UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.244 - Hari Tanpa Kehadiran Cain



Cain yang selalu berdiri di depan Felix jika Felix tidak bisa melakukan apa-apa ataupun hanya bermodalkan keberanian untuk melindungi. Cain yang selalu berani menjadi perisai disaat dia tahu betul akan kalah. Cain yang selalu berada di sampingnya, bercanda atau mengajak berkelahi. Cain yang selalu berada selangkah dibelakangnya bahkan ketika dia marah dengan Felix. Cain yang selalu ada untuk Felix itu, sudah sewajarnya Felix merasa sangat kehilangan saat Cain tidak terlihat dimanapun Felix memandang.


Felix kembali ke panti sendirian, sore itu benar-benar terasa hampa dibanding hari-hari sebelumnya. Padahal biasanya Felix suka berjalan sendirian tanpa ada yang mengganggu. Tapi hari ini hatinya serasa dipenuhi lubang yang hanya bisa diisi oleh kehadiran Cain.


Angin sepoi-sepoi yang dingin mengenai wajahnya dan pohon sekitar. Membuat pohon bergoyang-goyang menjatuhkan salju yang menumpuk. Terlihat jalanan ada yang membeku tapi Felix tidak melihatnya, mengakibatkan dirinya terjatuh terpelest karena melamun. Setelah terjatuh, Felix tidak langsung berdiri tapi malah terus duduk di tengah jalan itu.


"Aku benar-benar tidak berguna ...." Felix menengadahkan kepalanya ke atas memandang langit. Langit yang terlihat diapit oleh pohon di kedua sisi, "Bahkan langit pun punya seseorang di sisi kanan dan kiri ...."


"Waktu berlalu begitu lambat di Mundclariss ...." keluh Felix yang mulai berdiri. Tadinya Felix ingin menunggu langit sampai gelap tapi langit masih saja begitu terang.


Mendekati pintu gerbang panti terdengar suara riuh dari anak-anak panti. Memang sudah dari hari kemarin mereka terbangun setelah gedung panti kembali ke permukaan dan hari ini merupakan hari libur tentunya hari dimana mereka biasanya bermain di halaman.


Felix memasuki gerbang melihat gerombolan anak-anak yang sedang bermain sambil mengaitkan tangan dan berlari membentuk lingkaran. Felix yang tadinya merasa keberhasilannya merupakan keberhasilan kosong setelah melihat salah satu anak yang terlihat sangat ceria itu adalah Kiana, "Benar ... Kiana adalah bukti dari keberhasilanku!" kata Felix mulai tersenyum.


Felix yang bersedia mengikuti saran untuk tidak terlibat dalam permainan yang seharusnya Caelvita tidak ikut campur. Tapi karena Kiana menjadi salah satu pemain, ia memulai mengambil langkah beresiko sebagai Caelvita pemula.


Memulai ikut terlibat dengan permainan tanpa pengetahuan sama sekali, semuanya dari 0. Tidak disangka ia bisa menyelesaiakan permainan walau tetap ada cacat karena campur tangan Efrain. Tapi setidaknya yang dilakukan Felix sudah lebih dari cukup. Memang benar bahwa Permainan Tukar Kematian meningkatkan kekuatan walau secara paksa. Karena tidak ada pilihan selain mencari pengetahuan dan berlatih keras mengembangkan kemampuan fisik, bela diri dan menggunakan senjata.


Jika tidak ikut terlibat dengan permainan pastinya kekuatan dan pengetahuan mereka masih berada di dasar. Tan, Teo dan Tom pastinya belum memunculkan Pedang Alvaudennya. Franklin benar-benar berkontribusi besar dalam membuat peningkatan pengetahuan dan kekuatan dalam jumlah besar dengan waktu singkat pada Felix dan kawan-kawan. Terutama Cain yang terlampau jauh melebihi ekspektasi.


Kiana dengan tawa cerianya otomatis menenangkan perasaan Felix saat ini yang sedang kacau. Tan, Teo dan Tom dari dalam panti melihatnya dari dinding kaca juga tersenyum. Tiga Kembar kemudian menyapa kedatangan Felix.


"Mandi dan ganti bajulah!" kata Tom.


"Walau di Bemfapirav kau hanya melewatkan waktu sebentar tapi disini kau sudah melewatkan sehari lebih ...." kata Teo menutup hidungnya bercanda karena Felix masih dengan penampilan yang sama saat sudah bertarung.


"Kalau ada luka, panggil aku! biar aku rawat ...." kata Tan.


"Semuanya sudah sembuh ...." kata Felix.


Tan mengetahui itu adalah bohong, tentu saja saat ini Felix pasti tidak tertarik untuk menyembuhkan lukanya disaat Cain saat ini tidak diketahui sedang disiksa atau bagaimana.


Felix turun ke ruang makan menuju meja Tan, Teo dan Tom yang sedang disuguhi coklat hangat oleh Bu Corliss. Tapi tentunya mereka merasa bersalah untuk meminum minuman berharga itu.


"Apa Cain sudah makan atau belum?" itulah pertanyaan yang terngiang dipikiran mereka terus menerus.


"Cain ...." kata Bu Corliss membuat mereka terkejut mendengar nama Cain disebut.


"Dia katanya bermalam di rumah Marissa ya?!" tanya Bu Corliss, "Dasar! sepertinya mereka berdua sudah tidak mau menutup-nutupi kalau ada hubungan darah ...." kata Bu Corliss dalam hati tapi didengar oleh Felix.


"Jadi dimana kita bisa menemui Cain?" tanya Teo setelah Bu Corliss menjauh.


"Kata Iriana, tahap awal hukuman dengan Sang Penghukum membawa seseorang ke dunia lain. Dunia yang tidak bisa kita datangi ...." jawab Felix.


"Memangnya ada dunia yang tidak bisa kau datangi? kau Caelvita!" kata Tom.


"Bagaimana dengan Goldwin?" tanya Tan.


"Padahal Goldwin tidak ada di lokasi kejadian ...." kata Teo.


"Meski tidak bersalah tapi Unimaris tetaplah Unimaris. Cain mungkin bisa menyembunyikan rencananya itu dari Goldwin dengan menutup koneksinya dengan Goldwin. Bisa juga memberitahu Goldwin dan bekerjasama tapi Goldwin yang tidak ada disana bersama Cain menandakan Cain ingin meringankan hukuman Goldwin ...." kata Felix.


"Jadi bagaimana kita bisa menyelamatkan Cain? tidak ... yang pertama kapan kita bisa bertemu Cain?" tanya Tan.


"Waktu Mundebris 365 jam!" jawab Felix.


"Apa?! satu tahun baru kita bisa bertemu Cain?" Teo kaget.


"Bagi kita lama tapi bagi Cain itu hanya setengah bulan ...." kata Felix.


"Tahap kedua, Cain sudah keluar dari dunia Sang Penghukum?" tanya Tom.


"Dia akan dibawa kembali ke Istana Leaure untuk dikurung ... setelah itu mungkin kita bisa menemuinya!" jawab Felix.


"Jangan bilang di dunia Sang Penghukum, disanalah dia akan dijatuhi hukuman? jadi kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu Cain lepas dari hukuman?!" kata Tan.


"Cain tidak bisa lepas dari hukuman! setelah apa yang diperbuatnya sebagai seorang Leaure...." kata Felix.


"Tidak adil ...." kata Teo, "Dia membantai orang jahat untuk kepentingan orang banyak ... dia itu pahlawan!"


"Jadi ... kita tidak bisa berbuat apa-apa?" Tan menundukkan kepalanya.


"Bagaimana dengan sekolah Cain?" tanya Tom.


"Cain, Leaure sejati! dia bisa saja kembali ke waktu yang diinginkannya ... bahkan bisa bersama kita saat ini jika sudah kembali nantinya." jawab Felix.


"Bohong ...." kata Teo.


"Mau tidak mau Cain sudah meninggalkan kehidupan normalnya ...." kata Felix.


"Tidak ...." kata Teo meneteskan air mata.


"Itu sudah menjadi pilihannya ... pilihan yang sudah menjadi tanggung jawabnya! karena pilihan adalah bagaimana menjalani hidup dan tanggung jawab adalah beban hidup. Pilihan menentukan hidup apa yang akan kita jalani dan tanggung jawab adalah beban yang sudah seharusnya kita emban. Cain sudah memilih bagaimana dia ingin menjalani hidup dan sudah tahu besarnya tanggung jawab yang dia bawa." kata Felix meyakinkan kalau Cain sudah tahu betul pastinya apa yang dilakukan tapi sebenarnya Felix sedang meyakinkan dirinya sendiri sekarang.


Selama setahun masa hukuman di dunia Sang Penghukum, Felix, Tan, Teo dan Tom bergantian ke Istana Leaure untuk mengecek keberadaan Cain. Tapi kepergian mereka selalu kosong, tidak pernah bertemu Cain.


Setahun berlalu, semua guru baru Setengah Sanguiber tidak pernah datang lagi ke sekolah mengajar semenjak kejadian pembantaian itu. Mereka semua dikeluarkan tanpa surat pengunduran diri karena sudah terlalu lama absen. Bahkan keberadaan Bu Farrin juga tidak diketahui dimana. Bu Farrin sendiri merupakan guru yang sudah lama mengajar di Gallagher jadi masih dipertimbangkan untuk diterima kembali sedangkan yang lainnya sudah masuk blacklist.


Kemungkinan besarnya dan yang terburuk adalah mereka menjadi salah satu yang dibunuh oleh Cain. Hanya itu yang bisa dipikirkan, tapi tidak ada waktu untuk mencari keberadaan mereka di antara tumpukan mayat yang bahkan jumlahnya tidak bisa dihitung itu.


Selama setahun itu, mereka tidak pernah merasa bahagia. Bahkan saat merasakan sedikit bahagia, mereka merasa bersalah karena Cain saat ini sedang menjalani hukuman. Alasan untuk Bu Corliss, Dokter Mari sedang berlibur dengan Cain saat ini dan mengurus kepindahan Cain sekolah di luar negeri.


...-BERSAMBUNG-...