SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 279 Raja Siluman Lebah Iblis



"Kurang ajar siapa yang barusan menyerang? " Eyang Sindurogo langsung bangkit begitu tubuhnya menghantam bumi. Dia segera menatap kesekeliling dimana yang lain juga menghantam bumi seperti dirinya.


"Aneh, mengapa aku tidak merasakan kehadiran lawan yang baru saja menyerang?"


Dia sibuk memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. Eyang Sindurogo sepertinya masih merasakan pusing setelah menghantam bumi dengan begitu keras. Kekuatan yang menghantam mereka begitu kuat sehingga mereka tidak sempat menghentikan luncuran tubuhnya.


Tanpa menunggu seseorang untuk menjawab, sesaat setelah Eyang Sindurogo bangun, dia segera menemukan sendiri jawaban atas pertanyaannya. Sebab empat sosok makhluk yang menyerang mereka telah muncul dan mendarat tidak jauh darinya.


Mereka semua adalah sebangsa siluman yang memiliki wujud cukup mengerikan. Para siluman itu awalnya hendak melanjutkan serangan susulan, namun mereka mengurungkan niatnya. Karena melihat eyang Sindurogo langsung bangkit dan disusul lainnya untuk bersiap menghadapi mereka.


"Jadi benar apa yang dikatakan paman Tohjaya, mengenai makhluk kuat yang melindungi Perguruan Sembilan Selaksa Racun ini. Ternyata sesuai dengan perkiraanku jika makhluk yang dimaksud adalah sebangsa siluman, seperti Naga Vitria yang menjadi pelindung Perguruan Racun Neraka." Suro segera bangkit dengan waspada menyusul gurunya yang telah bangkit terlebih dahulu.


Pandangannya langsung tertuju kepada para siluman yang telah hadir dengan hawa pembunuh yang begitu kuat. Para siluman itu terkejut serangan yang begitu telak tidak juga mampu menghancurkan tubuh lawannya.


Para siluman itu dapat menghajar keempat pendekar itu dengan menggunakan kelengahan mereka. Sebab mereka berempat terlambat menyadari, jika musuh sudah menunggu kedatangan mereka dibalik awan.


Sehingga saat ada celah, maka para siluman itu segera memanfaatkan untuk melakukan serangan serentak. Para siluman itu akhirnya berhasil menghantamkan serangan dari arah atas dengan telak.


Setelah Suro bangkit, tidak beberapa lama kemudian Geho sama juga ikut bangkit dan menatap ke arah para siluman itu, maka mereka para siluman segera menyadari sesuatu yang membuat mereka berteriak serempak.


"Geho sama?" Para siluman itu tidak mempercayai wujud yang sedang berada dihadapan mereka.


Empat siluman itu segera mengenali salah satu dari lawan yang mereka hajar. Sosok itu bagi mereka ternyata sangat mereka kenal. Bahkan dulunya termasuk sosok yang sangat mereka takuti. Mereka berempat menatap ke arah Geho sama seperti tidak mempercayai dengan pengelihatannya sendiri.


"Sepertinya para Dewata memihak dan mengijinkan kita untuk membalaskan dendam atas kematian ribuan siluman ditangan makhluk itu! Lihatlah, dia hanya memiliki kekuatan setara tingkat langit." Sesosok yang berbicara dengan keras barusan, memiliki tubuh mirip seekor lebah lengkap dengan sayapnya. Tubuhnya sebesar bayi manusia dan kepalanya menyerupai seorang lelaki separuh baya dengan taring yang mencuat keluar dari mulutnya.


Dialah yang berjuluk Raja siluman lebah iblis. Di sebelahnya ada siluman kalajengking, siluman Laba-laba iblis dan yang terakhir adalah siluman harimau dengan ukuran tubuhnya dua kali dari seekor sapi dewasa.


Setelah Geho sama bangkit, maka yang terakhir bangkit adalah Dewa Rencong. Mereka menghantam bumi begitu keras, bahkan tanah dimana tubuh mereka terjatuh ikut amblas. Setelah menyadari kehadiran para siluman itu, maka mereka segera bersiap untuk kembali harus melakukan pertempuran.


Geho sama hanya tersenyum ke arah Raja siluman lebah iblis yang baru saja berbicara.


"Aku tidak menyangka, setelah ribuan tahun aku tersegel, ternyata aku masih punya kesempatan untuk bertemu kembali dengan kalian."


"Kekuatan kalian juga mengalami peningkatan yang luar biasa. Sudah berapa ribu manusia yang menjadi tumbal untuk peningkatan kekuatan kalian?" Geho sama berbicara sambil mencoba membaca tingkat kekuatan lawan. Geho sama segera memahami jika kekutan para siluman itu, semua telah berada ditingkat surga.


"Hahahaha...! Itu adalah harga yang harus dibayar. Aku harus melakukan itu untuk meningkatkan kekuatanku sampai tingkat surga, agar aku bisa mengalahkanmu. Aku tidak akan melupakan apa yang telah kau lakukan kepada seluruh kerajaanku! Kejadian itu memberi semangat kepadaku untuk mencari cara agar mampu mencapai kekuatan mengagumkan ini." Raja siluman Lebah iblis itu berbicara dengan kemarahan yang telah memuncak.


"Para manusia bodoh datang kepadaku dan menawarkan akan memberikan tumbal bangsa mereka sendiri. Tentu saja tawaran itu aku ambil. Hahahahaha....!"


Siluman itu segera menyerang Geho sama dengan kekuatan maksimal miliknya. Begitu juga para siluman lainnya segera ikut menyerang eyang Sindurogo, Suro dan juga Dewa Rencong.


Dewa Rencong diserang oleh siluman Harimau. Suro akhirnya bertarung melawan siluman Laba-laba. Sedangkan eyang Sindurogo bertarung melawan siluman kalajengking.


"Kedatangan kalian telah memberi semangat kepadaku untuk segera mencapai kekuatan surga dengan menyerap kekuatan kalian! Hahahaha...!" Geho sama tertawa keras meski saat itu Raja siluman lebah iblis terus menghujani dengan serangan mematikan.


Setiap serangan yang dilakukan siluman lebah itu dapat dihindari dengan mudah oleh Geho sama melalui jurus Langkah Maya miliknya. Bahkan beberapa kali serangan tangan kosongnya dapat menghantam tubuh siluman lebah itu.


"Sepertinya dengan sumbangan kekuatan yang telah kau capai, maka akan mempermudah diriku untuk meraih kekuatan tingkat surga! Hahaha...!" Geho sama sengaja terus menghindari serangan lawannya sambil sesekali menyerang balik. Bahkan dia justru dapat menyerap kekuatan lawan dengan mengerahkan tehnik empat sage.


"Agaknya setelah dirimu berubah menjadi manusia setengah siluman dan disegel ribuan tahun, isi kepalamu telah mengalami kerusakan berat dan membuatnya menjadi gila! Siapa yang sudi membantumu, kekuatan yang telah kau ambil itu tidak akan membuatmu mampu mengungguli kekuatanku!" Raja siluman lebah itu semakin gencar menyerang Geho sama.


"Kalian sudah tamat riwayatnya, hanya saja belum menyadarinya!" Geho sama masih dapat menghindari serangan siluman lebah itu, meski kecepatan serangan siluman lebah berkali lipat dari pada sebelumnya.


"Aku akan menghabisimu Geho sama, tidak akan aku biarkan dirimu hidup lebih lama! Aku masih mengingat apa yang telah kau lakukan kepada rakyatku dan ratuku!" Kali ini Raja siluman lebah itu sudah tidak menahan kekuatannya.


"Ratumu dan juga seluruh pasukan yang mendiami istanamu masih hidup, aku tidak membinasahkannya."


"Mustahil, aku sudah memastikan seluruh istana itu dan seluruh rakyatku hilang tidak berbekas."


"Aku tidak berbohong kepadamu! Apakah kau masih ingat dengan pusaka sarang lebah iblis? Aku membiarkan mereka tetap hidup dengan damai dengan masuk kedalam pusaka itu beserta seluruh istanamu. Aku dapat menunjukkan kepadamu sekarang jika kau tidak mempercayainya!"


Ucapan dari Geho sama tidak digubris oleh siluman itu, dia kini mengerahkan pasukan miliknya. Mendadak kini muncul ribuan lebah disekitar Raja siluman itu. Dengan sebuah isyarat dari rajanya ribuan lebah itu langsung melesat dengan cepat mengkrubuti tubuh Geho sama. Namun kembali dia dapat menghindari serangan itu. Meskipun akhirnya dia harus kembali pontang-panting menghindari serbuan lebah yang tidak terhitung banyaknya itu.


Geho sama menggeleng-gelengkan kepala melihat Raja siluman lebah iblis tidak mau mendengarkan penjelasannya.


"Tuan Suro gunakan pusaka sarang lebah iblis untuk memanggil para lebah iblis ini!"


Mendengar ucapan Geho sama Raja siluman lebah iblis terkejut. Dalam beberapa saat dia tidak memahami apa maksud perkataan Geho sama dengan menyebut Suro dengan sebutan tuan.


"Apa aku tidak salah mendengat barusan? Aku tidak mengira nasibmu menjadi begitu mengenaskan berakhir menjadi budak manusia! Hahahaha...!"


"Kalian tidak mengetahui seberapa kuat bocah sinting itu!"


Mendengar ucapan Geho sama Suro segera memunculkan pusaka sarang lebah iblis ditelapak tangannya dan mengangkatnya tinggi. Dia melakukan itu sambil merapalkan mantra yang pernah diajarkan kepadanya oleh Geho sama.


Padahal saat itu sebenarnya Suro sendiri sedang menghadapi siluman lainnya, yaitu siluman laba-laba iblis. Namun siluman itu sedang kerepotan menghadapi jurus puluhan pedang terbang dan jurus api hitam miliknya.


Terjadi sesuatu yang mengagumkan setelah Suro mengucapkan mantra. Semua lebah yang terus mengejar Geho sama mendadak berhenti dan melesat ke arah Suro.


Awalnya Suro sempat berniat hendak menghentikan rapalan mantranya, karena lebah yang terbang melesat ke arahnya seperti hendak membunuhnya.


"Jangan khawatir tuan Suro mereka hendak masuk ke dalam sarangnya!"


Geho sama sudah memahami apa yang hendak dilakukan Suro, karena itu dia segera berteriak. Agar Suro tidak menghentikan tindakannya. Raja siluman lebah iblis tentu saja terkejut melihat hal itu.


"Musthil, ini suara ratuku!"


Dia terkejut bukan hanya karena anak buahnya justru tidak mengikuti perintahnya. Namun ada suara lain yang keluar dari dalam pusaka itu yang tidak didengar oleh Suro. Karena dari dalam pusaka itu Ratu lebah iblis sedang berbicara dengannya untuk masuk ke dalam istananya.


Setelah mendengar ucapan dari ratu lebah iblis, maka raja siluman lebah itu menatap ke arah Geho sama yang masih menunggu reaksi darinya yang masih terkejut dengan apa yang barusan dia liat dan dia dengar. Namun Raja siluman itu masih tidak mempercayai begitu saja apa yang baru saja terjadi.


Geho sama tersenyum saat Raja lebah itu menatap ke arah dirinya.


"Itu terserah dirimu, keputusan ada pada tanganmu. Kau tau bukan jika ingin bergabung dengan ratu dan seluruh rakyatmu, maka syaratnya adalah dirimu harus menyerahkan mustika jiwamu sebagai tanda kesetiaan kepada tuanku Suro."


"Apakah aku diperbolehkan untuk memastikan kebenaranmu ucapanmu Gagak setan?"


"Hahahaha...aku tidak sejahat yang kau pikirkan!" Geho sama segera memberi tanda kepada Suro untuk membiarkan siluman itu masuk ke dalam pusaka yang berada ditangannya.


Namun sebelum Raja siluman lebah iblis melesat masuk ke dalam pusaka yang dipegang Suro, rentetan makian dari para siluman lain mencoba mencegah niatnya. Sebab jika dia melakukan itu, artinya dia akan bergabung dipihak musuh.