
Keesokan harinya Suro telah bersiap untuk berlatih tenaga dalam melalui tehnik Kundalini.
Untuk membangkitkan Kundalini eyang Sindurogo meminta Suro berlatih tehnik pranayama atau tehnik pernafasan. Tetapi sebelum Suro berlatih tehnik pernafasan Suro diberikan sebuah benih energi yang disebut shaktipat.
Shaktipat ini akan merangsang Kundalini milik Suro yang masih tertidur dibagian tulang ekor. Lalu dengan latihan pernafasan Suro akan mampu membangkitkan Kundalini yang telah dirangsang oleh benih energi shaktipat.
Dia melakukan tehnik pranayama itu dengan duduk seperti orang yang sedang bersemadhi. Pelatihan ini juga nantinya akan membuka setiap nadi dan juga chakra dalam tubuhnya.
Seperti halnya jantung yang menjadi pusat dari peredaran darah. Dalam ilmu tenaga dalam titik-titik penting di dalam tubuh menjadi pusat sirkulasi energi yang disebut sebagai Chakra.
Di dalam tubuh ada tujuh chakra utama yang menjadi pusat perputaran energi tenaga dalam. Nantinya semua energi yang bersirkulasi itu akan dikumpulkan dichakra yang berada di pusar, tepatnya di chakra manipura.
Tetapi untuk mampu menghimpun tenaga dalam di dalam chakra manipura, Suro harus membuka terlebih dahulu chakra sebelumnya. Sebab, sebelum Chakra Manipura ada dua Chakra dibawahnya yang menjadi pusat energi.
Dari yang paling dasar Chakra Muladhara, tempatnya di tulang ekor. Lalu Chakra Swadhisthana yang berada di tulang pelanangan.
Dengan terbukanya ketiga chakra itu akan memberi kesempatan bagi Suro mampu menghimpun tenaga dalam.
Tetapi untuk menghimpun tenaga dalam harus menguasai tehnik tambahan, yaitu Tehnik pranayama atau tehnik penafasan. Dengan tehnik pernafasan itu seseorang dapat mengalirkan tenaga dalam dan menghimpun didalam tubuhnya.
Seluruh energi yang terhimpun itu akan bergerak melalui seluruh jalur nadi didalam tubuh, terutama jalur nadi utama, yaitu nadi Sushumna, nadi Ida dan nadi pinggala.
Lalu setelah melalui pelatihan lebih dari lima purnama akhirnya Suro berhasil menghimpun tenaga dalam, dengan itu secara tidak langsung telah menjadikan Suro setara dengan pendekar tingkatan dasar.
"Eyang guru Suro berhasil menghimpun tenaga dalam!" Suro berlari ke arah gurunya yang sedang sibuk meracik obat.
Eyang Sindurogo meskipun terkejut mendengar kabar itu, tetapi sebuah senyuman merekah lebar terpampang diwajahnya.
"Benarkah? Luar biasa kamu ngger. Kamu memang anak yang istimewa. Kini kekuatanmu sudah setara dengan pendekar tingkat dasar, ngger!" Eyang Sindurogo terus tersenyum dengan sumringah. Bahkan dia menghentikan kegiatannya yang sedang meracik obat.
Melihat Suro sedikit lesu setelah mengetahui jika dia hanya setara dengan pendekar tingkat dasar.
"Berarti aku berada ditingkat yang paling lemah ya, eyang?Padahal aku ingin seperti eyang yang sudah ditingkat langit!" ucap Suro melenguh kecewa.
"Tidak usah kecewa ngger, apa yang kamu lakukan itu adalah pencapaian yang luar biasa. Sebab hanya mampu menghimpun tenaga dalam dengan kondisi kanda yang berjumlah sembilan unsur alam bukanlah hal yang mudah." ucap Eyang Sindurogo sambil mengusap kepala Suro.
"Apa yang kamu lakukan itu sepertu sebuah keajaiban yang seharusnya sulit terjadi. Bahkan eyang mengira waktu yang dirimu butuhkan lebih dari dua belas purnama. Jadi angger tidak usah bersedih, sebab eyang sudah sangat bangga dengan apa yang telah angger capai."
Lalu Eyang Sindurogo memberikan saran kepada Suro untuk melatih pernafasannya sambil berjemur.
"Waaah cocok eyang, aku merasa itu benar. Sebab dengan cara itu aku merasakan tubuhku penuh dengan tenaga." Suro menjura lalu berlari untuk kembali mulai berlatih.
Seperti yang disarankan gurunya dia kali ini berlatih dengan bertelanjang dada sambil berjemur dibawah teriknya sinar matahari.
Meskipun apa yang disarankan gurunya itu membuat dalam tubuhnya penuh dengan energi, tetapi kondisi itu tidak juga berhasil mendobrak titik chakra berikutnya.
"Eyang guru, mengapa aku tidak mengalami kemajuan? Padahal aku terus berlatih tanpa lelah. Bukankah eyang menyebut Suro memiliki bakat dalam ilmu bela diri?"
"Benar, angger memang memiliki semua kwalitas ahli beladiri. Jika itu dilihat dari struktur tulangmu dan juga kecerdasanmu. Kamu dapat dengan mudah memahami dan menyerap setiap ilmu yang kamu dengarkan, ngger."
Suro menggaruk-garuk kepala mendengar penjelasan gurunya.
"Tetapi Kanda dalam Chakra Muladarma milikmu telah menjadi kendala terbesar bagi dirimu untuk mencapai tingkat tenaga dalam yang lebih tinggi."
"Sebab kondisi kandamu yang mengandung sembilan perubahan unsur alam. Sehingga perlu ketelatenan dan usaha lebih keras."
Suro menganggukan kepala mendengar nasehat gurunya.
"Apakah tidak ada jalan pintas yang dapat Suro lewati eyang?"
"Ada-ada saja, pokoknya kamu harus berlatih..berlatih dan berlatih. Itu saja kuncinya."
Suro menghela nafas kecewa mendengar penjelasan gurunya. Melihat hal itu, akhirnya Eyang Sindurogo luluh tidak tega.
Eyang Sindurogo lalu membeberkan beberapa cara yang dia ketahui dapat membantu mempermudah muridnya mencapai tingkat tenaga dalam lebih tinggi.
"Eyang dulu pernah pergi ke suatu daerah yang sangat jauh dari sini. Negeri itu lebih dikenal dengan sebutan negeri atap Langit. Disana eyang sempat cukup lama hingga berapa tahun berpetualang di negeri itu."
"Ilmu pengobatan yang eyang miliki kebanyakan juga dari negeri itu. Walaupun tidak semua. Di negeri itu paman melihat banyak pendekar yang menggunakan obat-obatan dan tanaman langka untuk menaikan tingkat kekuatannya."
"Walau pencapaian yang mereka lakukan tidak dapat sedahsyat seperti jika mereka melakukan secara alami."
"Mereka akan mengosumsi Pill yang dibuat dengan tehnik khusus yang tidak ada di Yawadwipa sini."
"Mungkin eyang akan membantumu dengan tehnik tusuk jarum. Sekaligus mengajarimu cara mengobati tusuk jarum yang angger belum pernah melihatnya."
"Ilmu tusuk jarum ini akan merangsang titik-titik nadimu. Sehingga energi yang bersirkulasi dalam tubuhmu dapat mengalir dengan lancar."
"Semakin lancar energi yang mengalir dalam tubuhmu akan dapat membantu dirimu membuka chakra milikmu."
"Sungguh itu eyang guru? Jika memang seperti yang eyang guru katakan, sebaiknya secepat mungkin eyang menggunakan tehnik tusuk jarum itu kepadaku."
"Hahaha...tentu saja apa yang eyang katakan ini benar. Ilmu ini juga eyang dapat sewaktu eyang ada di negeri Atap Langit."
"Kalau begitu sekarang saja eyang melakukannya!" Suro menjadi begitu semangat mendengar gurunya memiliki cara cepat meningkatkan pencapaiannya.
Dengan keteguhan hatinya dan juga bimbingan gurunya akhirnya Suro telah dapat membuka chakra swadhisthana. Setelah hampir tujuh purnama akhirnya Suro berhasil membuka ketiga chakra. Meski saat itu dia tidak membuka seluruh potensi Kundalini yang ada.
Kanda unsur api yang paling besar terbuka. Unsur alam lain yang terkandung dalam tubuhnya hanya terbuka tidak lebih dari seperempatnya saja. Tetapi dengan kondisi itu akhirnya Suro dapat mengerahkan dan menghimpun tenaga dalam hingga setara dengan pendekar tingkat Awal.