
Jika hanya Cain yang berbicara dengan Efrain pasti mereka tidak akan percaya mendengar bahwa Efrain benar mengajukan Neumbell. Tapi ada Dokter Mari yang ikut menjadi saksi. Dokter Mari masih terlihat kebingungan melihat sisi baru Efrain saat ini. Dulunya Efrain yang Dokter Mari kenal adalah sosok Alvauden berwibawa, bijak, jenaka walau pembawaannya memang tegas. Tidak pernah terbayangkan Efrain saat ini menjadi Pemimpin Anti Caelvita-119.
Setelah Efrain mengumumkan Neumbell, benar-benar tidak ada serangan dari pihak Efrain. Tidak sepenuhnya mereka bisa lega tapi setidaknya Felix bisa fokus hanya untuk memulihkan kesehatannya. Setelah hampir diambang kematian, kondisi Felix mulai membaik. Sepertinya Veneormi mulai menyembuhkan tubuh Felix dari dalam walau nantinya akan dirusak kembali, begitulah siklus penderitaan menjadi sarang Veneormi.
Selama ini Felix yang tidak sehat harus terus melawan serangan mendadak Efrain dan anak buahnya. Jadi, Neumbell benar-benar bermanfaat dan sangat meringankan beban Felix. Sayangnya, memang tidak menyerang dan melukai Felix dan kawan-kawan tapi misi yang diberikan pada pemain semakin ekstrem.
"Setidaknya dia benar-benar menepati janjinya ...." kata Teo tertawa dengan wajah penuh noda hitam.
"Sama saja, kita tetap bekerja lebih keras!" kata Tom membaringkan dirinya dengan napas terengah-engah.
"Tapi setidaknya kita merasa aman karena tahu mereka tidak akan menyerang ataupun melukai kita ...." kata Tan.
"Kalian sudah gila ya?!" teriak Mertie lewat earphone membuat Tiga Kembar membuka earphone bluetooth segera.
"Kau mau membuatku tuli ya?!" balas Teo.
"Bagaimana bisa kalian saat ini bercanda di tengah hutan yang masih kebakaran?!" kata Mertie.
"Bagaimana di tempatmu Cain?" tanya Tan.
"Sudah beres!" sahut Cain.
Cain dan Tiga Kembar bekerja keras menghentikan misi yang telah dilakukan oleh para pemain. Kali ini misi mereka adalah membakar pohon. Semakin banyak membakar pohon dijanjikan hadiah besar oleh Efrain.
Sementara Felix hanya menemani Tiga Kembar karena susah bagi Felix untuk melakukan aktivitas berat sekarang. Seharusnya dengan tubuh saat ini memang Felix hanya terus berbaring saja tapi tidak bisa juga membiarkan Tiga Kembar tanpa pengawalan.
Memang Felix tidak dapat membantu tapi dapat melihat Tan, Teo dan Tom membuat hatinya bisa lega.
"Apa hanya aku yang berpikiran bahwa aneh kebakaran terjadi di musim dingin ...." kata Teo terbatuk - batuk.
"Tidak aneh menurutku, malahan wajar saja ... kan dingin, jadi untuk menghangatkan diri ya ... menyalakan api." kata Tom.
"Pikiran kita sangat tidak sama!" kata Teo.
"Pasti yang kau pikirkan adalah hal bodoh!" kata Tom.
"Kalau sudah selesai, cepat keluar!" kata Felix lewat pikiran yang menunggu di luar hutan. Bahkan hanya menghirup sedikit asap, Felix sesak napas bukan main. Sistem pernapasannya sudah tidak berfungsi dengan normal tapi tetap bersikeras ikut menemani. Terpaksa juga Felix membuat jarak yang lebar antara dirinya dengan Tiga Kembar walau sangat khawatir jika terjadi sesuatu dan dirinya terpisah jauh di luar hutan. Tapi tidak ada cara lain, jika ikut masuk ke dalam hutan pasti Felix akan langsung pingsan.
Cain bekerja sendiri karena diakui bisa diandalkan dan bisa melindungi diri sendiri. Terlebih lagi ada Goldwin yang datang membantunya jika terjadi sesuatu. Felix tetap mengkhawatirkan tapi jika harus memilih, pastinya Tan, Teo dan Tom lah yang harus didampingi.
Dokter Mari juga sesekali ikut membantu mereka memperbaiki apa yang telah dilakukan oleh para pemain karena sudah tahu apa yang terjadi semenjak bertemu Efrain. Tapi hubungan Cain dan Dokter Mari masih belum bisa dikatakan berdamai dan kembali seperti dulu. Ada bantuan dari Mertie juga walau selalu saja mengeluh tapi tetap setia membantu mereka.
Felix sedih melihat banyaknya pohon yang terbakar dan sepertinya sudah tidak mempunyai harapan untuk hidup kembali. Beberapa saat kemudian helikopter water bombing datang.
Untungnya Tan, Teo dan Tom sudah mencegah kebakaran menjadi sangat parah karena datang ketika pemain baru saja melakukan misi. Tapi yang namanya api, tidak bisa dikendalikan dan begitu bersemangat membakar apa yang berada di dekatnya. Walau ada yang bisa dihentikan ada juga yang diluar dari kemampuan untuk dihentikan.
Setidaknya banyak hewan yang bisa diselamatkan, karena hewan tidak bisa mematikan api sendiri secara benar yang ada ditubuhnya. Yang dilakukan hewan malah menambah luka karena terus menabrakkan diri tidak jelas. Tiga Kembar lah yang membantu memadamkan api walau dengan perasaan takut-takut akan diserang. Untungnya kebanyakan hewan merasa lega setelah diberi salju, memadamkan kebakaran yang mengenai bulu mereka.
"Bu Sissy juga ada!" kata Tan.
"Tentu saja dia ada!" kata Tom.
Mereka kembali ke Rumah Daisy tapi langsung ke Bemfapirav untuk berlatih. Tan langsung berlatih dengan Banks. Teo berlatih dengan Cain. Tom juga sudah mulai terbiasa dengan berat senjata yang lebih berat dari berat tubuhnya itu. Felix seperti biasa hanya bersandar di bawah pohon besar mengamati mereka dari kejauhan.
"Istirahat dulu!" kata Dokter Mari yang membawa masker dan tabung oksigen karena mereka habis menghirup karbondioksida yang banyak.
"Aneh rasanya, ada kenalan yang sangat-sangat dekat bisa masuk Bemfapirav juga ...." kata Teo memasang wajah lucu.
"Untuk kalian ingat, ibu lebih berpengalaman dan senior daripada kalian soal Bemfapirav dan Mundebris!" kata Dokter Mari.
Felix memegang pohon yang disandarinya itu, "Jarang ada pohon yang ada di Bemfapirav ... kau itu ingatan dari Zewhit mana?" tanya Felix.
Sebuah daun dari pohon itu jatuh mengenai pipi Felix dan memperlihatkan kisah dari pohon itu.
"Zewhitmu pergi rupanya ...." seharusnya Zewhit tidak akan meninggalkan Memoriasepirav yang telah dibuat karena terikat. Memoriasepirav akan menghilang jika Zewhit juga sudah menghilang. Tapi Zewhit yang pergi meninggalkan Memoriasepirav bisa dipastikan sudah menjadi Malexpir.
"Saya juga sudah memberi mereka obat ...." kata Banks melihat Tan, Teo dan Tom memakai masker oksigen.
"Kerja bagus, terimakasih!" kata Dokter Mari.
"Aku harap Dokter Mari tidak perlu ikut campur dalam masalah kami lagi!" kata Cain tidak mau menerima bantuan.
"Maaf, Cain ... tapi kita ini butuh bantuan sebanyak mungkin yang bisa kita dapatkan!" kata Tan merasa bisa mengandalkan Dokter Mari dan memang merasa sangat terbantu akan adanya satu bantuan yang seperti bantuan dari 10 orang karena keahlian Dokter Mari yang memang sudah berpengalaman.
"Aku bisa menutupi hal itu! Dokter Mari tidak perlu lagi membantu kami!" kata Cain dingin.
"Cain ...." tegur Teo dan Tom.
"Kau tidak sadar ya, Dokter Mari membantu kita karena menganggap kita ini anak kecil yang perlu dibantu!" kata Cain.
"Memang kenyataannya begitu!" kata Teo.
"Memang di Mundclariss, Dokter Mari adalah sosok wali bagi kita tapi di Mundebris ... Dokter Mari hanyalah seorang Quiris biasa yang jauh dibawah kita!" kata Cain.
"Cain! perkataanmu itu keterlaluan ... bagaimanapun juga Dokter Mari adalah bibimu!" kata Tom.
"Aku benci mendengar fakta itu!" kata Cain.
"Ada apa denganmu?! kau jadi semakin mirip dengan Felix saja!" kata Teo tidak nyaman dengan sikap Cain yang kasar.
"Ini yang terakhir kalinya kami menerima bantuan dari Dokter Mari! Alvauden seharusnya hanya mengandalkan Alvauden lain ...." kata Cain.
...-BERSAMBUNG-...