SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch.197 Gagak Setan part 2



"Aku adalah si tuan penyihir. Kemampuan sihirku akan sangat membantumu untuk menghadapi makhluk yang bernama Bhatara karang dan Hyang Antaga."


"Apa urusanku dengan Batara karang dan Hyang Antaga?"


"Apakah duniamu ingin hancur seperti ini? Merekalah dalang atas hancurnya alam ini."


"Memang apa hubungannya alam ini dengan Bawana(bumi) tempat tinggal kami?" Dewa Rencong ikut menyahut agaknya dia ikut penasaran dengan ucapan Gagak setan didepannya.


"Hubungannya terkait dengan rahasia terbentuknya alam ini dan juga alam kalian. Cukup kalian tahu, bahwasannya aku juga berasal dari alam dimana kalian hidup."


"Jaminan apa yang dapat memastikan dirimu tidak akan berkhianat kepadaku?" Suro kembali bertanya ke arah Gagak setan.


"Sebagai tanda kesetiaanku aku akan rela memberikan padamu mustika jiwaku ini. Sekedar kau tau anak manusia, apa yang aku lakukan dengan menyerahkan mustika jiwaku, itu tidak ubahnya aku telah menyerahkan jiwaku berada didalam genggamanmu. Ini bagi kami para siluman, adalah sebuah bentuk perjanjian pati. Sebab jika dirimu mati, maka jiwaku juga akan musnah."


"Tujuanku sekarang, hanya ingin membalaskan dendamku kepada Batara Karang dan Hyang Antaga yang telah memanfaatkanku. Selain itu aku sadar sekarang, jika tindakanku yang dahulu sudah salah. Sekarang aku harus menggagalkan rencana mereka untuk membebaskan Dewa kegelapan."


"Aku dulu ingin menguasai dunia ini dengan mendapatkan kekuatan jiwa dari Dewa kegelapan. Tetapi berjalannya waktu, setelah aku disegel, kini aku menyadari jika mereka hanya ingin melihat dunia ini hancur."


"Sebelum aku memutuskan ingin membebaskan dirimu atau tidak. Bisa kau ceritakan padaku mengenai alam ini" Suro menatap Geho sama yang sekarang berada didepannya dalam bentuk wujud yang tembus pandang.


Geho sama atau Gagak setan kemudian mulai bercerita tentang bagaimana hawa kegelapan bisa muncul dan akhirnya meracuni dunia itu.


Pada saat semuanya belum ada, Sang Hyang Wenang telah menciptakan unsur anasir alam yang pertama yaitu akasa. Ini merupakan satu bagian dari Panca Mahabhuta. Akasa awal mulanya adalah asat atau juga disebut aditi hanyalah sebuah ketiadaan, kekosongan yang tidak bertepi. Sebuah kegelapan yang ditutupi kegelapan. Di saat itu lahirlah sebuah kekuatan yang kemudian hari disebut Dewa Kegelapan penguasa ketiadaan.


Setelah itu Sang Hyang Wenang menciptakan empat anasir alam lainnya yang merupakan pecahan dari akasa. Dengan berjalannya waktu, Dewa Kegelapan merasa tersingkirkan. Dia berikrar akan menghancurkan seluruh alam.


Kemudian para dewa bersatu padu mencegah kehancuran itu. Mereka kemudian menyegel Dewa Kegelapan menjadi tiga bagian, yaitu jiwa, raga dan kekuatannya.


Alam kegelapan dimana mereka sedang berada, tercipta karena upaya para dewa untuk menyegel kekuatan dewa kegelapan. Sebab alam itu sebenarnya adalah sebuah penjara untuk menyegel kekuatan dari Dewa Kegelapan.


Dia disegel oleh para Dewa dengan ditimbun oleh catur mahabhuta atau empat anasir pembentuk alam, yaitu tanah, air, udara dan api.


Dengan penjelasan sederhana Dewa Kegelapan telah dikubur setiap bagiannya dengan menyatukan kekuatan empat Dewa penguasa empat anasir alam. Mereka adalah Batara Surya, Batara Indra, Batara Baruna dan yang terakhir adalah Sang Hyang Anantaboga. Mereka berempat bersatu padu menyegel dengan menyatukan empat unsur alam. Untuk menyegel mereka menggunakan beribu-ribu gunung, angin, panas dan melebur semua menjadi satu, sehingga terbentuklah sebuah bawana atau mandhala atau sebuah bentuk bumi.


"Cukup kalian pahami betapa gawatnya jika mereka berhasil melaksanakan tujuannya. Sebab raganya disegel di alam lain, yaitu di alam dimana kalian tinggal. Kekuatannya disegel di alam ini. Sedangkan jiwanya disegel di alam yang lain lagi aku tidak mengetahuinya. Namun pada saat penyegelan jiwa belum sempurna, sebuah pecahan jiwanya telah berhasil meloloskan diri. Pecahan jiwa itu dapat lepas dengan cara keluar bersama nafas Dewa kegelapan.


"Pecahan jiwanya itu lebih dikenal sebagai Sukmo nglemboro. Ketika jiwa itu sudah berada di alam dunia, secara tidak langsung dia telah masuk dalam roda samsara. Sehingga Kondisi itu membuatnya terancam akan hancur, jika jiwa itu tidak segera memiliki raga."


"Oleh karena itu pengikut setianya, yaitu Batara Karang dan Hyang Antaga mencarikan wadak yang mampu menampung jiwa dari Dewa Kegelapan. Walaupun Dewa Kegelapan kekuatan tubuhnya sudah disegel di alam lain, namun dia masih memiliki kekuatan jiwa. Kekuatan jiwanya itu sangatlah dahsyat. Jika bukan makhluk yang sangat kuat atau sebangsa makhluk yang abadi. Atau mungkin mendekati para dewa yang telah meminum berkah tirta amerta, maka tubuhnya akan hancur."


"Walaupun sebenarnya tanpa Dewa kegelapan sekalipun aku telah menjadi siluman terkuat. Semua itu berkat ilmu empat sage. Aku sudah menelan tubuh makhluk dan siluman lain dan menyerap kekuatannya sampai tidak terhitung jumlahnya. Namun kekuatan itu tidak lah cukup untuk menjadi penguasa terkuat."


"Maka ketika Batara Karang menawarkan kekuatan yang begitu menggiurkan, membuat aku langsung tergiur. Aku langsung menerimanya. Kemudian tubuhku dimasuki oleh jiwa dari Dewa Kegelapan. Kekuatan jiwa dari Dewa Kegelapan sangatlah mengerikan. Tubuhku yang selalu haus dengan kekuatan, akhirnya sanggub menampung pecahan jiwa dari dewa kegelapan."


"Singkat cerita aku berhasil disegel oleh empat ksatria. Kekuatan empat ksatria itu sangatlah kuat, bahkan dengan kekuatanku yang dibantu jiwa dewa kegelapan tidak mampu menahan ilmu segel dewa milik mereka. Setelah berhasil menyegel diriku, mereka justru kebingungan untuk menempatkan tubuhku."


"Sebab dimanapun tubuhku disegel akan terjadi bencana. Kemudian Batara Karang dan Hyang Antaga yang merasa tidak mampu mengalahkan empat ksatria memilih membuat tipu muslihat."


"Batara Karang dan Hyang Antaga mencoba menipu mereka dengan berlagak sebagai utusan langit. Mereka memberikan solusi agar kekuatan jiwa dari dewa kegelapan tidak meracuni alam kalian. Maka mereka berdua menyuruh untuk menempatkan tubuhku di alam ini."


"Mereka tidak mengetahui, jika itu adalah bagian tipu muslihat untuk mempertemukan jiwa dari dewa kegelapan dengan kekuatannya yang tersegel di alam ini. Batara karang berpikir jika jiwa kegelapan mampu menyerap kekuatan kegelapan, maka dia akan menjadi lebih kuat."


"Setelah aku disegel di alam ini, Batara Karang dan Hyang Antaga memulai rencana mereka, yaitu membuka celah sedikit di alam ini. Seperti yang kau lihat di atas Punden berundak, itulah hawa dari kekuatan kegelapan yang berhasil merembes keluar. Itu hanyalah bagian yang sangat kecil dari seluruh kekuatan Dewa Kegelapan yang tersegel."


"Tetapi lihatlah satu alam ini akhirnya hancur. Meski hawa kegelapan itu hanyalah bagian kecil saja."


"Setelah ribuan tahun tersegel bersamaku, akhirnya sukmo nglemboro mendapatkan wadak yang baru. Itu belum lama berlangsung, saat seorang anak manusia mendadak masuk alam ini. Dia adalah seorang anak manusia yang telah tersentuh oleh berkah tirta amerta. Dia terlalu sembrono, karena menggunakan ilmu tenaga dalam empat sage dialam ini. Tubuhnya yang telah teracuni hawa kegelapan, secara tidak langsung telah menyerahkan raganya untuk dimiliki Dewa Kegelapan."


"Intinya aku tetap tersegel disini dan jiwa kegelapan yang menumpang diriku mampu menyusup ke tubuh manusia yang menyerap kekuatan kegelapan."


Mereka semua terkejut mendengar penjelasan Gagak Setan. Suro menatap ke arah Dewa Rencong yang tidak mengucapkan sepatah kata pun. Mereka tidak mengetahui jika masalah yang mereka hadapi sedemikian rumit. Bahkan melibatkan seluruh alam.


"Aku tidak bisa membebaskanmu sekarang Gagak setan, mungkin lain waktu. Karena kami harus mencari dua rekan kami yang menghilang di alam ini! Selain itu segel yang digunakan empat ksatria yang berupa ilmu segel dewa yang katanya begitu kuat, aku tidak tahu cara menghancurkannya."


"Hahahaha...! Manusia sialan, sudah aku duga kamu akan menolaknya untuk membebaskanku! Tetapi jangan salahkan diriku yang sudah mencoba menyelamatkan dunia kalian, tetapi kalian justru menolaknya!"


"Bicara mengenai dua rekanmu, aku tahu dimana. Dan jika kalian tidak segera menemukan mereka, maka hanya akan berakhir seperti makhluk yang telah kalian habisi sebelumnya. Waktu yang kalian miliki tidaklah lama."


"Aku memberi kesempatan untuk kalian berpikir, kau akan mendapatkan budak sekuat diriku kemudian dapat menyelamatkan dua temanmu. Juga akan memiliki peluang besar mampu mencegah kehancuran dunia kalian! Mengenai cara menghancurkan segel dewa hanya bisa dihancurkan oleh senjata dewa. Dan bilah pedang milikmu, aku kira akan sanggup untuk melakukannya!"


Suro menoleh ke arah Dewa Rencong meminta pendapat sebagai orang yang dituakan olehnya. Mereka semua masih terkejut dengan cerita Gagak setan barusan.


"Sejujurnya aku tidak tahu harus mengatakan apa mengenai hal ini bocah, tetapi apa yang dia tawarkan tidak ada yang merugikan dirimu ataupun kita semua. Selain itu jiwa dari siluman ini seharusnya cukup lemah setelah sekian ribu tahun disegel. Selain itu, bukankah kau juga sudah biasa menghisap tubuh siluman sampai habis? Apa salahnya, jika sekali lagi kau hisap jiwa seorang siluman, jika dia tidak menepati janjinya?"


Suro kembali menatap ke arah bayangan Gagak setan didepannya.


"Baiklah aku akan membebaskanmu. Tetapi jika kau mengingkari janjimu, maka itu adalah akhir dari riwayatmu!"