
Tan yang terlalu cepat dewasa dan Tom yang terlalu kaku dan serius, keduanya tidak berguna disaat seperti ini. Teo yang bodoh dan malas lah yang sangat dibutuhkan untuk memeriahkan suasana. Tidak selamanya harus ditanggapi serius dan secara dewasa tapi ada saatnya lelucon menjadi obat terbaik saat sedang di masa terburuk.
"Kalian benar-benar paket komplit yang sangat penting untukku. Seperti sudah direncakan saja dari awal kalau seseorang sepertiku butuh orang-orang seperti kalian. Walau aku adalah seseorang yang percaya akan takdir, tapi ... tetap saja rasanya sangat mengagumkan ini terjadi, tidak kubayangkan bagaimana jadinya kalau aku hanya punya salah satu dari kalian ...." kata Felix dalam hati.
Malam harinya Felix ke klinik Dokter Mari seperti sudah terlalu sering kesana karena melalui pintu dan jalan tanpa harus kesusahan, seperti orang yang sudah sangat hafal dan seperti sudah kesana tiap hari. Nyatanya memang Felix sering kesana tapi tidaklah tiap hari.
Dari luar dengan dinding kaca yang memisahkan terlihat dibagian dalam sana ada seseorang yang terbaring dengan mesin menjadi alat bantu hidupnya. Sementara Felix dari luar hanya bisa bersyukur setelah melihat tanda-tanda vital pasien itu terlihat normal.
"Sudah aku katakan kalau aku akan mengabarimu soal keadaannya, kau tidak perlu kesini terus-menerus." kata Dokter Mari muncul disamping Felix.
"Dia orang yang sangat penting untukku ...." kata Felix.
"Jujur aku tidak mengerti bagaimana anak pindahan yang hanya sebentar bersekolah di Gallagher ini sangat penting bagimu ... dan kau bukanlah tipe yang cepat berteman dengan seseorang." kata Dokter Mari.
"Tetap buat dia bertahan hidup!" kata Felix mulai berjalan menjauh darisana.
Dokter Mari tidak merespon hanya melihat bahu Felix yang sudah memikul beban begitu banyak tapi terlihat sangat kecil perlahan menjauh.
"Jika aku tidak mengenalnya pasti aku hanya menganggapnya luar biasa saja ... tanpa mau tahu kalau dia pasti sangat menderita dan kelelahan." kata Dokter Mari.
Sudah menjadi hal biasa melihat bagaimana pertumbuhan Caelvita yang mulai dari anak kecil menjadi dewasa. Saat masih kecilpun selalu dikagumi kehebatannya tapi tidak ada yang begitu peduli bagaimana seorang anak usia muda seperti itu harus menerima tanggung jawab yang begitu besar disaat dirinya sendiri belum mengerti bagaimana dunia ini bekerja. Tapi nasib tiga dunia kini berada ditangannya.
Balduino dibawa ke klinik Dokter Mari untuk dirawat khusus diruangan rahasia di bawah tanah karena Felix takut jika terus meninggalkannya di rumah sakit, Balduino akan menghilang tanpa jejak.
Dokter Mari juga tidak bisa menolak permintaan Felix itu, bukan karena Felix adalah Caelvita tapi karena Felix juga adalah salah satu anak di Panti asuhan Arbor.
Ibu dari Balduino sendiri tidak pernah datang ke rumah sakit untuk menjenguk Balduino selama dirawat. Tidak ada tanda ataupun jejak keberadaan ibu Balduino, jadi Felix merasa harus melakukan tindakan pencegahan.
Entah itu ibu Balduino mengalami hal yang sama atau apapun itu sehingga tidak bisa datang menjaga Balduino. Sehingga Felix harus membuat Balduino tetap aman dulu, itulah yang utama.
***
Gerbang neraka sudah jelas bahwa telah mulai kembali aktif diciptakan. Semakin banyak kejadian aneh terjadi yang memakan korban tanpa diketahui penyebabnya atau tidak bisa dipercayai bagaimana hal itu bisa terjadi.
Felix melarang Tan, Teo dan Tom untuk menghalangi penciptaan gerbang neraka yang sedang berlangsung itu, "Lebih baik kalian fokus melakukan kontrak di Mundebris, saat ini kesempatan yang bagus ... karena anak buah Efrain pastinya sedang sibuk di Mundclariss jadi kalian aman di Mundebris."
Baik itu untuk misi maupun untuk penanaman batu permata semuanya dilakukan di Mundclariss. Dulunya misi dilakukan di Mundclariss tapi penanaman batu permata di Bemfapirav. Tapi kali ini semuanya dilakukan di Mundclariss. Itu merupakan berita buruk tapi sebenarnya ada juga hal baik dari itu. Menandakan bahwa kini anak buah Efrain akan lebih banyak berada di Mundclariss.
"Bagaimana kalau gerbang neraka tercipta cepat karena kita tidak menghalangi?!" kata Tom.
"Gerbang neraka tidaklah semudah yang kalian bayangkan bisa tercipta, bukan sekedar membunuh saja ... tapi banyak hal untuk menyempurnakannya." kata Felix.
"Itu artinya korban akan terus berjatuhan saat kita tidak melakukan apa-apa ...." kata Teo.
"Maksud Teo ... rasanya tidak enak saja, saat nyawa seseorang dalam bahaya tapi kami mengejar kekuatan untuk terhindar dari bahaya." kata Tan.
"Kalian melakukan itu untuk menyelamatkan banyak orang juga. Dan untuk menyelamatkan, bukan hanya sekedar niat baik saja yang diperlukan tapi harus dengan tindakan dan itu butuh seseorang yang kuat. Kalian harus kuat, kalau mau melindungi seseorang!" kata Felix terus menekankan setiap katanya dengan tegas.
"Maaf, Felix ... kami hanya terbawa suasana. Tentu saja kami akan melakukan apa yang menurutmu terbaik." kata Tom.
"Iya, maaf Felix ... aku terlalu kekanak-kanakan terus membawa-bawa perasaan pribadiku dalam hal ini." kata Tan.
"Kejahatan terjadi dimana-mana, kita tidak bisa diam saja tidak melakukan apa-apa ...." kata Teo yang kemudian dihentikan oleh Tan.
"Teo ... hentikan!"
"Terkadang kalian semua itu tidak jelas ... kalian mengira kalian sudah dewasa dan berpikir logis dalam semua masalah tapi kalian tidak sadar betapa egoisnya kalian?!" kata Teo penuh emosi dan pergi darisana.
"Aku akan bicara dengannya ...." kata Tan mengejar Teo.
"Maaf, soal Teo ...." kata Tom.
"Tidak, semua yang dikatakannya benar ...." kata Felix.
"Aku memilih ini dengan menyuruh atau lebih tepatnya memaksa kalian melakukan apa yang aku mau semata-mata karena aku ingin kalian menjadi lebih kuat lagi. Bukan dengan niat baik untuk menyelamatkan atau melindungi yang membutuhkan tapi karena keegoisanku untuk kalian tetap hidup dan terhindar dari masalah. Aku bukanlah Caelvita bijaksana yang mengutamakan keselamatan banyak orang melainkan seorang Caelvita yang hanya mengutamakan keselamatan Alvaudennya ... tapi aku tidak peduli kalau menjadi Caelvita terburuk sepanjang masa karena hal egois itu. Karena aku hanya bisa berpikir jernih dan tenang kalau kalian terus bersama disampingku. Aku baru bisa memikirkan bagaimana menyelamatkan orang lain kalau sudah memastikan kalian aman dulu." kata Felix dalam hati.
"Apa?!" tanya Tom kelihatan menyeringai.
"Hem?!" Felix sedikit kaget karena mengira kalau Tom bisa mendengar pikirannya.
"Tidak, hanya saja ... kau seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat dalam. Dilihat dari ekspresimu ...." kata Tom tertawa kecil.
Felix merespon dengan tertawa, entah bagaimana ekspresinya tadi. Felix juga tidak tahu, bagaimana Tom bisa menebak hanya dengan menatapnya saja. Walau tentu saja tidak akurat, tapi seperti Tom tahu apa yang dipikirkannya.
"Sangat menyeramkan sebenarnya memiliki seorang sahabat ... mereka bisa tahu tanpa kita memberitahunya." kata Felix dalam hati.
"Jangan bilang, bahkan mereka bisa tahu dimana kau berada tanpa kau beritahu. Itu lebih menyeramkan lagi! seakan kau tidak bisa bersembunyi dari mereka." kata Iriana.
"Tapi, rasanya sangat menyenangkan ...." kata Felix.
"Dan melegakan punya mereka ...." kata Iriana saling melengkapi kalimat bersama Felix. Felix dan Iriana tahu betul betapa penting dan berharganya Alvauden yang bukan sekedar sahabat saja.
"Berkat mereka, aku punya alasan untuk terus bertahan hidup meski begitu banyak masalah. Karena mereka juga aku harus lebih kuat lagi agar bisa melindungi mereka ... tidak ada maksud berlebihan tapi keberadaan mereka sangat penting untuk kelangsungan kehidupan tiga dunia. Tanpa mereka aku tidak bisa membayangkan jadi apa dunia ini karena tidak bisa berpikir dengan baik." kata Felix dalam hati tapi terlihat hanya tertawa saja dari mata Tom.
...-BERSAMBUNG-...