UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.314 - Rahasia Dea



"Kukira aku tidaklah mengetahui apa-apa tentang Felix. Kukira aku tidaklah mengenal Felix begitu baik ... tapi ternyata aku sudah tahu betul dia itu orangnya seperti apa. Kukira dia itu seperti kotak penyimpanan rahasia itu sendiri. Bisa disentuh oleh orang lain tapi tidak bisa dibuka oleh siapapun. Begitulah pemikiranku ... karena dia membiarkan kami buta akan informasi. Tapi kini aku mengerti ... Felix bukanlah kotak penyimpanan rahasia itu melainkan kunci dari kotak penyimpanan itu. Kunci yang sepertinya tidak akan pernah bisa aku miliki. Kalau begitu ... aku tinggal mencari kunci lainnya!" kata Tan dalam hati memandangi Felix yang mulai menjauh, "Jika aku mengandalkan Felix untuk menjadi kunciku, aku tidak akan pernah membuka kotak rahasia itu. Harus kucari kunci lainnya ...."


"Tan sudah terlalu tahu banyak tentang Mundebris, sudah mustahil untuk mengakalinya lagi ... tapi bagaimanapun juga aku akan tetap melakukan apa yang harus kulakukan. Masa depan itu walau kutakutkan datang tapi harus datang apapun yang terjadi. Tidak akan kubiarkan mereka mati sebelum masa depan yang kulihat itu. Jadi aku harus menjauhkan mereka dari Pesmoresnon itu ... walau terkesan tidak punya hati tapi aku berharap akan ada korban dari Iblis lagi supaya mereka bisa teralihkan lagi dan hanya fokus selain dari Pesmoresnon." kata Felix dalam hati memasuki gedung sekolah tanpa menoleh.


"Kau hebat sekali ... kalau aku, pasti sudah memberitahunya karena tidak tahan atau mungkin secara tidak sengaja keceplosan." kata Iriana.


"Katamu, Pesmoresnon itu adalah hal yang paling berbahaya di Mundebris ... mana mungkin aku membiarkan mereka mendekati penyakit itu. Setidaknya bukan sekarang ... mereka masih Alvauden pemula, bisa jadi mereka mati bahkan sebelum waktunya. Seharusnya aku mempercayaimu dari awal sehingga mereka tidak perlu bertemu ...." kata Felix.


"Mau bagaimanapun mereka akan bertemu ... semua ramalan yang kulihat tentang masa depan itu terjadi sama persis. Bahkan dengan semua emosi berlebihanmu itu pada Osborn." kata Iriana.


"Jangan membuatku bertambah membencimu!" kata Felix.


"Jangan terlalu membenciku! aku ini tidak berwujud jadi bagaimana kau bisa melampiaskan amarahmu nanti?! jangan sampai jadi stres! aku hanya mencemaskanmu saja ...." kata Iriana.


Tanpa perlu Felix melihat ekspresi wajah Iriana, Felix tahu betul saat ini Iriana sedang mengejeknya.


***


Teo dan Tom makan siang di meja yang berbeda sudut satu sama lain. Felix juga makan di meja lain begitupun Tan.


"Apa-apaan ini boyband mereka bubar atau apa?" kata Mertie dalam hati tapi Felix langsung menatap tajam dirinya, "Ah, kau mendengarnya ya?! seperti yang kau dengarkan ... tidak kurang dan lebih." kata Mertie.


"Kenapa semuanya seperti bersekongkol untuk membuatku emosi hari ini?!" kata Felix yang tidak napsu makan lagi, "Tapi beruntunglah ... kalau ada Cain pasti akan jadi lebih buruk lagi. Dia itu tukang rusuh yang tak terkalahkan!" kata Felix mulai tertawa dan amarahnya perlahan mulai menghilang. Aneh memang bagaimana Cain yang merupakan ahlinya membuat orang kesal tapi mengingatnya dalam situasi ini ternyata bisa membantu menenangkan juga.


"Tapi mengingat Cain belum datang, berarti itu menandakan bahwa masa depan itu belum berubah dan masih tetap sama. Mungkin aku hanya terlalu khawatir berlebihan saja pada mereka ... tapi bagaimana tidak khawatir kalau penyakit ini yang merusak keseimbangan dunia dan hampir memusnahkan itu. Entah apa aku ini memang benar orang yang tepat untuk ini ... atau kau salah orang Iriana!" kata Felix.


"Kalau kau mau menceramahiku soal menyia-nyiakan hidupku untukmu itu, hentikan! aku sudah bosan." kata Iriana.


"Hanya saja ... aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk itu." kata Felix.


"Masih ada waktu!" kata Iriana.


"Ya ... tapi seberapa banyak waktu untukku? menurutmu waktu akan menunggu sampai aku siap? sampai aku menemukan obatnya?!" kata Felix.


"Setelah menjadi Caelvita resmi yang pertama kau lakukan adalah mengetuk pintu Caelvita-47. Itulah misi pertama yang harus kau lakukan setelah menjadi Caelvita resmi!" kata Iriana.


***


Mertie menyarankan untuk pelatihan osis dilakukan bersamaan dengan perkemahan sekolah yang diadakan di akhir musim panas dan awal musim gugur setiap tahun itu. Tapi kebanyakan anak-anak kelas 3 tidak setuju, bagi mereka perkemahan sekolah memang menyenangkan tapi hanya untuk 3 hari 2 malam saja. Jika ada kegiatan lain digabungkan, maka tidak bisa disebut lagi liburan namanya.


Terlebih lagi jika hari ditambahkan untuk memisahkan antara perkemahan dan juga pelatihan. Maka waktu mereka di perkemahan akan lebih lama dan itu tandanya mereka harus membawa barang lebih banyak dari seharusnya.


Mertie antara gemas dan jengkel dengan adik kelasnya itu. Tapi Cornelia menjadi pemain penentu. Cornelia sangat menyukai ide segar dari Mertie itu. Walau terkesan menantang karena belum pernah dilakukan sebelumnya tapi bukanlah tantangan yang mustahil untuk dilakukan.


Cornelia sudah meyakinkan Mertie bahwa hal itu sulit dilakukan tapi Mertie berjanji akan melakukan yang terbaik. Sebenarnya alasan Mertie adalah untuk tidak melakukan acara malam di sekolah karena sudah tahu bahwa ternyata sisi lain sekolah adalah tempat yang tidak aman. Mertie tidak ingin di acara perdananya ini sebagai ketua tim pelatihan osis ada korban lagi.


"Tidak akan kubiarkan." Mertie begitu bertekad.


Cornelia memperhatikan Mertie yang menurutnya memang memiliki potensi dalam memimpin tapi cenderung tidak berani mengambil tindakan dan terkadang bimbang setelah mengambil keputusan, "Tapi ternyata jika dia sudah bertekad melakukan sesuatu, tidak bisa dihentikan ...." kata Cornelia tersenyum.


"Masih ada cukup waktu untuk kalian memikirkan hal ini dan kami juga masih punya cukup waktu untuk membujuk dan meyakinkan kalian." kata Cornelia pada kelas 3.


***


Mertie mengangkat tangannya untuk melambai pada Felix tapi dihentikan dan langsung stretching dengan kedua tangannya di atas kepala karena melihat Dea yang ada di belakang Felix.


"Carikan aku hutan yang aman untuk digunakan sebagai lokasi perkemahan sekolah sekaligus untuk pelatihan osis!" kata Mertie dalam hati saat Felix lewat di dekatnya dengan Dea yang juga ikut di belakang Felix, "Aku sangat tidak suka ekormu itu!" kata Mertie yang menyiratkan Dea yang terus mengikutinya.


"Aku juga ingin sekali memotongnya jika bisa!" kata Felix.


"Hehh? apa maksudmu Felix?" tanya Dea padahal Felix berbicara untuk membalas Mertie.


"Berhenti mengikutiku!" kata Felix berhenti berjalan, Dea pun juga ikut berhenti berjalan.


"Makanya ... ayo nonton pertunjukan ini bersamaku!" Dea mengeluarkan dua tiket pertunjukan ballet.


"Aku tidak mengerti sama sekali yang namanya seni. Walau aku menontonnya aku juga tidak tahu apa yang mereka maksud. Cari orang lain yang mau saja! kenapa memaksaku?!" kata Felix mulai berbalik.


"Harus kau! tidak boleh orang lain!" teriak Dea.


"Dan kau sadar tidak yang kau lakukan ini sekarang adalah pemaksaan?!" Felix sudah berhadapan dengan Dea dan tidak sengaja menatap mata Dea padahal selama ini Felix jika berbicara dengan Dea tidak pernah sekalipun menatap mata Dea langsung semenjak bisa membaca pikiran orang lain, "Kau ada disana saat malam kebakaran Panti Asuhan Helianthus?" tanya Felix setelah membaca ingatan Dea walau hanya sekilas karena Felix langsung menghentikan dirinya sendiri.


"Hah? apa maksudmu? kenapa kau jadi membahas yang lain?!" kata Dea bingung.


...-BERSAMBUNG-...