UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.378 - Fakta Mengejutkan



Teo yang telah menjadi Alvauden pertama yang bisa memasuki ruangan Moshas dan melihat wujud asli Moshas yang pertama tetap terlihat sama seperti biasanya. Bahkan Iriana masih terus saja memuji Teo membuat Felix sudah mulai bosan mendengarnya.


"Dia adalah satu-satunya!" kata Iriana dengan nada berbicara yang dilebih-lebihkan.


"Aku tahu! kau sudah mengatakannya lebih dari ratusan kali ...." kata Felix sebal.


"Seharusnya kau merasa beruntung ... kau harus bersikap baik dengannya! kita memang belum tahu banyak soal kekuatan Moshas tapi Zeki yang tanpa berkomunikasi dengan Moshas tercatat pernah mengalahkan musuh ribuan sendirian. Tidak bisa dibayangkan bagaimana Teo nanti ...." kata Iriana.


Felix stres harus terus mendengarkan Iriana berbicara, "Andaikan aku bisa menutup telingaku agar tidak mendengarmu berbicara tapi bahkan dengan menutup telinga dan mendengar suara musik yang keras ... suaramu tetap dengan jelas terdengar."


"Tentu saja ... karena aku ini ada di dalam kepalamu! bukan sesuatu yang bisa kau kendalikan sesukamu." kata Iriana.


Tidak terasa minggu kedua di bulan juli sudah tiba. Tiada hari tanpa Iriana masih terus memuji Teo dan bertanya-tanya sebenarnya seperti apa Teo. Bagaimana dia bisa cocok dengan Moshas.


"Minggu ini tahap kedua gangguan Zewhit Badut dan Kurcaci. Minggu depan mereka sudah mulai tahap akhir ...." kata Tan terlihat khawatir.


"Jadi dua minggu kedepan mereka sudah pergi?! yess!" seru Teo begitu gembira.


"Tidak, setidaknya ... mereka akan tetap disini sampai musim panas berakhir." kata Felix.


"Apa?! kan ... mereka sudah selesai. Apa yang ditunggu lagi?!" tanya Teo.


"Satu bulan khsusus untuk target, sementara sisanya untuk bersenang-senang." kata Tom.


Teo hampir mengeluarkan kata sumpahan tapi dipukul oleh Tan. Zewhit Badut dan Kurcaci berlari ke arah Teo dengan tertawa riang dan mengajak adu tos. Teo sudah sering melakukan itu semenjak tahu kekuatan unik Moshas tapi masih saja belum terbiasa dengan wajah menyeramkan mereka.


"Kenapa mereka selalu begitu jika melihatmu?!" tanya Tan tertawa.


"Mereka sepertinya menyukaimu ...." kata Tom.


"Zeki juga selalu melakukan hal yang sama jika bertemu dengan Zewhit yang lain. Tapi yang melihat tidak curiga karena mereka sesama Zewhit ... lain lagi dengan Teo yang manusia. Cepat atau lambat, pasti yang pernah melihat tingkah Zeki sebelumnya akan menemukan kesamaan dengan Zeki pemilik Moshas sebelumnya. Kekuatan Moshas bisa saja terungkap ...." kata Iriana.


"Maksudmu Efrain?!" tanya Felix, "Dia kan Alvauden, tidak masalah jika dia tahu ...." sambung Felix santai.


"Belum tentu ... dia Alvauden sebelumnya! lagipula ... maksudku bukan begitu, tapi yang aku takutkan jika Efrain menemukan kelemahan Teo dari situ." kata Iriana.


"Tenang saja ... aku akan melakukan sesuatu untuk itu. Tentunya aku memang tidak peduli jika Moshas tidak muncul di generasi selanjutnya tapi semata-mata karena aku tidak ingin Moshas kehilangan kekuatanya untuk Teo." kata Felix.


"Kau hanya tidak ingin Teo menjadi lemah kan?! menggambarkan kau sekali sih ...." kata Iriana sudah menduga kalau Felix hanya akan bergerak jika itu untuk kebaikan Teo saja.


Hampir dua minggu mereka beristirahat setelah mengetahui bahwa Bates yang bertugas di Kota Olubayo sehingga berbahaya untuk mendekati titik lainnya yang berada dekat dari sana. Bisa saja kesana dengan niat baik untuk mencegah korban berjatuhan tapi malah membuat bencana lebih besar seperti yang terjadi di Desa Quinlan. Felix dan Tiga Kembar sepakat untuk menahan diri dulu. Setidaknya memberi jeda sampai mereka lengah.


"Aku merindukan Haera ... aku merindukan Cain ...." kata Teo saat melihat anjing peliharaan guru lewat.


"Tidak aneh jika kau merindukan Haera saat melihat anak anjing itu tapi Cain ... darimana miripnya hingga anak anjing itu mengingatkanmu padanya?!" kata Tom tertawa.


"Apa Haera sudah terlahir kembali?!" tanya Teo pada Felix serius dan tidak tertawa dengan candaan Tom.


"Kau tidak berbohong kan?!" tanya Teo.


"Kenapa kau ini?! apa untungnya juga Felix berbohong?!" Tom tertawa lagi.


"Kau sendiri sudah tahu bagaimana Felix itu, apa yang dikatakannya kebanyakan adalah bohong." kata Teo datar.


"Kau kenapa?! salah makan?!" Tan dengan tertawa mencoba mencairkan suasana. Mereka bertiga selama ini sudah sepakat untuk maklum saja jika Felix menyembunyikan sesuatu. Karena pasti ada alasan dibaliknya. Daripada bertanya pada Felix, mereka setuju untuk mencari jawaban sendiri saja. Tapi kali ini Teo sepertinya lupa akan itu.


"Hanya saja tidak adil rasanya ... kau mengetahui sesuatu sedangkan kami tidak." kata Teo, "Apa kami akan menghancurkan sesuatu jika mengetahuinya?! apa kami akan menjadi penghalang jika mengetahuinya?! apa kami tidak bisa membantu walau hanya sedikit jika kau memberitahu kami?!"


"Tentu saja ... ini karena Cain! kenapa juga anak itu kesini malam itu?! jadi begini kan ... Teo tidak akan bersikap begini kalau tidak tahu keberadaan Cain." kata Felix dalam hati kesal pada Cain. Felix tidak bisa menjawab jadi dia hanya pergi darisana saja.


"Bahkan dia tidak menjelaskan apapun sama sekali ...." kata Teo.


"Felix kan memang seperti itu! kau sudah tahu betul, kenapa tiba-tiba begini?!" kata Tan heran dengan perilaku Teo itu.


"Aku sudah menahan diri dua minggu untuk menunggu penjelasan dari Felix sendiri tapi sampai saat ini dia belum mengatakan apa-apa tentang Cain." kata Teo dalam hati.


"Percayalah pada Caelvita!" kata Winn saat Teo berjalan meninggalkan Tan dan Tom.


"Aku mempercayainya tapi dia tidak mempercayaiku." kata Teo.


"Caelvita-47 juga dulu memiliki sifat yang sama. Bahkan Alvauden nya pernah menantang adu duel karena meminta penjelasan dari tindakan tidak masuk akalnya. Tapi bahkan mau bagaimanapun dia tidak akan membuka mulut. Pada akhirnya Alvauden nya harus mencari jawaban sendiri." kata Winn.


"Apa yang menantangnya duel adalah pemilik Moshas juga?!" tanya Teo.


"Tentu saja ... karena pemilikku menjunjung rasa keadilan yang tinggi. Saat Caelvita melakukan sesuatu yang tidak masuk akal dan terkesan tidak adil pasti semua pewaris Moshas akan melakukan sesuatu." kata Winn.


"Tapi, apa pernah Caelvita tidak adil?!" tanya Teo.


"Mana mungkin! kehadiran Caelvita adalah untuk keadilan dan keseimbangan itu sendiri. Tapi Caelvita-47 memang sulit ditebak, begitupun Caelvita sekarang ... Caelvita-47 terkenal akan kekejamannya dan tanpa belas kasih sama sekali. Tapi karena itulah juga ... keberadaanmu sangat penting." kata Winn.


"Maksudmu aku harus melawan Felix suatu saat?!" tanya Teo.


"Jika perlu! bahkan jika kau harus kehilangan gelar Alavudenmu!" jawab Winn membuat Teo berhenti melangkah dan diam seperti patung.


"Apa?!" Teo kaget mendengar itu, "Kalau begitu, aku akan kehilangan kau juga ...."


"Belum tentu ... kau pernah dengar Alvauden yang berhenti menjadi Alvauden?! itu adalah pemilikku sebelumnya. Tanda Alavuden di dahinya memang menghilang tapi anehnya dia tidak kehilanganku ...." kata Winn.


"Bagaimana bisa itu terjadi?!" Teo tercengang.


"Walau sudah sering kukatakan tapi tidak ada yang mustahil di Mundebris." kata Winn.


...-BERSAMBUNG-...