UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.446 - Menuju Sisi Lain Dari Mundclariss



"Harusnya aku tidak menghindar ...." kata Tom merasa bersalah.


"Bagaimanapun juga kita tidak terlihat, yang menjadi target Esurivaliati adalah orang yang dibelakangmu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri!" kata Tan.


"Ya, akan buruk kalau kau tertangkap dan wujudmu kelihatan. Kau juga akan dianggap sebagai ancaman oleh mereka dan ditembaki." kata Teo.


Tom menenangkan dirinya, "Bukan saatnya untuk ini!" Tom memukul kedua pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri, "Sepertinya kita sudah mendapat solusi ...." Tom mulai berdiri.


"Tidak perlu mencari cara untuk membuat mereka menutup lubang ini. Karena kemunculan Esurivaluati ini akan membuat lubang ini harus ditutup." kata Teo.


"Itu hanya sementara ... pasti setelah ini akan ada banyak misi dan orang-orang yang dikirim untuk ke bawah sana mencari hewan yang sama seperti Esurivaliati untuk dilenyapkan. Dan itu adalah kabar buruk! kalau mereka mengetahui apa yang ada di bawah sana atau lebih buruknya lagi malah membangun fasilitas di bawah sana." kata Tan.


"Sepertinya, siapapun yang melakukan ini ... dia berhasil! membuat kita serba salah ...." kata Tom.


"Jangan khawatir apanya! dasar Felix itu!" kata Teo memaki mengingat perkataan Felix yang tidak perlu khawatir dengan hewan apa yang berhasil naik. Buktinya sudah ada satu korban gara-gara hewan itu.


"Yang terpenting sekarang adalah tidak ada senjata yang mempan untuk membunuh Esurivaliati. Harus dengan menggunakan Isvintria yang hanya bisa dilakukan oleh Quiris." kata Tan.


"Intinya kita dalam masalah!" kata Tom.


"Tidak, kita memiliki seseorang!" kata Teo.


"Verlin!" seru Tan dan Tom bersamaan.


"Wah, kuakui kau memang ahlinya dalam ide." kata Tan.


"Jangan berlebihan memujiku! lagipula aku hanya lebih dulu ingat saja daripada kalian ...." kata Teo.


"Bukankah itu sudah menandakan kalau kau memang lebih unggul soal ide daripada kami yang lupa." kata Tan.


"Berhenti membuatku merasa senang!" kata Teo.


"Jadi kau memang mengaku senang?!" kata Tom.


Teo mengelak dengan batuk, "Aku akan pergi memanggil Verlin, kalian disini lakukan sesuatu untuk mengulur waktu."


"Kau yakin pergi sendirian?!" tanya Tan khawatir.


"Kurasa yang merencanakan ini tidaklah sampai memikirkan untuk mengatur kalau aku mencari bantuan dan menghadang di jalan ...." kata Teo percaya diri tidak ada jebakan lain yang menunggu.


Tan dan Tom menertawakan kepercayaan diri Teo yang berlebihan itu.


"Baiklah, hati-hati ...." kata Tom melepas Teo pergi.


Rumah dan Tempat kerja Verlin tidaklah terlalu jauh darisana karena berada di pusat kota juga walaupun bisa dibilang juga tidak terlalu tepat berada di pusat. Lebih tepatnya bisa dibilang pinggiran pusat kota. Verlin ataupun Zeki yang tidak datang ke lokasi kejadian pasti sedang berjaga sebagai Alexavier sehingga tidak bisa meninggalkan tempat yang dijaganya.


Alexavier bisa bebas pergi kalau mendapat firasat tempat yang dijaganya aman atau baik-baik saja tidak dalam bahaya. Tapi jika Alexavier mendapat firasat, maka tidak bisa meninggalkan tempat yang dijaga tersebut.


"Besar kemungkinan aku harus memaksa Verlin ...." kata Teo dalam hati sambil berlari.


Tan mengeluarkan beberapa botol ramuan sementara Tom membantu orang-orang disana agar bisa menghindar dari lidah Esurivaliati. Karena panik, orang-orang yang diselamatkan Tom tidak memperhatikan bagaimana mereka bisa menghindar.


Tan mencoba mendekati Esurivaliati tapi kesulitan karena hewan itu terus bergerak. Akhirnya Tan mengipas botol ramuan yang mengeluarkan asap itu ke arah Esurivaliati.


Perlahan Esurivaliati mulai bergerak melambat karena ramuan tidur Tan itu. Bahkan Tan yang memakai masker merasakan kantuk. Beberapa orang yang ada disana juga terjatuh tidur karena angin yang membawa uap dari ramuan tidur Tan.


"Kau berniat membuat semua yang ada disini tertidur?!" kata Tom melihat yang ada disampingnya jatuh tidur semua.


"Hanya ini cara satu-satunya ...." kata Tan kesal upayanya seperti tidak dihargai.


Tapi berkat itu, Esurivaliati tertidur. Agen YCIA agak ragu mendekat membuat Tan dan Tom gemas sendiri.


"Cepat, tidak!" teriak Tom.


"Memangnya mereka bisa dengar?!" kata Tan.


Esurivaliati berhasil dirantai dan segera diikat kemudian diberi pengaman di mulutnya. Mobil telah disiapkan untuk membawanya. Tapi ternyata efek ramuan tidur dari Tan tidak bisa bertahan lama. Padahal untuk manusia masih terus berefek. Esurivaliati mengamuk saat akan dibawa naik ke dalam mobil. Beruntungnya mulutnya sudah diberi pengaman sehingga tidak bisa langsung memangsa orang yang berada di dekatnya. Agen yang memegang rantai dibuat terpental.


Tan dan Tom tidak punya pilihan lain selain harus mengambil alih rantai itu agar Esurivaliati tidak bergerak bebas. Tan menarik dari sisi kanan sedangkan Tom disisi sebaliknya untuk membuat hewan itu tetap berada di tengah. Terlihat Esurivaliati mengamuk tapi tidak bisa bergerak. Tidaklah terlihat aneh karena dua rantai tidaklah seperti ada yang menarik. Tan dan Tom berada di dekat hewan itu sehingga rantai hanya seperti tertarik turun. Beruntungnya karena Tan dan Tom masih bertubuh kecil sehingga bisa mengakali hal itu.


Sementara Teo sudah sampai di depan tempat kerja Verlin, "Kau sudah tahu, kan?!" tanya Teo masih menstabilkan pernapasannya.


"Aku sempat masuk ke salah satu mobil yang lewat dan kembali turun setelah tahu. Dari deskripsinya, apa itu Esurivaliati?!" tanya Verlin.


"Iya, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kau harus membantu kami!" kata Teo.


"Baiklah, kalau begitu kau berjaga disini menggantikanku." kata Verlin.


"Hehh?!" Teo bingung, "Semudah ini?! kukira dia akan menolak ...." sambungnya dalam hati.


"Daritadi aku sudah menunggu salah satu dari kalian untuk datang menggantikanku disini berjaga. Bagaimanapun juga perasaanku tidak enak, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan disini begitu saja." kata Verlin bergegas berangkat, "Aku merasa akan ada sesuatu terjadi disini, jadi waspadalah! jangan sampai tempat yang kujaga sebagai Alexavier mendapat serangan atau apapun itu!"


"Okey ... okey!" Teo menurut saja dengan cepat agar Verlin juga bisa berangkat cepat, "Dengan begini ... masalah disana akan terselesaikan dengan cepat." Teo akhirnya bisa bernapas lega dan duduk di depan Toko Kacamata Gavin menggantikan Verlin berjaga sementara.


***


Felix yang sudah berenang lama belum melihat dasar sama sekali. Cairan asam itu memang tidaklah panas dan membuat kulit terbakar bagi Felix melainkan sebaliknya terasa dingin dan membekukan kulit. Felix harus menyalakan api hijaunya setiap kali ada bagian tubuhnya yang membeku. Tapi karena belum sepenuhnya menguasai hal itu, efeknya tidak terlalu sempurna.


"Setidaknya, aku bisa bertahan di dalam sini sudah bagus ...." kata Felix mengambil sisi positifnya saja.


"Harusnya kau bersyukur, Caelvita Tidak Resmi sama sekali seharusnya tidak bisa melakukan itu." kata Iriana menohok.


"Makanya ... aku bilang begitu tadi ...." Felix sebal.


Tanpa disadari tangan Felix keluar dari air saat berenang, "Sudah sampai ya?!" Felix bersiap untuk melompat karena sudah tahu kalau di bawah sana sudah tidak ada air. Tubuh Felix yang kaku akibat dingin tidak bisa dikendalikan dengan baik berakibat Felix tidak bisa mendarat dengan baik, "Aw!"


Air sudah terlihat mengambang jauh di atas kepalanya, "Perbedaannya dengan yang ada di Ruleorum, air yang disebut air kematian ini ... di bawah permukaan tidak membeku, apa ada alasan kenapa bisa berbeda?!" Felix memakai mahkota Ruleorum dan akhirnya bisa melihat semuanya secara jelas. Tidak seperti di Mundebris yang ada di istana Ruleorum, disana hanya terlihat dinding batu yang sangat keras, "Setidaknya jalan untuk menuju dunia lain Mundclariss tidak jelas terlihat walau sudah memakai Mahkota Ruleorum sekalipun. "Apa aku terlalu berlebihan mengira semua korban menyebrang ke dunia lain?!"


...-BERSAMBUNG-...