UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.350 - Jurang Kematian



(Sebelum Tan, Teo dan Tom datang ....)


Saat menaiki anak tangga Felix merasakan sakit pada luka yang diberikan oleh Iblis Ular itu. Perlahan semakin sakit ditiap langkah yang diambil oleh Felix, "Sepertinya dia semakin dekat ...." Felix dengan sudah siap sedia menarik pedang yang ada di belakang punggungnya.


Dengan suara musik yang begitu keras, pencahayaan yang minim tapi dengan lampu berwarna-warni yang memenuhi ruangan bukannya membantu daya pandang tapi semakin membuat mata Felix pusing. Felix berjalan perlahan mendekat ke arah seseorang yang sedang memandangi orang-orang yang sedang asyik berdansa di lantai satu.


Felix memfokuskan dirinya dan mulai masuk membaca pikiran dari orang itu yang tidak memunculkan aura hitam atau bahkan aura pink. Orang yang dibaca pikirannya itu langsung berbalik menatap Felix dengan senyuman miring, "Yang Mulia ...." segera saja orang itu langsung dengan gerakan cepat menyerang Felix sampai Felix terbanting ke dinding.


Karena suara musik yang keras, orang-orang dari lantai satu tidak ada yang melihat. Tapi beberapa orang di lantai dua memandangi orang yang kerasukan itu dengan tatapan aneh karena terlihat hanya menghajar dinding dengan Felix yang tidak kelihatan.


Orang yang kerasukan itu mencekik Felix sekuat tenaga tapi Felix membawa orang yang kerasukan itu ke Bemfapirav. Kondisi yang ada di Bemfapirav dan Mundclariss berbeda, di Mundclariss mereka berada di dalam klub di lantai dua tapi di Bemfapirav langsung terjun turun jatuh ke jurang.


Felix mengambil kesempatan itu untuk mengeluarkan ular yang ada di dalam tubuh orang itu. Dengan menggigit jarinya dan meneteskan darahnya pada orang kerasukan itu yang masih seperti terjatuh dari langit. Darah Felix dibiarkan mengalir deras karena dalam posisi itu sulit untuk memfokuskan target. Jadi Felix hanya terus memenuhi wajah yang kerasukan itu dengan darahnya.


Entah itu masuk dari mata, hidung, mulut atau telinga yang jelas jika sudah masuk ke dalam tubuh, darah Felix akan bereaksi dan membuat bagian iblis yang ada di dalam tubuh manusia akan keluar dengan sendirinya. Tapi akan lebih berefek dan jelas jika diminumkan langsung.


Perlahan dua ular keluar dari mulut orang itu, Felix mulai meraih tangan orang itu dan dengan cepat meraih dinding jurang. Tidak mudah bagi Felix, bahkan setelah itu masih terus saja terperosot jatuh. Hingga akhirnya tangan Felix merasakan ada sebuah batu yang menjulur keluar.


Berkat batu itu Felix bisa bergelantungan tapi dengan hanya satu tangan sedangkan tangan lainnya memegangi orang dari Desa Quinlan yang sedang tidak sadarkan diri. Tentunya tidaklah seimbang, berat orang yang kerasukan tadi sekitar 70 kg. Otomatis terus menarik tangan Felix yang sudah susah payah bertahan.


Saat Felix akan terjatuh lagi, perlahan tangannya mulai terlepas dari batu itu muncullah sebuah akar pohon yang menahan tangan Felix dan membawa Felix naik ke atas.


"Hahh ...." Felix langsung membaringkan dirinya setelah melempar orang yang kerasukan tadi, "Berat sekali!" keluh Felix.


"Terimakasih ...." kata Felix saat akar-akar pohon tadi terlihat akan kembali ke bawah jurang.


"Untungnya kau sudah perlahan mulai tidak makan daging ...." kata Iriana.


"Tapi sesekali aku masih tidak bisa menahan diriku untuk makan daging. Menjadi vegetarian itu sangat sulit ...." kata Felix.


"Tapi untuk mendapatkan bantuan dari alam adalah dengan menjadi vegetarian. Dengan begitu juga kekuatan terpendam Caelvita akan muncul ...." kata Iriana.


"Beruntung kau lahir dari keluarga yang memang vegetarian ...." kata Felix.


"Ayo bangun! kau harus segera kembali! kau sudah membaca pikiran orang itu sendiri kan, apa yang sudah dilakukannya di Mundclariss ...." kata Iriana.


"Tapi baru kali ini aku melihat jurang seluas ini, tertutup kabut dan hampir sulit untuk melihat saat berada di bawah sana ...." kata Felix mulai bangun dan melihat kembali jurang itu.


"Beruntung saja kau belum sampai pertengahan ... Mundclariss dan Bemfapirav adalah dunia yang seperti cermin. Biasanya apa yang terjadi di Mundclariss akan berpengaruh pada Bemfapirav juga, begitupun sebaliknya. Tempat yang dipenuhi hal buruk seperti klub malam di Mundclariss akan menciptakan jurang kematian seperti ini di Bemfapirav. Bahkan jika seorang Caelvita memasuki bagian pertengahan jurang akan kesulitan untuk bisa kembali ke atas." kata Iriana.


"Setelah terjatuh selama itu, aku belum sampai pertengahan ... seberapa dalam sebenarnya jurang ini?" kata Felix.


"Lebih dari yang kau bayangkan dan kalau sudah memasuki pertengahan, hal buruk akan mulai berdatangan dan berlomba-lomba mencoba membunuhmu." kata Iriana.


"Apa jadinya jika Mundclariss dipenuhi oleh tempat seperti klub malam ... Bemfapirav tidak bisa lagi ditempati ... seperti mimpi buruk yang menjadi lebih buruk lagi." kata Felix.


Felix memanggil Gerbang Ruleorum, "Hah?! ada apa ini?" Felix heran melihat pengaturan waktunya bergerak sendiri.


"Itu karena dia! sepertinya karena sudah satu hari dua malam dirasuki oleh bagian iblis ular membuatnya menghasilkan energi terkutuk yang bisa mengacaukan sistem yang ada didekatanya." kata Iriana.


"Kalau begitu aku kembali sendiri dulu saja ...." kata Felix.


"Kau mau meninggalkannya sendirian disini? bagaimana kau akan membawanya kembali? batasmu untuk memundurkan waktu kan hanya satu kali dalam sehari." kata Iriana.


"Akan ada seseorang yang membawakannya untukku ...." kata Felix mulai berlari menjauh dari orang yang kerasukan itu.


"Ah ...." Iriana akhirnya mengerti.


Setelah jauh dari orang tadi, Felix memanggil gerbang lagi dan sistem pada gerbang sudah tidak lagi bergerak sendiri. Saat Felix kembali dan masuk ke dalam klub itu. Felix langsung menjatuhkan minuman dari semua orang mulai dari pintu masuk.


"Kau yang mendorongku?!" bahkan terjadi kesalahpahaman juga karena itu. Mengakibatkan beberapa orang bertengkar, tapi Felix masih terus melanjutkan apa yang dilakukannya. Memegang tangan orang lain untuk dipaksa melempar minuman sendiri ke lantai. Hingga tak lama kemudian Kayle dan Tiga Kembar datang.


Felix berjalan ke pintu belakang klub malam itu dan mendapati orang yang kerasukan yang ditinggalkannya di Bemfapirav sudah ada disana.


"Yang Mulia ...." sapa Banks.


"Dia sudah pergi?!" Felix melihat sekeliling.


"Siapa yang Yang Mulia maksud?" tanya Banks, "Saya hanya sendirian ...."


"Ya, anggaplah begitu ...." kata Felix pasrah.


"Kau sudah tahu betul kalau dia tidak boleh menampakkan dirinya untuk saat ini ...." kata Iriana.


"Aku tahu, aku hanya merindukannya ...." kata Felix dalam hati.


Saat terjatuh di jurang tadi Felix merasakan aura Cain begitu dekat. Dengan gerakan cepat aura itu terus terasa semakin dekat saat Felix sedang terjatuh.


"Mereka sudah datang!" kata Felix mulai menarik baju orang yang kerasukan itu untuk dibawa ke ruang kontrol cctv yang tidak jauh dari pintu belakang dimana Felix berada sekarang.


"Kau sudah bekerja keras, terimakasih Banks!" kata Felix.


"Disini adalah salah satu dari 10 jurang kematian yang paling berbahaya, salah sedikit Yang Mulia bisa membahayakan diri sendiri ... mohon untuk lebih berhati-hati lagi!" kata Banks.


Banks pamit dan Felix mulai mendorong pintu ruang kontrol cctv dengan kasar. Melihat Tan, Teo dan Tom yang sedang dalam pengaruh ramuan tidak terlihat.


...-BERSAMBUNG-...