UNLUCKY

UNLUCKY
Ch.281 - Takdir Pemburu Iblis



"Paman ini manusia biasa?" tanya Tom.


"Tentu saja bukan. Paman adalah seseorang yang diberkati dan diberi tanggung jawab untuk membasmi Iblis." jawab Paman yang menyatakan dirinya adalah Pemburu Iblis.


"Maksudku, apa paman seorang manusia atau keturunan Setengah Viviandem?" kata Tom mulai sebal dengan cara bicara dan cara menjawab paman itu yang seperti robot.


"Viviandem? itu adalah cerita zaman dahulu dari leluhur kami ... kakek buyut, kakek, ayah, semua laki-laki dari kaum kami haruslah mengemban tugas menjadi Pemburu Iblis." kata Paman Pemburu Iblis.


"Jadi dia adalah manusia biasa tapi dari keturunan Viviandem yang menikah dengan manusia kemudian terus menerus melakukan amanah dari keturunan sebelumnya ... tapi dari keturunan Viviandem mana? Aluias kah?" kata Tom dalam hati.


Pria berjas yang dasinya kini hampir terlepas mulai berlari untuk menyerang mereka berdua. Tom menghilangkan Sesemaxnya karena takut melukai tubuh manusia yang sedang dirasuki itu. Tapi Paman Pemburu Iblis itu tidak gentar langsung memotong lengan dari pria itu. Tom panik dengan kejadian yang terjadi di depan matanya itu.


"Apa yang paman lakukan?" teriak Tom.


"Sudah kubilang aku akan membunuhnya!" kata Paman itu.


"Tidak, kita hanya perlu mengeluarkan Iblis yang ada di dalam. Tubuh manusia ini tidak bersalah ...." kata Tom.


"Cara untuk membunuh Iblis dengan mudah adalah membunuhnya saat dia berada di dalam tubuh manusia. Kalau dia keluar dari tubuh manusia yang sekarang, akan membuat lebih banyak korban lagi." kata Paman itu.


"Memang benar, tapi apa paman mau menjadi pembunuh? kita bisa menyelamatkan manusia in ...." tidak selesai kalimat Tom, Paman itu langsung menusuk jantung pria berjas itu, "Paman sudah gila, ya?!" Tom mendorong Paman itu dan mulai mendekati Pria berjas yang dirasuki itu. Sangat jelas terlihat kalau saat ini dia sedang sekarat dan kematian sudah di depan matanya, "Dia seharusnya bisa ditolong!" Tom berbalik melihat Paman itu dengan kebencian.


"Kau ini pasti bukan anak biasa, apa kau dari kaum sepertiku yang mempunyai tugas turun temurun juga?" tanya Paman itu.


Tom tidak menjawab karena melihat roh dari pria yang baru saja dibunuh itu keluar dari tubuhnya bersamaan dengan roh dari Iblis berwajah ular itu juga. Tom meraih tangan roh korban itu tapi roh Iblis itu juga meraih tangan korban yang satunya. Saat ini Iblis Ular itu dan Tom saling tarik menarik roh korban.


"Kau sudah menjadi Zewhit, itu tandanya ... bahkan aku sendiri bisa mengalahkanmu!" kata Tom.


"Kau masih bukan tandinganku Alvauden! bahkan setelah menjadi Zewhit sekalipun, kekuatanku masih jauh diatasmu!" kata Iblis Ular.


Sementara Paman Pemburu Iblis bingung melihat apa yang dilakukan oleh Tom karena tidak bisa melihat hantu, datanglah seseorang dari belakang Roh Iblis Ular itu yang membuat tubuh Roh Iblis itu terbelah dua, seseorang itu adalah Felix. Tapi setelah itu tubuh Iblis kembali utuh lagi dan bergantian kini Tan dan Teo membunuh berulang kali Iblis itu.


"Aku tidak akan membawamu ke neraka. Bahkan Neraka tidak pantas untukmu ... akan aku buat kau menghilang selamanya!" kata Felix.


Tom terus menggenggam tangan roh korban yang sedang menangis melihat tubuhnya sendiri.


"Apa yang sedang terjadi?" tanya Paman Pemburu Iblis.


Tom mengakui apa yang dilakukan oleh paman itu benar tapi tetap saja membencinya karena telah membunuh manusia tidak bersalah.


Entah sudah berapa kali Iblis itu dibunuh hingga akhirnya kini rohnya mulai menghilang menjadi asap.


"Dia Iblis yang kuat pastinya, semasa hidupnya ...." Teo berusaha menstabilkan napasnya, "Tapi Banks masih jauh lebih hebat!"


"Siapa dia?" tanya Tan.


"Pemburu Iblis katanya." jawab Tom setengah hati.


"Dia yang membunuhnya?" tanya Teo heboh.


"Pemburu Iblis? apa dia Setengah Viviandem, Felix?" tanya Tan.


"Em, bukan. Dia manusia biasa!" jawab Felix hanya melirik karena sedang sibuk membersihkan pedangnya.


"Ternyata ada orang lain yang sepertiku ... kalian ini apa?" tanya Paman itu.


"Seseorang mendekat! ayo pergi ...." kata Felix.


"Kalian duluan ... sepertinya itu Nenek Hylmi yang mencariku." kata Tom.


"Kau mau menjadi saksi dari kejadian ini? atau jika paman ini pergi, kau bisa saja dijadikan tersangka." kata Teo.


"Aku tidak akan pergi, aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan. Ini sudah menjadi tugasku dan dihukum adalah salah satunya ... kalian pergilah, kalian tidak bersalah dan tidak perlu terlibat dengan masalah ini. Cukup aku mengetahui bahwa ada orang lain yang mengemban tugas sepertiku." kata Paman itu.


"Tahan emosimu Tom!" kata Felix melalui pikiran.


Tom saat ini sangat ingin menghajar habis pemburu iblis itu. Membunuh tidaklah membenarkan tindakannya. Memang akan mudah membunuh Iblis jika di dalam tubuh manusia dan akan sulit jika Iblis itu keluar berkeliaran entah kemana. Tapi apa bedanya, semua itu hanya membuat Iblis menang pada akhirnya. Membuat manusia saling membunuh manusia lain.


"Ayo kita antar Zewhit itu ke Jembatan Ruleorum sekarang!" perintah Felix.


"Tidak ...." Tom menolak.


Tan memanggil gerbang tepat dibelakang Tom berdiri. Teo yang melihat itu langsung mendorong Tom masuk ke dalam gerbang.


"Lepaskan!" teriak Tom.


"Pertanggungjawabkan apa yang telah kau lakukan ...." kata Felix lewat pikiran pada Paman itu dan juga mulai masuk ke dalam gerbang.


Paman Pemburu Iblis itu merinding saat Felix lewat di depannya. Sementara Felix tidak menoleh sedikitpun dan tidak membuka mulutnya sedikitpun tapi suaranya sampai ke dalam pikiran Pemburu iblis itu. Gerbang Alvauden itu perlahan tertutup dengan sinar mata hijau Felix yang terlihat terus menatapnya dan mulai menghilang.


"Siapa anak itu?" tanya Paman Pemburu Iblis terduduk lemas.


"Aaaaaaaaa!" teriak Nenek Hylmi yang sampai di tempat kejadian.


Nenek Hylmi bangun untuk mengambil air minum dan singgah ke kamar Tom tapi Tom tidak ada. Akhirnya keluar mencari Tom dan melihat kejadian mengerikan itu.


Tak lama polisi kemudian datang ke desa Kimber, semua penduduk desa juga terbangun di dini hari itu. Pelaku yang mengakui dirinya sebagai Pemburu Iblis itu tidak mengatakan apa-apa pada polisi. Melainkan hanya mengatakan bahwa dia juga lupa apa yang telah diperbuatnya. Mengikuti metode dari Iblis karena tidak akan ada yang percaya jika dia adalah Pemburu Iblis dan setidaknya dengan pengakuan palsu itu bisa membantu jalannya penyelidikan polisi.


"Akhirnya aku bisa melakukan apa yang menjadi warisanku." kata Paman Pemburu Iblis dala hati dengan tangan sedang diborgol.


Nenek Hylmi mencari keberadaan Tom tapi tidak ditemukan juga. Sampai-sampai membuat polisi kesal karena harus mencari anak yang tidak diketahui identitas lengkapnya itu.


"Nenek, jangan percaya pada orang asing lagi! Berbahaya!" kata Polisi.


"Aku hanya ingin memastikan apa dia baik-baik saja!" kata Nek Hylmi.


"Bagaimana kami bisa mencarinya kalau tidak tahu identitas lengkapnya, Nek? nama Tom di Yardley adalah nama yang digunakan oleh banyak orang. Apa nenek tidak tahu nama lengkapnya?" kata Polisi.


"Walau begitu tolong cari dia!" Nek Hylmi memohon.


"Dia pasti sudah pulang dengan selamat, Nek. Jangan khawatir, kami juga akan melakukan hal yang kami bisa untuk menemukannya ...." kata Polisi perempuan yang baru tiba membuat Nek Hylmi merasa tenang.


"Semua cctv rusak, tidak ada yang bisa membantu kita mencari anak itu." kata Polisi setelah Nek Hylmi diantar pulang ke rumahnya.


"Siapa bilang kita akan mencarinya. Setidaknya kita bisa membuat nenek itu pergi." kata Polisi perempuan menyeringai.


...-BERSAMBUNG-...