SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 440 Kingkara



Menurut cerita Shinigami dulunya adalah para makhluk yang menjadi penjaga neraka atau bernama lain Kingkara. Mereka adalah bawahan dari Raja Penjaga Neraka atau Sang Hyang Petraraja, yaitu Sang Hyang Batara Yamadipati.


Karena Batara Yamadipati adalah panglima dari para Kingkara atau penjaga neraka, maka dia memiliki sebutan lain, yaitu Sang Hyang Yamakingkarapati yang artinya panglimanya makhluk-makhluk Kingkara atau makhluk penjaga neraka.


Singkat cerita ada kelompok Kingkara yang menyebut diri mereka sebagai Shinigami memimpin pemberontakan dan hendak menggulingkan kekuasaan panglima tertinggi, yaitu Batara Yamadipati.


Para Shinigami yang hendak merebut kursi kepemimpinan yang dipegang Batara Yamadipati, akhirnya berakhir dengan kegagalan. Tetapi aksi pemberontakan yang dilakukan para Shinigami membuatnya harus meninggalkan neraka.


Mereka terpaksa melarikan diri dari neraka dan tidak pernah kembali. Karena Batara Yamadipati telah mengutuk para Kingkara akan terkurung di dunia yang sepi.


Dunia yang lebih mengerikan dibandingkan apapun. Tempat diantara ada dan tiada, tempat yang tidak membuat mereka mati dan tidak juga hidup. Sebab mereka semua berada dalam alam ketiadaan.


Mereka juga tidak lagi dilindungi oleh kekuatan Yamadipati yang diberikan kepada setiap Kingkara. Sehingga semua Shinigami akan mati jika tetap berada di neraka. Sebab mereka akan terbakar oleh panasnya api neraka.


Mereka para Shinigami menyadari hal itu, sebab pusaka yang menjadi pelindung untuk menahan panasnya api neraka telah kembali pada pemilik sejatinya, yaitu Sang Hyang Yamadipati.


Karena alasan itulah yang membuat para Shinigami tidak lagi dapat tinggal di neraka dan secepatnya angkat kaki.


Pada saat Shinigami masih menjadi Kingkara atau makhluk penjaga neraka, sejatinya mereka adalah makhluk gaib yang abadi. Mereka tidak mati seperti makhluk lainnya, mereka seperti sebuah jiwa saja.


Tetap setelah menjadi Shinigami dan dikutuk oleh Batara Yamadipati, maka yang bisa membunuhnya hanyalah api neraka, sehingga jiwanya itu akan lenyap dan tidak bereinkarnasi.


Tetapi kemampuan yang dimiliki Kingkara tetap dimiliki oleh mereka. Senjata apapun tidak akan mampu melukai mereka.


Keberadaan makhluk yang begitu kuat disadari oleh leluhur siluman elang. Mereka kemudian menggunakan sihir hitam untuk memanggil.


Tetapi makhluk itu tidak akan bisa keluar dari alam tempat mereka dikutuk, kecuali meminta tumbal nyawa orang yang telah memanggil Shinigami.


Sebagai bayarannya, mereka akan mendapatkan kekuatan dari para Shinigami, yaitu tidak akan bisa mati. Tentu saja sampai kontrak sihir yang dibuat untuk membunuh seseorang berhasil diselesaikan.


Namun karena kekuatan Shinigami sangat besar, sehingga butuh beberapa nyawa yang dikorbankan untuk memanggil satu Shinigami.


Cerita itulah yang diingat kembali oleh Geho Sama, dia buru-buru memberitahukan hal itu kepada Suro.


"Kabar bagus bocah, aku ingat sesuatu!"


"Kemungkinan kita bisa mengalahkan Shinigami ini. Dia memiliki nama lain Kingkara atau makhluk penjaga neraka!"


"Aku tidak bertanya nama lain, alamat rumahnya atau juga ukuran celananya Geho Sama! Cepat sebutkan bagaimana cara membunuh makhluk itu!"Dewa Obat berteriak kalut tidak sabar melihat Shinigami terus menghujani serangan ke arah mereka bertiga, terutama dirinya yang tidak memiliki jurus ruang waktu.


Mendengar teriakan Dewa Obat justru menyadarkan Geho Sama untuk tidak berbicara secara langsung. Sebab musuh akan mendengar salah satu rencana yang hendak dilakukannya.


Tetapi dia akan tetap bercerita hanya kepada Suro mengenai latar belakang Shinigami melalui suara batin. Sebab untuk menghabisi Shinigami, diantara mereka bertiga kemungkinan hanya Suro yang memiliki kemampuan itu.


Karena itulah dia membiarkan Dewa Obat terus berteriak-teriak meminta dirinya mengatakan kepadanya cara untuk membunuh Shinigami.


Memang sangat wajar mengapa Dewa Obat berteriak begitu kalut kepada Geho Sama. Sebab sabetan pedang dan serangan cemeti hitam yang panjang milik Shinigami, silih berganti mengejar tubuh mereka bertiga.


Itu masih ditambah serangan yang dilakukan para Shuzaku yang tidak mati meski beberapa kali panah chakra milik Dewa Obat menghajar dan menembus kepala mereka sekalipun.


Para Suzaku setiap kali mengawali serangannya mereka selalu menggunakan jurus ruang waktu tak kalah merepotkan dibanding makhluk bernama Shinigami atau Kingkara.


Suro dan Geho Sama mampu menepis atau menghindari serangan para Sazuku, tetapi tidak dengan Dewa Obat. Beruntung tubuhnya telah terlindungi oleh energi pelindung perisai Genta Kumala tingkat sebelas.


Jika tidak, maka lelaki tua itu tentu sudah remuk redam tubuhnya. Meskipun dia memiliki rambut sepenuhnya putih, tetapi tubuhnya penuh berotot.


Salah satu alasan itulah yang membuat dirinya layaknya seorang pada masa mudanya, sehingga dia bertarung seperti tidak merasakan kelelahan. Ditambah dengan ilmu perisai Genta Kumala tingkat sebelas yang dia kuasai membuat tubuhnya tahan pukul.


Pendekar itu memang hanya menghawatirkan serangan yang dilakukan Shinigami. Tentu saja dia ketakutan, sebab dia mengetahui Shinigami adalah penjaga neraka.


Apalagi Geho Sama menakut-nakuti, jika sampai terkena serangan Shinigami, maka itu artinya di saat mati dia tidak dikirim ke surga tapi langsung ke neraka


Karena itu, dibanding terkena serangan Shinigami, dia memilih tubuhnya terhantam serangan para Suzaku. Walaupun sebenarnya dia tidak menerima begitu saja setiap serangan para Suzaku.


Gandewa Wijaya miliknya dapat dia gunakan sebagai perisai dan senjata untuk menyerang balik. Sisi luar dari gandewa itu seperti bilah pedang, sehingga selain untuk serangan jarak jauh, bisa digunakan untuk serangan ataupun pertahanan jarak dekat.


Kebanyakan yang dia bisa lakukan saat ini adalah terus menghindar dan menangkis serangan. Tetapi para Suzaku tidak membiarkan semudah itu.


Seperti saat ini, ketika dirinya sedang sibuk menghindari tebasan pedang hitam milik Shinigami dan juga cambuknya, mendadak Ichi Suzaku kembali muncul dibelakangnya dan menghantam tubuhnya dengan sedemikian kuat.


Panah chakra yang dia kerahkan dalam jumlah yang tak terhitung jumlahnya memang berhasil mengenai para Suzaku. Tidak ada satupun yang meleset.


Namun semua serangan itu tidak membuat tubuh mereka merasakan sakit. Luka yang ada langsung pulih dengan cepat.


Tehnik terlarang yang digunakan para siluman elang memang membuat mereka tidak bisa mati, selama Shinigami yang mereka panggil masih ada.


"Cepat katakan caranya untuk membunuh Kingkara makhluk penjaga neraka itu!" Dewa Obat kembali berteriak kepada Geho Sama dengan kesal, sebab tidak juga dijawab.


Dia sudah tidak sabar dengan serangan yang terus mengujani dirinya. Sebab Ichi Suzaku yang terkuat dari kedelapan Suzaku berhasil menendang kepalanya dengan sedemikian keras.


Walaupun dengan perisai Genta Kumala sekalipun, tubuhnya tetap terlempar dan menghantam dinding sampai sedemikian keras.


Dia hanya bisa merutuk setiap kali tubuhnya terkena serangan para Suzaku. Serangan para Suzaku justru dapat mengenai dibandingkan serangan Shinigami.


Karena keberhasilan serangan para Suzaku disebabkan oleh jurus ruang waktu yang digunakannya.


Teriakan-teriakan Dewa Obat terus terdengar, selama pertarungan. Sebab Geho Sama tidak juga memberikan jawaban.


Geho Sama yang diserang secara bertubi-tubi oleh musuhnya Ni Suzaku memang tidak punya kesempatan menjawab teriakan Dewa Obat dan juga tidak berniat menjawabnya.


Sebenarnya seandainya tanpa kekuatan Shinigmi yang bersatu dengan kekuatan musuhnya, yaitu Ni Suzaku, dia sangat yakin mampu mengalahkannya.


Tetapi kondisi saat ini sangat jauh berbeda, sebab berapa kali pun serangan miliknya telah menghancurkan tubuh musuhnya, maka Ni Suzaku dapat pulih kembali dalam sekejap.


Tidak jauh berbeda dengan Mereka berdua selain harus selalu waspada dengan serangan tebasan pedang hitam dan cambuk yang mampu mencabut nyawa milik Shinigami, Suro juga terus sibuk melayani serangan San Suzaku.


Bedanya Suro memiliki jurus tendangan dan ilmu Langkah Maya, sehingga serangan musuh yang silih berganti dapat dia tepis ataupun dia hindari, walaupun itu semua itu dilakukan dengan susah payah.


Tendangan penghancur langit cukup kuat mematahkan serangan para Suzaku yang tidak lagi memikirkan keselamatannya. Sebab kini para Suzaku tidak khawatir akan mati dibunuh oleh mereka bertiga.


Gerakan cepat para Suzaku dapat terus diikuti oleh Suro, tetapi kewaspadannya lebih tertuju kepada serangan yang dilakukan Shinigami.


**


Sebagai bentuk apresiasi pembaca yang telah memberikan sumbangan poin untuk novel SB, maka author akan kembali crazy up tetapi tidak sebanyak sebelumnya.


Apakah crazy up ini akan membuat semua pihak puas, tentu saja tidak. Apalagi yang tidak memberikan dukungan dan memprotes karena hasilnya tidak dengan selera yang dia mau, tentu itu adalah masalah dirinya sendiri.


Apakah authornya tidak bisa menerima kritik, tentu saja bisa menerima kritik, tetapi kritik yang membangun bukan yang berbicara tidak dengan...ah sudahlah. intinya saya membuat crazy up untuk memberikan apresiasi yang telah memberikan dukungan pada novel SB sebisa dan semampu saya.


terima kasih terus berikan dukungan untuk novel SB