
"Apa maksudmu?! jadi ada yang bisa melewati cairan asam itu?!" tanya Teo yang mulai membiasakan diri berbicara dengan Winn lewat pikiran tanpa harus berbicara langsung yang suaranya bisa terdengar oleh orang lain.
"Selalu ada solusi untuk setiap hal selama kita mencari. Selalu ada cara untuk melanggar peraturan kalau kita memang siap untuk menerima konsekuensi. Selalu ada cara untuk melewati batas yang katanya mustahil untuk dilewati ... karena keterbatasan entah bagaimana menjadi sebuah tantangan dan motivasi." jawab Winn.
"Darisini atau darisana?" tanya Teo yang sebenarnya sedang tidak mood untuk mendengar petuah Winn.
"Darisini tentunya, dunia yang disana tidak sama seperti disini yang punya akses seperti gerbang yang akan bebas berpindah dunia. Tapi disana hidup dengan tenang tanpa mengetahui bahwa ada dunia lain. Hanya Kaum Ruleorum yang tahu karena mereka bertugas untuk menjemput yang meninggal." jawab Winn.
"Maksudmu disanalah dunia normal sementara kami disini ...." kata Teo tidak melanjutkan kalimatnya.
"Aku tidak menyiratkannya begitu, dunia yang disana adalah dunia yang harus kalian lindungi juga. Karena termasuk dalam lingkup Mundclariss juga." kata Winn.
Teo merasa bersalah karena pengetahuan itu hanya dia yang tahu. Kalau dia membagikannya dengan Tan dan Tom pasti akan membuat kekuatan Moshas terungkap dan itu adalah berita buruk.
"Tapi apa maksudnya dengan hewan yang dari bawah sana?!" tanya Teo.
"Seperti yang dikatakan Caelvita-119, kalau terkadang ada hewan yang punya kemampuan melewati cairan berbahaya itu tanpa terluka." jawab Winn.
"Katanya disana dunia yang normal ...." kata Teo bingung dengan ucapan Winn yang tidak punya pendirian.
"Sama seperti air sungai di bawah Jembatan Ruleorum, sebenarnya air disana ada karena kebocoran dari sumber air yang berada di jalan menuju dunia bawah." kata Winn.
"Maksudmu, kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk?! dan hal lainnya yang tidak terduga?!" tanya Teo saat sudah sampai di atas permukaan bersama Tan dan Tom.
Masih banyak pihak yang berwajib mengelilingi area itu. Agen YCIA seakan sudah berpindah markas karena anggota dan barang-barang banyak sekali yang dibawa kesana.
"Ibu, tentunya masih disini ...." kata Tan sudah menebak kalau Daisy tidak akan mudah meninggalkan area itu juga.
Banyak keluarga korban yang berdatangan meminta untuk korban segera diselamatkan. Tapi Agen YCIA masih melarang adanya penyelamatan karena resiko untuk bertambahnya korban sangat besar.
"Apa benar kalau yang jatuh ke bawah sana sudah tidak terselamatkan?!" tanya Teo tidak ingin percaya.
"Berhenti menanyakan itu." kata Tom kesal.
"Bagaimana menutup lubang yang sedalam 12 kilometer ini?!" kata Tan masih tidak punya ide.
Para professor dan peneliti sains sudah bersiap untuk turun. Walau sudah dilarang oleh YCIA tetap saja mereka bersikeras.
"Kami ini ilmuwan! tidak mengherankan jika sains membunuh kami." bahkan sudah membuat surat pernyataan sendiri dan langsung ditandatangi, tidak akan menuntut atau merugikan pihak manapun jika terjadi hal buruk yang tidak diinginkan.
"Tidak ada waktu untuk kagum!" kata Tom memukul punggung Tan dan Teo yang terus memandangi para ilmuwan dengan wajah bersinar karena takjub dengan keberanian mereka.
"Kalau begitu, anggota pemadam kebakaran akan menemami kalian turun! bagaimanapun juga mereka sangat tahu bagaimana melakukan sesuatu jika terjadi hal yang tidak diinginkan." kata Agen YCIA yang menjadi ketua dalam masalah ini.
Tanpa ada keraguan semua pemadam kebakaran mengajukan diri untuk membantu. Kali ini Tom juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak kagum. Bagaimana petugas pemadam kebakaran dan ilmuwan mengabdikan diri untuk mengungkap apa yang terjadi di bawah sana demi keselamatan negara.
Tapi lain dengan jurnalis, disaat semuanya sedang takjub dengan keberanian pemadam kebakaran dan ilmuwan. Wartawan tidak terkecuali Daisy hanya sibuk menulis dan sibuk mempersiapkan untuk merekam berita ekslusif. Reporter mengucapkan kalimat penuh haru tapi dengan wajah datar.
"Resiko pekerjaan, pasti ibu juga merasakan hal yang sama dengan kita ...." kata Tan tidak ingin berprasangka buruk.
"Apa kita membiarkan hal ini begitu saja?!" tanya Tan.
"Jangan bertanya, ayo cari ide!" kata Tom tidak berhenti bolak-balik berpikir seperti setrika panas.
"Apa itu ... aku tidak salah lihat?!" kata Teo menunjuk sesuatu, "Itu kan, Esuri ...." Teo mencoba mengingat hewan Mundebris yang pernah melakukan kontrak dengannya.
"Esurivaliati." kata Tom.
"Bagaimana bisa dia masuk kesini?! lagipula kan dibawah sana adalah sisi lain dari Mundclariss yang lain. Hewan ini kan hewan Mundebris, bagaimana bisa?!" kata Tan.
"Bukan saatnya bingung memikirkan itu! kita ... harus segera ... menangkapnya!" kata Tom kelihatan berkeringat dingin.
"Dia sudah sebesar itu ...." kata Teo melihat ukuran Esurivaliati sudah sebesar bola basket.
"Sepertinya kita sudah tahu apa yang merusak drone ...." kata Tan berjalan pelan mendekati Esurivaliati diikuti oleh Teo dan Tom dari arah lain untuk menyergap secara bersamaan.
"Bukannya dirusak tapi dimakan, tapi setidaknya dia tidak memakan semuanya. Sepertinya hanya satu ...." kata Teo.
Esurivaliati berada tidak jauh dari lubang berada. Sepertinya dia masih bingung berada dimana setelah sampai ke permukaan. Tan, Teo dan Tom harus bersyukur karena saat ini hewan itu masih terlihat diam dan melamun. Karena kalau bergerak akan terjadi hal buruk.
"Kurasa dia sudah kenyang untuk sekarang ... kita bisa menangkapnya dengan mudah." kata Tom saat ini sudah berada dihadapan Esurivaliati serta Tan dan Teo yang berada disisi lain siap menyergap.
Tapi bunyi perut Esurivaliati terdengar begitu keras membuat Tiga Kembar panik. Tom yang berada tepat di depan hewan itu langsung dalam mode kayang menghindari lidah yang memanjang dari hewan itu. Tan dan Teo segera menarik Tom menjauh. Tapi lidah yang memanjang dari hewan itu menangkap satu orang dari Agen YCIA. Lidah yang ujungnya terbelah menjadi 10 bagian seperti tangan itu sudah bersiap menarik setiap bagian tubuh.
"Tidak!" teriak Tan, Teo dan Tom tahu betul apa yang akan terjadi pada orang yang tertangkap itu.
Sementara polisi sudah menembaki dari tadi Esurivaliati tapi tidak ada yang mempan melukai. Tubuh Agen YCIA yang ditangkap itu terbelah menjadi beberapa bagian kecil dan dimakan oleh hewan itu. Pemandangan mengerikan itu membuat geger semua orang yang ada disana. Tubuh Esurivaliati menjadi besar setelah habis makan.
"Ternyata ada alien di bawah sana." ucapan kontroversial dari salah satu wartawan.
"Telah dipastikan kalau lubang ini adalah tempat dari hewan buas. Kita harus segera menutup lubang ini secepat mungkin!" kata Ketua Tim Agen YCIA memberi perintah sambil suara tembakan masih terus terdengar.
Tapi Esurivaliati hanya diam saja, sibuk membersihkan mulutnya dari sisa makanannya. Esurivaliati adalah hewan terancam punah di Mundebris. Saat ini di Mundebris hanya tinggal satu, itupun dalam pengawasan Banks. Tiga Kembar dapat melakukan kontrak karena dibantu oleh Banks.
Esurivaliati adalah hewan Mundebris yang berukuran sangat kecil jika lapar dan akan berubah menjadi besar setelah makan. Kemudian kembali lagi menjadi kecil saat lapar kembali. Hewan itu berbentuk bulat seperti bola saat masih kecil tapi saat besar bentuknya berubah. Tangan dan kaki bisa muncul setelah menjadi besar. Berwarna campuran hitam dan hijau serta memiliki lidah yang mempunyai 10 tangan. Esurivaliati adalah salah satu hewan berbahaya yang terus diburu di Mundebris. Satu-satunya kini berada di kurungan Banks karena hewan itu punya manfaat untuk pengobatan. Jadi Banks menyelamatkan satu-satunya jenis dari hewan yang berbahaya itu.
"Ayo kita buat diri kita terlihat dan berbicara dengannya!" kata Teo.
"Esurivaliati tidak punya kemampuan berkomunikasi!" kata Tan.
"Oh, iya dia itu bodoh kan?!" kata Teo memukul kepalanya.
"Dia benar dari dunia bawah sana, tidak mungkin yang ada pada Banks kabur." kata Tom.
...-BERSAMBUNG-...