
Setelah berhasil melihat bagaimana kebakaran yang terjadi di Rumah Daisy, Felix kini berjalan tak tentu arah karena tidak tahu harus kemana untuk menunggu hari cepat berlalu.
"Kau tidak perlu khawatir ...." kata Haera.
"Em?!"
"Kau sedang mengkhawatirkan soal Efrain yang akan menghidupkan kembali Anna kan?" tanya Haera melihat ekspresi Felix.
"Bukankah kau bisa membaca pikiranku?! kenapa jadi bertanya segala ...." jawab Felix.
"Aku sudah tidak bisa membaca pikiranmu!" kata Haera.
"Eh? kalau dipikir-dipikir aku sudah tidak pusing lagi!" kata Felix baru sadar.
"Walau Efrain menangkapku sudah tidak bisa lagi menghidupkan Anna. Karena kau sepenuhnya sudah terbebas dari Anna! disaat Dicoisvi sudah tidak bisa membaca pikiran Caelvita ... itu tandanya pikiran Caelvita sudah sangat kuat. Bahkan untuk mencapai tingkat itu haruslah dalam keadaan menjadi Caelvita resmi ... kalau kuingat-ingat kaupun sudah tidak sakit kepala saat bertemu Efrain tadi ...." kata Haera.
"Oh iya ... dulu kalau bertemu Efrain pasti kepalaku seperti akan pecah tapi saat bertemu tadi aku sudah tidak merasakan apa-apa ...." kata Felix.
"Itu tandanya jika Efrain menangkapku tetap akan kesulitan juga dalam menghidupkan Anna karena kau sudah terlepas dari ikatan Anna dengan Alvauden nya. Sakit kepala itu terjadi jika bertemu Efrain yang merupakan Alvauden Anna. Bertemu mantan Alvauden Caelvita sebelumnya yang menjadi pembimbing di dalam diri akan membuat ikatan Alvauden dan Caelvita sebelumnya aktif, itulah kenapa kau merasa sakit kepala ...." kata Haera.
Felix tidak berhenti tersenyum karena daritadi Haera berbicara melalui pikiran tapi tidak pusing lagi, "Akhirnya aku bisa merasakan hidup lagi!" kata Felix sangat senang terbebas dari Haera.
Haera tidak tahu kenapa Felix mengatakan itu karena tidak bisa membaca pikiran Felix lagi. Apa itu karena Efrain sudah tidak bisa menghidupkan Iriana atau karena Haera tidak bisa membaca pikirannya lagi atau karena alasan sederhana seperti sudah tidak pusing lagi. Haera hanya bisa menahan rasa penasarannya.
"Jadi apa yang akan terjadi kalau misal Efrain berhasil menangkapmu tadi?" tanya Felix.
"Setidaknya saat itu aku masih bisa mempengaruhi hidupmu karena masih bisa membaca pikiranmu dan pikiranmu masih lemah karena masih terus merasa pusing ...." jawab Haera.
"Padahal tadi dia tidak memperlihatkan ketakutan sama sekali untuk rela mati demi menghidupkan Anna kembali ... dia benar-benar sudah menanggung beban sebagai Caelvita dan melepas keegoisannya untuk hidup sebagai Viviandem biasa! sayangnya aku tidak bisa terus bersamanya melihat perkembangannya karena hanya bisa hidup selama permainan ini berlangsung ... aku penasaran akan jadi Caelvita hebat seperti apa dia nanti ...." kata Haera dalam hati.
Haera mengedip-ngedipkan matanya dan menyentuh Felix, "Bahkan aku sudah mulai tidak melihatmu jika kau menggunakan Idibalte ...." kata Haera.
Felix melepas Idibaltenya agar Haera bisa melihatnya dengan jelas. Memang saat menggunakan Idibalte bisa membuat manusia biasa tidak melihat tapi Idibalte Felix sudah naik level dan bisa mengaturnya untuk tidak terlihat oleh siapapun, "Seharusnya hal ini hanya bisa terjadi kalau sudah menjadi Caelvita resmi!" kata Haera.
Felix menarik kembali ikat pinggangnya itu untuk mengatur agar kembali ke fungsi awal dan memasangnya lagi karena takut kalau bertemu dengan seseorang yang dikenalnya. Padahal dirinya seharusnya berada di Rumah Sakit sekarang.
"Kau bisa melihatku dengan jelas kan?" tanya Felix langsung disambut anggukan dari Haera, "Berarti semua peralatanku akan bertambah kuat kalau sudah menjadi Caelvita resmi nantinya?" tanya Felix.
"Yap!" sahut Haera.
"Hanya bertambah kuat saja kan? tidak bertambah besar?" tanya Felix takut jika pedangnya yang sudah sangat besar akan tambah besar lagi.
"Kau juga tidak selamanya akan bertubuh kecil begini ...." sahut Haera.
Felix lama mencerna perkataan Haera, "Apa maksudmu kecil? kau sedang mengejekku karena bertubuh pendek?!" tanya Felix sebal.
Haera memukul dahi Felix dengan sisir kecilnya, "Aw!" Felix merebut sisir Haera, "Pasti karena sisir ini ada kekuatan khusus makanya bisa sesakit ini ...." Felix memukulkan sisir itu ke tangannya seperti cara Haera memukulnya dengan cara biasa saja tapi tidak terasa sakit. Haera merebut kembali sisirnya dan memukul Felix, "Aw! ternyata bukan dari sisir tapi memang kekuatan Haera sangat kuat ...." kata Felix dalam hati.
"Umurku tinggal sebulan lebih ...." kata Haera memecah kesunyian.
"Tidak terasa sudah hampir dua bulan berlalu sejak permainan dimulai tapi baru dua pemain yang keluar dari permainan, satunya meninggal dan satunya terbebas dari permainan ...." kata Felix.
"Besok akan langsung 19 pemain yang mati!" kata Haera.
Felix tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, "Aku sudah tahu kalau kau ikut dalam permainan ini! kau juga sudah tahu betul kan kalau Caelvita dianjurkan agar tidak ikut campur dalam permainan ini ...." kata Haera
"Dianjurkan bukan dilarang!" kata Felix.
"Lagipula yang membuat itu adalah Caelvita-47 dan kau sangat mirip dengannya .... ini seperti kembali ke generasi 47 padahal sudah 119 ...." kata Haera.
"Dulu aku terus bertanya-tanya kenapa Caelvita-47 hanya menyarankan agar tidak ikut bukannya langsung melarang saja tapi setelah mengikuti permainan aku baru sadar kenapa beliau melakukan itu ...." kata Felix.
Karena mengingat permainan, Felix menuju asrama Bella setidaknya tidak tinggal diam menunggu waktu berlalu tapi bisa mengawasi apa yang dilakukan Bella.
"Benang merah!" kata Haera melihat benang merah yang berada disamping gedung tinggi.
"Sudah berapa tahun setelah permainan terakhir?" tanya Felix.
"16 tahun lalu!" sahut Haera.
"Kau sudah menunggu lama ... Mundclariss sudah berubah banyak selama 16 tahun terakhir ... lebih banyak lagi gedung tinggi yang dibangun!" kata Felix.
"5 tahun sebelum Anna meninggal ... saat Anna masih 18 tahun dan sedang aktif-aktifnya melakukan aktivitas sebagai Caelvita ...." kata Haera.
"Jadi Iriana meninggal di usia 23 tahun?" tanya Felix.
"Ya, Caelvita dengan umur paling pendek ...." sahut Haera.
"Cain!" teriak Felix melihat Cain sedang berada tepat di samping Bella sedang menggunakan garis pelindung.
"Apa yang kau ... kau ke masa lalu? bagaimana bisa?" kata Cain.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Felix tidak menyangka akan bertemu Cain yang ke masa lalu juga.
"Leaure sejati!" seru Haera.
"Siapa dia?" tanya Cain.
"Bukankah kau bilang masih tidak menguasai untuk kembali ke masa lalu di Mundclariss. Tidak seperti jika ke Mundebris bisa kembali ke waktu yang sama di Mundclariss saat masuk Mundebris ...." kata Felix.
"Caelvita yang mirip dengan Caelvita-47 dan Leaure Sejati yang ternyata juga seorang Alvauden ... terlahir di generasi yang sama ... sungguh sebuah keajaiban ... bencana apa yang akan terjadi sebenarnya di generasi ini kenapa dua andalan terlahir di generasi yang sama dan terlebih lagi mereka saling kenal dengan menjadi Caelvita dan Alvauden ... apa karena ini Franklin menambah jumlah pemain ...." kata Haera dalam hati.
...-BERSAMBUNG-...