UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.289 - Anti Virus



Hari mulai semakin terang dengan orang-orang yang mulai bersiap-siap untuk memulai aktivitas masing-masing. Felix hanya berdiam diri di tengah kerumunan pekerja kantor yang mengantri di depan pintu masuk kereta.


Baru saja ada yang menyenggolnya dan Felix merasakan hal yang sama seperti tadi, "Berarti dia juga sudah dirasuki oleh Iblis." Felix memandangi sekelilingnya, "Bisa jadi semua yang ada disini sudah dirasuki oleh Iblis. Apa yang harus kulakukan? tidak mungkin aku bisa melepas semua aura Iblis yang menempel dalam pikiran mereka satu per satu. Tidak mungkin aku bisa mengajak mereka bersalaman satu-satu."


Felix menyesalkan dirinya terlambat mengetahui hal itu. Dia sebenarnya sudah tahu jika ada yang dilakukan oleh Iblis lain selain membunuh tapi perbuatan ini bahkan lebih dari pembunuhan, "Mundclariss akan hancur secara perlahan-lahan. Tidak akan ada lagi niat untuk melakukan hal baik tapi semua manusia hanya akan dipenuhi pikiran buruk."


Suara dari Tan, Teo dan Tom yang mencarinya tidak didengarkan dan Felix hanya terus berdiam diri mematung.


"Maaf, Felix ... kau mendapatkan warisan yang seperti ini dariku!" kata Iriana.


"Efrain luar biasa bisa memikirkan hal seperti ini ...." kata Felix.


"Dulunya dia juga sama sepertimu yang sangat memperdulikan manusia. Bahkan lebih mengutamakan menyelamatkan manusia dibanding kaumnya sendiri. Efrain dulu disebut-sebut sebagai keturunan Leaure karena kepribadiannya yang hangat dan suka menolong itu. Tapi seseorang akan berubah setelah mengalami kejadian buruk ... Efrain tidak beruntung karena tidak ingin memiliki siapapun untuk menariknya keluar dari kegelapan. Sama seperti 1 kesalahan akan membuat 1000 kebaikan dilupakan dan 1 orang yang sangat memperdulikan kita akan tidak kita sadari kehadirannya karena 1000 orang yang membenci." kata Iriana.


"Dan satu orang yang peduli dengannya adalah kau? begitu maksudmu?" tanya Felix.


"Seandainya aku masih hidup, Efrain tidak akan berubah menjadi seperti ini. Tapi tidak ada yang bisa merubah takdir bahwa sekarang aku sudah mati. Bahkan jika Efrain berusaha membangkitkanku itu tidak akan berhasil. Kau lihat kan bagaimana jiwamu tertarik masuk ke dalam jasadku ... itu karena jiwaku sudah tidak ada di dunia ini ... bahkan di Mundebris sekalipun, dunia yang tanpa kemustahilan itu juga memiliki sesuatu yang mustahil." jawab Iriana.


"Mundclariss akan hancur, Iriana ...." kata Felix mengacak rambutnya frustasi.


"Mundclariss tidak perlu khawatir, karena ada dirimu yang akan menyelamatkannya." kata Iriana.


"Enak saja kalau berbicara!" Felix kesal.


"Memang mau bagaimana lagi?! yang bisa kulakukan sekarang hanyalah berbicara." kata Iriana tertawa.


"Mundclariss bukanlah area kekuasaan Caelvita ...." gumam Felix.


"Tapi kau memiliki kekuatan untuk melindungi, lebih baik dipakai daripada tidak kan?!" kata Iriana dengan nada menyebalkan, "Aku tidak akan menyalahkanmu jika mengindari ini ... kau tidaklah lari dari tanggung jawab karena ini memang bukan dunia kekuasaan Caelvita." Iriana mulai serius setelah Felix hanya diam saja dan mengabaikan candaannya.


Felix mulai berdiri setelah lama diam duduk dan berpikir, "Ada alasannya kenapa masalah ini muncul di eraku. Beban ini ada karena aku bisa memikulnya." Felix mengeluarkan tongkat Caelvitanya.


Omelan Teo mulai bernyanyi ditelinga Felix membuatnya tidak bisa mengabaikannya lagi, "Ada apa?" tanya Felix.


"Apa yang sedang kau lakukan? kau ada dimana?" tanya Teo buru-buru.


"Aku sedang memburu Iblis!" jawab Felix.


"Hahh?!" Tiga Kembar bersamaan.


"Memburu Iblis apa maksudmu? terjadi sesuatu kah di Desa Kimber?" tanya Tom.


"Tapi Mertie santai saja kelihatannya ...." kata Teo melihat Mertie sedang duduk menikmati minumannya dengan menonton pertunjukan musik dipanggung.


Tiba-tiba sebuah gelombang hijau berkilauan sampai di tempat Tan, Teo dan Tom. Tentunya tidak ada yang bisa melihatnya selain mereka bertiga kecuali Mertie yang kini bisa melihat hantu juga bisa merasakan ada sesuatu walau tidak melihatnya. Mertie menjatuhkan minumannya karena tangannya gemetaran, "Perasaan apa ini?" Mertie tidak berhenti merinding.


"Ini ... Felix kan?!" kata Teo tergagap.


"Felix? apa ini? apa yang kau lakukan?" tanya Tan.


Felix jatuh pingsan di stasiun kereta setelah menggunakan kekuatan berlebihan. Felix membenturkan tongkatnya dan menggunakan hampir seluruh energi yang ada di dalam dirinya untuk mengirimkan gelombang yang menunjukkan kehadirannya itu. Belum jelas sampai dimana gelombang itu menyebar.


Felix melakukan itu untuk melepas aura Iblis yang melekat pada pikiran manusia. Biasanya jika untuk Quiris, Caelvita melakukan itu untuk memberitahu bahwa sedang berhadapan dengan Caelvita atau sebagai peringatan untuk mundur. Tapi bagi manusia, efek dari gelombang itu dapat menyapu bersih aura jahat yang menempel.


Ibarat seperti sebuah anti virus yang berguna untuk membersihkan virus, "Memang pada dasarnya Caelvita bagi Mundebris adalah pohon penghasil udara tapi bagi Mundclariss Caelvita adalah pohon penghasil udara untuk membersihkan hal buruk yang ada pada manusia. Kita ini memang sangat dibutuhkan Mundebris tapi kita juga sangat berguna bagi Mundclariss." perkataan Iriana yang didengar Felix sebelum kehilangan kesadaran.


***


"Tan! Tom! Felix sudah sadar ...." teriak Teo membuat Felix kesal karena baru bangun tapi langsung berisik.


"Bagaimana perasaanmu Felix? kau tidak tahu bagaimana khawatirnya kami!" kata Tan yang datang sambil berlari.


"Ini dimana?" tanya Felix yang penglihatannya masih kabur.


"Di Rumah Banks." jawab Tom.


Felix langsung bangun tapi terjatuh saat turun dari tempat tidur karena pusing.


"Kau baru melewatkan dua hari waktu Mundclariss, jangan khawatir!" kata Tom mengerti apa yang membuat Felix begitu.


"Yang Mulia memang selalu membuat saya terkejut dengan kemampuan penyembuhan Yang Mulia. Membuat saya jadi tidak terlalu berguna rasanya ...." kata Banks yang sedang terlihat menumbuk sesuatu di mejanya.


"Aku pernah baca di buku kalau katanya habis melakukan yang kau lakukan itu akan membuat Caelvita tidak sadarkan diri selama sebulan waktu Mundebris." kata Tan.


"Kukira kita tidak akan bertemu selama 1000 bulan ...." kata Teo tertawa.


"Hal yang Yang Mulia lakukan itu sangatlah mulia tapi juga berbahaya bagi Yang Mulia. Yang Mulia bisa saja tertidur selama 83 tahun lamanya." kata Banks dengan nada jengkel.


"Kalau aku tidak salah dengar kau sedang kesal denganku, ya?!" tanya Felix masih belum bisa menebak ekspresi seseorang karena penglihatannya yang kabur.


"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Tom.


"Kau hampir saja mengorbankan waktu yang banyak begitu untuk apa sebenarnya?" tanya Tom lagi.


"Bahkan tercatat hanya 31 Caelvita yang melakukan itu. Itu tandanya bukanlah hal umum yang biasa dilakukan oleh seorang Caelvita." kata Tan.


"Kau hampir saja bertemu kami, saat kami sudah tua!" kata Teo yang entah memang berniat bercanda atau tulus dari hatinya memang ingin mengatakan itu.


"Aku hanya main untung-untungan saja ... bahkan setelah melakukan Ultisidium aku bisa sadar hanya dalam 6 hari dan sepertinya bahkan tanpa istirahat pun sekarang. Jadi tidak menutup kemungkinan kalau aku juga bisa sadar cepat setelah melakukan Purgaedis." kata Felix.


Virus pada komputer akan merusak sistem komputer begitupun pada manusia akan merusak organ tubuh manusia. Tapi jika virus itu adalah Iblis, yang bisa membersihkan hanyalah Caelvita.


"Sampai mana Purgaedisku menyebar?" tanya Felix.


...-BERSAMBUNG-...