
Seperti yang dititahkan Khan Langit sebelumnya. Sebelum pasukan Khan Langit berangkat melewati lorong Yangu yang di himpit dua tebing tinggi, maka pasukan yang dipimpin Jendral Ulagan bergerak lebih dahulu pada pagi buta.
Mereka bisa dikatakan sebagai pasukan pembuka jalan. Sehingga dengan itu mampu mencegah kejadian yang menimpa pasukan Khan Langit sebelumnya.
Serangan yang dilakukan pasukan pembuka jalan dibawah pimpinan Jendral Ulagan dilakukan secara diam-diam. Mereka bergerak secara senyap.
Kekuatan mereka yang rata-rata telah mencapai tingkat langit membuat semua pergerakan mereka berjalan mulus. Sasaran mereka adalah pasukan pemanah yang berada dipuncak tebing.
Selama pasukan yang berada diatas tebing dapat mereka habisi, maka pasukan Khan Langit akan aman dari jebakan yang menunggu disepanjang lorong Yangu.
Mereka satu persatu naik ke atas tebing dari arah lain agak jauh, sehingga gerakan mereka tidak terbaca. Pasukan Jendral Ulagan itu bergerak secara serentak dari dua sisi tebing yang berbeda.
Pembantaian segera dimulai saat mereka telah mendekati para penjaga yang berada digaris terluar dimana pasukan pemanah yang lain sedang beristirahat. Setelah berhasil menghabisi para prajurit yang sedang mendapatkan giliran berjaga, maka serangan berikutnya adalah para pasukan pemanah.
Pasukan pemanah yang rata-rata masih ditingkat tinggi dan beberapa yang justru berada dibawahnya berhasil dibantai dengan cepat tanpa menimbulkan suara.
Mereka menyergap dengan berbagai senjata rahasia, terutama senjata rahasia yang berupa jarum. Mereka melontarkan jarum teramat kecil itu dengan menggunakan semacam sumpit.
Dengan senjata itu mereka mampu menyerang secara senyap. Senjata mereka itu cukup ampuh membuat korbannya tidak sempat berteriak. Bahkan mereka mati dalam keadaan seperti orang tidur.
Mereka mampu membuat korban mereka seperti itu, adalah karena jarum-jarum itu telah dilumuri racun yang sangat kuat.
Sehingga mampu membuat aliran syaraf mereka lumpuh. Mirip sistem kerja obat bius atau justru lebih mematikan. Kebanyakan para korban memang mati karena jantung dan paru-paru mereka berhenti bekerja sehingga seketika itu juga mereka langsung mati.
Racun yang mereka gunakan adalah kombinasi beberapa racun yang diambil dari berbagai binatang beracun. Terutama yang memiliki racun yang menyerang syaraf korbannya.
Kebanyakan dikumpulkan dari beberapa binatang laut seperti racun ikan buntal, racun dari gurita cincin biru, Siput kerucut. Selain itu beberapa binatang darat seperti racun dari laba-laba, kalajengking, kodok bangkong, bahkan racun ulat. Selain itu juga dikombinasikan dengan beberapa tumbuh-tumbuhan beracun lainnya. Intinya racun yang mereka gunakan sangatlah mematikan.
Pasukan Jendral Ulagan sebelum mereka diperkuat dengan menggunakan benih iblis oleh Batara Karang, sesungguhnya mereka terkenal sebagai salah satu pasukan terkuat milik Khan Langit, dibandingkan pasukan yang dipimpin tiga jendral lainnya.
Karena alasan itulah namanya sangat dikenal dikalangan suku utara. Bahkan para masyarakat sudah mendengar nama besarnya, walaupun tidak pernah melihat langsung wajahnya.
Kini kekuatan pasukan miliknya semakin menakutkan karena kekuatannya juga kebengisannya. Mereka menjadi mesin pembunuh bagi Khan Langit.
Selain kekuatan milik mereka yang telah meningkat pesat berkali lipat, penggunaan senjata beracun yang kerap mereka gunakan menjadikan tugas membunuh bagi mereka terasa begitu mudah.
Dengan senjata jarum beracun itu lah kini pasukan kekaisaran yang berjaga di atas tebing berjatuhan semakin banyak tanpa diketahui.
Selain senjata dan kekuatan mereka yang menakutkan, setiap lesatan jarum hitam milik mereka sengaja menyasar pada titik-titik mematikan. Terutama pada organ penting dalam tubuh.
Sehingga serangan mereka menjadi lebih efesien membunuh pasukan musuh. Serangan mereka menyasar pada organ penting seperti pada jantung atau di titik nadi-nadi besar yang menghubungkan ke arah kepala.
Sehingga racun yang melumuri jarum mereka langsung menghentikan aktifitas otak ataupun jantung musuh. Paling ringan musuh akan lumpuh, tetapi kebanyakan mereka langsung meregang nyawa sekejap setelah jarum ini berhasil menancap di tubuh.
Serangan yang dilakukan pasukan Ulagan dengan memilih waktu pagi buta memang sangat lah tepat. Sebab pada waktu itu lah para penjaga sudah dalam kondisi lelah dan konsentrasi sudah menurun, karena memang rasa kantuk telah meliputi mereka.
Apalagi serangan dilakukan dengan sangat cepat dan dilambari kekuatan minimal tingkat langit. Sehingga hampir saja semua dapat disapu dengan bersih.
Beruntung serangan itu terendus oleh salah satu punggawa kekaisaran. Dia segera tanggap dan menyadari serangan para penyusup itu.
Bahkan hampir saja punggawa itu tidak mampu selamat dari lesatan jarum yang melesat ke arahnya. Beruntung gagang pedang miliknya berhasil menahan lesatan jarum itu.
Gerakan refleks menangkis membuat nyawanya selamat dan lolos dari pembantaian seperti para prajurit lainnya yang sedang naas. Dia adalah Jendral Tian Bai yang pertama kali menyadarinya.
"Ada penyusup! Musuh telah menyerang!"
Jendral Tian Bai segera berteriak keras dan membangunkan seluruh pasukan kekaisaran yang sebagian besar sedang beristirahat dengan kondisi seadanya.
Melihat musuh sudah menyadari kedatangan dirinya dan pasukannya, maka Jendral Ulagan langsung memerintahkan mereka untuk menyerbu musuh secara terang-terangan
Prajurit kekaisaran yang mendengar teriakan dari Jendral Tian Bai langsung bersiap menghadapi musuh. Tetapi mereka sontak terkejut saat menyaksikan hasil pembantaian yang telah dilakukan pasukan Khan Langit.
Sebab rekan-rekan mereka yang sedang berjaga sudah kaku tak bergerak. Bahkan sebagian sudah bersimbah darah. Mereka sudah dalam kondisi terbujur kaku dengan tubuh menghitam.
"Jangan kalian sentuh tubuh mereka, racun sudah meliputi seluruh tubuh mereka dengan sangat cepat. Racun yang sangat mengerikan!" Jendral Yuwen Huaji mendengus dengan kesal setelah melihat kondisi pasukan yang dibantai sedemikian banyaknya.
Jumlah pasukan pemanah dan juga pasukan Macan Hitam yang berhasil dihabisi pasukan milik Jendral Ulagan hampir sepertiga dari seluruh pasukan yang berjaga di atas tebing. Tentu jumlah yang sangat banyak.
Kondisi saat itu masih temaram matahari belum muncul tetapi kondisi masih gelap. Sehingga membuat para pemanah kesulitan menentukan sasaran.
Pasukan Khan Langit mengetahui kondisi yang dihadapi musuhnya, karena itu mereka memanfaatkan kesempatan itu dengan bersembunyi dikegelapan untuk kembali meneruskan serangan mereka.
Pasukan Khan Langit itu tidak memperdulikan dengan hujan anak panah yang dilesatkan dengan penuh kepanikan. Sebab kulit mereka tidak dapat dilukai hanya dengan senjata seperti itu.
Pasukan Khan Langit memanfaatkan kegelapan untuk memperlancar aksi mereka. Sehingga pembantaian kembali berlanjut.
Kali ini suara riuh kepanikan dan suara teriakan orang yang merenggang nyawa melanda pasukan kekaisaran yang berjaga di atas tebing.
"Bentuk pertahanan melingkar!" Suara Jendral Yuwen Huaji mengema sebab diteriakan dengan dilambari kekuatan tenaga dalam.
"Pasukan Macan Hitam cari dan habisi para musuh yang telah menyusup!" Jendraal Yuwen huaji hendak mengatasi kepanikan yang melanda pasukannya.
Meskipun anak panah berseliweran menghajar pasukan Khan Langit. Tetapi serangan jarum beracun yang menghujani pasukan pemanah tak kalah banyak.
Jendral Yuwen huaji dan para punggawa bergerak ke depan mencari musuh yang melakukan serangan ke arah mereka. Beberapa kali pedang miliknya bergerak berkelebat menangkis jarum yang melesat ke arahnya.
"Kurang ajar, musuh sepertinya menunggu kelengahan kita! Bagaimana kita tidak menyadari kehadirannya sejak awal?" Jendral Yuwen Huaji berdecak kesal.
Dia semakin kesal melihat pasukannya yang telah tidak bernyawa bertebaran dibeberapa tempat. Melihat hal itu membuat Jendral Yuwen Huaji semakin murka. Dia memimpin pasukan untuk mengejar pasukan Khan Langit yang terus bersembunyi diantara rimbunnya pepohonan.
Energi tebasan pedang milik Jendral Yuwen Huaji menerjang ke arah musuh. Energi pedang yang dilambari tenaga dalam tingkat surga menghajar rimbunnya semak dan pepohonan.
Dia hendak menghabisi musuh yang memilih bersembunyi ditempat itu. Sebab mereka sebelumnya diuntungkan dengan keadaan alam sekitar yang masih gelap.
Tetapi dengan berjalannya waktu kini fajar telah menyingsing, sehingga membuat Jendral Yuwen Huaji dapat dengan mudah menemukan musuh.
Dia melesat kedepan dengan kecepatan tinggi. Dibelakangnya para punggawa dan juga Pasukan Macan Hitam melesat mengikutinya.
"Jadi inilah Jendral Yuwen Huaji panglima perang dari kekaisaran Yang!" Sosok hitam muncul dan menghadang seluruh serangan Jendral Yuwen.
Wajahnya menyeringai memperlihatkan mulutnya yang dipenuhi gigi-gigi seperti bukan milik manusia. Tebasan dengan energi tingkat surga sanggup ditahan dengan menggunakan tombak miliknya.
Jendral Yuwen Huaji segera menyadari musuhnya kali ini tidak seperti yang dia hadapi sebelumnya. Kekuatan makhluk didepannya minimal setingkat dirinya yang sudah mencapai tingkat surga.
Yang membuat lelaki itu lebih terkejut ternyata makhluk itu bisa berbicara dan mengenal namanya.
"Siapa pendekar ini sebenarnya? Apakah kalian sebenarnya awalnya manusia? Mengapa mampu mengenal namaku dan dapat berbicara bahasa manusia?"
"Hahaha...aku adalah utusan utara Jendral Ulagan!"
Ucapan sosok itu membuat Jendral Yuwen Huaji tentu saja tidak mampu mempercayai dengan apa yang dia lihat. Terakhir kali dia bertemu wujud lelaki itu masih selayaknya manusia, tetapi kini apa yang dihadapannya lebih mirip dengan binatang buas.
"Kau sepertinya menggunakan jalan iblis untuk memperkuat tubuhmu!"
"Apa peduliku! Dengan ini kami justru akan memastikan bangsa Tartar mampu menguasai seluruh tanah kalian!" Kembali Jendral Ulagan berbicara sambil menyeringai.
"Bermimpi!"
"Jurus Pertama Pedang Musim Gugur!"
Sabetan pedang langsung menerjang ke arah Jendral Ulagan dengan begitu cepat, tetapi jurus Tombak Sang Talaka yang dipergunakan Jendral Ulagan tidak kalah dahsyatnya.
Mereka terus saling bertukar serangan. Tetapi dari pertarungan itu belum juga menunjukkan hasil pemenangnya. Tetapi jurus pedang milik Jendral Yuwen Huaji menunjukkan kelasnya, jurus musim gugur mampu mengurung lawannya selayaknya daun-daun berguguran dalam jumlah yang tak terukur.
Kekuatan serangan Jendral Yuwen Huaji memang berhasil mendesak musuh hingga membuatnya harus tersurut beberapa kali dan juga mampu mengores zirah milik Jendral Ulagan. Sehingga dengan itu dapat diketahui, jika lawan masih kalah kuat. Walaupun memang serangan itu tidak berhasil melukai tubuh Jendral Ulagan karena keistimewaan tubuh benih iblis.
"Jangan senang dahulu Yuwen, ini hanyalah pemanasan saja, aku kali ini tidak akan mudah kau kalahkan!"
"Apakah kau sudah lupa dengan apa yang aku lakukan padamu dahulu?" Jendral Yuwen Huaji masih ingat kejadian bertahun-tahun yang lalu.
"Aku masih ingat apa yang telah kau lakukan kepadaku! Dulu kau mungkin mampu mengalahkanku, tetapi kali ini aku akan memastikan nyawamu aku cabut!" Jendral Ulangan masih mengingat pertarungan terakhir, dia sempat dibuat babak belur.
Dia dihajar dengan menggunakan jurus kedua milik Jendral Yuwe Huaji, yaitu Jurus Pedang Musim Dingin.
Beruntung saat itu dia ditolong Khan Langit sehingga nyawanya dapat diselamatkan. Tetapi luka yang diakibatkan pada pertarungan terakhir membuat luka dalam yang tidak kunjung sembuh.
Selama itu pula dia tergantung berbagai pill untuk meringankan luka dalamnya. Tetapi semua itu tidak membuatnya sembuh secara total.
Penjelasan Batara Karang tentang benih iblis kepada Khan Langit membuat dirinya begitu tertarik. Dia akhirnya mengajukan diri karena tertarik dengan peningkatan kekuatan yang besar seperti penjelasan Batara Karang.
Hal yang membuatnya lebih tertarik adalah jaminan Batara Karang yang menyebutkan luka dalam miliknya akan sepenuhnya sembuh, bahkan tubuhnya akan menjadi sangat kuat dibandingkan sebelumnya.
Apa yang dikatakan Batara Karang memang benar dan menunjukkan hasil yang mengagumkan. Karena itulah mengapa seluruh pasukan yang berada dibawah pimpinannya mengikuti jejaknya. Berdasarkan alasan itu juga lah mengapa semua anak buahnya juga memiliki tubuh benih iblis seperti dirinya.
"Hahaha...kita buktikan apa kau sanggup menghadapiku sekarang!" Jendral Ulagan berteriak sambil memulai serangannya dengan lebih buas.
Jendral Yuwen Huaji tertawa mendengar teriakan Jendral Ulagan yang penuh kemarahan, "akan aku ingatkan kepadamu bagaimana aku dulu membuatmu sekarat!"
Jendral Ulagan segera mengingat jurus yang hendak dikerahkan lawannya.
"Jurus Pedang Musim Dingin!"
Energi dingin yang sangat kuat menerjang ke arahnya, seakan segala hal membeku. Gerakan tubuhnya juga begitu susah digerakan.
Karena keistimewaan jurus itu yang dulu dirinya dipecundangi lawannya. Dia menjadi bulan-bulanan Jendral Yuwen Huaji. Tetapi itu adalah dulu, sekarang dia tidak akan dipecundangi semudah itu.
"Tahap Bangkitnya Iblis!"
Demi mematahkan jurus Jendral Yuwen Huaji kali ini dia harus mengerahkan kekuatannya yang lebih besar. Selain itu dia sedang bekejaran dengan waktu, agar secepatnya seluruh pasukan kekaisaran yang berada diatas tebing berhasil dihabisi semua.
Bahkan ledakan kekuatan milik Jendral Ulagan membuat pasukan kekaisaran yang berada didekatnya banyak yang kehilangan kesadaran. Bagi yang masih bertahan dipenuhi rasa takut yang menyelimuti kesadarannya. Ledakan kekuatan itu dipenuhi hawa sesat yang pekat.
**
Bagi yang bosan silahkan lakukan apa yang perlu dilakukan terserah kalian. cerita tetap berlanjut seperti keinginan saya