
Peristiwa yang membuat tertidur dalam radius 90 meter dari Haera menjadi viral di internet. Terlebih lagi setelah 90 jam semuanya bersamaan bangun. Para ilmuwan ingin menyelidiki dan mengungkap fakta kebenaran dibalik semua yang jatuh tertidur itu. Untung saja Mertie telah menghapus jejak FCT3. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya berasal dari gelombang radiasi oleh seseorang yang sedang melakukan eksperimen, ada yang mengatakan bahwa dunia sudah akan kiamat, ada juga yang menyangkut pautkan dengan dunia supernatural.
"Zaman dulu tidak seheboh ini ...." kata Haera melalui pikiran Cain.
"Apa maksudmu?" tanya Cain.
"Em?" Tan yang mendengar Cain tidak tahu kalau Cain sedang berbicara dengan Haera.
"Haera, biasanya berbicara melalui pikiran karena tidak boleh asal bicara ...." kata Felix meluruskan, "Jadi maklum saja kalau Cain akan sering berbicara sendiri ...."
"Zaman dulu tidak seheboh ini ... hanya rumor yang beredar saja!" kata Haera.
"Aaaaah ... maksudmu soal reaksi orang-orang yang banyak mengetahui hal ini ... tentu saja! karena internet zaman sekarang sangat cepat, semua informasi dapat beredar dengan cepat ... tidak seperti dulu yang hanya berdasarkan gosip jadi tidak terlalu bisa dipercaya keakuratannya dan tidak lama setelah itu langsung dilupakan begitu saja karena tidak ada yang tersimpan seperti riwayat pencarian di internet!" kata Cain.
Teo tidak berhenti memandang gemas Haera yang bisa dilihat dari dekat. Berkat Cain menjadi pewaris sementara mimpinya untuk melihat Haera dari dekat bisa terwujud.
"Jangan khawatir ...." kata Felix.
"Ya, tidak mungkin juga mereka bisa mencari tahu secara sains ...." kata Cain.
"Tapi setelah permainan ini berakhir berarti ...." Teo tiba-tiba merasa sedih.
"Dicoisvi baru akan lahir bersama dengan pewaris baru!" kata Tom menjelaskan apa yang membuat Teo sedih.
"Dicoisvi baru tetap akan lahir tapi kenapa kau malah sedih?" tanya Felix.
"Tapi dia bukan Haera!" sahut Teo.
"Bentuknya sama persis dengan Haera juga ...." kata Felix.
"Tetap saja, bukan Haera lagi ...." kata Teo.
"Tiap generasi semuanya berbagi ingatan yang sama ...." kata Felix.
"Yang jelas bukan Haera ya, bukan!" kata Teo keras kepala.
"Dicoisvi baru, harus terlahir bersamaan dengan pewaris baru! begitulah peraturannya ... dan begitulah seharusnya! untuk membangun kerjasama yang baik antara pewaris dan Dicoisvi haruslah dengan keadaan baru. Haera yang sudah membangun ikatan dengan Franklin pasti akan terus membandingkan Franklin dengan pewaris baru dan sulit membuat ikatan dan kerja sama tim yang baik karena selalu teringat dengan pewaris yang dulu ... maka dari itu, semuanya harus di reset dari awal lagi!" kata Felix.
"Selama ini Pewaris Papan Permainan Tukar Kematian selalu di cap sebagai penjahat apa tidak mengganggu Dicoisvi?" tanya Tom.
"Em!" Haera mengangguk.
"Tidak mengganggu? sungguh?" tanya Tom.
"Katanya, selalu diperlakukan seperti itu sudah membuatnya terbiasa ... lagipula itu bukanlah hal yang baru pertama kali!" kata Cain menyampaikan perkataan Haera.
"Enak ya Cain bisa mendengar pikiran Haera ...." kata Teo cemburu.
"Aku saja hampir mati rasanya sampai bisa berbicara leluasa dengannya, sementara dia tanpa harus melewati apa yang kurasakan ...." kata Felix merasa tidak adil.
"Tunggu ... itu tandanya sekarang kau adalah penjahat!" kata Teo menunjuk Cain.
"Viviandem belum bangkit jadi tidak masalah ... lagipula tidak ada juga yang akan tahu kalau Cain diangkat sebagai pewaris sementara!" kata Felix.
"Bersyukur sisa pemain tidak meninggal semua sudah cukup, yang lainnya belakang saja dipikirkan ...." kata Tan.
"Jadi kita pilih siapa?" tanya Teo, "Catriona atau Tuoli?" sambungnya.
"Tuoli!" sahut Cain langsung tidak menyadari dirinya sendiri.
"Alasannya?" tanya Tom.
"Heh ... Goldwin? apa yang kau lakukan disini?" tanya Cain mengalihkan pembicaraan, "Aku tidak memanggilmu ...."
"Aku merasakan kau dalam bahaya ...." kata Goldwin yang langsung datang dengan wujud singa.
"Em? apa maksudmu?" tanya Cain tapi tiba-tiba perasannya juga tidak enak dan menoleh ke arah jendela yang bisa dilihat jelas gerbang sekolah.
Gerbang sekolah di tabrak dua mobil besar dan banyak mobil serta motor juga di belakang ikut masuk ke dalam pekarangan sekolah. Semua siswa/siswi panik, begitupun guru-guru yang langsung menelepon pihak yang berwajib. Pak Acton diseret oleh salah satu pria berpakaian serba hitam. Pak Acton sudah tidak sadarkan diri dengan banyak luka tanda sudah berusaha menjadi penjaga sekolah dengan baik hanya saja lawannya sangat banyak.
Para preman berlari masuk ke dalam gedung sekolah membuat murid berlari ketakutan dan mencari tempat bersembunyi.
"Siapa yang bernama Cain Vale Wilmer?" teriak preman.
"Sepertinya ulah Efrain ...." kata Tan.
Tak lama kemudian datang lagi preman dari pihak Tuoli. Geng preman yang sedang berada di dalam sekolah langsung berlari ke luar dan bentrokan antar kedua geng itu tidak bisa terhindarkan. Salah seorang wanita dengan penampilan yang anggun menghampiri mereka dan langsung berlutut.
"Tolong selamatkan Catriona ... pilih putriku untuk hidup!"
Pak Egan yang melihat kelompok Felix masih ada di sana dan tidak mencari tempat persembunyian menghampiri.
"Kalian pergi darisini!" kata Pak Egan menyuruh FCT3 untuk pergi.
"Tukar kematian Catriona dengan Tuoli! kumohon ...." kata Ibu Catriona.
"Apa maksud ibu?" tanya Pak Egan tidak mengerti.
"Dia! dia bisa menukar kematian seseorang ...." jawab Ibu Catriona menunjuk Cain.
"Mereka ini hanya anak SD kelas 4, bu! apa maksudnya dengan menukar kematian? sepertinya ada kesalahpahaman disini! saya mohon untuk membawa preman yang datang bersama dengan ibu keluar dari sekolah sekarang juga ...." kata Pak Egan.
"Mungkin Efrain tidak tahu kalau Felix lah yang menukar kematian ... berarti Franklin menyembunyikan fakta bahwa dia tidak menukar kematian lagi setelah pasangan pertama dan memberi Felix wewenang untuk pasangan pemain selanjutnya dan seterusnya sampai set permainan ini selesai ... atau ada hal lainnya yang tidak kita ketahui?" kata Tom berbisik.
Melihat keadaan yang sedang heboh dan tidak memungkinkan kelas berlangsung, Felix berniat untuk segera menukar kematian agar keadaan ini cepat berakhir.
"Aku akan kembali ...." kata Felix.
"Kau mau pergi sendiri?" tanya Cain.
"Kalau kita semua menghilang akan menimbulkan kecurigaan ... kalian harus tinggal disini untuk membuat alasan dengan kepergianku!" jawab Felix.
"Aku ikut kalau begitu!" kata Cain.
"Terlebih lagi kau tidak boleh ikut! nanti pasti polisi mencarimu untuk dimintai keterangan ...." kata Felix.
"Aku tidak bisa melepasmu pergi sendiri!" kata Cain.
"Kau mau ini terus berlangsung?" Felix menunjuk ke luar lapangan sekolah yang sudah ada polisi yang datang tapi hanya satu mobil sehingga dihajar habis oleh preman yang ada.
Guru yang melapor sudah menjelaskan situasi tapi sepertinya pihak kepolisian tidak mengira itu benar dan hanya mengirim bantuan kecil.
"Hahh?!" Cain merasakan sesuatu kemudian terdiam sejenak, "Pergilah ...." perintah Cain pada Haera.
"Apa yang terjadi?" tanya Teo.
"Tidak ... ini salah!" kata Felix.
"Catriona meninggal!" jawab Cain.
...-BERSAMBUNG-...