UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.291 - Kemampuan Langka



"Aku tahunya, bahwa pada dasarnya semua Viviandem bisa merasakan batu permata yang menjadi ciri khas dari kaumnya. Seperti Verlin yang bisa mengetahui bahwa ada batu permata safir yang sedang terkubur di dalam tanah ... tapi aku tidak tahu kalau itu bisa digunakan untuk menjadi seperti alat pelacak canggih seperti buatan Mundclariss ...." kata Tan.


Felix diam-diam saling melirik dengan Banks, "Tidak ada waktu ... saat ini pasti semua Iblis sedang berada di Mundebris untuk bersembunyi dari Purgaedis. Kita harus melakukan ini sebelum mereka kembali."


"Apa sesingkat itu efeknya? kukira setidaknya akan memakan waktu sekitar 10 tahun .. lah ...." kata Teo.


"Efrain itu cerdas, dia sudah tahu di masa depan aku akan melakukan ini jadinya dia sudah melakukan tindakan pencegahan ... efek dari Purgaedis akan segera menghilang kalau kita tidak bergerak cepat." kata Felix.


"Apa maksudnya kau memujinya begitu?!" Teo sebal.


Tan, Teo dan Tom berangkat ke masing-masing tujuan menggunakan pesawat agar bisa cepat sampai. Felix juga berangkat untuk menanam di ujung lainnya. Tan ke selatan, Teo ke barat, Tom ke utara dan Felix ke timur.


Tan membujuk bunga yang sudah melakukan kontrak dengannya, "Kau yakin ini tidak akan mempengaruhi pertumbuhanku?" tanya Bunga itu khawatir.


"Tentu saja, malah akan membuatmu semakin tinggi, akar mu menjadi kuat dan kau juga semakin sehat ...." Tan membujuk tapi tidak memberitahu apa yang ada di dalam tas kecil itu bahwa berisi batu permata emerald. Sebisa mungkin tidak ada yang tahu rencana ini selain mereka.


"Baiklah ...." Bunga itu pasrah saja dan mulai keluar sendiri dari dalam tanah. Tan langsung mengikat tas kecil itu di akar bunga dan membantu menanam bunga itu kembali.


Sedangkan Teo menanamnya di akar rumput liar yang sudah tumbuh besar dan tinggi. Sudah mulai tidak bisa disebut sebagai rumput lagi sebenarnya karena ukurannya itu.


"Memangnya ini apa?" Rumput itu berusaha melihat apa yang ada di dalam kantongan kecil itu.


"Sudah kubilang ini vitamin!" kata Teo.


"Lalu kenapa kau tidak memberi kami juga?!" Rumput lainnya protes bersamaan.


"Hanya perlu satu untuk semua ... kalian juga akan terkena efeknya. Jadi lindungi dan jangan sampai ada yang menariknya keluar!" kata Teo.


Sementara Tom menaruhnya di akar Pohon Pangeran Tidur. Tidak sulit karena pohon itu hanya terus tidur dan pasrah saja dengan apa yang dilakukan Tom.


"Angkat sedikit akar yang ini!" perintah Tom memukul-mukul akar besar pohon itu.


Pohon Pangeran Tidur hanya menurut saja mengeluarkan akarnya itu dan memudahkan Tom mengikat tas kecil berisi emerald itu.


"Sekarang masukkan kembali ke dalam tanah! sudah selesai ...." Tom memukul batang pohon untuk membangunkannya.


Pohon Pangeran Tidur memasukkan kembali akarnya dengan mata tetap tertutup.


Tas kecil yang menyimpan emerald itu adalah buatan Banks jadi akan membuat Quiris tidak bisa merasakan bahwa yang didalamnya adalah emerald. Terlebih lagi jika sudah ditanam bersama akar pohon, emerald akan sepenuhnya tersembunyi dan tidak bisa dirasakan lagi keberadaannya karena tertutup oleh tanaman itu sendiri.


Kali ini Felix yang berada di timur, belum ada dari Tiga Kembar yang kesana melakukan kontrak jadi tidak diketahui tanaman apa yang ada disana. Bersyukur jika tanaman itu sudah melakukan kontrak dengan Tiga Kembar tapi jika belum, bisa repot lagi untuk dibujuk.


Felix tiba dibagian Timur dan merasakan ketiga emerald sudah berada di dalam tanah sekarang, "Kerja bagus!" kata Felix.


"Tidak ada pilihan lain ...." Felix membuka bajunya dan mulai masuk menyelam ke dalam air sungai untuk menanamnya di tanaman bawah air sungai. Felix tahu bahwa pasti ada tanaman di dasar sungai dan mulai menyelam lebih dalam lagi tapi setelah hampir sampai, darah keluar dari mulut, hidung, mata dan telinga Felix. Felix sesak napas dan rasa sakit menjalar keseluruh tubuhnya jadi terpaksa dia harus kembali ke permukaan, "Hahh ...." Sampai di darat semuanya kembali normal kembali, "Jadi ... kau penyebabnya!" Felix melihat Veneormi sibuk berjalan mondar-mandir di nadinya.


Veneormi adalah makhluk yang lahir dan besar di Neraka. Hewan yang terbiasa dengan kondisi panas kemudian masuk ke dalam air akan membuatnya lemah. Tidak punya pilihan lain selain harus menyembuhkan dirinya dengan menghancurkan organ dalam Felix untuk bertahan hidup.


"Bisa-bisa aku mati jika berenang lagi ...." Felix memikirkan apa yang harus dilakukannya.


"Tuan Muda ...." sapa seekor hewan yang sedang lewat dengan menikmati tidur santai di atas daun besar dengan menggunakan aliran air yang membawanya melewati sungai dan tidak sengaja bertemu Felix.


"Kau bisa berenang?" tanya Felix.


"Tentu saja ... nama belakang saya adalah ikan." jawabnya.


Felix tidak tahu hewan apa yang ada dihadapannya saat ini dan lebih tidak bisa mempercayainya untuk menaruh emerald. Ditambah lagi, nama belakang yang seperti asal-asalan disebut itu.


Hewan yang bentuknya seperti kelinci itu tapi berkepala kura-kura melompat masuk ke dalam air.


"Kau ... putri duyung?!" kata Felix melihat kaki kelincinya tadi berubah menjadi ekor ikan.


"Lebih tepatnya putra duyung!" katanya sambil tertawa.


Putri duyung tentunya terkenal akan kesetiaannya menjaga daerah perairan dan tidak pernah sekalipun mengkhianati Caelvita. Sebaliknya kaum mereka selalu datang menawarkan bantuan terlebih dahulu.


"Bisa aku meminta bantuan?" tanya Felix.


"Tentu saja Tuan Muda! kami berlari cepat di daratan dan berenang cepat di perairan. Kaum kami tidak pernah terkenal akan kelambatan kami melainkan kecepatan kami yang melegenda ...." jawabnya begitu bangga.


"Di dasar sungai ada tanaman, tas ini kau ikat di akar tanaman itu dan tanam kembali dengan baik!" kata Felix.


"Ah, iya disini memang banyak ditumbuhi rumput sungai karena aliran air terbilang cukup tenang. Saya akan melaksanakan perintah Tuan Muda dengan sempurna dan kembali melapor setelah selesai." Putra duyung itu tampak ceria dengan melompat mengambil tas kecil di tangan Felix dan mulai menyelam.


Tak lama kemudian Felix merasakan sebuah koneksi dari emerald yang kini berada di dalam tanah saling berhubungan dan tak lama kemudian terbentuklah garis hijau yang hanya bisa dilihat oleh Felix seorang.


"Sudah selesai, Tuan Muda!" Putra duyung kembali ke permukaan dan melapor pada Felix.


"Ya, kerja bagus! terimakasih." kata Felix tersenyum.


"Di dalam tas itu ... sepertinya saya tahu apa isinya!" kata Putra duyung membuat Felix terkejut mendengar itu, "Caelvita-47 pernah melakukan yang sama dan memenuhi dasar sungai dengan itu ... tapi musuh mengetahuinya. Itu menjadi sejarah kelam bagi Putra duyung karena saat itu kaum kami dibantai karena tetap mempertahankan daerah perairan untuk tidak dimasuki oleh musuh. Air sungai juga saat itu tercemar butuh waktu lama baru bisa kembali normal ... bagaimana bisa Tuan Muda juga melakukan hal yang sama? apa Tuan Muda juga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan Caelvita-47?"


...-BERSAMBUNG-...