UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.371 - Rencana Revolusi Felix dan Banks



Malam ini giliran Tan dan Tom untuk istirahat. Sementara Felix menjaga kedua Zewhit dan Teo memeriksa titik lain dari gerbang neraka.


"Jadi, apa kau mau mencobanya?!" tanya Felix yang mengantar Teo berjalan ke depan pintu gerbang sekolah.


"Apa gunanya, cuma ada dua Zewhit ... akan aku gunakan nanti saja diwaktu yang ... tepat." kata Teo.


"Terserah kau saja! okey ... hati-hati!" kata Felix menyuruh Teo untuk segera berangkat.


"Kau juga!" kata Teo sudah berlari menjauh dari pandangan Felix.


Felix kembali berjalan ke dalam sekolah sambil melihat apa yang dilakukan kedua Zewhit itu, "Hemm ...." Felix berdehem dan bersandar sambil menendang-nendang tembok untuk menghentikan Zewhit itu akan mengerjai Pak Egan yang sedang membawa banyak berkas ke dalam mobilnya.


"Cari orang lain! jangan menggangu orang yang sedang bekerja keras!" kata Felix.


Zewhit Badut dan Kurcaci hanya bisa manyun dan terpaksa pergi karena dilarang oleh Felix.


"Kau sudah dimana?!" tanya Felix.


"Aku baru naik kereta!" sahut Teo terdengar malas.


"Permisi, tolong jangan berisik! kami mau tidur! hanya gunakan Jaringan Alvauden disaat ada hal darurat saja!" kata Tom berbicara seperti pengumuman yang biasa terdengar di supermarket.


"Aku akan berbicara terus! enak saja kau bisa tidur nyenyak ... akan aku ganggu kalian supaya tidak bisa menikmati jadwal istirahat kalian." kata Teo yang mulai berbicara sendiri tentang hal yang tidak masuk akal, tidak nyambung, hanya mengatakan apa yang terlintas dibenaknya saja saat itu dengan nada seperti rapper. Tapi lama kelamaan Teo juga lelah melakukan itu, akhirnya Tan dan Tom bisa tidur nyenyak setelah Teo berhenti membicarakan hal tidak penting.


Teo memasuki kota Olubayo, kota setelah Hutan Osmo berada. Kota Olubayo adalah kota yang terkenal akan 'Bangun di malam hari dan tidur di siang hari'. Setiap malam selalu saja ada festival dan saat siang kota itu menjadi sangat sepi, seperti tidak ada orang sama sekali di kota itu.


"Mereka ini adalah The Real Vampir ... yang hanya hidup di malam hari saja." kata Teo melihat semua pedagang begitu bersemangat menawarkan dagangannya.


"Apa maksudmu?! Setengah Sanguiber juga hidup bebas di siang hari, tahu!" kata Felix.


"Maksudku seperti yang di film-film ... kan Vampir makhluk malam tidak bisa terkena sinar matahari." kata Teo.


"Itu hanya film! Setengah Sanguiber bisa melakukan semua hal normal yang dilakukan oleh manusia kecuali hanya makanannya saja yang berbeda." kata Felix.


"Tidak usah membangga-banggakan dan membela Quiris mu padaku!" kata Teo sarkastik yang berjalan diantara orang-orang yang memakai baju unik berwarna-warni dan segala rupa bentuk. Di kota itu setiap malamnya selalu seperti ada perayaan festival besar tapi sebenarnya memang sudah menjadi kebiasaan seperti itu. Orang asing yang berwisata ke Yardley harus mengunjungi kota Olubayo jika berkunjung ke Yardley. Semua serba murah disana dan aneka oleh-oleh khas Yardley untuk dibawa pulang akan sangat cocok dan lengkap jika dibeli di kota Olubayo.


Tan dan Tom yang sudah tidur nyenyak tidak memperdulikan lagi jika Felix dan Teo menggunakan Jaringan Alvauden.


"Kau ada disini?!" tanya Mertie yang membuka pintu menuju atap gedung Tingkat SMP.


"Aku? ada apa?!" kata Felix memunculkan dirinya.


"Oh, kau yang disini ...." Mertie jadi tidak bisa berkata-kata karena ternyata yang ada disana Felix, "Kau malah bertanya, padahal bisa membaca pikiranku!"


"Kau masih kesal dengan hal itu?! sudah berapa lama ini ...." kata Felix.


"Syukurlah ternyata kau ... aku memang mau menanyakan soal hutan yang kau rekomendasikan untuk perkemahan sekolah itu." kata Mertie mengalihkan pembicaraan sebelum dirinya memaki Felix lagi dalam hati.


"Hutan itu sangat aman, aku jamin ... ditambah banyak juga energi baik disana." kata Felix.


"Aku sudah memeriksa hutan itu tapi tidak lebih dari sekedar hutan. Tidak seperti hutan yang selalu kita datangi sebelumnya yang ada pengelolanya. Disana, semuanya harus dimulai dari awal dan harus kerja bakti dulu jauh-jauh hari untuk bisa digunakan." kata Mertie.


"Jadi, kau mau aku memeriksa hutan yang sebelumnya digunakan?!" tanya Felix.


"Baiklah, kau mau aku memeriksa yang mana?!" tanya Felix.


Mertie ingin memaki kalau Felix tidak perlu bertanya tapi ditahannya, "Perkemahan saat kelas 3 dulu."


"Ah, saat kau mengerjaiku itu!" kata Felix dengan nada kesal.


"Bisa tidak kau lupakan soal itu ... lagipula kau sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi berhasil dikerjai saat itu. Kau malah tersenyum-senyum saja saat terjatuh membuatku kesal." kata Mertie.


"Teo jadi terluka gara-gara kau dan bekas lukanya akan terus membekas seumur hidup karena kau." kata Felix.


"Pokoknya begitu ... aku pergi!" kata Mertie pamit tanpa tahu malu.


"Mau saya beri pelajaran anak itu Yang Mulia?!" tanya Banks yang muncul dibelakangnya.


"Tidak ... tidak usah! ada apa? kau datang tiba-tiba?" tanya Felix agak khawatir melihat kedatangan Banks.


"Osborn sudah tidak sadarkan diri lagi Yang Mulia." jawab Banks dengan nada rendah sambil memperhatikan wajah Felix.


"Apa yang dikatakannya sebelum kehilangan kesadaran?!" tanya Felix.


"Dia hanya menjelaskan gejala yang dialaminya dengan baik. Sehingga pencatatan soal kondisi Osborn mulai dari awal terkena lengkap sampai sekarang." jawab Banks.


"Kau sudah mendapatkan informasi penting?!" tanya Felix.


"Setidaknya gejala, ramuan yang bisa menghambat perkembangan penyakit, makanan dan minuman yang cocok untuk dikonsumsi, jangka waktu hingga kesadaran hilang ... semua itu sudah jelas!" jawab Banks.


"Kerja bagus! maaf aku harus merepotkanmu ...." kata Felix terlihat murung.


"Tidak, Yang Mulia ... tanpa perintah dari Yang Mulia pasti akan saya lakukan juga. Ini untuk kelangsungan kehidupan di masa depan juga ...." kata Banks.


"Karena generasi sebelumnya yang selalu menyembunyikan fakta dan main rahasia-rahasiaan ... kita jadi tidak pernah berkembang dan selalu memulai dari awal. Sangat menyedihkan ....." kata Felix.


"Kali ini, akan berubah Yang Mulia ... setidaknya generasi selanjutnya tidak akan buta soal pengetahuan ini lagi." kata Banks.


"Ya, dan untuk itu ... aku juga harus secepatnya menjadi Caelvita resmi. Agar semuanya bisa berjalan sesuai rencana." kata Felix.


"Surat yang dikirim Tan, mengatakan bahwa kekuatan penyembuhan Yang Mulia sudah meningkat." kata Banks.


"Kau sekarang menggunakan muridmu untuk memata-mataiku?!" Felix menyeringai.


"Saya tidak bisa terus berada disamping Yang Mulia untuk memeriksa bagaimana keadaan Yang Mulia. Jadi, Tan mengajukan diri untuk melakukannya menggantikan saya." kata Banks.


"Kau mengajarinya bagaimana, sebenarnya?! dia selalu saja membanggakan dirinya sendiri." kata Felix tertawa kecil.


"Saya hanya ingin menaikkan rasa percaya dirinya Yang Mulia. Memang benar bahwa ahli penyembuh jarang muncul sebagai Alvauden. Kalaupun ada, tidak akan memunculkan Tellopper tapi senjata lainnya. Tellopper hanya muncul pada Alavuden yang sangat-sangat berbakat dengan ilmu ramuan dan penyembuhan." kata Banks.


"Kau melatihnya menjadi Daemonimed juga?!" tanya Felix membuat Banks panik, "Apa dia bisa melakukannya?!" Felix dengan wajah berharap.


...-BERSAMBUNG-...