UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.526 - UNLUCKY : Perang Besar Pertama Caelvita-119 Part 9



Cain menarik pedang yang salah satunya masih menancap pada kaki Felix. Kemudian melepas sepatu Felix melihat kaki Felix yang kelihatan terbelah dua itu. Tapi seketika langsung tersambung lagi.


"Kau lupa kalau aku ini sarang Veneormi, jangan khawatir! luka seperti ini tidak akan membunuhku." kata Felix.


"Bukan hanya karena Veneormi, tapi kekuatan penyembuhan dan pemulihanmu memang sudah meningkat juga." kata Cain menaruh tasnya di tanah kemudian mengeluarkan sepatu baru.


"Kutebak, kau sudah melihat ini?!" tanya Felix.


"Tentu saja ...." jawab Cain singkat mengikat tali sepatu Felix.


"Kau menangis?!" Felix menendang Cain.


"Siapa?! aku?! yang benar saja?!" Cain kembali menyelesaikan mengikat tali sepatu yang lain, "Aku sedang flu berat, kau pikir mengumpulkan pasukan tidak melelahkan?!"


"Mana?! yang kau bilang pasukan?! aku hanya melihat empat Quiris ...." kata Felix.


"Mereka Setengah Quiris, kau tahu kan semua Setengah Quiris sangatlah kuat kecuali gabungan Setengah Manusia Setengah Leaure mungkin adalah yang paling lemah, tapi kalau dengan Quiris lainnya bukan dengan manusia berbeda lagi. Setengah Leaure dengan Quiris lain sangatlah kuat. Bahkan hanya butuh 10 saja, sama dengan 100 Quiris." kata Cain.


"Baiklah ... anggap saja begitu!" kata Felix.


"Apanya?! kau sedang ... meremehkanku?! setelah apa yang aku lakukan selama ini?!" Cain merasa tidak adil usahanya tidak dihargai.


"Aku tidak mengatakan apa-apa juga ... bagaimana kau bisa mengartikannya begitu?!" kata Felix.


"Matamu! tatapanmu itu aku tahu kau sedang menghinaku!" kata Cain seperti akan mencabut keluar mata Felix.


Zewhit Iblis yang keluar dari dalam tubuh iblis yang baru saja dibunuh oleh Tan, Teo dan Tom dengan bantuan Quiris. Terlihat kembali berdiri tegak dengan wajah yang sangat marah melihat bagaimana tubuh aslinya yang terkapar di tanah.


"Gawat, ada dia! selama ada dia, kita tidak akan pernah menang ... Bersiap Menyerang! target utama adalah Pemimpin Alvauden! yang bisa membunuhnya akan diberi upah yang berlipat-lipat dan menempati jabatan yang diinginkan di neraka." teriak Efrain melihat kedatangan Cain, "Seseorang yang memiliki waktu mustahil untuk dikalahkan, kalaupun dikalahkan dan tidak dibunuh suatu saat dia akan merubahnya juga sesuai apa yang diinginkannya." sambungnya dalam hati.


Efrain meniup sebuah terompet besar dengan banyak ujung yang bercabang membuat nadanya terdengar merdu dibanding terompet kebanyakan yang hanya satu suara saja. Iblis lainnya terlihat muncul menambah barisan. Lebih banyak lagi dari yang pertama kali terlihat, "Aku tidak menyangka akan memanggil semua bala bantuan yang ada, aku tidak tahu kalau dia sudah bebas ... tapi bagaimana dia tidak menemui Caelvitanya selama ini?! apa dia baru saja bebas sekarang?! tidak ... kalaupun begitu, bagaimana dengan Quiris yang baru datang itu?!" rencana Efrain untuk menyerang hanya dengan skala menengah saja. Tidak sampai harus dengan skala besar seperti sekarang ini.


Zewhit Iblis yang masih berada di dekat Tan, Teo dan Tom siap menyerang kembali, "Di dalam tas ada minuman kesukaanmu, habiskan itu baru bergabung denganku!" kata Cain.


"Aku minum sangat lama ... kau yakin dengan itu?!" kata Felix langsung duduk beristirahat.


"Yang jelas jangan saat sudah selesai baru kau bergabung!" decak kesal Cain kemudian melepas jubahnya memperlihatkan pakaian perang khas Leaure yang terbuat dari emas dan berkhiaskan emas lagi dengan simbol singa.


Cain langsung melompat tinggi dan mendarat tepat di dekat Zewhit Iblis yang baru saja meninggal itu. Zewhit Iblis bukannya menyerang Tiga Kembar dan Quiris yang membantu mereka bertiga melainkan mengubah haluan menyerang Cain.


Zewhit Iblis mengelilingi Cain dan menyemburkan api pada Cain yang ada ditengah-tengah.


"Ck ... ck ... ck! kalian sudah tahu aku ini Leaure tapi masih saja melawanku dengan api?! daripada Iblis, api Leaure lebih panas dan hidup dari api kalian yang hanya tahu cara merusak saja." Cain membalas dengan cara yang sama. Tapi kali ini iblis tidak bisa memadamkan api yang membakarnya itu seperti yang bisa dilakukan Cain tadi.


Cain berjalan maju melewati Zewhit Iblis yang meronta oleh api Leaure nya. Tanpa belas kasihan, Cain meninggalkan mereka begitu saja dan tanpa menghiraukan teriakan kesakitan mereka.


"Kalian lupa ya?! aku ini Pembantai Perkumpulan Setengah Sanguiber, tidak ada gunanya meminta tolong pada seseorang yang lebih keji daripada kalian." kata Cain kini berdiri saling berhadapan dengan pasukan Efrain yang luar biasa banyak.


"Jadi sudah semua?! panggil lagi kalau mau ...." kata Cain menantang. Sementara teriakan dibelakang Cain perlahan menghilang menandakan Zewhit Iblis dibelakang sana sudah menghilang.


"Aku belum terbiasa dengan Cain yang seperti itu ...." kata Tan dalam hati.


"Aku tidak mau membahas ini di saat seperti ini, tapi sepertinya aku tetap harus membahasnya. Kau harus membayar denda!" kata Teo tiba-tiba saja.


"Hahh?!" Cain bingung.


"Lebih tepatnya iuran, kalau kau lama tidak menggunakan Jaringan Alvauden atau mengabaikannya ... kau harus membayar denda, tahu?!" kata Teo.


"Sejak kapan peraturan itu berlaku?!" Cain protes.


"Saat kelas 5." sahut Teo.


"Itu aku sedang tidak ada, bagaimana bisa kau membuatnya tanpa aku ikut menyetujui?! Itu tidak adil namanya!" kata Cain.


"Bukan salahku kau tidak ada disana." kata Teo.


"Asal kau tahu saja, akulah yang mengembangkan Jaringan Alvauden bersama Felix ... jauh sebelum kalian bisa menggunakannya." kata Cain.


Teo ingin kembali membalas tapi tiba-tiba dibelakangnya banyak sekali Quiris yang mulai datang satu per satu berbaris, "Mereka ...." Teo melongo.


"Bala bantuan, kalian pikir aku hanya diam saja tidak melakukan apa-apa saat tidak bisa bertemu kalian. Kalian pikir aku hanya akan membawa empat Quiris saja?! yang benar saja!" kata Cain.


"Sejak kapan kau menghimpun pasukan sebanyak ini?!" tanya Tan saking kagetnya lupa mengedipkan matanya.


"Itu tidak penting, yang terpenting adalah seberapa banyak yang datang." Cain melihat satu per satu Quiris untuk memastikan siapa yang benar-benar serius datang dan siapa yang tidak datang, "Kita akan bertarung matian-matian disini, ingat baik-baik wajah mereka yang bertarung bersama dengan kita."


"Bagimana kau bisa tidak pernah menemui kami selama ini?!" kata Tom yang baru mengeluarkan satu kalimat setelah tadi hanya mendengarkan saja.


"Kalau Efrain tahu aku sudah bebas, pasukannya akan lebih banyak dari ini. Tidak ada celah untuk kita bisa menang. Aku sudah melihatnya saat mengubah keputusanku untuk menemui kalian, tapi masa depan itu sangatlah buruk. Setelah aku memilih untuk tidak menemui kalian, barulah masa depan yang cerah terlihat. Jujur saja, aku sangat merindukan kalian ... tapi aku tidak terlalu mengkhawatirkan kalian berdua. Karena yang paling kecewa pasti adalah Tom, yang kepribadiannya sangat mirip dengan orang kuno disana itu." Cain mengisyaratakan Felix.


"Apa maksudmu?! tidak mengkhawatirkan kami?!" Teo merasa tersinggung.


"Kau dan Tan mudah saja pasti menerimaku kembali, tapi dia ...." Cain menoleh pada Tom, "Pasti lama baru mau berbicara denganku. Aku hanya bisa maklum, tapi untuk melampiaskan kekesalanku ini ... hanya dia satu-satunya!" Cain menatap tajam Efrain, "Karena dialah aku tidak bisa bebas bertemu kalian, jadi akan aku balas malam ini!"


Jumlah bala bantuan dipihak Felix semakin bertambah. Dipimpin oleh Keempat Alvauden yang sedang berdebat tidak jelas.


"Ini ... hal yang tidak terduga!" kata Zeki.


"Lebih banyak dari perkiraanku ...." kata Banks.


"Jadi, kau sudah menyiapkannya?" tanya Verlin.


"Tidak, Cain yang melakukannya sendiri." jawab Felix.


Hanya Banks yang tahu rencana Cain secara detail karena dialah yang membantu menyembuhkan Cain dan Goldwin setelah masa hukuman. Felix sendiri juga tidak menyangka Cain bisa mengumpulkan pasukan sebanyak itu.


"Dia Pemimpin Alvauden yang sangat luar biasa ..." kata Verlin.


"Jangan kagum dulu, ini masih belum seberapa ... kau tidak tahu sekuat apa dia sekarang!" kata Goldwin yang datang dengan wujud singa.


...-BERSAMBUNG-...