UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.176 - Memilih Kandidat Part 3



"Jadi kita lanjut lagi ...." kata Felix mulai menekan tombol pulpennya lagi tapi menyadari Cain memandangnya terus, "Ada apa? kenapa?"


"Bagaimana kau bisa tahu kalau Banks mencarimu di masa depan?" tanya Cain.


"Kau mungkin yang sudah lupa ... aku ini Caelvita!" jawab Felix.


"Bukannya begitu ... tapi aku hanya bertanya bagaimana caranya kau tahu?" kata Cain.


"Ah, kau tidak tahu aku sehebat apa ya?!" kata Felix tertawa.


"Aku benar ingin tahu bagaimana!" kata Cain serius.


"Sebenarnya kekuatanku bisa mendeteksi dan mencari kalian dimana, sudah kukembangkan ... sekarang aku sudah mulai mengembangkan kekuatan itu, bukan hanya untuk Alvauden tapi untuk siapapun yang memakai gelang pemberianku dan kini juga bisa merasakan jika seseorang mencariku tapi hanya beberapa Quiris saja ...." kata Felix.


"Oooooow!" kata Cain dengan nada tinggi kemudian langsung turun drastis.


"Ini belum seberapa ... setelah menjadi Caelvita resmi bahkan aku bisa mendeteksi dan mencari semua makhluk Mundebris dalam sekejap ... walau terkadang ada Viviandem atau Quiris lainnya yang mempunyai kekuatan untuk menyembunyikan diri dari radar pencarian Caelvita ...." kata Felix.


"Kau bisa menyembunyikan apapun itu tapi kecuali kekuatanmu aku tidak bisa tolerir ... kuharap kau memberitahuku bagaimana perkembangan kekuatanmu Felix ... dengan begitu aku bisa tahu apa yang menjadi kekurangan dari kekuatanmu dan bisa mengembangkan kekuatanku untuk menutupi kekuranganmu itu ...." kata Cain.


"Terimakasih atas nasehatnya tapi aku ini tidak punya kekurangan!" kata Felix sombong.


Cain terus menatap Felix, "Iya ... iya ... baiklah!" kata Felix menurut saja.


"Selanjutnya pasangan Elvaretta kan?" tanya Cain.


"Kau memilih dia kan? baiklah ... tapi seperti yang kukatakan sebelumnya ...." kata Felix.


Cain menghentikan kalimat Felix, "Harus bertanggung jawab dengan pilihanku kan?!" kata Cain.



D̶a̶i̶v̶a̶ ̶(̶6̶4̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ - Elvaretta (10 bulan)



"Pasangan kesepuluh, Farica dan Garini! aku memilih Farica ...." kata Felix.


"Kukira kau sudah membiarkan aku memilih sendiri!" kata Cain menyeringai.


"Ternyata dia sudah sadar aku sedang memainkan trik ...." kata Felix dalam hati.


"Siapa bilang?! hanya saja aku sependapat dengan pilihanmu tadi ...." kata Felix.


"Dia pikir aku ini bodoh apa?! sekarang dia mulai ikut memilih lagi karena takut aku mulai sadar dengan triknya ...." kata Cain dalam hati.


"Farica sudah berusaha keras hidup, bahkan setelah kedua otangtuanya melakukan bunuh diri bersama ... Farica dengan ajaibnya berhasil bertahan hidup ... sedangkan Garini terus saja mencoba bunuh diri setiap ada masalah ... aku memilih seseorang yang berusaha untuk terus bertahan hidup dibanding seseorang yang mengabaikan dirinya sendiri ...." kata Felix.


"Bagi Leaure juga, hal yang sangat dibenci adalah seseorang yang tidak mau ditolong ... tapi bagaimanapun juga Garini berhasil hidup sampai sekarang dengan ajaibnya ... padahal tidak terhitung sudah berapa kali dia menyakiti dirinya sendiri ...." kata Cain.


"Maka dari itu kenapa Franklin memasangkan mereka berdua ... memberi kesempatan bagi Garini untuk benar-benar mengakhiri hidupnya ...." kata Felix.


"Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu dengan santainya ... dengan bertahan hidup sampai sekarang saja, bukankah itu sebuah pertanda kalau dia tidak benar-benar berniat mengakhiri hidupnya makanya dia bisa terus bertahan hidup sampai sekarang ...." kata Cain.


"Jadi maksudmu, pilihanmu adalah Garini?" tanya Felix.


"Maksudku bukan begitu ... tapi aku hanya ingin agar kau mempertimbangkan kembali pilihanmu ...." jawab Cain.


"Jadi kau memilih Farica?" tanya Cain.


"Bukan begitu ...." sahut Cain.


"Terus siapa? bicara yang jelas supaya aku mengerti!" kata Felix.


"Franklin tidak mungkin menghubungkannya karena alasan seperti itu ... setelah melihat bagaimana kau bertemu dengan Franklin, akhirnya aku sadar kalau Franklin bukanlah penjahat seperti rumor yang beredar ...." kata Cain.


"Jangan membicarakan hal yang tidak penting dan tentukan pilihanmu!" kata Felix.


"Aku ... ak ... akuu memilih Garini!" kata Cain menutup matanya sambil menetapkan pilihan.


"Dengan alasan?" tanya Felix.


"Firasatku mengatakan bahwa kita harus menghidupkan Garini! rasanya belum waktunya dia meninggal ...." jawab Cain.


"Baiklah ...." kata Felix.


"Semudah itu?!" kata Cain.


"Apanya?!" kata Felix.


"Kau berpihak padaku ...." kata Cain.



F̶a̶r̶i̶c̶a̶ ̶(̶2̶0̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ - Garini (39 tahun)



"Pasangan kesebelas, Halona dan Isadora! Mereka berdua saudari tiri ...." kata Felix.


"Memilih siapapun akan membawa malapetaka!" kata Cain.


"Tapi dengan memilih salah satu, bisa saja malapetaka itu hilang ... seperti yang kau katakan, Franklin tidak mungkin menghubungkan mereka karena tanpa alasan yang kuat ...." kata Felix.


"Apa mereka berdua bukan termasuk dalam permohonan yang ada di langit Ruleorum itu?" tanya Cain.


"Kau mengharapakan sesuatu yang sentimental terus ... tidak! walau mereka saling kenal dan ada setengah ikatan keluarga tapi mereka lebih tepat jika dikatakan sebagai musuh!" jawab Felix.


"Bukankah aneh, Felix ...." kata Cain.


"Em?!"


"Maksudku, Franklin memberimu hak penuh dalam memilih ... disaat dia punya alasan tersendiri dalam memilih pemain dan bagaimana menghubungkan pemain ... walau kau itu Caelvita, itu tidak membuat Franklin harus menurut begitu saja denganmu ...." kata Cain.


Felix hanya terus menatap Cain setelah selesai berbicara, "Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Cain.


"Tidak ... jadi kau memilih siapa?" kata Felix mengalihkan pembicaraan.


"Halona! putri dari pasangan suami istri yang sekarang ...." kata Cain.


"Maksudmu, kau memilih Halona untuk menghindari agar Isadora disiksa oleh ibu tirinya jika Halona meninggal nanti?" kata Felix.


"Bukankah kau juga memilih dia!" kata Cain.


"Kau tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti pilihanku ...." kata Felix.


"Berarti kau memang memilih Halona ...." kata Cain mulai berpikir.


"Jadi kau sedang bereksperimen denganku?!" kata Felix kesal.


"Walau kau mengatakan tidak membawa perasaan dalam permainan ini tapi aku mengenalmu Felix ... kau tidaklah setega itu! dengan memilih Halona yang merupakan anak dari istri simpanan dibanding Isadora dari istri sah yang sudah meninggal ... bagaimanapun melihatnya, Isadora adalah seseorang yang sangat tidak beruntung yang seharusnya diselamatkan tapi kau memilih Halona ...." kata Cain.


"Aku hanya memilih berdasarkan analisaku saja ... bukankah dengan memilih Halona akan membuat keluarga mereka bisa damai tanpa pertengkaran lagi ...." kata Felix.


"Begitukah?!" kata Cain memancing Felix.


"Sebenarnya kau mengharapkan jawaban apa dariku?!" kata Felix kesal.


"Baiklah ... Halona!" kata Cain.



Halona (28 tahun) - I̶s̶a̶d̶o̶r̶a̶ ̶(̶2̶7̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶



"Beruntung mengalahkan Dewi tertinggi!" kata Felix mencoret nama Isadora.


"Hem?!" Cain tidak mengerti.


"Halona berarti Beruntung sedangkan Isadora berarti Dewi tertinggi ... bahkan Dewi tertinggi pun dikalahkan oleh Keberuntungan!" kata Felix menyeringai.


"Itu karena kau memilihnya!" kata Cain.


"Maka dari itu, mungkin sebuah nama memang sangatlah berperan penting di kehidupan ... tapi namaku yang Felix berarti beruntung sepertinya tidak berlaku seperti Halona ...." kata Felix.


"Ada aku disampingmu, sudah membuktikan bahwa kau itu beruntung ...." kata Cain bercanda.


"Dasar!" Felix tertawa.


"Pasangan kedua belas, Jimi dan Kavindra! Jimi adalah anak pertama dari pasangan suami istri yang lama menunggu kehadiran seorang anak sedangkan Kavindra, memang bukan anak pertama tapi merupakan anak perempuan pertama yang ditunggu-tunggu setelah melahirkan 5 anak laki-laki ... bagaimana menurutmu?" kata Felix.


...-BERSAMBUNG-...


Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H


*Bagi yang menjalankan.


...Mohon maaf, lahir dan bathin ....🙏...


Waktunya pesta daging 😁🎉 🥩🍗🍖