
"Karena akhir-akhir ini jarang bertemu, aku jadi lupa kalau kau orang menyebalkan seperti ini!" kata Tom tiba di Mundebris menggunakan gerbangnya bukan gerbang Felix.
"Kau itu sama seperti denganku! saat ini pun kau sedang membicarakan dirimu sendiri ...." kata Felix.
"Setidaknya aku masih dibawahmu soal kepribadian buruk!" kata Tom.
"Apa maksudmu? kau bahkan jauh lebih menyebalkan dari diriku sendiri!" kata Felix.
"Wah ... jadi begini orang-orang menatapku ...." kata Tom tercengang mengetahui selama ini sikapnya yang seperti itu dari sudut pandang orang lain sangatlah buruk setelah merasakannya sendiri, "Aku harus berubah ...."
Duarte yang datang mengakibatkan angin kencang, "Tuan Muda ... baru saja sejam sudah kembali lagi ... wah pergantian personel!" Duarte menyapa kemudian melihat kalau bukan lagi Teo yang menemani.
"Wah, rasanya menyenangkan kalau ada yang mudah membedakan kami. Di Mundclariss, katanya kami bertiga sama." kata Tom.
"Walau penampilan bahkan suarapun sama, tapi aura yang dipancarkan berbeda Tuan Muda." kata Duarte.
Felix hanya bisa menatap dingin disaat Duarte terus saja melakukan segala cara untuk mengalihkan pembicaraan.
Sejam yang lalu atau kemarin, Ratu Kerajaan Sanguiber jelas-jelas datang ke neraka. Setelah mengetahui bahwa Felix ada disana berkat Duarte, akhirnya beliau cepat pergi dan meninggalkan penjahat yang ditangkapnya tanpa sempat untuk dimasukkan ke dalam penjara.
Ratu Sanguiber melakukan itu bisa saja karena dia memang hanya ingin saja atau karena tanggung jawabnya yang sebagai seorang Hakim Tertinggi tapi karena Mundebris masih belum kembali normal makanya dia menangkap penjahat saja dulu. Jika bukan karena itu, entah Felix asal menebak atau memang berharap tapi Felix mengira itu dilakukan untuk membantunya.
Penjahat yang ditangkapnya itu saat sadar tidak mengingat siapa yang menangkapnya dan bagaimana dia bisa ada disana. Felix dengan jelas membaca pikiran Setengah Viviandem itu tapi tidak ditemukan ingatan dirinya bertemu dengan Ratu Sanguiber.
"Seharusnya kan kau menemani dia bukannya aku! kau itu Unimaris dia kan?!" kata Felix lewat pikiran pada Duarte sehingga tidak didengar oleh Tom yang duduk dibelakang Felix.
"Sekarang masih masa penstabilan, Viviandem dan Unimaris seharusnya masih belum melakukan misi." kata Duarte.
"Seharusnya begitu kan?" Felix menyeringai, "Viviandem seharusnya belum ada yang bisa hidup di masa ini!"
"Percayalah Tuan Muda ... semua yang dilakukan Yang Mulia Ratu untuk melindungi Tuan Muda. Kenyataan bahwa Yang Mulia Ratu bisa hidup di masa ini adalah sebuah rahasia besar yang tidak bisa diketahui oleh siapapun. Itu semua demi Tuan Muda ...." kata Duarte.
"Maaf saja! tapi itu tidak membuatku terharu sama sekali ...." kata Felix.
"Tuan Muda dan Yang Mulia Ratu sangatlah mirip. Bukan hanya dari wajah tapi dari kepribadian juga ...." kata Duarte dipikiran lain yang tidak bisa didengar oleh Felix.
Setelah mendekati daerah neraka, Duarte mulai membuat dirinya menghilang dan juga membuat Felix dan Tom yang ada di punggungnya ikut menghilang. Setelah mendarat, Duarte langsung memasang perisai pelindung yang cukup untuk menampung mereka.
Felix bersandar pada Duarte, menunggu Tom yang sedang menyiapkan ramuannya. Tidak seperti saat bersama Teo, Felix harus mengawasi Teo tapi kalau bersama Tom, Felix tidak perlu khawatir dan hanya perlu menunggu saja.
"Sudah selesai!" kata Tom.
Duarte yang sempat tertidur sebentar langsung membuka matanya karena kaget. Tapi Tom benar-benar sudah tidak terlihat.
"Cepatnya ...." kata Duarte yang seperti baru tidur lima menit.
"Seperti kemarin, kau tinggal di luar mengawasi!" kata Felix pada Duarte.
"Siap, Tuan Muda!" kata Duarte begitu bersemangat.
"Hahh ... padahal kemarin kau ingin sekali ikut masuk tapi setelah tahu kalau di luar kau bisa berguna ... kau jadi berubah begini!" kata Felix.
Duarte membuat dirinya mengecil dan mengawasi di luar dekat gerbang masuk neraka. Penjahat kemarin sudah tidak ada di depan gerbang masuk, hanya ada dua kemungkinan sudah ada yang membawanya masuk untuk dikurung atau ada yang melepaskannya.
Ratu Sanguiber termasuk salah satunya jadi bisa mengurung penjahat sesuka hatinya. Tapi karena kedatangan Felix kemarin yang tidak diketahui oleh Ratu Sanguiber jadi dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya sehingga hanya meninggalkan penjahat itu di depan gerbang neraka.
"Kau masuklah dulu!" kata Felix.
"Katanya kau sudah selesai mencari disana ...." kata Tom melihat Felix ingin masuk ke neraka setengah manusia.
"Aku hanya ingin memastikan saja ... kau duluan saja, nanti aku akan menyusul!" kata Felix.
"Baiklah ...." kata Tom santai.
"Kau tidak apa-apa kan masuk sendirian?" tanya Felix.
"Kau pikir aku takut atau apa?" Tom jengkel dan langsung masuk neraka manusia meninggalkan Felix.
"Mana mungkin ...." kata Felix dalam hati.
Tom memang masih takut dengan hantu tapi ketakutannya itu sudah mulai ia lawan dan hadapi. Di dalam neraka memang faktanya semua adalah hantu tapi jika Tom sepemikiran dengan Felix pasti tidak akan takut jika masuk neraka.
Dan benar, Tom tidak peduli dan hanya terus mencari di dalam neraka manusia dengan santai. Felix ikut masuk setelah dari neraka setengah manusia tapi tidak ditemukan penjahat yang kemarin. Itu menandakan ada yang melepaskannya. Felix juga tidak bisa melakukan apa-apa karena takut keberadaannya di neraka akan ketahuan jika ia turun tangan memasukkan penjahat itu ke dalam neraka.
Ketakutan Tom akan hantu sepertinya hanyalah ketakutan yang dibuatnya sendiri. Buktinya jika melihat makhluk seram lainnya atau situasi yang mengerikan dia tidaklah takut. Tandanya Tom hanyalah takut pada nama hantu bukan hantu itu sendiri. Tidak seperti Teo yang memang lemah akan hal seram.
"Teo kemarin, takut melihat pemandangan ini ...." kata Felix menyusul dan berjalan disamping Tom.
"Apa yang perlu ditakutkan juga dari pemandangan ini? mereka juga tidak bisa menyerang kita karena sedang disiksa!" kata Tom.
"Kau tidak kasihan?" tanya Felix.
"Kasihan? mereka menjalani ini karena kesalahan mereka juga. Sudah sepantasnya mereka mendapatkan hukuman ini ... kenapa harus kasihan?!" kata Tom.
"Inilah kenapa Cain membenciku ...." kata Felix.
"Hah?" Tom tidak mengerti.
"Akhirnya aku sadar beginilah menyebalkannya aku ...." kata Felix.
"Haha ... sudahlah! jadi dimana terakhir pencarian kalian kemarin?" kata Tom.
"Sudah lumayan jauh ... disana!" tunjuk Felix.
"Ow lumayan juga Teo ...." kata Tom berseru dan mulai berlari, "Kasihan? tentu saja kasihan Felix ... baik itu kau dan aku pasti merasakan yang sama. Siapa yang tidak kasihan mendengar suara tangisan kesakitan mereka dan melihat bagaimana mereka disiksa ... tapi baik itu kau dan aku tahu bagaimana cara menyembunyikan perasaan itu. Dengan kau menanyakan itu saja menandakan kau tahu dan khawatir denganku ... karena kaupun merasakan yang sama ...." kata Tom dalam hati.
Pencarian mereka dimulai kembali dari tempat terakhir pencarian Felix dan Teo kemarin. Tapi baru saja memulai ada ketukan dari Teo yang sekarang ada di Mundclariss sedang istirahat.
"Ada apa Teo?" tanya Felix membuka jaringan Alvaudennya.
"Teo?" tanya Tom dan Tan yang juga otomatis bergabung masuk kedalam jaringan.
"Sepertinya kalian harus kembali ...." kata Teo.
...-BERSAMBUNG-...