
"Dengan jelas disini dijelaskan kalau membunuh anak itu bisa membuat Tuoli hidup!" kata Shilin, calon istri Tuoli.
"Tidak perlu sampai begitu ... bukankah sudah kuperlihatkan ada bunga yang bisa menukar kematian! aku hanya bisa menemukan bunga yang memiliki nama Catriona!" kata Tuoli.
"Bagaimana kalau kau tidak menemukannya? waktumu cuma sampai besok!" kata Shilin.
"Jadi bagaimana rencanamu?" tanya Ayah Tuoli.
"Ada dua cara! kita menyuruh para preman yang ada diluar itu untuk berpura-pura menjadi penggemar gila Catriona dan membunuhnya atau aku sendiri yang harus turun tangan!" jawab Shilin.
"Keadaan berubah jadi gawat begini! sebenarnya aku sudah mengira kalau akan ada kejadian seperti ini tapi tidak terbayangkan kalau keluarga para pemain akan seagresif ini ...." kata Tan.
"Kemungkinan terburuknya akan terjadi peperangan dalam skala kecil oleh kedua keluarga ...." kata Felix.
***
Sementara itu Cain, Teo dan Tom yang sudah sampai di rumah keluarga besar Catriona juga dikagetkan oleh penjagaan ketat dari sekumpulan preman.
"Aku tidak mau mati! sudah susah-susah aku sampai ke tahap ini dan menggapai impianku menjadi seorang penyanyi tapi harus mati baru beberapa hari debut? tidak! aku tidak mau!" teriak Catriona tidak seperti image nya menjadi penyanyi yang imut.
"Memang Yardley akan menjadi gempar kalau ini sampai terjadi! dia akan tercatat dalam sejarah menjadi penyanyi dengan karir paling pendek!" kata Tom.
"Diam, kau!" Teo memukul Tom.
"Ayah akan membayar preman yang ada diluar untuk membunuh Seniman Tuoli itu!"
"Kudengar ... keluarga Tuoli juga menyewa preman!" kata Ibu Catriona.
"Preman yang ada di luar itu adalah geng preman paling tangguh di kota ini!" kata Ayah Catriona.
"Tapi ... meski ini demi Catriona, membunuh seseorang adalah kesalahan!" kata Ibu Catriona.
"Jadi, ibu lebih memilih aku mati?!" teriak Catriona merasa sangat kecewa.
"Bukan begitu ... bukankah ada yang bertanggung jawab menukar kematian kalian! kita bisa memohon pada orang itu untuk memilihmu! lebih baik begitu daripada harus membunuh ...." kata Ibu Catriona.
"Ibu, mau mencari dimana orang itu? sudah jelas-jelas kalau dia itu bukan manusia!" kata Catriona.
"Padahal dia hanyalah anak SD!" kata Cain menyebutkan Felix sebagai orang yang bertanggung jawab. Teo dan Tom tertawa di sela-sela ketegangan keluarga itu.
Cain merasakan kedatangan Felix di pikirannya, "Jadi bagaimana keadaan disana?" tanya Felix melalui pikiran.
"Buruk! bagaimana? kita bertemu sekarang?" kata Cain.
"Aku lapar!" kata Teo memegang perutnya yang berbunyi.
"Hahh ... kita bertemu di restoran cepat saji! ada yang lapar!" kata Cain sambil menghela napas.
***
"Aku disini ...." kata Felix.
"Kau sedang berbicara dengan siapa?" tanya Tom mengunyah sandwich nya.
"Banks mencariku!" sahut Felix tidak makan karena takut dimuntahkan lagi, padahal sandwich restoran cepat saji itu adalah kesukaannya.
"Harusnya kau makan saja dulu! kalau kau memuntahkannya, setidaknya pasti ada yang tinggal ... masa keluar semua!" kata Teo.
Felix tidak merasa terganggu atau kecewa melihat sahabatnya itu sibuk makan dengan lahap. Karena ia tahu kalau mereka melakukan itu demi dirinya juga. Kalau mereka ikut-ikutan tidak mau makan seperti Felix, bukannya setia kawan tapi malah akan membahayakan karena tidak ada yang menjaganya disaat sakit.
"Jadi kita memilih siapa?" tanya Tan.
"Penyanyi itu bisa menghibur banyak orang!" kata Teo.
"Pelukis sangat bermanfaat untuk memajukan seni Yardley! kau tahu ... banyak yang menjadi penyanyi tapi yang menjadi pelukis profesional hanya sedikit! hanya yang betul-betul berbakat ... jangan bilang kau itu penggemar Catriona?!" kata Cain.
"Memangnya menjadi penggemar atau bukan adalah masalah sekarang? menjadi penyanyi itu tidak segampang membuang tissue! perlu latihan bertahun-tahun! tidak semua bisa menjadi penyanyi hanya karena ingin menjadi penyanyi ...." kata Teo.
"Hem ...." untuk pertama kalinya Felix sakit kepala mendengar perdebatan mereka.
"Kita pilih berdasarkan umur saja? siapa yang paling berumur panjang?" tanya Teo.
"Tuoli akan berumur panjang! Catriona akan meninggal 5 tahun kemudian!" jawab Felix.
"Seharusnya dari awal kita menanyakan hal ini ... daripada harus lama-lama berdebat!" kata Tom.
"Masih ada pertanyaan penentu! apa alasan Franklin memilih mereka berdua sebagai pemain?" tanya Cain membuat masalah yang sudah terselesaikan kembali dibongkar.
Seseorang tiba-tiba muncul di atas meja mereka, "Haera!" seru Felix.
"Untuk membuat kalian tertidur!" kata Haera membuat Tan, Teo dan Tom langsung tertidur membenturkan kepala di atas meja serta semua yang berada dalam radius 90 meter juga ikut tertidur.
Sedangkan Cain merasakan sakit kepala yang luar biasa sampai-sampai menabrak semua meja dan kursi yang ada disana.
"Apa yang kau lakukan, Haera?!" teriak Felix yang pikirannya sudah kebal oleh Haera jadi perkataan Haera tidak mempan padanya.
"Franklin telah dibunuh oleh Efrain!" kata Haera melalui pikiran dan meneteskan air mata.
"Apa? jadi bagaimana dengan permainannya? apa semua sisa pemain akan meninggal?" tanya Felix panik dan mulai membantu Cain.
"Caelvita harus menjadi pewaris sementara pusaka papan permainan tukar kematian!" jawab Haera melalui pikiran.
"Kau tidak perlu membuat mereka semua tertidur!" kata Felix kesal.
"Jika terjadi sesuatu dengan pewaris papan permainan tukar kematian biasanya semua pemain akan langsung meninggal tapi Franklin berbeda, dia sudah membuat wasiat dengan sisa napas nya yang tersisa ... pewaris selanjutnya akan dipilih diantara Caelvita dan Alvauden generasi sekarang! membuat Alvauden dalam keadaan tidur akan membuat mereka tidak terpilih menjadi pewaris? apa Lix mau kalau mereka menjadi pewaris dan menjadi target Efrain selanjutnya?" kata Haera lewat pikiran.
Setelah mendengar itu, Felix akhirnya mengetahui bahwa Haera hanya ingin menyelamatkan Alvaudennya dengan mengecualikan mereka menjadi kandidat pewaris. Tapi saat ini Cain tidak tertidur, membuat Felix khawatir.
Cain masih terlihat sangat kesakitan dan pastinya saat ini tidak bisa berpikiran jernih. Felix menelepon Mertie di tengah malam itu untuk datang. Tapi saat sampai Mertie heboh menjelaskan apa yang terjadi di perjalanannya kemari, banyak pengendara mobil yang tertidur di dalam mobil, banyak juga yang tertidur di jalanan.
"Mereka tidak dalam bahaya kan?" tanya Felix pada Haera takut kalau terjadi kecelakaan dengan mereka yang tiba-tiba tertidur.
"Mereka tidak akan apa-apa!" sahut Haera lewat pikiran, bahkan bagi yang sedang melakukan pekerjaan proyek konstruksi bangunan dan berada di ketinggian tetap baik-baik saja walau sedang tertidur.
"Hapus cctv yang ada disini dan seluruh jejak kami yang ada di sekitar sini!" perintah Felix.
"Walau dihapus kalau mereka bangun pasti akan mengingat kalian datang sebagai tamu terakhirnya sebelum pingsan ...." kata Mertie.
"Mereka tidak akan ingat!" kata Haera menghapus ingatan para pekerja yang ada di restoran cepat saji itu.
"Hapus saja!" kata Felix pada Mertie setelah mendengar perkataan Haera.
"Apa yang terjadi dengannya?" tanya Mertie melirik Cain yang ingin membenturkan kepalanya tapi ditahan oleh Felix.
Felix yang tidak terlalu punya tenaga untuk menahan Cain membuat Cain melepaskan diri dan membenturkan kepalanya sampai berdarah. Tapi setelah itu Cain diam dan tidak merasakan kepalanya sakit lagi.
"Tidak!" kata Felix tidak bisa menerima apa yang dilihatnya.
Pusaka papan permainan muncul di tangan Cain menandakan dia dipilih sebagai pewaris sementara.
...-BERSAMBUNG-...