UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.340 - Berakhirnya Malam Berdarah



Cairo melihat orang-orang disekitarnya perlahan mulai terjatuh tidak sadarkan diri. Cairo tidak bisa membantu semuanya sekaligus. Saat dirinya menyelamatkan orang yang ada di hadapannya, orang lain yang meminta bantuan disisi kanan dan kirinya meninggal. Yang dirasuki oleh ular iblis setelah membunuh langsung membunuh dirinya sendiri juga. Hingga kini hanya dirinya dan 5 orang yang berhasil selamat di bagian kanan desa.


Dua orang yang sadar dalam keadaan terluka parah karena berusaha menghentikan serangan dan berusaha mengikat tiga orang lainnya yang masih sedang dirasuki saat ini. Tiga orang yang masih dirasuki itu terus meronta dengan tali yang sudah berlapis-lapis digunakan untuk mengikat mereka.


Perlahan tali yang mengikat itu juga sepertinya akan lepas. Cairo mempersiapkan dirinya dan dua orang lainnya juga berusaha berdiri walau hanya dengan sisa-sisa kekuatan yang tersisa.


"Kak Cairo, baik-baik saja?" tanya Tan.


Kedatangan Tan itu membuat Cairo lega, "Hahh ...." akhirnya Cairo rasanya bisa bernapas.


Tan langsung memaksa meminumkan darah Felix pada tiga orang yang sedang diikat itu. Segera ketiga orang itu memuntahkan ular dan mulai tidak sadarkan diri. Ular yang keluar itu hendak menggigit Tan tapi Tan langsung memegang kepala ular itu dan melemparkannya. Ular itu langsung hilang juga setelah menyentuh tanah. Sepertinya tidak bisa hidup lagi setelah merasuki tubuh manusia.


Dua orang yang merupakan keluarga dari tiga orang yang dirasuki itu tidak bisa mempercayai sosok anak kecil yang memberi minuman mencurigakan tapi tidak punya kekuatan untuk menghentikan juga sekarang.


Tapi setelah melihat apa yang dilakukan anak itu ternyata untuk menyelamatkan keluarga mereka dan melihat pemandangan mengerikan ular yang keluar itu membuat mereka ingin berterimakasih tapi tanpa sadar juga takut akan siapa identitas dari anak kecil itu.


"Mereka bisa melihatmu." kata Cairo melihat kedua orang itu.


"Biarkan saja, nanti juga lupa." kata Tan memberi orang terakhir yang kerasukan darah Felix.


***


Tom yang melihat Kayle akhirnya menampakkan dirinya. Bagaimanapun juga ada yang bisa diajak bekerjasama lebih baik daripada hanya sendiri.


"Hahh?! anak kecil?" kata Rekan Polisi Kayle kaget melihat kemunculan Tom yang tiba-tiba dengan kapaknya yang besar, "Siapa kau? kau ... kau juga mau menyerangku?" Polisi itu memasang pertahanan diri melihat kemunculan Tom.


"Hanya kau sendiri?" tanya Kayle.


"Kami membagi diri." jawab Tom.


"Ketua tim tahu siapa anak kecil itu?" tanya Rekan Kayle.


"Cepat bantu mereka, jangan banyak bertanya dan jangan menyebutnya anak kecil! dia lebih banyak membantu daripada orang dewasa penakut seperti kalian." kata Kayle jengkel karena daritadi rekan-rekannya itu tidak membantu sama sekali karena terus ketakutan.


"Kita harus mengikat mereka semua!" kata Tom.


Di tempat Tom tidak ada yang dalam keadaan sadar, semuanya telah dirasuki.


"Mereka cepat bisa menghancurkan tali ikatan." kata Kayle.


"Setidaknya bisa menunda waktu sebentar. Lagipula mereka tidaklah sekuat itu karena bukan dirasuki langsung oleh jiwa iblis tapi hanya sebagian kecilnya saja. Dengan ikatan yang banyak sangat cukup memberi waktu untuk saudaraku datang." kata Tom.


Kayle mengerti dan mulai membantu Tom untuk mengikat satu per satu yang ada disana. Tapi tidak semudah itu karena yang dirasuki memberontak dan yang lainnya juga ikut menyerang mereka berdua.


"Kita harus membuatnya tetap fokus pada kita sehingga tidak bunuh diri." kata Tom.


Jika yang dirasuki merasa tidak ada yang terlalu menarik lagi maka akan langsung membunuh dirinya sendiri. Jadi Tom tetap membuat mereka sibuk daritadi. Sulit juga melawan mereka tanpa melukai mereka makanya Tom terus saja terluka karena merasa ragu melukai orang-orang disana. Bagaimanapun juga mereka tidak sadar apa yang sedang dilakukan saat ini. Jadi, diurungkan untuk melawan balik sebagai bentuk perlindungan diri.


Kedua rekan Kayle juga mulai membantu walau masih kelihatan ketakutan tapi karena melihat Tom yang tidak gentar membuat mereka malu sendiri dan mulai memberanikan diri.


Wajar jika mereka merasakan kengerian yang menjalar masuk sampai ke saraf-saraf itu. Akan tidak normal jika orang biasa tidak merasakan kengerian malam itu. Tan, Teo dan Tom juga untuk pertama kalinya melihat yang seperti itu sebenarnya juga kesulitan tapi mau tidak mau harus menahan diri untuk tidak terbawa suasana dan perasaan malam itu.


"Bukankah tadi kalian ada banyak?" tanya Tom.


"Sudah kutembak." kata Kayle memarken caranya menyimpul dengam cepat.


Tom tidak bisa menanggapi hal itu, "Lagipula saat ini bukan saatnya untuk memikirkan soal hak asasi manusia."


"Bertahan hiduplah yang penting." kata Kayle menyadari diamnya Tom.


Tom dan Kayle berhasil mengikat dua orang sekaligus.


"Oiii, bantu aku mengikatnya!" kata Teo yang memunculkan dirinya.


"Bisa tidak kau cepat-cepat ...." kata Tom kesal.


"Kakiku sakit dan kau tadi menginjaknya lagi. Jangan salahkan aku kalau terlambat." kata Teo dengan malas mengikat orang yang dirasuki itu saat masih kesakitan.


"Kau pikir setelah semua yang terjadi ini, kau terlambat ... karena aku menginjak kakimu yang sakit itu?" Tom serasa ingin melempar wajah Teo saat itu juga.


"Ini, minumkan pada mereka!" kata Teo melemparkan botol ramuan.


"Apa isinya itu?" tanya Kayle.


"Itu akan mengeluarkan apa yang merasuki mereka." jawab Teo.


Di tempat Teo dan Tom berhasil menyelamatkan 17 orang ditambah Kayle dan dua rekan polisinya yang juga selamat.


"Cepat, polisi akan datang." tangan penuh darah Tom membuka pesan di smartphone nya yang dikirim oleh Mertie.


"Tan, lakukan!" kata Tom lewat Jaringan Alvauden.


"Kalian akan menghapus ingatan mereka kan?" tanya Kayle sudah tahu dari kejadian sebelumnya, "Mereka berdua harus tahu apa yang terjadi untuk mendukung perkataanku." Kayle menunjuk kedua rekannya.


"Berapa orang?" tanya Tan.


"Dua, kau bisa kan?" tanya Tom.


"Aku akan segera kesana." jawab Tan.


Tan sudah menyebarkan serbuk penghapus ingatannya, tinggal menyisakan dua orang untuk dimodifikasi ingatannya. Tan harus mendatangi kedua orang itu dan melakukannya secara langsung.


Tan melakukannya dengan tanpa dilihat oleh mereka sehingga tidak membuat mereka takut atau panik. Kedua rekan Kayle itu mulai tertidur setelah Tan berhasil menghapus ingatannya tentang Tom dan Teo.


Suara sirene polisi mulai melengking dari kejauhan. Tan memberi kode pada Teo dan Tom untuk segera pergi darisana. Tiga Kembar berlari ke arah tempat Cairo berada, yang saat ini sedang terluka parah.


"Bagaimana kita membawanya?" tanya Teo yang sudah kesulitan membawa dirinya sendiri.


"Kita masuk Mundebris!" Tan memanggil gerbang dan menarik Cairo masuk juga.


"Siapa yang akan menyangka bahwa kita selalu saja diselamatkan oleh anak kecil." kata Kayle tersenyum sambil memegang dompet Tom yang dicurinya tadi, "Jadi ... Thomas Zerach, Siswa Kelas 6 Gallagher." Kayle melihat kartu siswa Tom yang sempat dicurinya saat bekerjasama tadi.


Bala bantuan datang setelah semuanya berakhir. Mayat tergeletak dimana-mana dengan luka tusukan dimana-mana. Genangan darah memenuhi kaki seperti menginjakkan kaki di sungai yang dipenuhi darah. Tidak hanya itu banyak sekali ular yang juga tergeletak mati.


Malam berdarah yang menewaskan 186 orang. Warga desa 121, polisi 12 orang, ahli forensik 6 orang, 47 wartawan. 22 warga desa yang berhasil selamat tapi beruntungnya mereka tidak mengingat kejadian malam itu. Hanya Kayle dan kedua rekannya yang menjelaskan apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi malam ini harus dirahasiakan dan dikubur dalam-dalam." kata Seseorang yang memakai seragam Y.B.I tapi tanpa tanda nama, "Kau, Detektif yang bersikeras menyelidiki kejahatan yang disebabkan oleh iblis itu kan?!"


"Sebelumnya dianggap lelucon, sekarang sudah tidak kan?!" kata Kayle menyeringai.


"Selamat, kau dipromosikan masuk ke Y.B.I dan menjadi ketua penyelidikan kasus ini."


Kayle menerima tangan anggota Y.B.I itu dengan senang hati, "Dengan senjata dan peluru yang tiada batas."


"Kau bisa memiliki gudang senjata dan peluru sendiri."


"Deal!" kata Kayle.


...-BERSAMBUNG-...