UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.537 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 20



"Waw!" semuanya terkesima melihat bagaimana perlawanan Tom yang mustahil itu. Tapi kejadian itu terjadi tepat didepan mata, sehingga tidak ada yang bisa menyangkal bagaimana hal musathil itu membuat semua takjub melihat Tom dapat menahan serangan dari Iblis yang berukuran raksasa itu.


Sesaat semuanya terhenti dan tidak bisa mengalihkan pandangan dari pertarungan Tom itu, "Mustahil ...." kata salah satu yang ada diPasukan Felix yang sebenarnya tidak ada salahnya mengatakan itu. Bukan menghina tapi memang berkata yang sejujurnya.


Tom yang hanya terlihat seperti serangga dibanding tubuh raksasa Iblis. Sangat mengherankan melihat bagaimana pemandangan itu benar-benar terjadi.


"Bukankah dia manusia?! bagaimana bisa dia sekuat itu?!" kata Quiris dengan rambut berwarna merah muda.


"Bukankah sebelumnya kau meremehkannya karena Alvauden itu seorang manusia ...." kata Earl.


"Apa benar dia manusia?!" kata Quiris rambut merah muda kini mempertanyakan identitas Tom apakah benar seorang manusia atau punya darah lain yang disembunyikan.


"Kau itu kehilangan indramu atau apa?! kau tidak merasakannya?! dia itu benar manusia." kata Earl agak sebal.


"Tapi bagaimana bisa ...."


Tom yang perlahan terus tertekan ke bawah oleh tekanan besar iblis itu. Seperti tangannya akan patah atau tubuhnya akan turun ke tanah karena terdorong. Hanya kemungkinan dua hal itu yang terus dibayangkannya dengan keadaan sedang terdesak seperti sekarang.


"Kau tidak membantunya?!" tanya Bates.


"Kau saja kalau mau." jawab Cain singkat dan memang sedang malas mengobrol saat sedang bertarung.


"Dia akan mati kalau tidak kau tolong ... lawannya, adalah iblis muda seperti yang kalian bayangkan. Bukankah dari ukurannya saja sudah jelas kalau dia tidak terlalu peduli dengan umur karena masih muda jadi tidak peduli kalau harus merubah ukuran menjadi besar. Lagipula dia masih muda juga. Umur diperpendek karena melakukan transformasi bukan masalah untuk yang masih muda." kata Efrain menyeringai.


"Kau tidak tahu, ya?! kalau Tom juga masih muda. Bahkan lebih muda dibanding dia. Bahkan diantara kami, dialah yang paling muda." Cain yang membalas karena Felix tidak ada niat untuk membalas.


Earl yang tadinya terus membanggakan Tom dan percaya kalau Tom bisa bertahan mulai resah. Tom kelihatan mulai mencapai batas kemampuannya.


"Aku harus membantunya, lagipula ... dia memang masih muda dan pemula. Wajar jika masih belum memperlihatakan apa yang ingin kulihat. Lagipula mampu bertahan dengan itu saja sudah sangat hebat." Earl kelihatan mulai bergerak menuju tempat Tom berada, "Aku harus melindungi seseorang yang akan sangat berperan penting di masa depan ...."


Tapi sepertinya Earl tidak dibutuhkan. Bahkan saat mengatakan sudah cukup melihat pemandangan menakjubkan dari Tom. Ternyata kali ini pemandangan lainnya membuat mata berhenti beraktivitas normal, lupa untuk berkedip agar tidak melewatkan apa yang sedang terjadi.


Tom berteriak kencang dan mendorong pedang lawannya kemudian menghancurkan pedang lawannya itu diatas udara lalu menjatuhkan iblis raksasa itu dalam sekejap. Saat Tom mendarat sudah berada diantara potongan tubuh iblis raksasa yang berhasil dikalahkannya.


Tubuh Tom yang kecil tidak kelihatan, hanya tubuh iblis yang tergeletak dan kini tidak bernyawa itu yang terlihat mengakibatkan debu dan angin kencang berterbangan saat terjatuh serta membuat tanah berguncang keras layaknya gempa.


Perlahan debu mulai menghilang dan sosok Tom mulai jelas kelihatan. Berjalan keluar dari belahan tubuh iblis yang terbelah. Tom yang berjalan dengan dipenuhi oleh darah iblis itu langsung dihadiahi teriakan, sorakan dan tepuk tangan meriah dari Pasukan Felix.


Tom sendiri masih tidak percaya apa yang barusaja terjadi. Menurutnya itu semua terjadi karena kebetulan atau keberuntungan semata. Tom memandangi tangannya kemudian memandangi Sesemax, "Bagaimana aku bisa melakukan ini?!" Tom berbalik melihat lawannya yang sudah dikalahkan menjadi bukti keberhasilannya.


"Dengan kekuatan besar seperti itu ... aku jadi takut, apa yang akan terjadi sebenarnya?! sampai-sampai seseorang sepertinya terlahir ...." kata Earl merinding tidak ikut bertepuk tangan padahal dialah yang paling memuji dan memperhatikan Tom daritadi.


Pasukan Felix seperti ditingkatkan energinya dengan semangat yang habis diisi sampai penuh karena keberhasilan Tom itu.


"Kau lupa atau pura-pura tidak tahu?! Alvauden pemilik Sesemax akan menjadi Quiris paling kuat di Mundebris. Bahkan melebihi kekuatan kalian kaum Iblis." kata Felix yang kini bisa membanggakan Tom dengan bukti nyata.


"Aku sih sudah melihatnya berulang kali ... kalau kau mau, aku bisa memberimu waktu lebih lagi untuk menonton." kata Cain pada Bates yang tidak kunjung menyerangnya karena mata Bates kelihatan hanya terus tertuju pada Tom.


Raja Aluias yang sedang bertarung dengan Ditte yang kelihatannya sangat menarik untuk dilihat karena Serigala melawan Buaya. Tapi Ditte berhenti dan melirik melihat sekitar. Semua Pasukan Efrain kelihatan merubah semua ukuran tubuhnya menjadi besar juga sama seperti Iblis yang dilawan oleh Tom tadi.


Ditte terlihat mundur beserta Zewhit Iblis lainnya. Karena Zewhit Iblis tidak bisa mengubah ukuran seperti itu lagi. Hanya Iblis yang hidup saja yang masih bisa. Kecuali Efrain, semua iblis yang bukan Zewhit mengubah ukurannya menjadi raksasa. Bates juga mundur kebelakang bersama Ditte dan Iblis Zewhit lainnya. Begitupun Zewhit Iblis yang baru saja dibunuh oleh Tom, walau dipenuhi amarah tapi tidak punya pilihan lain selain ikut mundur juga. karena bisa mengganggu atau bahkan ikut terinjak juga.


Pasukan Felix mulai mundur disaat Pasukan Iblis Raksasa yang banyak berjalan seakan siap untuk menginjak apapun tanpa ampun.


Felix menoleh pada Cain, "Jadi apa yang terjadi sekarang?!" tanya Felix.


"Kini, semuanya bergantung padamu. Kita berada di penghujung perang." kata Cain.


"Kau pikir ini waktu yang tepat untuk ujian mendadak?! atau kau takut mengubah masa depan karena memberitahuku?!" kata Felix yang suaranya bergetar karena tubuhnya terus berguncang karena langkah kaki dari iblis raksasa.


Debu beterbangan membuat jarak pandang terhalangi. Tapi suara langkah kaki dan guncangan yang semakin kuat terasa, menandakan mereka sudah sangat dekat.


Pasukan Felix kebanyakan sudah berlari mundur untuk menyelamatkan diri. Bagaimanapun kuatnya mereka tapi melawan iblis yang berukuran berkali-kali lipat itu tentu saja membuat nyali menjadi ciut seketika.


Bukan hanya ukuran mereka yang menjadi besar tapi senjata dan juga kekuatan mengikuti ukuran dari iblis. Sehingga serangan iblis yang seperti bom saat berukuran hanya lima meter, saat berukuran raksasa itu pasti akan berubah dari bom menjadi nuklir sekarang.


"Sepertinya kita harus mundur dan merencanakan strategi di tempat yang aman dulu." kata Earl mendekati Tom dengan berteriak karena pendengaran terganggu oleh suara berisik langkah kaki raksasa dan juga harua melindungi mata dari debu.


"Tidak, tetap bertahan disini adalah pilihan yang tepat." kata Tom.


"Melawan satu raksasa iblis saja mustahil, apalagi sebanyak ini ...." kata Earl.


"Aku tidak akan meninggalkan tempatku disaat Felix juga masih disini ...." kata Tom.


"Ada saatnya kita tidak perlu harus berada disamping Caelvita untuk membantu. Karena merencanakan strategi butuh waktu dan tempat yang ...."


Tom menyela Earl, "Nyaman maksudmu?! strategi terbaik datang saat berada disituasi paling mendesak seperti ini. Bukan di tempat yang nyaman dan sepi."


Hanya tinggal Felix, Cain, Tiga Kembar, Raja Aluias, Ratu Sanguiber, Goldwin, Verlin, Earl dan Banks yang ikut bergabung setelah membawa Zeki ketempat yang aman.


"Padahal dulu aku bisa berubah lebih besar daripada mereka semua ini ...." kata Banks.


"Jujur?! atau kau hanya membohongi kami karena kami tidak ada yang melihat itu secara langsung ...." kata Teo yang sebenarnya percaya saja ucapan Banks tapi tetap tidak bisa menahan diri untuk menjahili Banks.


"Benar, aku saksinya." kata Verlin menepuk bahu Teo.


"Tidak seru!" kata Teo.


"Cain?!" kata Raja Aluias.


"Iya, Yang Mulia ...." sahut Cain.


"Kau siap?!" tanya Raja Aluias.


"Siap." kata Cain yang berjalan maju bersama Raja Aluias.


"Uwwwwaaaah!" Tan, Teo dan Tom heboh dengan apa yang barusaja dilihatnya.


"Cain juga berubah menjadi serigala?!" tanya Tan.


"Jadi, Cain ... apa dia juga punya darah Aluias?!" tanya Tom.


Raja Aluias dan Cain yang dalan wujud serigala perlahan juga ikut membesar mengikuti ukuran iblis raksasa.


"Aluias, selalu menyesuaikan dengan lawan. Jika berhadapan dengan musuh berukuran besar maka otomatis juga ikut berubah. Karena itulah Aluias dipercayakan sebagai penangkap penjahat dengan kekuatan yang tidak akan pernah kalah dari lawan melainkan selalu ikut menyesuaikan." kata Banks.


"Kau tahu soal ini, Goldwin?" tanya Teo.


"Tentu saja, saat melihatnya yang dari masa depan datang dengan rambut berwarna putih. Saat itu aku sadar kalau dia bukan hanya seorang Setengah Leaure tapi juga Setengah Aluias atau lebih tepatnya Quiris berdarah campuran yang menjadikannya lebih cocok dikatakan sebagai Viviandem karena merupakan keturunan dari Setengah Leaure dan juga Setengah Aluias. Tidak seperti darah campuran manusia lainnya yang hanya punya satu darah keturunan dari satu Viviandem saja. Tapi Cain punya dua ...." kata Goldwin.


...-BERSAMBUNG-...