UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.554 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 37



...Disarankan, bagi yang merasa kurang nyaman membaca adegan kekerasan, agar tidak membaca episode kali ini!...


Tanpa disadari Banks sudah membawa Zeki dan Daisy kedekat Tan, Teo dan Tom berada. Secepat kilat, bahkan tidak ada yang menyadari kapan Banks meninggalkan tempatnya.


"Saya pamit, Yang Mulia." kata Banks memanggil gerbang.


"Aku titip mereka!" kata Felix.


Cain merasa lega melihat itu tapi merasa kesal juga disaat bersamaan, "Bagaimana dia begitu mudah menghancurkan pelindung Leaure ku?!"


Bahkan bagi Iblis Pasukan Efrain, melihat Felix saat ini membuat tulang mereka seperti sedang menggigil ketakutan. Tapi ekspresi Ted tidak pernah berubah, masih dengan senyuman miring tanpa takut sama sekali.


"Kupikir dia memang gila, tapi ternyata otaknya memang berbeda dari manusia lainnya ...." kata salah satu Iblis didekat Ted.


Suara sambaran petir mengalihkan pandangan mereka semua hingga tidak sadar dengan kemunculan seseorang. Sebuah sayap melebar dibelakang Felix. Membuat visual Felix terlihat seperti tumbuh sayap dipunggungnya. Tapi bukan, melainkan Thunderbird yang mulai berjalan maju disamping Felix.


Harvard menutupi tubuh Felix dengan maju saling berhadapan dengan Felix saat ini. Semua Quiris merinding melihat kemunculan Thunderbird.


"Aku datang bukan untuk mendampingimu bertarung, tapi sebagai seseorang yang akan menobatkanmu sebagai Caelvita Resmi." kata Harvard membuat lingkaran awan dengan petir terus menyambar disekelilingnya dan Felix berada l. Sehingga tidak dapat dilihat oleh yang lainnya diluar.


"Kau tidak berlutut?!" tanya Harvard.


"Untuk apa?!" Felix balik bertanya.


"Bukankah itu sudah menjadi normal untukmu melakukan itu karena akan menerima penobatan jabatan." kata Harvard.


"Aku Caelvita! tidak ada seorangpun yang akan membuatku berlutut lagi. Termasuk untuk seseorang yang hanya bertugas menobatkanku. Tanpa penobatan inipun aku bisa melakukannya sendiri." kata Felix menghilangkan awan disekitar, mememuhinya dengan petir yang sekarang seperti lingkaran listrik.


"Sudah kuduga ... apapun yang terjadi, kau tetaplah sama. Walau dikehidupan kali ini ...." kata Harvard dalam hati, "Baiklah ... Caelvita-119, sebagai Quiris terkuat ... dengan ini aku menobatkanmu sebagai Caelvita Resmi. Kekuatanmu akan melebihiku, bahkan lebih lagi dari yang bisa kau kendalikan. Aku mungkin tidak bisa menghentikanmu saat kau berada di jalan yang salah. Tapi selama kau berada di jalan yang benar, aku akan selalu disampingmu. Sekarang aku adalah walimu. Tidak ada yang bisa menyangkal apapun keputusan dan tindakanmu, jika ada ... mereka akan berhadapan denganku."


Kilatan petir yang mengelilingi Felix dan Harvard terus naik seperti membentuk menara yang sangat tinggi tapi kecepatannya tidak melambat melainkan semakin cepat dan akhirnya tertarik keatas semua seperti menembakkan laser petir ke atas langit. Hingga tubuh Felix tidak lagi tertutupi dan Harvard sudah tidak ada disana.


Bulan berubah warna menjadi merah dan suara hewan yang sudah ditebak kalau adalah hewan buas karena suaranya yang sangat keras dan berat terdengar mulai mendekat. Membuat semuanya otomatis menunduk melindungi diri dari angin yang diakibatkan oleh kepakan sayapnya karena hewan itu akan mendarat. Menjadikan dirinya sebagai atap pada Felix, sementara Felix tidak bergeming sedikitpun saat sosok itu datang.


Hewan besar itu kelihatan mulai batuk tapi mengeluarkan api, "Dari semua Naga, kenapa harus jenis ini yang menjadi Unimaris Felix ...." Verlin bergidik.


"Katanya Unimaris melambangkan pribadi Tuannya. Tapi aku bahkan tidak tahu apa bisa membela Felix dikemudian hari karena naga itu memang kelihatan sangat cocok dengannya." kata Cain.


"Diakah yang harus dibunuh?!" tanya Naga itu menundukkan kepalanya tepat diatas kepala Felix.


"Kau diam saja dulu! aku akan menyiksanya terlebih dahulu." kata Felix.


"Baiklah, lakukan cepat! kalau tidak aku akan membakar habis tempat ini kalau merasa bosan." kata Naga dengan sisik berwarna hitam pekat dan mata yang sama dengan Felix. Satu Hijau dan yang satunya lagi merah.


Felix menendang dagu Ted dan melemparkannya keudara kemudian ikut terbang dan menendang punggung Ted untuk dihempaskan ke tanah. Ted mendarat dengan hempasan keras, tanpa diberi waktu untuk mengeluh. Felix langsung memotong kecil-kecil tangan kanan Ted. Terus dilakukan sampai tidak tersisa lagi lengan Ted untuk bisa dipotong.


Teriakan histeris Ted yang merasakan sakit sangat keras menganggu pertarungan semua yang ada disana, "Bagaimana bisa aku merasakan sakit?! kan aku sudah menjadi hantu?!" teriak Ted.


"Kau tahu Zewhit adalah makhluk favorit semua Caelvita, makanya kami bisa membuat tubuh Zewhit untuk terlihat dan merasakan kembali perasaan seperti hidup sehingga bisa merasakan bagaimana rasanya hidup kembali walau hanya sebentar. Itu semua dilakukan sebagai hadiah dan rasa sayang Caelvita, tapi untukmu ... ini adalah penyiksaaan!" kata Felix menikmati setiap teriakan kesakitan Ted karena berpindah pada kaki kali ini.


"Hentikan! apa yang kau lakukan?!" teriak Ratu Sanguiber dari belakang Felix yang sedang asyik mengelupas kulit kepala Ted hingga terlihat otaknya sedang bergerak, "Lihat, berapa banyak pasang mata yang ada disini! kau akan dikenal sebagai Caelvita yang kejam setelah ini."


"Kejam?! darimananya?!" kata Felix dengan wajah datar, kali ini mengiris perut Ted hingga ususnya keluar berjatuhan. Ted masih terus berteriak histeris, merasa aneh bagaimana bisa tetap hidup dengan apa yang sedang dialaminya.


"Hentikan Felix ... aku mohon!" kata Ratu Sanguiber.


"Yang kejam disini adalah dia, membunuh sahabatku tanpa perasaan dan cara seperti tadi tepat didepan mataku. Tapi dia?! apa ada yang menghargainya disini?! apa ada yang terluka melihatnya kusiksa seperti ini?! apa ada seseorang yang membuatnya terluka?! tidak! dia tidak menyayangi siapapun selain dirinya sendiri, jadi menyiksanya adalah yang terbaik. Balas dendamku ini tidak ada apa-apanya dibanding yang dilakukannya padaku. Bahkan sakit hatiku tidak akan sembuh walau membunuhnya sebanyak ribuan kali." kata Felix menarik secara perlahan telinga Ted seperti sedang merobek kertas kemudian memukul otak Ted hingga hancur berceceran dimana-mana karena Ted tidak berhenti berteriak membuat telinga Felix sakit.


"Memang seharusnya untuk membalas dendam aku harus melakukannya pada orang yang disayang oleh Ted juga. Menyiksanya didepan mata Ted baru rasanya bisa impas. Tapi apa boleh buat, psikopat tidak seseorang yang berharga selain dirinya sendiri. Jadi, cara terbaik memang hanya menyiksa dirinya yang sangat berharga ini. Tangan pembunuh yang tidak segan melukai korban, telinga yang menikmati setiap jeritan kesakitan korban, otak yang dipakai membuat strategi membunuh, perut yang memakan daging sesama manusia. Aku tidak sedang balas dendam tapi menghukumnya!" kata Felix.


"Aku tahu bagaiamana perasaanmu!" kata Ratu Sanguiber, "Cepat bunuh saja dia! maka dia akan menghilang dan tidak akan terlahir kembali. Bukankah itu bisa membuatmu lebih baik?! bukankah itu balas dendam terbaik?! Dan juga hukuman terbaik?!"


"Tidak ... dia harus terlahir lagi dan akan aku bunuh lagi saat dia terlahir kembali. Sampai kapanpun, sampai aku matipun ... akan ada yang menggantikanku untuk terus membunuhnya tiada henti saat terlahir kembali." kata Felix mencekik leher Ted hingga muncul rantai biru meliliti Ted dan muncul Gerbang Safir dibelakang Ted.


"Yang Mulia ... terima penghormatanku sebagai perwakilan dari kaum Ruleorum!" kata Seorang Laki-laki yang sangat jelas kalau dia adalah Raja Ruleorum dari penampilan dan mahkotanya.


"Bawa dia ke Jembatan Ruleorum! itu adalah tugas pertamamu!" kata Felix melemparkan Ted yang sudah dalam keadaan tidak layak dipandang.


"Baik, Yang Mulia!" Raja Ruleorum berdiri dan menatap wajah Felix untuk mengenali wajah Caelvita kali ini. Tidak memperdulikan sekitar, hanya menatap Felix seorang dan tidak tertarik dengan yang lainnya.


"Pasukan dari Ruleorum akan datang ... tidak lama lagi!" kata Raja Ruleorum.


Felix tidak peduli dan hanya membelakangi dan terbang naik keatas Unimarisnya. Banyak gerbang kini muncul satu per satu. Dari dalam sana muncul Viviandem dari berbagai macam keraajaan di Mundebris. Mereka semua datang setelah Felix menjadi Caelvita Resmi karena bersamaan dengan itu mereka juga dibangkitkan kembali.


Bulan berubah lagi menjadi putih, seakan seperti lampu sorot yang hanya menyinari Felix sebagai pemeran utama disana sedang berada diatas Unimarisnya.


"Bakar!" kata Felix dengan suara pelan tapu berat.


Unimaris Felix yang sedang dalam posisi nyaman berbaring, mulai berdiri. Tapi tidak mempengaruhi Felix sama sekali yang berada diatas sana dengan gerakan naga yang banyak itu.


"Perkenalkan ... namaku ... Alex!" Unimaris Felix itu mulai menyemprotkan api besar setelah menyebutkan namanya.


Pasukan Felix mundur kearah Gerbang yang masih terus muncul, membuat Viviandem yang tidak tahu situasi disana kebingungan. Tapi setelah merasakan hawa panas, akhirnya mereka sadar apa yang terjadi.


...-BERSAMBUNG-...