
"Wajar kalau kau penasaran ... mau aku jelaskan?" kata Mertie begitu bersemangat terdengar dari suaranya.
"Tidak usah, sepertinya aku sudah tahu!" kata Teo menghentikan Mertie untuk tidak menyombongkan dirinya.
"Mudah saja, pertama aku hanya menghack data informasi kependudukan untuk informasi umum tapi untuk data lainnya aku kemudian menyalin semua kontak dari handphone penduduk desa dan dan melihat semua pesan mereka. Bagaimana aku melakukannya? tentu saja dengan satu per satu aku kloning semua handphone semua penduduk desa. Bagaimana caranya? akan aku jelaskan ... aku hanya perlu menghack sistem layanan kartu dan sistem perusahaan handphone ...."
"Ya ... ya ... ya!" Teo menghentikan Mertie untuk lebih lanjut menyombongkan dirinya.
"Aku tidak akan heran kalau nilaimu semester ini akan menurun ...." kata Tom.
"Jangan salah, belajar itu bukan hanya saat mau ujian. Walau aku sibuk melakukan sesuatu saat akan ujian tapi setiap hari setelah pulang sekolah selalu mempelajari tiap mata pelajaran. Jadi tidak perlu terlalu belajar lagi menjelang ujian ...." kata Mertie.
"Wah ... kau terdengar sangat menyebalkan!" kata Teo.
"Lagipula aku tidak terlalu terobsesi untuk juara satu, yang penting aku bisa masuk 10 besar saja sudah cukup bagiku untuk tidak membahayakan beasiswaku ...." kata Mertie.
***
Untuk berjaga-jaga Felix juga memasang satu kamera di desa sebelah desa Kimber.
"Oh, iya ... aku sudah memeriksa catatan psikologi pelaku baru yang kau maksud itu. Tapi aktingnya bagus sekali, sama seperti pelaku sebelumnya ... kau bilang dia tidaklah dirasuki kan?" kata Mertie.
"Apa memang bisa menipu psikiater, ya?" Teo heran.
"Bahkan, dia juga sudah tes kebohongan tapi lulus juga ...." kata Mertie.
"Tapi, bagaimana mungkin kau terus-terusan menghack sistem kepolisian tanpa ketahuan sama sekali?" tanya Tom.
"Cara hacking ku halus, tidak terlalu kentara karena aku memakai virus yang lemah. Mungkin memang akan membuat sistem menjadi lambat tapi tidak akan dicurigai kalau sedang di hack." jawab Mertie.
"Apa jadinya kalau kau jadi penjahat ... aku tidak bisa membayangkannya ...." kata Tan.
"Tetaplah di jalan yang benar!" kata Teo.
"Selanjutnya akan aku buat semakin halus lagi ... sampai-sampai seperti tidak terjadi apa-apa. Teknologi juga pastinya akan semakin maju nantinya." kata Mertie.
"Orang sepertimu haruslah berada di pihak yang benar kalau tidak, bisa hancur Yardley ...." kata Tan.
***
"Tapi yang kulihat di stasiun kereta waktu itu banyak sekali Iblis yang sedang berdiri menunggu ... kenapa pelaku hanya baru 9 dan rentang waktunya juga cukup jauh padahal bisa sekaligus puluhan pelaku dalam sehari jika melihat jumlah iblis yang ada saat itu ...." kata Tan.
"Itu artinya, Iblis lainnya melakukan hal lain. Tapi yang menggunakan metode membunuh hanya sebagian Iblis saja ...." kata Tom.
"Kita hanya perlu fokus untuk menghentikan yang berniat melakukan pembunuhan saja dulu untuk saat ini ... aku khawatir dengan metode lainnya tapi setidaknya mereka tidak menghasut untuk membunuh." kata Felix.
"Bisa saja cara Iblis lain lebih berbahaya lagi dibanding yang saat ini membunuh ...." kata Teo.
"Kau hanya punya satu tubuh Teo! tidak mungkin kamu membaginya dan mengawasi yang lain. Saat ini kita hanya perlu memfokuskan diri untuk metode Iblis yang ini ...." kata Felix.
Teo menyerah setelah disudutkan dan tidak punya cara untuk melawan balik perkataan Felix yang benar adanya itu.
"Apa kalian tidak pernah melihat Roh Ted?" tanya Mertie yang terdengar agak ragu dari nada bicaranya untuk menanyakan itu.
Tidak ada yang langsung menjawab karena berusaha merangkai kata untuk diucapkan agar tidak melukai atau menyinggung Mertie. Tapi datanglah Teo dengan tanpa berpikir dulu, "Apa yang kau harapkan? dia hanya akan menjadi Malexpir, tidak lama lagi dia pasti akan menghilang juga."
Tan menyesalkan Teo yang berbicara tanpa fakta tapi menurutnya itu tidaklah begitu buruk untuk menenangkan Mertie.
***
Tahun ajaran baru akan resmi dimulai kembali, bukan hanya murid baru tapi juga banyak guru baru lagi. Dikarenakan menghilangnya secara tiba-tiba guru yang merupakan Setengah Sanguiber, bahkan Bu Farrin. Gallagher mulai ketat dalam memilih kriteria yang bisa diterima menjadi guru. Hal pengunduran diri yang tanpa sepengetahuan itu tidak akan terulang lagi.
Banyak perubahan yang terjadi di tahun ajaran baru ini. Bukan hanya dari guru baru, murid baru, kurikulum baru. Tapi perubahan pada setiap murid lama juga. Terutama kelas 5 dan kelas 6 harus mulai mempersiapkan diri untuk memikirkan akan lanjut ke sekolah mana atau hanya terus di Gallagher saja. Kebanyakan yang lulusan Gallagher, jika tidak lanjut di Gallagher lagi maka pasti akan lanjut di luar negeri. Menurut mereka, sekolah lain yang bukan Gallagher di Yardley menjadi terlalu biasa bagi mereka.
Bukan hanya perubahan umum seperti itu tapi juga perubahan yang hanya bisa dirasakan sendiri oleh Felix yakni Teo dan Tom yang banyak bermain dulunya kini juga mulai berubah. Biasanya Teo dan Tom selalu akur, akhir-akhir ini juga sering sekali bertengkar. Kepribadian Teo dan Tom mulai terlihat bahwa memang berbeda padahal dulunya terlihat mereka sangatlah sama dan cocok bahkan dari segi kepribadian.
Cain yang berjanji akan selalu di samping Felix juga melanggar janjinya. Bahkan setelah menjalani hukuman, Cain tidak langsung kembali tapi malah bersembunyi. Semuanya berubah kecuali Tan, Felix merasa lega karena Tan tetaplah Tan. Tidak ada perubahan besar kecuali mungkin kekuatan dan pengetahuannya yang terus berkembang. Tan bisa membantunya jika harus dihadapkan dengan pilihan yang sulit dan menenangkannya disaat dihadapkan pada situasi yang rumit.
Memang perjalanan masih panjang tapi Felix mengkhawatirkan apa yang akan terjadi pada mereka nantinya jika dirinya tidak ada. Felix takut jika mereka akan mengikuti jejak Efrain yang sekarang. Efrain dulunya sama seperti mereka yakni membantu dan melindungi yang membutuhkan. Setelah kepergian Iriana barulah Efrain berubah. Caelvita meninggal, Alvauden tercerai berai.
"Tapi, bahkan sebelum itu ... Cain sudah menjauhiku!" kata Felix dalam hati.
Setiap hari ada saja yang ingin menghancurkan dunia ini tapi setiap hari pula akan lahir seseorang yang menyelamatkan dunia. Bahkan dengan wujud yang tidak bisa dibayangkan. Felix lah yang ditakdirkan mengemban tugas menyelamatkan itu dan Efrain lah yang sepertinya mengemban tugas kebalikan dari Felix yakni menghancurkan.
Kepala Felix mengherankan tidak meledak karena memikirkan banyak hal sekaligus. Ditambah lagi kemunculan sosok Pemburu Iblis itu. Felix akan baik-baik saja jika mereka melakukan itu karena didasari kemauan sendiri tanpa adanya paksaan. Tapi jika mereka melakukan itu karena dipaksa oleh keluarga, Felix rasa itu bukanlah sebuah warisan yang harus dilestarikan melainkan harus segera dihentikan.
...-BERSAMBUNG-...