UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.430 - Membuat Keributan



"Percayalah kau membuang waktumu!" kata Verlin.


"Aku tahu apa yang kau maksud tapi Iriana tidak memberi kami misi apapun. Bahkan sampai napas terakhir Iriana, dia tidak mengatakan apapun." kata Zeki benar-benar merasa tidak adil diperlakukan seperti itu.


"Mustahil! memang mungkin tidak semua dari kalian akan diberi misi tapi setidaknya harus ada salah satu dari kalian yang mendapatkan misi. Tidak mungkin itu adalah Efrain, berarti Dave yang memiliki sesuatu." kata Cain.


"Aku tidak tahu dimana dia sekarang, akan mudah menemukannya dengan kekuatan Moshas tapi sekarang aku tidak memiliki Moshas lagi." kata Zeki.


"Mungkin menghilangnya dia, karena melakukan sesuatu. Tapi kau tahu kan dia itu Meinimeirav, tidak menutup kemungkinan kalau dia sekarang sudah tenggelam entah dimana di Bemfapirav." kata Verlin.


"Jadi, maksud kalian tidak ada yang mendapatkan misi dari Caelvita 118?!" kata Cain.


"Iriana menjadi pembimbing Felix saat ini, kalau memang ada misi ... tidak mungkin tujuannya membahayakan Felix." kata Zeki menahan emosinya.


"Memang pasti niatnya tidak ingin melukai Caelvita selanjutnya, tapi roda kehidupan berjalan tidaklah mulus. Iriana mungkin memberikan misi yang dikira tidak akan membahayakan Felix tapi pada akhirnya menjadi batu yang menghambat roda juga." kata Cain.


"Bukan hanya penampilanmu yang berubah, tapi sifatmu juga jadi ikut berubah setelah menjalani hukuman." kata Verlin menyadari perubahan Cain yang umur 13 tahun memiliki otot yang terlatih dan kepribadian yang menyebalkan. Bukan lagi Cain yang manis dan suka membuat lelucon.


"Aku meminta kalian datang, untuk membantuku sesuatu!" kata Cain langsung ke inti pembicaraan saat merasakan ada seseorang yang membuka pintu masuk ke Berenice.


"Gawat! ada Si Bodoh itu!" kata Verlin semakin menarik turun tudung jubahnya untuk menutupi wajahnya.


"Apa?! cepat katakan! aku harus pergi cepat sebelum Si Bodoh itu melihatku!" kata Zeki yang sudah menyembunyikan auranya, begitupun Verlin tapi terkadang memakai masker saja mereka bisa dikenali. Tidak perlu aura sebagai petunjuk, hanya perlu sebuah kebencian. Karena kebencian bisa membuat sesorang begitu memahami semua karakteristik orang yang dibenci itu secara rinci. Sehingga walau dengan memakai jubah sekalipun, Zeki dan Verlin pasti akan ditemukan juga cepat atau lambat.


"Zeki ...." suara dari seseorang yang terdengar begitu bahagia.


Zeki membuka tudung jubahnya memperlihatkan wajahnya. Seketika Berenice menjadi ramai, semuanya berdiri melihat kehadiran Zeki itu.


"Kau makin kurus saja! sedang diet ya?! jangan bilang kau jadi tambah bodoh karena otakmu juga ikut kurus ...." kata Zeki membuat suasana semakin berisik.


"Ini semua karena kau juga! gara-gara kau aku jadi begini, aku kehilangan lemak berhargaku ...." kata Quiris yang sangat tinggi tapi juga sangat kurus, saking kurusnya sampai-sampai tulang-tulangnya banyak yang keluar menembus kulit. Ibaratkan kulit yang membungkus badannya sekarang sudah tidak mampu.


"Kau benar akan melakukannya?!" Verlin ragu-ragu ikut berdiri.


"Ayo kita buat keributan!" kata Zeki mengeluarkan pedangnya dan membelah lantai tapi lantai itu kembali terpasang oleh kekuatan pelayan Berenice.


"Kalau mau berkelahi diluar!" kata Pelayan Berenice tadi.


"Kau tidak ikut?! apa kau sudah lupa kalau aku pernah membuatmu dipenjara di neraka?!" kata Zeki terus memprovokasi.


"Kau sudah gila!" kata Verlin tertawa.


Sebelum Zeki mengungkap dirinya ....


"Berkelahilah untukku!" kata Cain membuat Zeki dan Verlin melongo.


"Apa maksudmu?!" Verlin memukul meja saking gemasnya.


"Buatlah keributan disini!" kata Cain mulai berdiri dari tempat duduknya.


"Kau sudah gila ya?!" bisik Zeki kesal.


"Buktikan kalau kau bukanlah dipihak Efrain!" kata Cain.


"Kau mau kami memulai perkelahian disini?! mudah saja! tapi berikan alasan yang masuk akal! jangan hanya seenaknya memerintah, kau belum punya hak memerintah kami! Caelvitamu belum resmi menjabat, Alvauden." kata Zeki.


"Aku bukan memerintah dengan gelar Alvauden, tapi sebagai Leaure!" kata Cain begitu tegas.


"Tempramenmu jadi buruk sekarang ...." kata Verlin sebal.


"Baiklah ... akan aku lakukan! aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan, tapi dari sejak datang kau sudah membuat emosi sepertinya kau sengaja melakukan itu untuk memanas-manasiku ... asal kau tahu saja kalau aku ini terkenal sebagai tukang onar! dengan mudah aku bisa memulai perkelahian." kata Zeki menerima tantangan.


Kembali ke masa sekarang ....


Zeki melampiaskan semua amarahnya dari Cain pada semua yang ada di Berenice. Walau salah satu pelayan sudah memperbaiki seketika kerusakan yang ditimbulkan Zeki. Tapi tidak berhenti disitu, Verlin juga ikut bergabung.


Dari dinding mulai muncul akar pohon yang banyak menghancurkan apa saja yang disentuhnya. Banyak perabotan di Berenice hancur seketika.


"Ada Nusfordis Sapphire rupanya ...."


"Verlin, Seqrevanques yang mengadukanku pada Sang Caldway ... kau pikir aku sudah melupakanmu?!"


Dari pelanggan hingga pemilik Berenice semuanya terlihat menyeringai senang melihat kehadiran Zeki dan Verlin yang sudah lama ditunggu-tunggu itu.


"Kau datang cari mati sendiri!" teriak Salah satu pelanggan berlari ingin menyerang Zeki.


Verlin membuat akar pohon semakin memanjang masuk dan memenuhi Berenice. Melukai semua Quiris yang ada di dalam sana kecuali dirinya dan Zeki. Zeki menghancurkan atap dan melompat ke atas bersama Verlin. Keduanya saat ini berada di lantai 9 atau lantai paling atas setelah menghancurkan 8 lantai sekaligus sehingga langit bisa terlihat dengan jelas sekarang.


Para musuh masih ada di lantai satu terlilit atau tertusuk akar pohon yang dikendalikan oleh Verlin Si Nusfordis Sapphire yang memiliki kontrak dengan semua tanaman dan hewan yang ada di Mundebris. Bisa dikatakan bahwa Verlin sangatlah berbeda jika bertarung di Mundebris.


"Kurang ajar! apa yang telah kau lakukan dengan bisnisku?!" teriak Pemilik Berenice.


"Kemarilah kalian semua! coba bunuh aku kalau bisa!" Zeki menantang menggunakan pedang ditaruh di bahunya dengan sombong.


"Ini bukan eramu lagi! kau hanyalah sekedar Zewhit rendahan ...." kata Quiris kurus dengan kulit berwarna hijau memotong akar dengan tulang yang sengaja dikeluarkan dari dalam kulitnya sendiri.


"Coba kita lihat, bagaimana kalian semua akan tercatat sebagai pecundang setelah dikalahkan oleh seseorang yang hanya Zewhit ...." kata Zeki melompat turun kembali ke lantai satu dan mengayunkan pedangnya.


"Auuuuh ... tingginya ... sudah gila dia!" kata Verlin ingin ikut melompat tapi tidak jadi.


Zeki sudah menggila dibawah sana melawan puluhan Quiris penjahat yang semuanya menaruh dendam padanya.


"Kau tidak membantunya?!" tanya Pohon besar yang mendekati Verlin.


"Memang dia akan kewalahan melawan iblis tapi kalau hanya Quiris biasa seperti mereka, Zeki bisa mengalahkannya dengan mudah." kata Verlin tapi kemudian terkejut melihat Zeki terluka oleh serangan salah satu pelayan. Verlin langsung turun menggunakan batang pohon yang mengajaknya berbicara tadi dan mulai membantu Zeki, "Ternyata ... Zeki sudah tidak seperti dulu lagi ...." kata Verlin dalam hati mengingat bagaimana masa kejayaan Zeki yang bisa mengalahkan mereka semua yang ada disini dengan mudahnya hanya dengan waktu sebentar.


"Aku sepertinya sudah tua ...." kata Zeki tersenyum ingin menghibur Verlin yang terlihat sangat kaget.


"Apa maksudmu?! kau masih 5 tahun ...." kata Verlin menyembunyikan wajahnya dengan berpaling.


"Bahkan aku sudah malas menghitung ini sudah 5 tahun yang keberapa kali ...." kata Zeki.


Verlin menaruh tangannya di lantai dan memanggil sesuatu dari bawah tanah.


...-BERSAMBUNG-...