SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 271 Bayi iblis



Makhluk bajang yang dilihat Suro tidak kalah terkejutnya, makhluk itu melengkingkan suara teriakan yang akan sanggup memecahkan gendang telinga manusia jika masih berada ditingkat shakti.


"Oweeeeeeeeekkk...!"


Suro segera melindungi pendengarannya dengan tenaga dalamnya. Setelah sebelumnya Suro sangat terkejut dengan wujud yang dia liat. Kini dia dikejutkan dengan tehnik gendam yang dikerahkan bersama teriakan makhluk itu. Sebab itu adalah kekuatan yang setara dengan pendekar tingkat langit.


"Mustahil makhluk ini mampu memiliki tingkat langit! Bagaimana mungkin ini terjadi?"


Sesosok makhluk mungil dengan wajah yang sangat menyeramkan terlihat melayang diudara. Makhluk sebesar bayi itu berteriak dengan suara yang dapat membuat bulu kuduk berdiri semua. Bahkan dengan jarak sebegitu dekat kekuatan teriakannya sanggup membunuh semua pendekar dibawah tingkat shakti.


Terlihat didalam mulutnya dihiasi deretan gigi menghitam yang bentuknya justru mirip deretan gigi ikan hiu. Seluruh tubuh makhluk mungil itu terus diselimuti kabut hitam. Kabut itu juga yang digunakan untuk menyerang Suro dengan mengubahnya menjadi jarum es beracun.


Suro segera memahami mengapa dirinya sejak awal tidak melihat maupun merasakan keberadaan para makhluk yang menyerangnya, karena mereka melayang diudara dan menyelimuti dirinya sendiri dengan kabut hitam yang dapat menyamarkan tubuhnya.


Penyamaran mereka menjadi begitu sempurna, karena seluruh pulau itu memang diselimuti kabut. Apalagi semakin dalam Suro melangkahkan kakinya ke tengah pulau, maka kabut hitam itu semakin pekat. Suro juga menyadari, jika kabut itu sangat beracun sekali. Namun dia sudah mengatasinya dengan menelan obat penawar racun terkuat yang pernah diberikan oleh Tohjaya.


"Makhluk apa kalian ini sebenarnya?"


Sejak melihat penampakan yang begitu mengerikan Suro berusaha menghabisi. Namun setiap lesatan pedang miliknya yang telah menembus pekatnya kabut disekitar tubuh bajang itu, tidak membuat makhluk itu tumbang.


Belum selesai dari keterkejutannya, kembali dari berbagai arah serangan jarum kristal es yang tak terhitung jumlahnya menghajar ke arah Suro. Serangan itu membuka peluang bagi makhluk bajang yang hendak dihabisi Suro dapat kabur.


Pemuda belia itu langsung mengerahkan kembali langkah Maya miliknya untuk mengejarnya. Namun dia telah kehilangan jejak diantara pekatnya kabut didalam hutan tersebut.


Sebelum sempat dia memikirkan kemana makhluk bajang yang berusaha dia habisi itu, kembali serangan jarum kristal es beracun menghujani dirinya.


'Pantas saja mengapa sedari tadi aku tidak merasakan keberadaan musuh yang berwujud makhluk bajang. Sebab mereka sengaja menyamarkan dirinya dengan kabut asap yang mereka kerahkan.'


'Selain itu mereka mampu menghindari seranganku, karena ternyata mereka memiliki kekuatan setara dengan pendekar tingkat langit. Dengan tingkat kekuatan itu membuat mereka mampu melayang terbang diudara dengan mudah.'


'Mereka juga dapat berpindah tempat dengan cepat tanpa terdeteksi dengan memanfaatkan kabut asap yang bertambah pekat ini.'


Sambil menangkis seluruh serangan yang menghujaninya, akhirnya Suro dapat menjawab seluruh teka-teki yang ada. Tidak ingin berlama-lama kembali Suro mengerahkan jurus Telunjuk Dewa Mengguncang Bumi. Sinar yang berasal dari jari telunjuknya manghancurkan segala hal dalam radius tidak kurang dari tujuh tombak.


Segala pepohonan dalam jarak tersebut terbabat habis tanpa sisa. Namun dia menyadari lawan yang dia serang tidak ada yang mati karena serangan balasan yang baru saja dia lakukan. Karena itu dia memilih menghilang berpindah tempat lain dengan mengerahkan Langkah Maya.


Suro sebenarnya masih penasaran terhadap beberapa sosok yang pertama kali menyerangnya dengan serangan berupa sinar yang hampir saja meledakkan tubuhnya. Dia dapat mengetahui, jika bentuk musuh yang menyerangnya pertama kali itu mirip manusia pada umumnya.


Suro sempat melacak mereka berlari ke dalam hutan melalui getaran tanah. Namun semenjak hujan serangan berupa jarum kristal es muncul, Suro akhirnya kehilangan jejak mereka.


"Dimana sosok manusia yang menyerangku sebelumnya? Mengapa kini aku tidak lagi merasakan kehadirannya?"


"Aku harus menyelidiki seluruh pulau ini."


Setelah Suro berhasil berpindah tempat cukup jauh dari sebelumnya, dia hendak melanjutkan rencananya sebelumnya, yaitu mengejar beberapa manusia yang menyerang dirinya pertama kali. Segera dia menempelkan tangannya ke permukaan tanah. Dengan cara itulah Suro akan mampu melacak musuhnya diseantero pulau.


"Ah, akhirnya aku menemukan mereka." Beberapa saat setelah tangannya ditempelkan ke permukaan tanah dia segera menemukan musuh yang dia cari.


Suro kembali menggunakan Langkah Maya untuk menuju ke arah musuh yang terus bergerak menghindari dirinya.


Ditempat itulah akhirnya Suro mendapatkan jawaban, mengapa kabut beracun terus menerus keluar dari tengah pulau. Karena disitulah para bayi yang diculik dirubah menjadi makhluk yang sedari tadi menyerang Suro dengan menggunakan pengerahan jarum kristal es beracun.


Entah dengan cara apa, mereka membuat para bayi yang berhasil diculik menjadi bayi iblis. Mereka melakukan ritual sesat itu disebuah tempat yang bisa disebut goa yang tidak terlalu dalam.


Hawa kegelapan di tempat tersebut terasa begitu pekat begitu juga kabut beracun yang mereka kerahkan telah memenuhi tempat tersebut yang bahkan menyebar meracuni seluruh pulau itu.


Melihat Suro telah berada didepan goa mereka segera menyerang Suro. Namun dia telah bersiap dari hal buruk. Serangan yang mereka lancarkan justru dibalas oleh Suro. Sehingga seluruh hoa itu hancur dan runtuh.


Sebagian merek yang masih hidup berusaha untuk kabur. Tetapi Suro tidak membiarkan hal itu terjadi, usaha mereka sia-sia. Karena Suro akhirnya berhasil menangkap tiga orang yang masih hidup itu dengan tehnik perubahan tanah.


"Dimana Tongkat iblis junjunganmu berada?"


Suro segera menyadari diantara mereka tidak ada musuh yang dia buru. Setelah berhasil melumpuhkan mereka, dia hendak mengali berbagai pertanyaan kepada para manusia itu.


"Siapa kalian?"


Tetapi usahanya untuk mencari tau tidak mudah, sebab mulut mereka tetap yerkunci tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Meskipun begitu dia tidak putus asa dan terus berusaha memaksa mereka untuk menceritakan keberadaan Tongkat iblis dan juga segala rencana yang telah dirancang mereka. Terutama tentang kejadian terkait hilangnya ratusan bayi yang telah diculik oleh mereka dan dirubah menjadi makhluk yang mengerikan.


Suro juga dapat memastikan jika mereka bertiga yang berhasil dia lumpuhkan, adalah manusia yang sudah menyerap kekuatan kegelapan. Dia dapat mengenali dari dua tanduk yang telah tumbuh di dahi mereka semua.


Sebelum bertanya kepada tiga manusia yang telah dia kurung menggunakan tehnik perubahan tanah, kembali ribuan jarum beracun menghujani dirinya.


Tring! Tring! Tring!


Suro segera menangkis seluruh serangan yang datang dengan bilah pedangnya.


"Oooh, kalian sudah tidak malu-malu lagi, urat malu kalian ternyata sudah putus! Pantas saja kalian malu menunjukkan wajah, karena wajah kalian begitu buruk! Hahahaha...!"


Suro menatap kesegala arah dimana para makhluk bajang yang mirip bayi iblis mengepung dirinya. Entah apa yang terjadi para makhluk yang sejak tadi terus menghujaninya dengan jarum kristal es, kini telah menampakkan diri secara terang-terangan.


Saat Suro menatap para makhluk yang terlihat begitu mengerikan dengan wujudnya yang ganjil, mendadak terdengar suara yang kemungkinan memberi perintah kepada para bayi iblis itu.


"Semua bentuk formasi Gendam iblis!"


Suara itu dikuping Suro terasa tidak begitu asing. Suro merasa mengenalnya, karena telah melewati beberapa kali pertempuran melawan makhluk yang baru saja memberikan perintah.


"Suara ini, benarkah dia?"


"Benar, aku yakin ini adalah suara Tongkat iblis."


Suro mencoba mendeteksi keberadaan manusia yang baru saja terdengar, namun dia tidak mampu menemukannya. Karena Tongkat iblis menggunakan tehnik khusus, yaitu dengan mengirimkan suara dari jarak jauh.


"Aku tidak menyangka dirimu dapat menemukan tempat ini!" Sesosok yang Suro cari akhirnya terlihat sedang terbang di atas langit.


"Manusia biadab! Seluruh bayi yang kau culik telah kau rubah menjadi makhluk mengerikan sepeeti ini! Aku tau kau adalah dalang dari kejadian mengerikan ini!" Suro segera menyadari jika makhluk sebesar bayi itu memang diciptakan dari para bayi yang telah diculik.


"Hahahaha...! Ini adalah karyaku yang mengagumkan! Lihatlah para makhluk ini menguasai Tapak Selaksa Dewa Racun milik nenek iblis Dukun Sesat dari Daha dan mereka juga menguasai ilmu Gendam iblis milik Pujangga gila!"


"Mereka bahkan telah menguasai kekuatan tingkat langit! Sepertinya usahaku membawa Braholo dari jurang neraka tidak sia-sia. Penyatuan kekuatan jiwa para jabang bayi dan para Braholo dapat menjadikan mereka sangat kuat!"


Suro menatap dengan waspada kearah para bayi iblis yang ternyata jumlahnya ratusan.


'Pantas saja aku tidak mengetahui keberadaannya, ternyata Tongkat iblis bersembunyi ditempat yang tidak aku sangka.'


Suro cukup terkejut mengetahui Tongkat iblis yang sedang terbang diudara tidak dia deteksi atau tidak dia lihat. Entah bagaimana caranya, sepertinya Tongkat iblis memiliki cara tertentu yang membuat Suro tidak dapat melihatnya.


"Serang!"