
Serangan ketua Lam Thian melesat menghujani Suro berturut-turut. Serangan berupa lontaran bola api yang berbentuk kepalan tangan itu, adalah jurus terkuat yang dimiliki ketua Perguruan Lembah Beracun yang terkenal.
Dia berniat menghabisi Suro secepat mungkin. Sebab jika tidak, kemungkinan anggota perguruannya akan semakin bertambah banyak yang tewas.
Ketua Lam Thian pemimpin Perguruan Lembah Beracun itu memiliki firasat, jika dia berhasil membunuh pemuda yang selalu melindungi Dewa Obat dari jurus racun milik mereka, maka kemungkinan besar dapat mengalahkan musuh yang hanya tiga orang itu.
Dia wajar saja memiliki pemikiran seperti itu, sebab pemuda itu memiliki kekuatan tingkat surga yang sudah berada pada lapisan atas. Ketua Lam Thian sendiri tidak mengetahui secara persis seberapa tinggi kekuatan milik Suro.
Tetapi dengan melihat kekuatannya mampu mengimbangi beberapa tetua sudah cukup bagi dirinya untuk memutuskan harus menghabisi pemuda itu secepat mungkin.
Dia tidak menyangka jumlah pasukan miliknya yang sebegitu banyaknya tetap tidak bisa mengalahkan lawan yang hanya tiga orang. Ternyata sebuah kiasan kuno yang menyebut jumlah tidak menentukan kemenangan telah terjadi dihadapan matanya.
Karena itu demi memastikan kemenangan berpihak pada perguruannya, maka ketua Lam Thian mengerahkan kekuatan penuh agar serangannya berhasil.
Jurus milik ketua Lam Thian sangat rumit, tidak sesederhana seperti yang terlihat. Karena ada beberapa tehnik perubahan yang dikerahkan secara bersamaan.
Dengan cara tertentu dengan dilambari kekuatan surga miliknya, sehingga akan mustahil bagi musuh dapat menyelamatkan diri dari serangannya kali ini.
Didalam kobaran api tingkat biru yang berbentuk seperti kepalan tangan itu berisi gas beracun teramat panas dan sangat mematikan. Sebenarnya tanpa racun mematikan itu pun kekuatan pukulan itu sudah sangat dahsyat.
Sebab pukulan itu dilambari tenaga dalam tingkat surga, ditambah saat itu serangannya juga dilambari dengan tehnik perubahan api tingkat biru. Hanya segelintir orang yang mampu selamat dari jurus ketua Lam Thian.
Dewa Obat sekalipun pernah merasakan betapa mematikannya jurus itu. Dia yang seorang Ciranjiwin sekalipun memilih menghindari jurus tersebut. Karena kekuatan yang tersimpan didalamnya memiliki daya pembunuh yang tidak bisa dianggap sepele.
Melihat lesatan api yang berbentuk kepalan tangan raksasa itu, Suro tidak lagi menggunakan jurus milik Dukun Sesat dari Daha. Tetapi kali ini dia menggunakan jurus tendangan terkuat miliknya, yaitu Jurus Tendangan Penghancur Neraka.
Suro merasakan ada sesuatu hal yang tidak wajar dari jurus yang dimiliki lawannya. Karena firasat itu yang membuat Suro memilih menggunakan jurus tendangan yang dilambari tehnik perubahan es, angin, dan api tahap hitam.
Dia bergerak dengan sangat cepat menyambut rentetan serangan yang melesat ke arahnya. Dia tidak melewatkan satu pun serangan ketua Lam Thian.
Sebab serangan itu jika tidak ditangkis, maka akan lurus melabrak ke arah Geho Sama dan Dewa Obat.
Bldaaar! Bldaaar!
Hasilnya sangat mengejutkan, sebab setiap hantaman tendangannya itu berhasil menghancurkan jurus milik ketua Lam Thian. Pada awalnya ketua Lam Thian tidak khawatir jurusnya berhasil dihancurkan.
Dia dengan percaya diri dapat memastikan lawannya akan tetap mati oleh gas beracun yang teramat panas, atau minimal akan mati keracunan. Namun hal yang terjadi berikutnya tidak seperti yang dia harapkan.
Tendangan milik Suro yang menghantam kobaran api berbentuk kepalan tangan itu memang menimbulkan ledakan hebat. Sebab dua kekuatan besar itu sedang beradu, sehingga tercipta sebuah ledakan besar.
Namun kekuatan yang melambari serangan miliknya kalah kuat dibandingkan kekuatan pemuda yang menjadi lawannya. Akibatnya arah ledakan itu berbalik kepadanya.
Selain lendangan besar itu, ada sesuatu hal yang terjadi tanpa sepengetahuan ketua Lam Thian. Energi es yang melambari jurus milik Suro, lebih dahulu berhasil membekukan racun dalam kobaran bola api biru.
Setelah ledakan, maka kristal es yang membekukan racun itu hancur. Lalu meluncur ke arah ketua Lam Thian dan juga ke arah para tetua Perguruan Lembah Beracun.
'Jurus tendangan yang mengerikan, bagaimana dia mampu mengerahkan kekuatannya secara begitu sempurna? Sebenarnya ada berapa tehnik perubahan yang dia kuasai!' Lam Thian hanya bisa membatin dan meruntuk panjang.
Dia juga langsung bergerak menghindar dari hempasan ledakan yang berbalik ke arahnya. Ketua Lam Thian tidak habis pikir dan terkagum-kagum sekaligus bertambah murka melihat kemampuan lawannya.
Sebab Suro mampu mengerahkan beberapa tehnik perubahan unsur secara bersamaan. Sebelumnya dia telah memperlihatkan kemampuan tehnik perubahan air, es dan racun secara berturut-turut.
Kini ketua Lam Thian kembali dikagetkan dengan tehnik perubahan lain yang tak kalah mengagumkannya. Bahkan lebih daripada itu dia terkejut melihat tehnik perubahan api yang dikerahkan pemuda didepannya.
Bisa dikatakan kemampuan perubahan api yang dimiliki pemuda itu melewati dirinya. Sebab tehnik perubahan api yang dikerahkannya telah sampai pada tahap hitam yang hanya segelintir orang mampu mencapainya.
Tahap itu adalah tahap pamungkas tehnik perubahan api. Seingat ketua Lam Thian, di Negeri Atap Langit hanya ada satu pendekar yang mampu mencapainya, yaitu Naga Hitam salah satu tetua dan pendiri dari kelompok pembunuh Mawar Merah.
Melihat Suro mampu mengerahkan perubahan unsur yang sebegitu banyaknya sampai ke tahap yang bisa dikatakan nyaris sempurna, adalah sesuatu yang mustahil dikuasai hanya oleh satu orang saja.
Ledakan api biru miliknya tenggelam ditelan oleh api hitam milik Suro. Setelah ledakan berturut-turut dia dan para tetua terus berjumpalitan menghindari efek hempasannya.
Tendangan yang dikerahkan Suro dilapisi api hitam dan energi pedang angin. Akibatnya serangan itu berhasil menyerang balik ke arah mereka.
Serangan balik itu akhirnya memakan korban para tetua yang tidak sempat menghindar. Bisa dikatakan serangan Suro justru bertambah dahsyat setelah beradu dengan jurus milik ketua Lam Thian.
Sebab saat melesat itu energi es yang membekukan racun yang terkandung dalam jurus Lam Thian pecah dalam bentuk serpihan kristal es tak terhitung jumlahnya.
Hasilnya meskipun mereka berhasil menghindari tebasan pedang angin dari tehnik tendangan Penghancur Neraka, mereka kebanyakan justru tidak selamat dari serpihan es yang membekukan racun milik ketua mereka sendiri.
Lesatan es yang dipenuhi kekuatan tingkat surga milik Suro, tidak mampu mereka tangkis. Ketua Lam Thian kehabisan cara untuk mengungkapkan kekesalannya, dia hanya merutuk dalam hati.
"Kau ternyata memang sangat kuat, pantas saja setan tua itu berani kembali menyerang perguruan kami! Tetapi jangan senang dulu, kita lihat apakah kau mampu mengatasi jurus kami kali ini!" Ketua Lam Thian mendengus kesal, dia berencana menyerang dengan serangan pamungkas yang lebih kuat dibandingkan serangan terakhir.
Kemarahan ketua Lam Thian semakin bertambah, sebab serangan balasan milik Suro justru memakan korban beberapa tetua miliknya.
Walaupun mereka adalah ahli racun, tetapi pecahan kristal es yang menghujani telah merobek jantung dan organ dalam penting milik mereka.
Sehingga tidak ada yang mampu menyelamatkan nasib para tetua. Tubuh mereka terbujur di tanah tanpa ada lagi nyawa bersemayam didalamnya.
**
Tetap ditunggu dukungannya, tetap ada crazy up walaupun tidak masuk pemenang 20 besar. Silahkan tunggu akhir bulan sebanyak apa tentunya tidak sebanyak jika masuk 20 besar pemenang