
Perlahan pandangan Felix mulai tertutup karena Haera memindahkannya ke Vandi, yang barusan masih melihat pemandangan laki-laki melawan ratusan iblis sendirian itu. Sekarang Felix sudah berada di tempat lain dengan melayang-layang, "Dimana kita? tempat apa ini? kenapa tidak ada gravitasi disini?" tanya Felix.
"Vandi atau disebut dengan dunia kosong yang mengelilingi tiga dunia ...." sahut Haera.
"Kau bisa bebas berbicara disini?" tanya Felix.
"Disini tidak terpengaruh oleh dunia lain, dunia ini adalah dunia yang dipenuhi ketidakseimbangan!" jawab Haera.
"Berarti disini kau bisa bertingkah normal!" kata Felix tertawa.
"Perkataanku menimbulkan keseimbangan tapi terkadang juga bisa menjadi kehancuran!" kata Haera.
"Aku tahu ... yang tadi itu bukanlah salahmu! kau juga tidak tahu kalau Iriana sudah ...." kata Felix tidak melanjutkan.
"Kasihan Anna menjadi Caelvita yang umurnya paling pendek ...." kata Haera.
"Iriana tahu kalau dia akan meninggal, dia bisa saja mengubahnya tapi tidak dilakukan ... berarti dia juga melakukan itu untuk menyeimbangkan sesuatu!" kata Felix.
"Lix harus berumur panjang!" kata Haera.
"Hahaha ... kau memanggilku seperti itu lagi ...." kata Felix geli mendengarnya.
"Caelvita yang berumur pendek adalah sebuah bencana. Minimal Caelvita harus berumur 3815 tahun barulah dunia bisa dikatakan seimbang!" kata Haera membuat Felix melongo.
"Kau mau aku hidup selama itu? jangan bercanda! aku tidak akan mau hidup lama begitu ... membosankan!" kata Felix.
"Memang itu sudah seharusnya!" kata Haera.
"Aku harus segera kembali ... lagipula sepertinya Efrain mencarimu, bukannya aku!" kata Felix.
"Bukankah tindakan yang tepat jika aku bersamamu?! dan kau tidak takut kalau Efrain menangkapku, pasti dia akan memaksaku menghidupkan Iriana kembali ...." kata Haera.
"Tidak masalah! bisa saja menghidupkan Iriana adalah hal yang baik dan memang sudah seharusnya ...." kata Felix.
"Kau tahu artinya itu?!" tanya Haera.
"Aku harus mati kan?!" sahut Felix.
"Tidak boleh ada dua Caelvita!" kata Haera.
"Iriana akan menjadi Caelvita lebih baik dariku ... tidak masalah soal itu! dan terlebih lagi Efrain akan berhenti menjadi penjahat karena Iriana sudah kembali hidup ... banyak hal yang bisa berubah menjadi lebih baik kalau Iriana hidup kembali ...." kata Felix santai padahal sedang membahas apa akan membuat Iriana hidup dan membuat dirinya sendiri mati.
"Jadi inilah kenapa dia datang menyelamatkanmu!" kata Haera.
"Dia siapa? ah, laki-laki yang tadi itu? memangnya dia siapa? dan kenapa dia menyelamatkanku?" tanya Felix.
"Alasan inilah juga kenapa Anna menerima takdir yang bukan takdirnya ... karena dirimu!" jawab Haera.
"Maksudmu Iriana meninggal karena diriku?" tanya Felix.
"Kau akan menjadi Caelvita yang bisa menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan Anna! kau membawa beban besar Lix! hidup Iriana rela diberikan agar kau bisa terlahir cepat .... " jawab Haera.
"Bawa aku kembali ke Mundclariss, Haera!" kata Felix.
"Baiklah ...." kata Haera mulai membuat portal tapi Felix langsung menghilang, "Eh?!" Haera ke Mundclariss sendiri karena tidak menemukan keberadaan Felix tapi saat akan memasuki portal disana sudah ada Felix, "Dia kembali dengan sendirinya? hanya satu Caelvita yang dulunya juga bisa melakukan ini ...." kata Haera dalam hati.
"Seharusnya aku tidak bertemu denganmu!" kata Felix.
"Aku bisa membawamu ke Vandi jika Efrain datang lagi ... tidak ada yang bisa memasuki Vandi selain aku dan ...." kata Haera lewat pikiran membuat Felix pusing. Baru kali ini Felix merasakan kesulitan berkomunikasi dengan pikiran seseorang.
"Tunggu ... berhenti! hahh ... kepalaku sakit sekali!" kata Felix mulai duduk.
Setelah lama beristirahat akhirnya Felix mulai memaksakan dirinya untuk pergi ke halte bus dengan Haera yang terus mengikutinya tapi tidak diperdulikan lagi, "Apa memasuki Vandi membuat kita memasuki Mundclariss dengan waktu yang sama saat masuk?" tanya Felix mengira sistemnya sama dengan kekuatan Cain karena melihat jam sama saat ia masuk Mundebris.
"Tidak!" kata Haera.
"Em? oh iya kau tidak bisa berbicara sembarangan disini kan?!" kata Felix.
"Yap!" sahut Haera.
"Tunggu ...." Felix menyadari tanggal yang tertera dekat halte bus, "Ini kan kemarin?" tanya Felix.
"Keluar dari Vandi bisa membawa ke waktu yang acak ... bukankah sudah kukatakan kalau Vandi adalah dunia yang tidak seimbang!" jawab Haera melalui pikiran membuat Felix pusing lagi.
"Berhenti berbicara melalui pikiran!" teriak Felix.
"Tapi, Lix hebat ... Anna sendiri kalau mendengar perkataanku lewat pikiran akan langsung pingsan!" kata Haera lewat pikiran lagi.
"Aku bisa membayangkannya kenapa ...." kata Felix mengerti karena dirinya juga serasa hampir pingsan.
"Tidak! Lix tidak tahu ... dengan satu kali Dicoisvi berkomunikasi lewat pikiran dengan Caelvita akan langsung membuat Caelvita tidak sadarkan diri. Ini yang kedua kalinya ada Caelvita yang bisa mendengar perkataan lewat pikiran Dicoisvi tanpa harus kehilangan kesadaran ...." kata Haera lewat pikiran.
"Jadi sekarang aku berada di masa lalu? apa yang harus aku lakukan untuk kembali ke waktu yang sama?" tanya Felix membaringkan dirinya di kursi agar bisa mendengar jawaban Haera lewat pikiran. Jaga-jaga kalau dirinya akan pingsan.
"Lix belum jadi Caelvita resmi jadi belum bisa mengendalikan waktu sesuka hati. Jadi yang bisa dilakukan adalah menunggu sampai besok!" kata Haera.
"Apa?!" teriak Felix tidak menyangka harus menunggu satu hari lagi, "Aku harus kemana? tidak mungkin ke panti ... kan ada aku disana! atau ke Rumah Bu Daisy ... Rumah Bu Daisy?! bukankah hari ini rumah ibu kebakaran? berarti aku bisa mencari tahu bagaimana kebakaran itu bisa terjadi ...." kata Felix bergegas memakai Idibaltenya untuk mencegah tidak bertemu dengan dirinya yang lain.
Kebakarannya terjadi pagi-pagi sekali saat berangkat ke sekolah. Jadi Felix harus segera bergegas ke sana karena sudah lewat jam 5 subuh. Haera dengan senang berlari sampai-sampai sering mendahului Felix dan menunggu Felix untuk meminta petunjuk arah karena tidak tahu harus kemana.
"Jika bertemu dengan Efrain, tidak ada jalan lain selain masuk Vandi tapi kalau kembali ke Mundclariss di waktu yang acak lagi ... bisa gawat! sekarang aku cukup beruntung karena hanya tersesat sehari sebelumnya tapi bagaimana jika aku terlempar jauh ke waktu sebelum aku lahir atau bahkan ke masa depan ...." kata Felix dalam hati.
"Bukankah itu adalah hal bagus? bisa pergi ke waktu sebelum kau lahir dan mengubah sesuatu disana atau pergi ke masa depan untuk melihat masa depan dan melihat masalah yang terjadi sehingga kau bisa mencegahnya terjadi ... Vandi memang dunia yang tidak seimbang tapi bisa menyeimbangkan jika dipergunakan oleh seseorang yang tahu cara menggunakannya!" kata Haera.
Felix berhenti berlari karena pusing, "Kau bisa mendengar pikiranku?!" tanya Felix.
"Tidak ada rahasia bagi yang membawa keseimbangan!" jawab Haera membuat Felix harus duduk istirahat karena terlalu pusing.
...-BERSAMBUNG-...