UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.175 - Memilih Kandidat Part 2




L̶a̶r̶r̶i̶m̶o̶r̶e̶ ̶(̶3̶2̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ - Niscala (58 tahun)



"Kau langsung menyetujui pilihanku?" tanya Cain melihat Felix mencoret nama Larrimore, "Dalam rangka apa?!"


"Dalam rangka nanti kau ngambek lagi!" sahut Felix.


"Kau sedang bercanda?!" kata Cain.


"Haha ... maaf! memang aku memilih Niscala juga dari awal ...." kata Felix.


"Kau sedang mengerjaiku atau apa?!" kata Cain kesal.


"Aku hanya ingin membuatmu tertawa tapi kau malah tambah kesal! sepertinya aku memang tidak punya bakat jadi komedian!" kata Felix.


"Kau ini sedang apa sih?!" kata Cain.


"Santailah sedikit ... ini baru pasangan keempat!" kata Felix.


"Kau ini benar-benar buruk dalam mencoba menghibur seseorang!" kata Cain.


"Kalau itu setuju aku setuju lagi!" kata Felix tertawa.


"Kau mencoba menghiburku disaat kau sendiri butuh dihibur ...." kata Cain dalam hati.


"Pasangan kelima, Pastika dan Reseda. Kali ini terserah kau saja, mau pilih yang mana ...." kata Felix.


"Keduanya sama-sama sedang menuju masa kejayaan tapi bedanya Pastika menggapainya diusia 41 tahun sedangkan Reseda lebih cepat 5 tahun diusia 36 tahun. Rasanya memilih siapapun tidak akan terasa adil, mereka berdua menunggu lama untuk bisa menggapai mimpi mereka tapi disaat mimpi mereka sudah di depan mata ... serasa kita sengaja menutup pintunya disaat mereka sudah memegang gagang pintu. Permainan ini sangat kejam bagi mereka ...." kata Cain.


Felix membuka mulutnya hendak berbicara tapi didahului oleh Cain, "Kau mau bilang lagi kan soal umur salah satu dari mereka!" kata Cain, "Bagaimanapun caranya aku akan masuk ke istana Ruleorum!" kata Cain dalam hati penasaran dengan Felix yang mengetahui soal umur pemain.


"Jadi kau memilih siapa? aku tidak akan menentang siapapun pilihanmu ...." kata Felix.


"Aku memilih ...." Cain tidak bisa melanjutkan kalimatnya, "Kenapa tiba-tiba lidahku kelu? setelah Felix menyuruhku memilih rasanya berbeda disaat aku menentang pilihan Felix. Bagaimana Felix bisa dengan percaya diri memilih ... apa dia juga merasakan apa yang aku rasakan?" kata Cain dalam hati merasa terbebani oleh Felix yang menyuruhnya memilih sesuka hati.


"Cain!" Felix menegur karena Cain hanya diam membatu.


"Reseda!" kata Cain sambil menggigit bibir bawahnya karena memaksakan dirinya memilih.



P̶a̶s̶t̶i̶k̶a̶ ̶(̶4̶1̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ - Reseda (36 tahun)



"Kerja bagus Cain!" kata Felix memuji dalam hati karena memuji terang-terangan sangat tidak sesuai. Hal yang dilakukan saat ini bukanlah sebuah hal yang patut dipuji tapi Felix tetap merasa kagum saja.


"Pasangan keenam, Taksa dan Elma! mereka suami istri ... salah satu pemain yang sama dengan Bella tidak berniat menukar kematian!" kata Felix.


"Bagaimana sebenarnya hal ini bisa terjadi? maksudku seperti pasangan pertama yakni Nenek Poppy dan putrinya. Kenapa Franklin menghubungkan mereka sesama anggota keluarga?" tanya Cain.


"Biasanya banyak permohonan datang ke langit Ruleorum dan Franklin sering memeriksa permohonan disana sebelum memulai permainan baru. Permohonan putus asa berharap seseorang yang berharga untuk bisa hidup lebih lama, bahkan mengharapkan agar nyawanya bisa diberikan pada orang yang berharga itu ...." jawab Felix.


"Jadi maksudmu Nenek Poppy itu membuat permohonan agar putrinya bisa hidup lebih lama?" tanya Cain.


"Ya, dengan menghubungkan pemain yang satu keluarga atau saling kenal dalam permainan tukar kematian akan membuat permohonan terkabul. Yang membuat permohonan itu akan memberikan sisa umurnya pada seseorang yang berharga itu ...." jawab Felix.


"Itu artinya ...." kata Cain.


"Benar ... cara kedua menukar kematian dengan permohonan itu! tidak karena perbuatan siapapun tapi karena kehendak dari pemain sendiri ...." kata Felix.


"Jadi kita tidak perlu memilih?" tanya Cain.


"Tapi jika kau ingin memilih, tidak apa-apa!" jawab Felix.


"Biarkan saja mereka yang memilih, tapi siapa diantara mereka yang membuat permohonan? Suami? istri?" tanya Cain.


"Kau akan tahu juga besok!" sahut Felix.



T̶a̶k̶s̶a̶ ̶(̶8̶3̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ -Velma (65 tahun)



"Sisa umur sang suami akan otomatis ditambahkan pada sang istri!" kata Felix.


"Aku tidak menyangka ada seseorang yang memiliki rasa sayang yang begitu besar. Sampai-sampai permohonan mereka bisa sampai di langit Ruleorum dan dengan rela memberikan sisa umur pada seseorang yang berharga itu ... kalau tidak salah ingat aku pernah membaca kalau permohonan yang sampai di langit Ruleorum hanyalah yang benar-benar tulus ...." kata Cain.


"Kau berkata seakan tidak ada orang yang seperti itu padahal kau sendiri adalah orang yang seperti itu ... lucu sekali!" kata Felix dalam hati.


"Selanjutnya ...." kata Cain.


"Pasangan ketujuh, Yuwen dan Adara!" kata Felix.


"Sekarang kau harus mengalah denganku! aku sudah membiarkanmu tidak memilih Fredella sesuai kemauanmu. Sekarang biarkan aku memilih!" kata Cain.


"Kau akan memilih Adara? padahal jelas-jelas aku sudah mengatakan bahwa dia berpotensi menjadi jahat di masa depan!" kata Felix.


"Aku setuju denganmu yang tidak memilih Fredella karena aku sudah mengawasinya dan dia memang agak berbeda dan jelas memberikan tanda-tanda seorang psikopat tapi Adara masih 11 tahun, dia masih bisa berubah!" kata Cain.


"Kau yakin dengan pilihanmu?! yakin kau tidak akan menyesal dikemudian hari?" tanya Felix.


"Mungkin sudah terlambat bagi Fredella tapi Adara belum. Psikopat butuh pemicu dalam berbuat kejahatan, aku hanya perlu terus mengawasinya!" jawab Cain.


"Bukan hanya psikopat yang dibicarakan disini Cain ... tapi jahat dalam artian yang luas ... belum tentu menjadi psikopat tapi bisa menjadi seseorang yang akan merugikan banyak orang di masa depan!" kata Felix.


"Berarti kemungkinan untuk memilih Adara bertambah kalau begitu ...." kata Cain.


"Aku tidak masalah selama kau mau bertanggung jawab dengan pilihanmu!" kata Felix.


"Ya, aku yakin dan percaya diri akan mengubah Adara!" kata Cain.



Y̶u̶w̶e̶n̶ ̶(̶1̶5̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ - Adara (11 tahun)



Cain sudah memilih beberapa pemain bahkan dia sendiri mungkin tidak menyadari. Felix daritadi yang membantah pilihan Cain kini mulai perlahan dengan sengaja menggiring Cain untuk memilih.


"Pasangan kedelapan, Bernessa dan Cetta!" kata Felix.


"Tapi kenapa daritadi kau tidak memilih?" tanya Cain.


"Gawat! dia sadar lebih cepat dari yang kukira ...." kata Felix dalam hati, "Em ... hanya saja aku setuju dengan pilihanmu!" kata Felix mencoba tetap tenang karena Cain mulai menyadari triknya.


"Rasanya sudah jelas kita harus memilih Cetta!" kata Cain.


"Iyakan?!" kata Felix setuju dan tertawa canggung.



B̶e̶r̶n̶e̶s̶s̶a̶ ̶(̶8̶9̶ ̶t̶a̶h̶u̶n̶)̶ - Cetta (9 tahun)



"Hem ...." Felix terdiam sejenak.


"Ada apa?" tanya Cain.


"Banks mencariku di masa depan! maksudku masa sekarang ...." jawab Felix.


"Berarti dia sudah menemukan apa penyebab dan bagaimana cara menyembuhkan Dallas?" tanya Cain.


"Aku harap begitu ... tapi kita masih terjebak di waktu ini ...." jawab Felix.


"Aku bisa membawamu kembali ke masa depan, maksudku masa sekarang ...." kata Cain juga kebingungan mrnggunakan kata.


"Tidak, kita selesaikan dulu memilih kandidat! akan sangat terlambat kalau besok pagi baru kita mulai memilih ...." kata Felix.


"Baiklah ... aku hanya mengira kau lupa aku ini punya kekuatan waktu ...." kata Cain.


"Mana bisa aku lupa! setiap hari kekuatanmu itu meresahkanku ... membuatku takut." kata Felix dalam hati.


...-BERSAMBUNG-...