
"Serangan berikutnya kita tidak boleh gagal. Karena itu untuk serangan berikutnya kita harus memusatkan seluruh serangan di sisi Utara saja. Sehingga kita bisa memastikan serangan kali ini kita mampu menjebol gerbang benteng kota He Bei."
Khan Langit mengundang Raja Yeongyang dari Kerajaan Goguryeo untuk mendiskusikan serangan yang akan mereka lakukan esok hari. Mereka merasa serangan yang telah mereka lakukan barusan telah gagal.
Walaupun serangan itu telah menewaskan para prajurit kekaisaran dalam jumlah yang sangat banyak, tetapi selama mereka belum berhasil menjebol gerbang, maka itu menjadi bukti kegagalan serangan mereka.
"Aku setuju dan menerima usulanmu," Raja Yeongyang dari Kerajaan Goguryeo menyambut baik usulan dan penjelasan Khan Langit.
"Diriku tidak mempermasalahkan usulan itu. Tetapi sebaiknya dari sekarang kita harus memikirkan bagaimana caranya mengatasi serangan bola-bola peledak yang menimbulkan kebakaran hebat.
Sebab serangan itu telah membuat pasukan kita banyak yang tewas. Bahkan pasukan yang telah diperkuat dengan benih iblis sekalipun tidak mampu selamat darinya."
"Jangan khawatirkan hal kecil seperti itu, dengan menggabungkan seluruh pasukan yang kita miliki, kali ini kita pasti dapat mendobrak gerbang benteng kota He Bei." ucap Khan Langit.
"Serangan kita sebelumnya juga telah menghabisi banyak pasukan pemanah. Aku yakin serangan kali ini kita mampu mengalahkan mereka." imbuh Khan Langit.
**
"Gawat Jendral Xiao Long, pasukan musuh bergabung."
Laporan pasukan telik sandi membuat para punggawa yang sedang merencanakan pertahanan, harus kembali berhenti. Mereka segera keluar ruangan untuk memastikan kebenaran laporan barusan.
Mereka perlu memastikan hal itu, karena itu artinya rencana yang mereka baru susun akan berubah dengan melihat pola serangan musuh.
Didalam ruangan itu terlihat Jendral Yuwen Shiji, Jendral Xiao Long, Jendral Tian Bai, kolonel Xian Hua. Beberapa punggawa lain yang memimpin setiap kesatuan dan juga Jendral Zhao dari pasukan penjaga kota Shaanxi.
Dari atas tembok mereka menyaksikan iring-iringan pasukan dari Kerajaan Goguryeo menuju ke arah pasukan Khan Langit yang berkemah. Jumlah kekuatan gabungan dari keseluruhan pasukan musuh lebih banyak dibandingkan pasukan kekaisaran yang terus berkurang.
Melihat iring-iringan pasukan sebanyak itu membuat pasukan kekaisaran yang melihat menjadi sedikit gentar.
Dengan serangan gabungan kali ini, jendral Ulagan dan punggawa kerajaan Goguryeo merasa optimis mampu menghancurkan pertahanan pasukan kekaisaran. Dengan sangat yakin mereka kali ini mampu menghancurkan gerbang kota He Bei.
Jumlah pasukan Kerajaan Goguryeo yang telah diperkuat dengan benih iblis, dalam penyerangan kali ini akan bergabung bersama pasukan dibawah pimpinan Jendral Ulagan. Dengan jumlah lebih dari lima ratus pasukan yang telah diperkuat dengan benih iblis, membuat rasa percaya diri Jendral Ulangan naik. Dia sudah sangat yakin akan mampu menjadi kunci keberhasilan serangan kali ini.
Tetapi Jendral Xiao Long juga telah memperhitungkan dengan masak. Gabungan dua kekuatan musuh yang telah bersiap bertempur telah dia pikirkan. Beberapa langkah penting segera dia ambil dengan cepat.
Hampir seluruh pasukan dikerahkan untuk mempertahankan gerbang utara. Termasuk semua pasukan Macan Hitam yang telah memiliki kekuatan tingkat langit.
"Apakah kali ini kita mampu menahan serangan mereka?" Tatapan Jendral Yuwen Shiji mengarah pada pasukan musuh yang terus mendekat.
"Jika kita katakan apa adanya pada seluruh pasukan kita, maka kita semua akan mati di benteng kota He Bei hari ini. Tetapi jika memberikan semangat kepada mereka dengan memberikan harapan kemenangan dalam peperangan kali ini, maka segala hal dapat terjadi.
Percayalah, jika di dunia ini ada sesuatu yang disebut dengan keajaiban. Dan aku yakin sampai besok hari dadaku masih bernafas." Jendral Xiao Long menepuk pelan pundak adik dari panglima perang kekaisaran Yang Guang.
Lelaki itu lalu berkeliling memeriksa persiapan para prajurit yang kembali akan siap bertempur. Setelah dia merasa yakin semua persiapan telah dilaksanakan sesuai rencana, dia lalu berdiri diatas tembok di gerbang utara.
"Aku memahami kalian semua dalam keletihan panjang dan hampir semua pasukan yang ada di benteng ini merasakan hal yang sama. Termasuk juga pasukan dari kota Shaanxi, mereka juga belum sepenuhnya mampu melepaskan seluruh lelahnya setelah menempuh perjalanan panjang."
"Aku tidak meminta kalian bertempur untukku, tetapi aku meminta kalian bertempur demi seluruh kekaisaran yang keselamatan mereka bergantung kepada sekuat apa kalian bertempur hari ini!"
Pandangan mata Jendral Xiao Long menyapu ke seluruh pasukan yang kini berada dalam kepemimpinannya. Hal itu dikarenakan kondiai Panglima perang jendral Yuwen Huaji yang semakin parah.
Suara genderang perang mulai ditabuh menandakan pasukan musuh sudah berada cukup dekat, pidato singkat dari Jendral Xiao Long telah membuat setiap pasukan kekaisaran semakin erat menggenggam senjata mereka dan berjanji untuk bertempur sekuat tenaga sampai nyawa mereka meninggalkan badan.
Disetiap pelupuk mata pasukan kekaisaran yang mereka ingat adalah anak, saudara, orang tua yang harus mereka selamatkan dari kekejaman pasukan musuh. Pikiran mereka untuk menjaga keluarga, membuat semangat tempur mereka membara.
Jendral Yuwen Shiji yang memimpin pasukan pemanah membagi menjadi dua lapis. Tujuan dia membuat dua lapis adalah agar serangan panah terus menghujani musuh tanpa jeda.
Kedatangan pasukan yang dibawah pimpinan Jendral Zhou Fang dari kota Shaanxi membawa pasukan pemanah lebih dari delapan ribu. Di tambah pasukan yang lain sejumlah lima ribu. Walaupun dalam pasukan itu hanya memiliki pasukan kekuatan langit tidak lebih dari sepuluh, diantaranya Jendral Zhou Fang sendiri.
Dalam keadaan sudah siap tempur seperti itu, pasukan kekaisaran justru telah kecolongan. Sebab pasukan musuh telah mendahului menyerang mereka.
Sebelum anak panah milik pasukan kekaisaran lepas dari busurnya, justru dari atas langit berlesatan panah dan jarum menghujani mereka.
Di atas udara ratusan pasukan tingkat langit telah memulai serangannya.
"Lindungi diri kalian!"
"Sebagian pasukan Macan Hitam lindungi pasukan diatas gerbang!" Jendral Xiao Long berteriak sambil melesat ke atas.
"Jurus Pedang Rembulan Merah!"
Energi tebasan pedang berwarna merah melesat berusaha menghancurkan serangan panah dan jarum-jarum yang hendak menghujani pasukan kekaisaran disekitar gerbang bagian utara.
Melihat tindakan Jendral Xiao Long yang berusaha melindungi pasukannya, sebagian besar para punggawa ikut melesat menemani panglima sementara mereka.
Salah satunya adalah Jendral Yuwen Shiji, Kolonel Xian Hua. Selain mereka adalah pasukan Macan Hitam yang ikut membantu Jendral Xiao Long melesat ke atas langit memapak kedatang musuh yang berhasil menyerang secara diam-diam.
Sedangkan sebagian lagi dari pasukan Macan Hitam bergerak melindungi para pasukan pemanah di dekat gerbang,
Pertempuran di atas udara menjadi awal pecahnya kembali peperangan tiga negara. Di darat pasukan Khan Langit dan Gogureyo langsung menyerbu ke arah gerbang.
"Aku sudah katakan pasukanku akan mampu menangani musuh dan memancing mereka!" Jendral Ulagan dan pasukannya menyerbu ke arah Gerbang menggunakan pakaian biasa seperti prajurit lainnya. Sebuah senyum lebar menghiasai wajah jendral Ulagan.
Tanpa diketahui pasukan kekaisaran, sesungguhnya serangan dari atas udara oleh pasukan musuh yang berkulit hitam adalah sebuah taktik untuk memancing pasukan kekaisaran yang berkekuatan besar menyingkir dari sekitaran gerbang. Minimal mengurangi jumlah kekuatan pasukan kekaisaran, sehingga gerbang itu dapat mereka dobrak.
Pada awalnya pasukan kekaisaran menyangka, jika seluruh pasukan yang diperkuat dengan benih iblis menyerang dari atas udara. Kenyataannya kekuatan pasukan yang telah di perkuat dengan benih iblis telah dibagi menjadi dua.
Justru serangan terkuat yang dilakukan pasukan musuh adalah yang berada di darat, bukan pasukan yang ada diatas udara.
Kekuatan yang berada di darat beberapa sudah mencapai tingkat surga. Merekalah para pungawa-pungawa dari dua pasukan yang kini memutuskan bergabung.
Dua punggawa dari Kerajaan Gogureyo yang mencapai tingkat surga antara lain Jendral Joseong dan Jendral Sejong. Mereka berdua justru sudah berada dibarisan terdepan dan meloncat ke atas benteng.
"Gawat kita sepertinya telah dikelabui musuh!" Jendral Tian Bai segera menyadari kesalahan tindakan para Pasukan Macan Hitam yang ikut melesat menghadang musuh yang menyerang dari atas udara.
Sebab pasukan musuh memanfaatkan melemahnya pasukan yang menjaga pintu gerbang.
Mereka membantai para prajurit kekaisaran dengan mudah, sebab pasukan Macan Hitam yang mampu menghadapi pasukan musuh sedang berada diatas langit bertarung dengan pasukan musuh juga. Sedangkan pasukan Macan Hitam yang berusaha melindungi gerbang tidak mampu memghentikan pembantaian yang dilakukan pasukan musuh.
Selagi pasukan yang berada di bawah banyak yang dibantai pasukan gabungan, maka dari atas udara pasukan Macan Hitam yang sebelumnya ikut melesat bersama Jendral Xiao Long, kini justru mulai berjatuhan ke bawah meluncur dengan cepat.
Mereka jatuh dalam kondisi berdarah-darah atau sebagian besar justru tubuhnya telah membiru dengan cepat. Mereka telah berhasil dihabisi pasukan musuh yang sebelumnya berhasil memancing sebagian pasukan kekaisaran.
Pertempuran di udara itu terus berlanjut, seperti pertempuran di darat yang tak kalah seru.
Pasukan musuh yang bertempur di atas udara melawan para punggawa dan pasukan Macan Hitam memang memiliki satu tugas, yaitu memancing dan terus mendesak para pasukan kekaisaran, yang dengan terpaksa menghadapi serangan mereka.
Kekuatan pasukan itu tidak sembarangan mereka benar-benar kuat. Dengan kekuatan mereka seorang punggawa berkekuatan surga sekalipun dapat mereka imbangi. Apalagi mereka memang kebal dari berbagai senjata biasa.