UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.390 - Peningkatan



Demelza yang dulunya berlari kesana-kemari menanyai orang-orang akhirnya sudah bosan dan berhenti melakukan itu. Kali ini Demelza terlihat masuk ke dalam area permainan dan mencari petunjuk. Rasa penasaran Demelza ternyata bisa berguna juga atau begitulah yang dipikiran Tan. Karena selalu penasaran dengan apa yang terjadi dengan anak-anak di sekolah. Jadi pastinya Demelza sangat senang mencari tahu sesuatu tentang mimpi anehnya saat ini.


"Memang dunia Zewhit saking hebatnya dapat mengubah tubuh fisiologis manusia atau Viviandem sekalipun. Tapi bukan hanya fisik melainkan sepertinya melatih mental juga ... Demelza jadi sangat berbeda dengan saat pertama kali kesini dibanding sekarang yang sudah malam keempat." Tan jadi penasaran dengan apa yang terjadi dengan malam kemarin karena absen tidak sempat ikut mengawasi, "Apa Osvald juga mengalami hal serupa?!"


"Apa Demelza juga begini?!" tanya Teo dan Tom.


Demelza bahkan berani menggeledah orang-orang yang ada disana karena diperlakukan kasar sekalipun oleh Demelza mereka hanya memasang ekspresi datar dan tidak peduli seakan Demelza tidaklah ada.


Demelza mengumpulkan banyak barang dan mulai diperiksa satu per satu. Isinya kebanyakan perhiasan yang modelnya ketinggalan jaman dan uang yang sudah lama sekali tidak pernah di produksi lagi oleh Bank, "Ini uang tahun berapa ...." Demelza mencoba mengingat pelajarannya yang terdapat uang dari berbagai generasi.


Disisi lain Osvald bahkan sedang mencoba membuat api di dalam tenda sederhananya itu, "Aku tahu kalau ini adalah mimpi ... karena saat bangun aku lupa dan saat tertidur dan bermimpi lagi aku jadi ingat lagi mimpi ini. Tapi walaupun ini mimpi ... rasa dingin ini ... angin ini ... menunjukkan bahwa ada udara disini. Maka aku pasti bisa membuat api juga disini!" asap mulai keluar dari kerja keras Osvald menggosok kayu.


"Hebat sekali!" kata Teo masih kagum dengan apa yang dilakukan Osvald.


"Walaupun lupa ... tapi kepribadian ini pasti akan tetap membekas dan melekat diingatan Osvald." kata Tom.


"Osvald akan menjadi pribadi yang berbeda setelah ini berlalu ...." kata Teo.


Awalnya mereka kasihan dengan Osvald yang sangat baik itu menjadi target Zewhit Kurcaci. Tapi ternyata ada juga hal baik yang bisa didapatkan menjadi target.


"Aku bahkan belum pernah melihat hantu pendek itu ... kenapa dia tidak muncul-muncul juga menakuti?!" kata Teo.


"Mungkin nanti di malam terakhir." kata Tom yang sebenarnya juga bingung karena kedua hantu itu tidak datang-datang mengganggu target padahal sangat bersemangat jika mau memulai dunia pikiran itu.


"Mereka tidak melakukan apa-apa tapi kenapa terlihat senang begitu kalau mau mulai masuk kesini ...." kata Teo heran.


Felix berada di tengah lapangan sekolah berbaring di atas rumput sambil menatap langit, "Apa Cain sedang melihat langit yang sama, ya?!" tanya Felix dalam hati sedang melamun. Berdasarkan laporan Zeki dan Verlin tidak ada yang datang kemarin malam dan tidak ada yang aneh juga terjadi, "Semenjak Iblis Biawak itu datang, tidak ada lagi musuh yang datang ... Thunderbird menjadi pengecualian! tapi aku masih belum percaya dengannya."


"Percayalah! dia ada dipihakmu ...." kata Iriana.


"Seseorang yang menyerang dengan niat membunuh itu maksudmu ada dipihakku?! hahh?! yang benar saja ...." kata Felix masih merasa sebal jika mengingat kejadian malam itu.


"Sudah kukatakan kalau dia berniat membunuh, dia bisa membunuhmu tanpa kau sadari sudah terbunuh." kata Iriana.


"Bahkan karena dia aku mungkin akan trauma kalau melihat hujan. Bahkan terkena gerimis saja, kulitku terasa panas padahal tidak apa-apa." kata Felix yang mengingat bagaimana saat terkena panas akibat serangan petir Thunderbird di tengah hujan.


"Kau itu, berlebihan sekali ...." kata Iriana.


"Yang berlebihan itu dia! hanya perlu menyapa dan mengatakan kalau dia ada dipihakku dan bisa pergi begitu saja dengan tenang. Tapi malah menyerangku membabi buta bahkan lebih parah daripada diserang musuh ... kalau mendengar guntur dan melihat petir aku pasti jadi menghindar secara otomatis karena trauma." kata Felix tidak berhenti mengomel mengeluh tapi Iriana juga tidak mengalah melainkan selalu membantah apa yang dikatakan Felix.


Dilanjutkan oleh Felix, "Karena mereka mirip satu sama lain. Zewhit Badut melihat dirinya ada di Demelza dan Zewhit Kurcaci melihat dirinya ada di Osvald."


"Kedua Zewhit itu adalah favoritku ... aku harap kau menjaganya dengan baik. Jangan sampai dimanfaatkan menjadi pasukan Anti Caelvita. Kau tahu kan bagaimana nasib Zewhit yang berada dipihak berlawanan dengan Caelvita ... mereka akan menghilang dan tidak pernah terlahir kembali." kata Iriana.


"Efrain pasti mengira aku akan bersikap lembut dengan mereka seperti kau dan Caelvita lainnya yang sangat menyayangi Zewhit, tapi dia salah ... aku tidak akan menjadi sepertimu Iriana ...." kata Felix.


"Kerja bagus ... kau memang seharusnya begitu! jangan menjadi sepertiku ... jangan mengulangi apa yang menjadi kesalahanku. Jika menjadi seperti diriku itu tandanya aku gagal dalam membimbingmu ...." kata Iriana.


Sambil menutup mata, menghirup aroma rumput segar di samping wajahnya. Felix merasakan Memoriasepirav kedua Zewhit itu sudah semakin melebar.


"Akan jadi pertunjukan menarik sepertinya nanti ...." kata Felix tersenyum.


"Mereka akan sangat membantumu nantinya ...." kata Iriana.


Kembali ke dunia pikiran kedua Zewhit itu, Demelza terlihat bersandar di kursi panjang yang ada di tengah-tengah taman. Jika siang hari pasti disana bisa terlihat indah tapi karena serba gelap, tidak ada yang bisa dinikmati sama sekali. Tapi Demelza sudah terbiasa akan hal itu dan mulai memikirkan petunjuk dari barang-barang yang ditemukannya.


"Disetiap arena bermain ada simbol badut, itu apa maksudnya ya?!" tanya Demelza berpikir.


"Itu karena dunia ini milik badut!" Tan menjawab tapi tentunya tidak bisa didengar Demelza.


"Aku tidak ingat ada taman hiburan yang memiliki badut sebagai simbol atau merek ... tunggu ... apa dari zaman dulu ada?!" Demelza kembali mengingat uang yang berasal dari masa lalu yang ditemukannya, "Andaikan aku bisa ingat ini saat bangun ... pasti aku bisa mencarinya di perpustakaan." Demelza frustasi mengacak-ngacak rambutnya.


Tan jadi kaget melihat penampilan Demelza itu, "Dari semua hantu yang ada disini, kau terlihat lebih mengerikan!"


Tan kemudian melihat Zewhit Badut itu berpura-pura menjadi salah satu pemeran yang ada disana. Membawa balon dan membagi-bagikannya tanpa ekspresi.


"Apa dia akan memulai?!" tanya Tan.


"Yang jelas semua orang yang ada disini sepertinya orang kaya semua. Perhiasan dan uang ... hanya itu yang mereka semua bawa." kata Demelza masih belum memahami apa sebenarnya maksud dari itu.


Sementara Osvald sedang menikmati tidurnya di dalam mimpinya sendiri. Dengan api yang tepat berada di dekatnya membuatnya bisa terasa hangat dan tenda daruratnya itu melindungi dari angin dingin dan hujan salju.


"Dia tidur dalam mimpi ... aku ingin tertawa tapi tidak tahu apa ini sesuatu yang benar lucu?!" kata Teo.


"Dia terlihat nyaman sekali ... seakan seperti sedang di rumah sendiri!" kata Tom.


...-BERSAMBUNG-...