
"Jujur aku iri sekaligus kagum dengan mereka ... bagi anak seperti kita yang tidak beruntung, kebanyakan tidak suka merayakan hari ulang tahun ... tapi tiap tahun tanpa kita sengaja, selalu saja kita ingat ... itu sangat menyebalkan kan? tapi mereka malah menjadikan itu hari bahagia untuk mereka rayakan walau tahu itu akan menyakiti mereka ... dengan tetap ingin membahagiakan diri mereka sendiri, tetap ingin menghibur diri mereka sendiri ... Jika boleh memilih, aku ingin terlahir kembali menjadi mereka!" Kata Felix yang memandang Tiga Kembar yang sedang serius mendengarkan Verlin.
"Aku juga baru tahu ulang tahunku yang sebenarnya belum lama ini setelah bertanya dengan Dokter Mari ...." kata Cain.
"Belum lama kapan? sebelum kalian bertengkar? itu sudah lama!" kata Felix.
"Ah, iya sudah lama ya ...." Cain menyerah.
"Mereka pasti bisa melakukannya dengan baik kan?" tanya Felix melirik Tan, Teo dan Tom.
"Sebenarnya sebelum kau memberitahuku apa rencanamu meminta Verlin untuk melatih mereka ... aku kira melatih apa, ternyata hal seperti itu ... bagiku mereka bisa diandalkan dan memang cocok untuk dilakukan oleh mereka bertiga!" jawab Cain.
"Kaupun bisa melakukan hal yang sama ...." kata Felix menyarankan.
"Aku kan bisa menggunakan garis pelindung, tidak perlu!" kata Cain percaya diri.
"Itu juga kalau kau bisa terus menjaga fokusmu dengan baik! kalau tidak, kau juga bisa terlihat ... kan bukan ide yang buruk untuk melakukan hal itu juga?!" kata Felix.
"Iya, bukan ide buruk! tapi ide yang menyebalkan ... kau pikir aku bisa meyakinkan satu per satu tanaman atau hewan yang ada di Mundebris?! hahh ... memikirkannya saja sudah bikin pusing!" kata Cain membuat tanaman yang ada didekatnya menertawainya.
"Memang sulit! aku masih ingat saat Verlin meminta untuk kontrak dengan jenis kami ... para rumput! saat itu lingkaran hitam di bawah mata Verlin sangat hitam dan dia terlihat sangat kelelahan sekali mengajak kami berbicara untuk diyakinkan ... dia hampir tidak tidur selama 10 hari membujuk kami hahaha ...." kata rumput.
"Kalian juga keterlaluan sekali! apa? 10 hari? berarti ... 240 jam? astaga ... hampir satu tahun waktu Mundclariss!" Cain tercengang.
"Jangan persulit mereka nanti!" kata Felix menyuruh agar tidak mempersulit Tiga Kembar saat melakukan kontrak.
"Untuk tanaman dan hewan yang ada dekat sekitar sini akan mempermudah kok, nanti kami yang ada disekitar Rumah Verlin ini berbicara dengan mereka ... lagipula mereka kan Alvauden, mana mungkin kami persulit. Jadi setidaknya mereka sudah bisa kontrak dengan beberapa jenis tanaman dan hewan tapi untuk yang jauh dari sini, kami tidak bisa janji!" kata Bunga yang juga ikut dalam obrolan.
Tan Teo dan Tom diajak Verlin untuk mendekat dengan Felix dan Cain, "Ayo kalian coba!" kata Verlin.
Tan melakukan apa yang telah diajarkan oleh Verlin dengan mengulurkan tangannya pada rumput dan sehelai daun tiba-tiba masuk ke dalam tangan Tan tanda berhasil kontrak. Mereka heboh melihat fenomena itu, kemudian Teo juga mulai melakukan hal yang sama tapi rumput itu terlihat bingung, "Eh?!"
"Ada apa?" tanya Verlin.
"Tidak bisa?" tanya Cain.
"Apa denganku tidak bisa?" Teo khawatir.
"Bukan! sudah ...." kata rumput terlihat melongo.
"Apa maksudmu yang sudah?" Verlin kesal karena tidak mengerti.
"Kontrak yang dilakukan oleh Tuan Muda Tan terhubung dengannya!" kata Rumput.
"Apa?!" Verlin kaget.
Tom juga penasaran dan melakukan hal yang sama, "Mereka semua terhubung!" kata Rumput mulai tertawa tidak habis pikir.
"Jadi mereka bisa berpencar untuk melakukan kontrak dong?!" kata Cain senang.
"Apa seistimewa ini anak kembar? tubuh mereka seakan satu tubuh yang sama ...." Rumput merasa dikhianati oleh Tiga Bersaudara itu.
"Kau sudah tahu akan hal ini kan? makanya kau menyarankan mereka mempelajari hal ini?" tanya Cain pada Felix yang daritadi hanya bereaksi biasa saja.
"Aku hanya mengira-ngira ... tapi tidak tahu kalau benar bisa!" kata Felix yang sebenarnya mencari cara di buku untuk menyelamatkan Tiga Kembar tapi malah menemukan hal lain yang mengatakan kalau Saudara Kembar di Mundebris dikatakan sebagai satu tubuh yang terpisah. Lama Felix berpikir dan tidak tahu cara menggunakan kelebihan itu akhirnya menemukan cara yang tepat.
"Berarti, tidak akan terlalu memakan waktu selama itu kan?" Teo dan Tom terlihat lega.
Sebuah gerbang yang sama dengan gerbang Felix muncul hanya saja dengan ukuran yang lebih kecil.
"Siapa itu?" tanya Felix heran melihat ada selain dia yang memiliki gerbang seperti itu.
"Itu Zeki!" kata Verlin.
"Kebetulan sekali!" Felix terlihat senang sekali dan mulai menunggu di depan gerbang sampai Zeki keluar.
Zeki yang melihat Felix segera setelah keluar gerbang terlihat kaget karena tidak tahu Felix ada disana menunggu, "Hahh! bikin kaget saja!" kata Zeki.
Felix hanya langsung menarik Zeki cepat menuju tempat Tiga Kembar berada, "Ada apa ini?!" Zeki tidak tahu alasannya ditarik-tarik.
"Kau itu manusia kan?" tanya Felix.
"Kau sedang meledekku, ya?!" Zeki kesal, "Aku ini Zewhit!"
"Iya, tapi dulu kau manusia kan? bukan Viviandem?" Felix terlihat bersemangat sekali membuat Cain, Tan, Teo, Tom dan Verlin melongo.
"Memangnya kenapa?" tanya Zeki.
"Alvauden ... dan juga manusia ... tapi bisa membuka gerbang ke Mundebris!" kata Felix yang akhirnya membuat mereka semua mengerti.
"Ah, begitu ... tapi aku ini Zewhit! sedangkan mereka masih hidup, aku tidak tahu apa bisa walau sebenarnya ... emmm ... mereka kan baru pemula ...." kata Zeki.
"Coba saja! bukankah itu adalah gerbang Alvauden ...." kata Felix.
"Aku datang kesini untuk istirahat malah berakhir bekerja lagi!" kata Zeki sebal, "Caranya hanya mengatakan nama Caelvita kalian dan menarik kunci dari dada ...." dengan menggunakan jari telunjuk, Zeki terlihat menarik sebuah kunci dari dalam dadanya dan melemparkannya ke depan kemudian muncullah sebuah gerbang.
Felix tertawa bahagia sekali, "Ayo! coba kalian lakukan ...."
Tan, Teo dan Tom melakukan hal yang dikatakan Zeki walau tidak yakin berhasil tapi dikakukan saja dengan menutup mata. Setelah memegang dada masing-masing mereka terlihat tersenyum dan bersamaan melempar kunci masing-masing dan muncullah tiga gerbang Alvauden. Saking senangnya mereka berteriak begitu bahagia. Cain juga melakukan hal yang sama, ternyata bisa juga. Berarti Cain kini bisa menggunakan dua gerbang yakni gerbang Leaure dan gerbang Alvauden.
Sementara Tiga Kembar merayakan memiliki gerbang untuk masuk Mundebris, Felix meminta untuk berbicara dengan Zeki berdua saja.
"Sebenarnya sudah lama aku ingin berbicara denganmu ... tapi tidak tahu cara menghubungi, aku juga tidak tahu dimana rumah yang kau jaga ... satu-satunya cara adalah menunggu kau datang kesini!" kata Felix.
"Aku juga kesini jarang! hanya untuk istirahat sebentar saja ... ada apa? cepat katakan! jangan bertele-tele ...." kata Zeki.
"Sekarang karena tidak ada keperluan denganku lagi ... makanya kau begini?!" kata Felix kesal mengingat saat pertama mereka bertemu, tapi bahkan saat itu memang sifat Zeki sudah tidak sopan, "Kau kenal dengan Efrain kan?" tanya Felix.
"Tentu saja! ada apa dengannya? kalian bertemu dimana?" kata Zeki santai.
"Kau tahu dia itu seperti apa?" tanya Felix.
"Ada apa memangnya? Efrain memang terlihat menyeramkan tapi dia itu baik hati sekali ...." jawab Zeki setelah melihat ekspresi Felix.
"Baik hati? apa kau tahu apa yang dilakukannya saat ini?" tanya Felix.
"Aku bahkan tidak pernah bertemu lagi setelah perang ... mana aku tahu!" jawab Zeki.
"Kini dia mendirikan perkumpulan iblis dan menjadi pemimpin sebuah perkumpulan yang melakukan kejahatan dan merekrut Malexpir ...." kata Felix.
"A ... pa ... maksud ... mu? tidak mungkin!" Zeki tampak kaget mendengar itu.
...-BERSAMBUNG-...