SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 497 Hancurnya Gerbang Utara



Di saat Suro sedang disibukkan dengan serangan para Kingkara, Jendral Batjargal yang sedang memimpin pasukan gabungan berusaha menjebol gerbang utara. Memang sejak awal tujuan penyerangan mereka adalah menghancurkan dan menguasai gerbang utara.


Pasukan yang dia pimpin salah salah satunya adalah prajurit Khan Langit dan Kerajaan Gogureyo yang diperkuat dengan benih iblis. Selain mereka, para pendekar dari aliran hitam sejak kedatangannya telah ikut serta menyerbu ke atas benteng.


Tetapi kali ini ada pasukan tambahan yang lain. Perguruan Seribu Hantu yang sebelumnya mundur kini telah kembali. Lengkap bersama Ketua Yin Hua, bahkan mereka kini juga datang dengan kekuatan baru yang justru lebih banyak dari sebelumnya.


Selain seluruh pasukan bonekanya dikerahkan, mereka juga mengerakkan pasukan lain yang justru lebih mengerikan. Karena mereka adalah pasukan mayat hidup dari para korban peperangan yang bertebaran memenuhi medan pertempuran yang tidak juga usai.


Sebelumnya Ketua Yin Hua sempat menghindar dari serangan Jendral Yuwen Huaji, tetapi itu adalah salah satu strategi yang dia buat. Karena dia hendak melakukan upacara terlarang pemanggilan ribuan para hantu.


Dengan cara tertentu mayat-mayat menumpuk yang mereka kumpulkan dapat hidupkan kembali menggunakan para hantu. Kekuatan hantu peliharaan merekalah yang menjadikan para mayat itu kembali hidup.


Walaupun itu tidak benar-benar hidup, mereka kini tidak lebih dari pada boneka yang dikendalikan oleh Ketua Yin Hua. Kini bersama ketua Yin Hua telah berdiri puluhan ribu pasukan mayat hidup.


Tetapi dari semua dukungan yang datang dan menentukan keberhasilan serangan Jendral Batjarkal kali ini, justru datang dari pasukan Elang Langit. Mereka lah yang membuat pasukan Jendral Batjargal berhasil mendesak pasukan kekaisaran yang dipimpin Jendral yuwen Shiji.


Dengan ilmu mereka yang mampu memanggil tubuh palsu, membuat serangan panah milik Dewa Obat berhasil dipatahkan dengan tehnik pemanggilan tubuh palsu mereka. Dengan bantuan sebanyak itu akhirnya Jendral Batjargal berhasil menghancurkan pertahanan yang dibuat Jendral Yuwen Shiji bersama seluruh pasukannya.


"Muuunduuur!" Perintah Jendral Yuwen Shiji terdengar setelah dia merasa pasukannya tidak lagi mampu mempertahankan gerbang utara lebih lama.


Jendral Yuwen Shiji meskipun dibantu Dewa Obat, nyatanya tetap tidak mampu mempertahankan Gerbang utara. Pertahanan diatas benteng utara itu hanya menunggu waktu hingga hancur lebur.


Sebelum itu terjadi, jendral itu memilih menyelamatkan seluruh pasukan yang tersisa sebelum semuanya menjadi sangat terlambat. Setelah itu gerbang utara berhasil dikuasai oleh pasukan musuh.


Setelah gerbang berhasil dijebol, maka pasukan musuh menyeruak masuk ke dalam benteng. Tetapi itu bukkanlah akhir dari pasukan kekaisaran. Sebab seluruh pasukan kekaisaran masih dapat berlindung ke benteng lapis kedua dari pertahanan kota He Bei.


"Harapan kita hanya kepada muridku, tetapi entahlah bantuan itu akan kita dapatkan atau tidak? Musuh yang sedang dia hadapi adalah makhluk yang sangat kuat. Hampir mustahil ada yang mampu membunuhnya.


Bahkan para Kingkara kini mampu mematahkan jurus perubahan api tahap hitam milik muridku. Entah dengan cara apa dia akan mampu mengalahkan mereka?!" ujar Dewa Obat sambil sekilas menatap pertempuran diudara yang sedang dilakukan Suro.


Dia terus bergerak mundur bersama pasukan kekaisaran sambil menebaskan Golok Naga Pembantai miliknya. Dewa Obat menghajar musuh yang kini berdatangan masuk ke dalam benteng terluar. Mereka terus mendesak pasukan kekaisaran.


"Jurus Tebasan Golok Naga Lapar!"


Tebasan golok miliknya berkali-kali menghajar lawan yang berdatangan seakan air bah. Tebasan golok itu memiliki daya penghancur yang mengerikan. Demi menghadang serangan Dewa Obat yang dahsyat, maka Jendral Batjargal sendiri yang datang menghadapi serangan kuat itu.


Jendral Batjargal mengetahui hanya dengan kekuatannya saja dia tidak akan cukup untuk menghabisi Dewa Obat. Apalagi Jendral Yuwen Shiji ada didekatnya. Karena itu dia tidak menyerang Dewa Obat sendirian.


Bersamanya telah ikut menyerbu Go Suzaku, Hachi Suzaku dan Roku Suzaku. Dengan dikeroyok musuh sebanyak itu Dewa Obat tetap dapat bertahan dan berdiri dengan gagah. Tetapi Dewa Obat juga mengetahui batas kekuatannya, karena itu dia menahan serangan mereka sekuat mungkin sampai seluruh pasukan kekaisaran berhasil menyelamatkan diri masuk ke dalam benteng tengah.


Dewa Obat menggabungkan Jurus Golok miliknya dengan sesekali menggunakan gandewa ditangan kirinya. Jurus Janus Agni Sahasra mikiknya terus menghujani musuh bersama tebasan golok besarnya.


Di sampingnya, Jendral Yuwen Shiji juga harus berkali-kali mengerahkan jurus andalannya. Jurus pedang dengan dilambari energi perubahan api tahap biru melesat menghantam barisan musuh.


"Jurus Tebasan Rembulan Biru!"


Serangan mereka berdua juga dibantu oleh kolonel Xian Hua. Pasukan Macan Hitam yang tinggal tiga puluhan terus bergerak membantu menahan pasukan musuh sekuat mereka.


Mereka semua untuk sementara bertahan didepan gerbang benteng lapisan kedua. Mereka terus bertahan demi memberi waktu bagi pasukan yang lain, agar berhasil menyelamatkan diri masuk kedalam benteng tengah.


Susunan pertahanan kota He Bei memang terkenal kekokohannya karena tersusun beberapa lapis. Tepatnya benteng itu tersusun dari tiga lapis.


Lapisan pertama disebut Benteng Terluar. Lapisan kedua disebut dengan Benteng Tengah. Sedangkan benteng paling dalam disebut sebagai Benteng Inti.


Alasan itu lah yang membuat Jendral Xiao Long menjatuhkan pilihan kepada benteng kota He Bei sebagai pertahanan terakhir. Pilihan Jendral yang menjadi panglima sementara itu didukung seluruh punggawa yang lain


Walaupun dia hanyalah Panglima sementara menggantikan Jendral yuwen Shiji, tetapi berkat kepimpinannya berhasil menyelamatkan barisan pasukan kekaisaran dari kejaran pasukan musuh. Dialah yang memimpin mereka mundur jauh dari Tebing Besar Yangu, hingga kota He Bei.


Walaupun Jendral Xiao Long pada akhirnya justru mati dibenteng kota He Bei, tetapi berkat keputusannya itu pasukan musuh sampai sejauh ini masih tetap dapat ditahan. Sehingga serangan mereka tidak meluas ke wilayah lainnya.


Bahkan keputusan itu juga diikuti Jendral Yuwen Shiji. Dia rela membawa seluruh pasukannya yang bertahan di kota Tianjin mundur dan bergabung di kota He Bei.


"Pasukan pemanah serang!"


Setelah teriakan perintah dari Jendral Yuwen Shiji terdengar, maka secara bersamaan pasukan pemanah kekaisaran yang telah bersiap di benteng kedua segera menghujani pasukan musuh yang sudah memenuhi benteng terluar.


"Kalian mundur semua saat senjata gaibku menghantam pasukan musuh. Aku yakin dengan senjata gaibku ini akan mampu memberi waktu bagi kalian untuk mundur semua!" Dewa Obat memberitahukan rencananya kepada Jendral Yuwen Shiji yang ada disebelahnya.


Jendral Yuwen Shiji dan para pendekar masih mampu bertahan salah satunya berkat khasiat pill Tujuh Nirwana pemberian Dewa Obat. Tenaga dalam mereka yang sebelumnya terkuras kini pulih dengan cepat.


"Agniyastra!"


Duuuuum!


Seketika itu juga ledakan besar menerpa pasukan musuh yang ada didepan mereka. Jendral Batjargal dan para Suzaku berhasil menyelamatkan diri dari serangan Dewa Obat.


Tetapi banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri dari serangan dahsyat barusan. Serangan Dewa Obat berhasil memporak-porandakan barisan musuh digaris terdepan.


"Munduuur! Semua masuk ke dalam gerbang!"


Selesai melepaskan Astara miliknya, Dewa Obat yang melesat ke atas benteng masih menyempatkan melepaskan jurus Janus Agni Sahasra atau jurus seribu panah api terlebih dahulu. Serangan itu dia kerahkan dengan seluruh tenaga dalam yang tersisa.


Ribuan anak panah yang menghujani pasukan musuh segera menciptakan lautan api. Sehingga dengan itu, dia mampu memastikan seluruh pasukan yang bergerak mundur berhasil selamat.


"Aku tidak tahu sampai kapan pasukanmu ini akan dapat bertahan?" Dewa Obat yang kehabisan tenaga dalam segera menelan pill tujuh nirwana untuk memulihkan seluruh kekuatannya.


Pandangan Dewa Obat dan Jendral Yuwen Shiji yang ada disebelahnya justru berubah semakin cemas setelah berhasil menyelamatkan seluruh pasukan yang tersisa ke dalam benteng kedua.


Tentu saja hal itu terjadi, karena musuh memiliki kekuatan tingkat langit ke atas dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga dengan tingkat kekuatan mereka masih memiliki peluang dapat kembali menerobos benteng tengah.


Pandangan Dewa Obat masih menatap ke arah langit dimana Suro belum juga berhasil mengalahkan para Kingkara dan juga pasukan Elang Langit yang terus mengepungnya.