SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 441 Kingkara part 2



Suro memahami serangan yang dilakukan para Suzaku hanyalah serangan pengecoh untuk membuat lawannya lengah. Tetapi walaupun serangan itu untuk mengecoh, tetap saja semua serangan mereka adalah serangan yang sangat mematikan.


Sambil terus menghindari serangan milik Shinigami, secara bersamaan dia melayani serangan San Suzaku. Tehnik serangan para siluman Elang itu sebenarnya sangat rumit.


Tetapi jurus mereka masih terbaca oleh Suro. Apalagi dirinya juga menguasai jurus ruang waktu, sehingga dari segi kecepatan dia mampu mengatasinya.


Secepat apapun lawannya berusaha meningkatkan kecepatannya, maka Suro tetap dapat mengimbanginya. Decak kesal dari San Suzaku menandakan kemarahannya yang telah memuncak.


"Kalian tidak akan aku biarkan hidup lebih lama, semua akan kami bawa serta bersama kematian kami!"


"Giliran mau mati mengajak orang lain! Enak saja, mati saja sendiri, dasar siluman gendeng!"


Kali ini Suro tidak menggunakan satupun pedang miliknya dalam serangannya. Sebab baik para Suzaku dan Shinigami yang menjadi lawan mereka, serangan pedang miliknya tidak akan berhasil membunuhnya. Serangan dengan menggunakan bilah pedang untuk saat ini hanya akan sia-sia belaka.


Tetapi pandangan itu segera berubah, setelah Geho Sama mulai bercerita kepadanya melalui suara batin miliknya. Sebab Geho Sama menjelaskan kepadanya tentang kemungkinan dirinya dapat menghabisi Shinigami.


'Jadi seperti itu cerita yang ada,' Suro tersenyum ceria mendengat cerita singkat yang diucapkan Geho Sama dalam kesadaran mereka berdua.


'Benar, memang seperti itu tuan Suro. Kita kemungkinan memiliki kesempatan memenangkan pertempuran ini.


Tetapi kemungkinan itu hanya tuanku sendiri yang akan bisa melakukannya, atau jika tidak, pinjamkan padaku Pedang Kristal Dewa kepadaku. Aku yakin dapat membantu tuan Suro menghabisi Shinigami.


Tetapi tentu saja semua itu akan aku lakukan melalui kerjasama antara diriku dan tuan Lodra yang Agung."


'Jika seperti itu cara untuk mengalahkannya, tentu saja aku akan membantumu Geho Sama,' ujar Lodra mendukung serangan yang akan dilakukan.


'Syukurlah, jika tuan Lodra mendukung serangan ini. Sebab kesempatan kita mampu mengalahkan Shinigami adalah menggunakan satu-satunya kelemahan yang dimiliki akibat kutukan Sang Hyang Batara Yamadipati.'


Mereka berdua berbicara dalam hujan serangan yang tidak ada habisnya. Meskipun begitu tidak membuat konsentrasi mereka pecah.


'Kutukan Sang Hyang Yamadipati membuat Shinigami dapat dibunuh, yaitu dengan dibakar menggunakan api neraka atau api tahap hitam.' Geho Sama menyudahi cerita itu kepada Suro melalui suara batinnya.


Tetapi Geho Sama tidak sabar melihat reaksi Suro yang tidak segera melakukan serangan seperti yang sudah dia jelaskan.


"Biarkan tuan Lodra menyerangnya!" Teriakan Geho Sama ke arah Suro.


Mendengar teriakan Geho Sama kali ini dia segera bertindak. Serangan pembuka yang hendak dia lakukan diawali dengan lesatan Pedang Kristal Dewa miliknya keluar dari sarungnya sendiri.


Serangan inti yang dia lakukan segera di mulai bersama teriakannya.


"Naga Taksaka!"


Bukan hanya Suro yang berteriak, pada waktu yang hampir bersamaan Geho Sama yang sudah menggenggam Pedang Kristal Dewa juga berteriak keras mengerahkan jurus yang sama.


"Naga Taksaka!"


Dua ledakan kekuatan serangan perubahan api tahap hitam melesat dengan sangat cepat. Kobaran api yang memiliki wujud seekor naga raksasa itu bergerak secara selaras saling menutupi.


Bukan hanya mengejar Shinigami juga menghantam para Shuzaku. Tetapi siluman Elang itu dapat menghindarinya dengan mudah menggunakan jurus ruang waktu milik mereka.


Melihat hal itu Suro tidak tinggal diam dia segera mengerahkan serangan susulan lain yang tak kalah mengerikan serangannya. Jurus milik Naga Hitam segera dia kerahkan untuk mengejar para Suzaku.


"Serigala Neraka!"


Lesatan kobaran api tahap hitam berbentuk serigala berkepala tiga melesat hendak membakar habis para Suzaku.


Firasat Suro ternyata memang tidak salah. Kali ini bukan Suro, Dewa Obat maupun Geho Sama, yang sibuk menghindari hujan serangan, tetapi justru para Suzaku lah yang dibuat kalang kabut.


Selagi para Suzaku tidak lagi mengganggu dirinya, maka konsentrasi serangannya hanya tertuju pada Shinigami makhluk gaib yang tidak akan mati dengan segala cara apapun.


Bahkan kabarnya dia tidak akan mati oleh senjata Astra dewa sekalipun. Tetapi kali ini jurus terlarang yang meminta tumbal nyawa dari penggunanya akan dapat dipatahkan.


Para Suzaku tentu saja tidak akan menyangka sama sekali dengan kejadian itu. Saat ini para Suzaku sendiri sudah kerepotan dengan jurus Serigala Neraka dan tidak lagi sempat memikirkan dengan kondisi Shinigami yang mereka panggil.


'Lodra jangan biarkan dia menghindar dari arah sebelah bawah! Aku akan akan mengunci gerakannya! Maka saat itu gunakan seluruh kekuatanmu untuk menghantam tubuhnya!'


Dengan kerjasama yang apik dua kobaran api Naga Taksaka bergerak dengan selaras dan berusaha mengepung Shinigami.


"Sialan, bagaimana ada manusia yang mampu mengerahkan api neraka?" Shinigami segera menyadari, jika serangan yang menerjang ke arahnya bukanlah api biasa.


Buuuuum!


Dalam satu hentakan keras dua Naga Taksaka itu menghantam Shinigami dari dua arah yang berbeda. Hasilnya tubuh Shinigami itu akhirnya berhasil dibelit oleh Maha Naga Taksaka. Dua jurus itu bergabung dan kini sepenuhnya dikendalikan oleh Lodra.


Lengkingan keras yang memekakkan telinga akhirnya mengakhiri riwayat Shinigami dan juga ke tiga Suzaku yang telah mengikat kontrak mati menghilang bersamanya.


"Selesai sudah," ucap Suro tertawa senang.


Lodra juga telah menarik kembali seluruh jurus perubahan api dan masuk kembali ke dalam bilah Pedang Kristal Dew. Sebab seluruh ruangan itu mendadak berubah menjadi sedemikian panas oleh pengerahan jurus barusan.


"Sukur...sukur...aku kira aku akan berakhir mati masuk neraka," Dewa Obat mengurut dadanya beberapa kali, setelah melihat akhir dari riwayat Shinigami.


Dia tidak peduli saat itu tubuhnya sudah bermandikan keringat karena suhu panas disebabkan jurus perubahan api yang barusan dikerahkan.


"Kalian berdua memang orang-orang sinting yang luar biasa, sangat menyenangkan ternyata berpetualang bersama kalian," Dewa Obat tertawa lepas seperti sebuah beban sebesar gunung tanggal dari pundaknya.


Suro hanya tertawa-tawa mendengar ucapan Dewa Obat.


"Apakah itu artinya dirimu akan mengikuti kami kemanapun kami pergi?" tanya Geho Sama kepada Dewa Obat.


Geho Sama segera mengembalikan Pedang Kristal Dewa setelah jurus itu selesai dikerahkan. Dia tersenyum puas, meskipun tenaga dalamnya dikuras oleh Lodra sedemikian banyak untuk pengerahan jurus Naga Taksaka.


"Jika bersama kalian hidupku sepertinya penuh warna, apa salahnya mengikuti pertualangan kalian. Ya aku sepertinya akan mengikuti kalian kemanapun pergi." balas Dewa Obat dengan cukup meyakinkan.


"Itu artinya dirimu juga akan ikut kami ketika buang hajat?"


Kali ini suara tawa dari Geho Sama dan Suro meledak bersama-sama. Mereka sampai memegang perut melihat Dewa Obat mendengus kesal karena telah dijebak oleh Geho Sama.


"Siluman kampret, lain kali akan aku cabuti bulu sayapmu biar berubah menjadi siluman burung onta."


Setelah berhasil mengalahkan para Suzaku dan Shinigami, pandangan mereka bertiga mengarah pada pintu batu yang sangat besar didepan mereka.