pada beberapa lorong gua. Felix berjalan menuju gua yang bertuliskan Setengah Manusia di atas gua.
Neraka digolongkan beberapa jenis karena hukuman atau tempat neraka manusia dan setengah manusia berbeda begitupun makhluk lainnya. Baik itu dari segi hukuman dan suhu diatur sesuai untuk tubuh masing-masing. Misalkan iblis yang dibawa ke neraka khusus manusia, pasti hanya bersantai saja disana karena hukuman dan suhu panasnya seperti mainan baginya. Begitupun dengan manusia yang dibawa ke neraka iblis untuk dihukum, tubuhnya akan langsung hancur bahkan tanpa merasakan sakit terlebih dahulu jadi neraka dibagi berdasarkan kaum.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Felix pada Teo. Bagaimanapun juga Teo adalah manusia, untuk masuk ke neraka setengah manusia dirasa agak berlebihan untuk tubuhnya.
"Aku juga sudah meminum ramuan untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan manapun ... Banks selalu membekaliku dengan itu!" jawab Teo.
"Sepertinya aku harus bersikap lebih baik dengan Banks ...." kata Felix dalam hati berterimakasih pada Banks yang selalu baik pada sahabat-sahabatnya, "Jadi sekarang tinggal kau yang harus tetap fokus!" kata Felix.
"Iya ... iya!" kata Teo, "Akhirnya aku sadar betapa hebatnya Cain bisa terus menjaga garis pelindungnya selama ini! bahkan saat dalam situasi yang tidak terduga ...."
"Kau juga akan terbiasa nantinya!" kata Felix.
"Kau sendiri tidak apa-apa? bagaimanapun juga tubuhmu masih tubuh manusia ...." kata Teo.
"Memang, tapi ada Veneormi di dalam tubuhku. Bahkan tanpa Veneormi sebelumnya pun, tubuhku sudah mulai tahan api ...." Felix mengetahui hal itu saat menyelamatkan panti asuhan yang terbakar dekat sekolah bersama Cain.
"Itu menunjukkan tubuhmu sudah mulai berubah ya ... tapi ternyata Veneormi bisa bermanfaat juga!" kata Teo tertawa.
"Terlebih lagi disinilah tempat Veneormi, untuk mengatasi suhu panas adalah kelebihan mereka ...." kata Felix.
Penjara di neraka juga tidak hanya ada kurungan saja tapi juga ada hukuman yang harus dilalui. Pada awal masuk penjara, harus terus berada di luar penjara untuk menjalani hukuman atau bekerja rodi tapi jika sudah tahap hukuman akhir, maka hanya akan berada di dalam penjara saja merasakan suhu panas tapi tidak perlu melewati hukuman atau bekerja lagi.
Neraka satu-satunya tempat yang terus bekerja disaat masa pengalihan dari Caelvita sebelumnya ke Caelvita selanjutnya. Kaum iblis mempunyai organ tubuh yang bisa menyimpan cadangan Viriaer sehingga tanpa Caelvita sekalipun mereka bisa tetap hidup tidak seperti Viviandem yang sangat tergantung dengan Caelvita dan tidak bisa hidup tanpa Caelvita.
Terlihat banyak yang sedang di dalam sel penjara, hanya beberapa orang yang sedang terlihat menjalani hukuman di lapangan luas tak berujung itu.
"Dimana kita harus mencari Balduino?" Teo merasa kurang nyaman memandang makhluk setengah manusia yang sedang di dalam sel penjara. Untuk setengah manusia dan setengah Viviandem terlihat biasa-biasa saja tapi jika perpaduan dengan setengah hewan, setengah tanaman, setengah iblis sangat terlihat menyeramkan. Terlebih lagi kulit mereka terlihat meleleh dan dipenuhi luka. Bahkan preman yang ada di Mundclariss tidak sebanding seramnya daripada yang ada di hadapannya sekarang.
"Tidak kusangka ada banyak setengah manusia yang dikurung disini ...." kata Felix melihat banyaknya sel penjara, untuk memeriksanya satu per satu akan membutuhkan waktu yang lama.
...-BERSAMBUNG-...