
Pelajaran terakhir hari itu berakhir dan semuanya kini bersiap untuk ikut kelas tambahan atau belajar mandiri. Felix langsung keluar kelas untuk mencari keberadaan Zewhit itu. Sebenarnya kedatangan Zewhit ke sekolahnya merupakan hal yang membahagiakan bagi Felix.
Bagaimanapun juga adanya Zewhit berkeliaran adalah tanda yang sangat normal. Tidak adanya Zewhit sama sekali itu adalah yang tidak normal. Tapi mengingat Zewhit saat ini banyak dalam tawanan Efrain menunjukkan bahwa Felix harus berhati-hati dan waspada. Kedatangan Zewhit itu tidak bisa diterima begitu saja melainkan patut untuk dicurigai.
Felix berpapasan dengan Tan setelah keluar dari lorong sekolah yang terang ke lorong sekolah yang gelap tanpa lampu sama sekali.
"Kau tidak bertanya?" tanya Tan.
"Bertanya apa?" Felix balik bertanya.
"Bagaimana aku ada disini." jawab Tan.
"Aku tahu kau pasti juga merasakannya jadi tidak ada yang perlu kutanyakan." kata Felix.
"Maka dari itu, bagaimana aku bisa merasakan dan datang kesini ... bukankah kau harus menanyakan itu?! Teo dan Tom tidak merasakannya. Jadi tentu saja ini hal aneh ...." kata Tan.
"Bagiku itu tidak aneh." kata Felix.
"Hahh ... memangnya apa yang kuharapkan darimu. Lebih baik aku mencari tahu sendiri saja." kata Tan menyerah.
"Ow! aku tahu dengan hantu ini ...." kata Tan saat penampakan hantu itu mulai muncul di hadapannya dan Felix, "Hantu Badut dan Kurcaci yang melegenda itu kan?!" Tan berbicara seakan bertemu dengan selebriti terkenal.
"Jadi sudah waktunya kau muncul lagi?!" kata Felix.
"Hantu Badut dan Kurcaci yang punya salah satu dari Memoriasepirav atau rumah sendiri yang terkuat dan sudah cukup lama di Bemfapirav yang hanya akan keluar Mundclariss tiap 10 tahun sekali. Jadi kali ini tujuan kalian adalah sekolah ini?" kata Tan terlihat bersemangat.
"Efrain tidak bisa merekrut Zewhit yang berada di dalam Memoriasepirav. Tapi kalau kalian muncul diluar begini bisa berbahaya ... kembalilah! kalian bisa ditangkap oleh Raja Iblis seperti Zewhit yang lainnya saat ini." kata Felix.
"Maaf, kami tidak bersedia!" suara dari speaker sekolah yang dimanipulasi oleh Hantu Badut dan Kurcaci yang kemudian memasang wajah sangat menyeramkan setelah melakukan postur menyapa dengan menyilangkan kaki dan tangan dengan sopan.
Tan terkejut melihat itu dan mundur sedikit ke belakang Felix, "Aku hampir lupa kalau mereka berdua tercatat sebagai 2 dari 10 hantu yang paling memberikan kesan menyeramkan di buku Catatan Zewhit Bemfapirav part.1."
Teo dan Tom yang baru datang melihat hantu itu langsung otomatis berdiri di belakang Felix.
"Baiklah, bermainlah sepuasnya disini ... aku mempercayai kalian karena kalian tidak menghisap energi manusia seperti hantu kebanyakan tapi memang hanya menyukai menakut-nakuti saja. Mendapatkan energi dari rasa takut adalah bakat yang jarang dimiliki oleh hantu dan itu adalah tipe hantu yang kusukai." kata Felix.
"Apa?!" Tom panik mendengar perkataan Felix.
"Mana bisa kau dengan santainya mengizinkan mereka disini." kata Teo berbisik tapi semua bisa mendengarkannya.
"Mereka akan melindungi kalau ada yang ingin menangkap kalian, jadi tidak perlu khawatir." kata Felix mulai ingin pergi darisana.
"Apa?! kami?!" Tiga Kembar serempak.
"Ya, kalian. Siapa lagi?!" kata Felix.
"Bukannya membawa mereka ke jembatan Ruleorum tapi kau mengizinkannya berkeliaran disini menakuti-nakuti teman kita?! terpuji sekali kelakukan Caelvita satu ini!" kata Teo dengan hebohnya.
"Mereka itu sudah menjadi hantu dari sejak lama sekali. Bahkan mereka sendiri bisa saja sudah lupa masa saat hidup dulu. Hantu seperti mereka sudah menjadi penduduk Bemfapirav dan memiliki hak untuk memilih dan kita tidak berhak memaksanya. Lagipula yang mereka konsumsi adalah rasa takut saja ... kalau anak-anak tidak takut kan, tidak jadi masalah." kata Felix santai.
"Kau ini!" Teo kesal sekaligus gemas dengan Felix, "Aku ingin sekali memukul hidungmu!"
"Ya, huh? bagaimana?!" Teo dan Tom nyolot setuju dengan Tan.
"Kau pikir kenapa Efrain menangkap banyak Zewhit?" tanya Felix.
"Karena dia mau menjadikannya pasukan untuk melawan kita." kata Tom.
"Itu benar, tapi alasan utamanya adalah karena Zewhit merupakan prajurit yang pada dasarnya dimiliki oleh Caelvita. Efrain melakukan itu untuk membuatku tidak berdaya sejak awal dengan merebut mereka disaat aku yang masih Caelvita pemula hanya memiliki mereka. Caelvita punya hak penuh untuk mengendalikan Zewhit jadi aku bisa dengan mudah tahu bagaimana kenangan semasa hidup mereka hingga saat ini. Mustahil untuk mereka membohongiku. Bukannya aku memihak mereka, kalian tahu betul kan aku bagaimana? saat ada Zewhit yang kutemui selama ini pasti kalian kusuruh untuk mengantar mereka ke jembatan Ruleorum ...." kata Felix.
Hantu badut pergi dengan berlari aneh serta suara tawa yang menyeramkan membuat Tiga Kembar merinding. Hantu kurcaci tiba-tiba berubah menjadi tinggi dan matanya membesar memerah meleleh membuat teriakan histeris Tan, Teo dan Tom begitu realistis benar-benar ketakutan.
Rasa takut dari Tiga Kembar itu langsung dihisap masuk oleh Hantu kurcaci kemudian pergi dengan bahagia mengikuti Hantu badut yang sedang mengawasi salah satu orang murid.
"Aku tahu bagaimana perasaanmu tentang mereka tapi kau benar mengizinkan mereka disini?!" Tan terlihat pucat dan berkeringat dingin.
"Biasanya mereka hanya ada di musim panas saja, jadi bertahan saja sampai hallowen. Mereka juga akan pergi sendiri ... usahakan untuk salah satu dari kalian tidak meninggalkan mereka. Jangan sampai anak buah Efrain menangkap mereka. Saat menjadi musuh, mereka bisa sangat berbahaya." kata Felix.
"Kau pikir saat ini mereka teman begitu?!" Teo tidak habis pikir dengan perkataan Felix.
"Setidaknya mereka bukannya melawan kita." kata Felix.
"Bahkan begitupun dia tetap menyeramkan." kata Tom bergidik ngeri.
"Mertie, bagaimana? dia kan bisa melihat hantu. Pasti dia akan teriksa betul selama musim panas ini." kata Tan.
"Dia memakai gelang buatanku, walau ditakut-takuti tapi tidak akan berlebihan." kata Felix.
"Kami yang Alvauden saja ditakut-takuti begitu, apa maksudmu?!" kata Teo protes.
"Yang dilakukan Hantu kurcaci tadi hanya candaan saja. Kalau dia bersungguh-sungguh akan lebih menyeramkan dari itu. Malam ini aku akan berjaga pertama disini, kalian bertiga bisa keluar berpencar mencari titik gerbang neraka dan mencari anak hilang dari Desa Quinlan itu." kata Felix.
"Jadi kau mau kami bergiliran menjaga mereka berdua mulai besok?!" Teo tidak berhenti mengedipkan matanya.
"Kalian bisa berjaga berdua kalau mau, setidaknya satu dari kalian harus ikut bersamaku. Dengan begitu membagi diri juga mudah untuk mencari." kata Felix sudah memberi kelonggaran.
"Okey ...." Tan mengiyakan dengan terpaksa.
"Baiklah ...." Tom juga pasrah.
Sementara Teo hanya mengangguk saja dengan wajah seputih dinding yang ada dibelakangnya saat ini.
Felix dan Tiga Kembar makan malam di ruang makan sebelum melakukan aktvitas malam mereka kembali. Menjadi Caelvita dan menjadi Alvauden. Terlihat Hantu badut dan kurcaci sedang berada di atas langit-langit ruang makan terus memainkan lampu hingga lampu berkedip mati hidup kemudian akhirnya benar-benar mati. Suara teriakan terdengar begitu keras membuat kedua hantu itu tertawa.
"Bisa gila aku!" kata Teo menutup matanya dan menjatuhkan garpunya.
"Kaulah yang mungkin paling disukainya karena terus memberikannya rasa takut ...." kata Felix.
...-BERSAMBUNG-...