
"Bukankah ini terjadi kalau pusat dari penciptaan gerbang neraka sedang terganggu ...." kata Felix mulai mengingat penjelasan Banks yang sudah hampir dilupakannya.
"Ini tandanya, keberuntungan dipihak kita Yang Mulia ... dengan mengetahui lokasi yang mengalami sebuah gangguan di Mundebris akan memudahkan kita mengetahui pusat gerbang neraka berada." kata Banks.
"Kupikir itu mustahil ...." kata Felix masih memasang wajah tidak habis pikir dengan apa yang sedang terjadi.
"Seharusnya mustahil Yang Mulia ... mengetahui pusat gerbang neraka adalah sebuah keajaiban meski Mundebris lah disini yang kita bicarakan." kata Banks.
"Bagaimana Cain bisa tahu?! tunggu ... jika ada gangguan tidak mungkin Cain yang menyebabkan. Dia tidak akan membuat dirinya muncul ke publik, setidaknya untuk saat ini masih belum waktunya ...." kata Felix dalam hati.
"Akan saya selidiki Yang Mulia ...." kata Banks melihat ekspresi Felix yang sedang berpikir.
"Tidak, kau sudah cukup menyelidiki tentang gerbang neraka ini. Akan menjadi masalah kalau kau ketahuan terlihat berada dekat dengan titik gerbang neraka." kata Felix yang mencemaskan Banks akan dicap pengkhianat oleh iblis lain dan diserang secara berkelompok.
"Baik, Yang Mulia ... saya akan melakukan tugas lainnya." kata Banks mulai pamit.
Sementara Felix masih terdiam berada di atas atap sekolah. Cain sedang berada di depan rumah salah satu pemain tukar kematian, "Aku akan selalu ada membantu setiap masalahmu, Felix ... walau aku tidak bisa bersamamu saat ini tapi aku selalu ada disampingmu ...." kata Cain dalam hati.
"Hahh ... dia hanya mencoba untuk tampil keren saja dan membuatku jadi tampak buruk, dasar!" kata Felix tersenyum.
Iblis yang merupakan anak buah Efrain melakukan misi di setiap titik yang telah ditugaskan baru-barun ini gagal semua. Para kelima korban selamat dari kematian, bahkan ada yang luka parah tapi berhasil bertahan hidup juga. Batu permata untuk dicabut butuh banyak darah bahkan Felix hanya bisa menjadi korban pengganti sekali dalam sehari tapi ada banyak batu permata yang tercabut hanya dalam semalam. Gerbang neraka mengalami kekacauan sistem.
"Kerja kerasku selama ini jadi seperti sia-sia, seakan aku harus memulai dari nol lagi." kata Efrain.
"Tidak semuanya tercabut ... jangan menjadi pesimis hanya karena gangguan ini. Kau tidaklah memulai dari nol!" kata Ditte.
"Tapi, akan butuh lama untuk menstabilkan kembali pusat gerbang neraka. Untuk sementara misi untuk gerbang neraka akan ditunda dulu sampai semuanya sudah normal kembali. Akan percuma juga kalau pada akhirnya gagal ... tapi jangan khawatir, menjerat korban adalah keahlianku. Selama ada aku, mudah untuk mendapatkan korban." kata Bates membuat suasana hati Efrain terlihat membaik.
***
Charleston dan Calvin saat ini sedang bermain dengan permainan menggunakan tangan bersama Teo. Saling adu tos berkali-kali dengan cara yang berbeda-beda dan unik.
"Memangnya kau anak TK?!" kata Tan tidak habis pikir permainan itu kembali populer.
"Kau seperti sedang terpaksa harus bermain dengan anak TK." kata Tom tertawa.
Baik Teo maupun kedua Zewhit itu langsung menatap tajam Tan dan Tom karena tersinggung.
"Kau tidak tahu saja, yang sedang kami lakukan adalah sesuatu yang ... sangat luar biasa." kata Teo lama menyambungkan kalimatnya karena memodifikasi kalimatnya untuk berbangga diri agar tidak berbicara tentang kekuatannya.
"Sudah kubilang jangan mengatakan hal seperti itu!" kata Winn yang muncul kemudian kembali hilang dalam sekejap.
"Oh, Moshasmu datang!" kata Tan.
"Hilang lagi!" kata Tom.
"Lagipula dia tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan." kata Teo dalam hati hanya bisa tersenyum pahit karena dirinya dan kedua Zewhit memang terlihat seperti apa yang digambarkan oleh Tan dan Tom saat ini.
***
Mata menyeramkan Zewhit Kurcaci muncul disebuah dinding yang ada di gedung tidak terpakai di belakang sekolah. Berdampingan dengan coretan gambar aneh. Zewhit Kurcaci keluar dari dinding itu beserta gambar yang ada ditembok itu juga perlahan bergerak hidup dan mengikuti Zewhit Kurcaci.
Dinding pada gedung terbengkalai itu terlihat bersih tanpa ada coretan gambar lagi. Hanya ada tanaman rambat yang memenuhi. Karena gambar yang ada disana dibuat hidup oleh Zewhit Badut yang memiliki kekuatan membuat apa yang ada disekitar menjadi senjata kemudian dibantu oleh Zewhit Kurcaci yang memiliki ide cemerlang. Membuat gambar itu menjadi umpan yang bagus untuk para murid. Karena Zewhit Kurcaci ahlinya soal itu, merubah sesuatu untuk membuat umpan agar seseorang penasaran.
"Siapa yang berani menggambar disini?!" kata Tom tercengang melihat banyak coretan di sebuah dinding dekat dengan ruang makan besar berada.
"Aku sepertinya pernah melihat gambar ini, rasanya tidak asing ...." kata Tan mencoba mengingat.
"Jangan menyentuhnya!" teriak Teo tiba-tiba.
"Hahh?! memangnya ada apa?! kita harus segera menghapusnya sebelum ada guru yang melihat. Memang bukan kita yang melakukan tapi kita harus mencegah bencana terjadi." kata Tom meminta pembersih pada Tan yang punya segala macam ramuan di dalam tasnya.
"Tanpa dibersihkan akan terhapus juga nantinya ...." kata Teo.
"Tapi, kenapa aku bisa mencium bau yang dipakai menggambar ini?! sangatlah tidak mirip dengan bau cat yang biasanya. Walau begitu, tetap saja bau ini sangat familiar ...." kata Tan.
"Semua ini buatan Zewhit ...." kata Teo.
"Apa?!" Tom tidak percaya tapi setelah gambar itu bergerak barulah ia kaget.
"Bagaimana kau bisa tahu?!" tanya Tan.
"Aku melihatnya bergerak sedikit tadi ...." jawab Teo berbohong karena dengan jelas bisa dilihat gambar itu menunjukkan sebuah angka yang biasanya angka muncul pada Zewhit yang dilihat oleh Teo.
"Ya, jangan menyentuhnya! kalau kalian lakukan, gambar itu akan benar menempel disini selamanya." kata Felix yang lewat.
Tiga Kembar meninggalkan gambar itu tapi setelah jauh melangkah, dibelakang terdengar ada suara teriakan.
"Sepertinya mereka berhasil menakut-nakuti dengan cara itu." kata Tan.
"Tan yang sudah bisa merasakan hal buruk, mencium bau Zewhit adalah ciri-ciri umum dari kaum Ruleorum. Teo yang perlahan menjadi ahli Zewhit. Ibarat Tan adalah Dave, Teo ibarat Zeki ... aku jadi khawatir dengan Tom yang hanya peduli dengan kekuatan akhir-akhir ini. Semakin lama dia jadi mirip Efrain yang berambisi untuk menjadi lebih kuat." kata Felix.
"Efrain dan Tom sama sekali tidak mirip dari segi kepribadian. Tenang saja ...." kata Iriana.
"Memang Tom lebih mirip denganku daripada Efrain." kata Felix.
"Teo lah yang mendekati kemiripan sama dengan Efrain." kata Iriana.
"Makanya, kau mengatakan hal tidak penting saat itu. Tentang Efrain yang kehilangan arah dan tentang Teo yang lebih kupedulikan." kata Felix.
"Bagiku, Cain tidak akan menjadi Anti Caelvita karena dia adalah Leaure Sejati. Walau banyak hal yang bisa membuat khawatir tapi tetap saja ... jadi, menurutku orang yang harus kau waspadai adalah Teo. Arahkan dia baik-baik!" kata Iriana.
...-BERSAMBUNG-...