SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 425 Serangan Susulan Yang Menakutkan



Jurus Dewa Matahari Menampakkan wujudnya menghantam dan menelan jurus Angin Hitam, maka terciptalah ledakan besar dengan wujud yang sangat mengerikan. Gelegar suaranya saja telah menguncang seluruh hutan hingga jauh.


Ledakan besar itu telah membuat debu membumbung tinggi, begitu juga bebatuan terlontar ke segala arah. Setelah itu sebuah kawah besar terlihat dibekas ledakan.


Bagi para tetua dan anggota yang tidak sempat menyelamatkan diri, mayat mereka tersebar disegala penjuru disekitar ledakan. Bergeletakan tanpa ada lagi nyawa bersemayam di jasadnya. Sebagian besar justru tubuhnya musnah ataupun jika masih tersisa, kecuali hanya berupa arang hitam.


Ledakan besar yang terjadi tidak disangka sama sekali oleh seluruh anggota perguruan Lembah Beracun. Mereka baru kali ini Angin Hitam jurus terkuat perguruan mereka mendapatkan lawan yang tidak tertandingi.


Hal yang lebih mengejutkan lagi, serangan lawan itu dikerahkan hanya oleh seorang pemuda tanggung yang mustahil memiliki kekuatan sebesar itu.


**


Saat melihat Suro mengerahkan jurus Dewa Matahari Manampakkan wujudnya, Dewa Obat segera mengenali jurus yang digunakan untuk menghantam serangan musuh..


"Tidak salah lagi, ini jurus Tapak Dewa Matahari."


"Apakah kalian ada hubungannya dengan Sindurogo Pendekar Tapak Dewa Matahari dari Benua Timur?" Wajah Dewa Obat menunjukkan rasa keterkejutan.


Tubuh ilusi Geho sama yang menjaga dirinya menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaan Dewa Obat.


"Penglihatan ku yang dulu memang tidak salah, berarti kalian memang yang akan membantuku pergi menuju Nirwana."


Jika seperti itu berarti aku akan membantu kalian sekuat tenaga. Akhirnya perjalananku dari tempat asalku yang berada sangat jauh di Negeri Jambudwipa tidak sia-sia." Sebuah senyum lebar menghiasai wajah Dewa Obat yang terlihat begitu ceria.


Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan tatapan mata ketua Lam Thian yang nanar melihat kedahsyatan serangan yang dikerahkan Suro. Lelaki itu segera menyelamatkan diri begitu dia menyaksikan begitu mengerikannya kekuatan yang dikerahkan lawannya.


Para tetua yang berhasil menyelamatkan diri tidak kurang dari sepuluh orang saja. Mereka cukup bersyukur mampu selamat dari serangan yang begitu mengerikan.


Sebab banyak tetua dan murid utama yang sebelumnya mengepung Suro dan juga ikut mengerahkan jurus Angin Hitam, tidak sempat menyelamatkan diri.


Sebelum Lam Thian dan para tetua yang selamat menarik nafas panjang, teriakan Suro membuat mereka kembali kalang kabut. Mereka tidak mengira Suro masih memiliki tenaga dalam untuk memberi serangan susulan.


Mereka tidak habis pikir seberapa luas sebenarnya tenaga dalam yang dimiliki Suro. Sebab kekuatan besar yang baru saja menghapus jurus Angin Hitam, seharusnya telah menguras kekuatan Suro.


Tentu saja perkiraan mereka benar, memang jurus Dewa Matahari Menampakkan Wujudnya telah menguras kekuatannya, sebab dulu saja eyang Sindurogo hampir saja kehilangan nyawa kehabisan tenaga dalam untuk mengerahkan jurus itu.


Tetapi khasiat Sharkara Deva yang baru saja dia tengak lebih dari cukup bagi dirinya untuk membuat serangan susulan. Apalagi serangan yang dia kerahkan hanyalah jurus perubahan api hitam yang tidak terlalu menguras tenaga dalam.


"Serigala Neraka!"


Beberapa ledakan kobaran api tahap hitam melesat, setelah Suro menghantamkan pukulan tangan kosong miliknya ke arah musuhnya berkali-kali.


Ketua Lam Thian dan beberapa tetua segera mengenali jurus yang dikerahkan Suro. Mereka mengenal jurus itu milik Naga Hitam salah satu tetua pelindung kelompok Mawar Merah.


Dan bagi dunia persilatan di Negeri Atap Langit, pendekar itu adalah satu-satunya yang telah menguasai tehnik perubahan api hingga tahap hitam. Melihat Suro mampu mengerahkan jurus yang persis seperti milik Naga Hitam, tentu membuat mereka memiliki tanda tanya besar.


Sebagian besar tetua mengira Suro adalah salah satu mantan anggota kelompok Mawar Merah yang hendak menguasai perguruan Lembah Beracun. Tetapi ketua Lam Thian memiliki pemikiran sendiri.


"Kurang ajar, apakah pemuda ini yang telah menghancurkan kelompok Mawar Merah? Ternyata kekuatannya memang tidak diragukan, pantas saja dia mampu melakukannya!" Ketua Lam Thian segera mencurigai jika Suro adalah pemuda dalam berita simpang siur yang mengegerkan dunia persilatan.


Dia teringat dalam berita tersebut jurus pedang terbang dan jurus api tahap hitam miliknya merupakan jurus yang digunakan sesosok pendekar yang telah menghancurkan kelompok Mawar Merah.


Selain itu dari kabar yang tersebar, kabarnya pemuda itu mengerahkan satu jurus yang membuat seluruh markas Mawar Merah lenyap tanpa sisa. Kecuali hanya kawah besar dan puing-puing berserakan.


Dengan semua pertunjukan mengerikan yang diperlihatkan Suro, akhirnya dengan sangat yakin ketua Lam Thian meyakini, jika memang Suro lah pelaku hilangnya markas Mawar Merah.


Dan kini dia juga merasa perguruan miliknya akan bernasib sama lenyap seperti kelompok Mawar Merah.


Para tetua yang berada didekat ketua Lam Thian tidak mampu menutupi keterkejutannya. Mereka sepontan berteriak ketakutan menanggapi serangan yang melesat ke arah mereka.


"Bukankah itu jurus milik Naga Hitam?'


"Benar, itu jurus miliknya!"


"Gawat selamatkan diri kalian masing-masing! Jangan sampai terkena api tahap hitam itu!"


Teriakan-teriakan para tetua juga diaminin oleh ketua Lam Thian. Dia juga ikut berteriak memberi peringatan kepada yang lain.


"Apapun yang terjadi jangan biarkan kalian terkena kobaran apinya, sebab tak akan ada yang selamat jika sudah terkena! Api hitam itu akan membakar apapun yang tersentuh hingga habis menjadi abu!" Ketua Lam Thian berteriak sambil melesat jauh menghindari serangan yang dikerahkan Suro.


Melihat Ketua Lam Thian berusaha kabur Suro tidak tinggal diam, dia kembali mengerahkan serangan. Tetapi serangan kali ini berbeda dari sebelumnya.


Jika sebelumnya adalah murni jurus perubahan api tahap hitam, maka kini dia mencampur dengan jenis perubahan racun.


"Enam Belas Pukulan Neraka!"


Ketua Lam Thian terkejut bukan kepalang dan hanya bisa meruntuk, sebab kini dia justru diserang oleh jurusnya sendiri.


"Bocah sialan berani-beraninya dia meniru jurusku! Pantas dia memiliki jurus Serisla Hitam milik Naga Hitam, pasti dia juga hasil meniru!


Sialan, bagaimana ada orang yang mampu meniru jurus lawan hanya sekali lihat!..." Ketua Lam Thian meruntuk panjang sambil terus berusaha menghindar serangan lawan.


Ketua Lam Thian menyadari, jika jurus yang dikerahkan lawan belum begitu sempurna. Namun begitu, tehnik api tahap hitam yang dikerahkan justru lebih mengerikan dibandingkan jurus aslinya.


Dia segera menjauh secepat mungkin agar bisa selamat dari api tahap hitam yang menakutkan itu. Tetapi Suro tidak membiarkan lawannya lepas.


Dia telah mendengar cerita langsung dari Dewa Obat tentang berbagai kejahatan besar dan pembantaian yang dilakukan ketua perguruan Lembah Beracun. Dia juga merasa ada firasat buruk ketika samar-samar mendengar tangis bayi yang sahut-bersahutan.


"Jangan bermimpi kau dapat bernafas sampai matahari tenggelam!" Kemarahan Suro semakin memuncak, setelah secara samar mendengar tangis bayi yang bukan hanya satu.


Sebab itu artinya didalam perguruan itu ada banyak bayi yang hendak dijadikan tumbal pengorbanan.