SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 303 Rasa Penasaran



"Paman ada beberapa hal yang hendak saya tanyakan kepada paman terkait makhluk kegelapan yang saya temui. Sebenarnya bukan pertama kali saya mendatangi alam ini. Walaupun negeri bawah tanah ini baru pertama kali Suro datangi."


Suro setelah selesai membantu mengobati para penduduk, akhirnya dia dapat mengistirahatkan tubuhnya. Dia terlihat sedang duduk dilantai pendopo yang berada tepat didepan rumah La Tongeq sakti. Beberapa bawahan dari lelaki itu juga ikut duduk bersila dilantai pendopo dibelakang La Tongeq sakti.


"Hal apa yang nakmas tanyakan?"


"Saat terakhir kali kami mendatangi tempat ini, makhluk kegelapan yang kami temui tidak seperti sekarang ini, yaitu memiliki kecerdasan. Apakah semua itu memang karena air suci yang ada dinegeri ini?" Suro mulai bertanya ke arah La Tongeq sakti.


"Terus terang Suro merasa sangat penasaran. Sebab perubahan itu terjadi diseluruh alam ini. Termasuk makhluk kegelapan yang ada dipermukaan tanah," Suro kembali mengingat-ingat seluruh penampakan makhluk sejak beberapa waktu yang lalu, setelah mengejar Dewa Kegelapan.


"Karena secara penalaran untuk merubah seluruh makhluk kegelapan membutuhkan air dinegeri ini tentu tidak akan cukup.


Walaupun untuk makhluk kegelapan yang mampu mengerahkan tehnik perubahan alam, adalah sesuatu yang baru aku temui didekat negeri ini. Apakah memang benar semua perubahan dan kecerdasan itu hanya karena pengaruh air suci ini, paman?" imbuh Suro.


"Terus terang nakmas, sebenarnya paman tidak mengetahui kondisi alam diatas permukaan tanah seperti yang nakmas ceritakan. Wujud makhluk kegelapan, justru baru pertama kali ini paman hadapi di negeri ini."


Suro menggaruk-garuk kepalanya sebelum melanjutkan ucapannya. Dia tidak menyangka lelaki yang ada didepannya ini justru tidak pernah melihat makhluk kegelapan. Tetapi Suro merasa jika raut muka lelaki itu seperti menyembunyikan sesuatu hal.


"Tetapi paman seharusnya mengetahui, seberapa banyak sebenarnya air suci telah dicuri oleh orang-orang yang pernah paman sebut sebagai penyusup itu?" Suro kembali bertanya sambil menggaruk-garuk pipinya. Dia tidak puas dengan jawaban La Tongeq sakti.


"Secara pastinya aku tidak mengetahui, karena hal tersebut baru kami sadari belum lama ini. Awalnya kami anggab sebagai hal yang tidak perlu dikhawatirkan, karena yang diambil hanyalah air yang banyak kami miliki," La Tongeq sakti menjawab sambil mengingat-ingat peristiwa yang terjadi beberapa waktu yang telah lalu.


"Namun karena kejadian berlangsung berkali-kali dan hampir seluruh penduduk merasakan, maka kami menyelidiki. Dari penyelidikan yang kami lakukan, ternyata pelakunya bukanlah orang yang kami kenali," La Tongeq sakti menambahkan.


La Tongeq sakti lalu menceritakan lebih detail kejadian yang dia ingat dan jumlah air yang berhasil dicuri menurut perhitungannya.


"Jadi begitu, ternyata lumayan banyak juga air yang telah dicuri. Tetapi jika melihat banyaknya makhluk kegelapan yang telah berubah, Suro rasa jumlah itu belum memadai." Suro merasa belum menemukan jawaban atas perubahan yang kemungkinan terjadi pada seluruh makhluk kegelapan.


"Sebagai contoh sesosok kadal raksasa yang sempat aku lawan, makhluk itu tentu memerlukan banyak air Nirvilkalpa untuk mengubah kepalanya dapat berpikir selayaknya manusia."


"Belum termasuk para makhluk raksasa lainnya yang juga mengalami perubahan dalam sikap dan daya berpikir meningkat begitu tajam. Aku rasa dua kali kolam besar tempat menampung air Nirvilkalpa tidaklah cukup." Ujar Suro.


"Benar juga apa yang nakmas katakan, penjelasan itu terasa masuk akal. Lalu bagaimana menurut nakmas, apakah memiliki alasan yang lebih masuk akal dibandingkan penjelasan yang paman miliki? Sesuatu yang dapat menjelaskan atas semua perubahan yang terjadi pada makhluk kegelapan?" La Tongeq sakti menatap Suro mencoba menunggu jawaban.


"Entahlah paman, secara pasti aku tidak mengetahuinya. Namun kemungkinan mereka mendapatkan sumber lain, atau jika melihat hebatnya tehnik perubahan alam yang mereka kuasai, bisa jadi mereka menyaring air yang berasal dari tempat ini yang merembes ke dalam tanah."


"Dengan kemampuan yang mereka miliki, aku yakin hal yang mustahil itu dapat terjadi. Karena Suro sendiri telah merasakan kekuatan perubahan air-es yang mereka kuasai. Pendapat Suro diperkuat dengan temuan yang baru aku sadari, yaitu saat aku bertarung dengan makhluk berbentuk kadal. Aku merasakan begitu banyak makhluk kegelapan banyak disekitar negeri ini.


Entah sedang menunggu waktu yang tepat untuk menerobos atau sedang melakukan sesuatu hal, Suro tidak mengetahuinya. Namun Suro merasa mereka secara terus menerus berada disekitar negeri ini," Suro menjelaskan pendapatnya dengan pelan.


Sehingga yang mendengar hanya La Tongeq sakti. Suro melakukan itu, agar para pengikut lelaki itu tidak mendengar. Dia takut akan terjadi kekacauan dan kepanikan, jika mengetahui fakta tersebut.


Saat Suro bercerita hal barusan, dia kembali menangkap raut muka yang menggambarkan kecemasan, meski itu terlihat samar di wajah La Tongeq sakti.


'Apa yang sebenarnya disembunyikan lelaki ini?' Suro bertanya-tanya dalam hati karena melihat perubahan raut muka yang tertangkap diwajah lelaki yang menjadi lawan bicaranya.


"Tetapi Suro lebih mencurigai mereka sedang mengambil air Nirvilkalpa yang terkandung di tanah atau sedang melakukan penyerapan seluruh air yang terkandung di sekitar alam ini. Sebab seluruh air yang terkandung di negeri ini adalah air Nirvilkalpa," imbuh Suro


"Pemikiran yang tidak salah. Kemungkinan itu juga dapat terjadi. Tetapi paman yakin jika makhluk kegelapan itu dapat berubah semua setelah mereka meminum air suci. Kemudian para makhluk yang telah meminum justru dijadikan santapan oleh yang lain."


"Dengan menyantap kaum mereka yang telah meminum, membuat mereka juga mendapatkan manfaat dari air suci. Kejadian itu berlangsung secara terus-menerus, sehingga hampir seluruh makhluk itu menjadi seperti yang kita hadapi."


"Tentang bagaimana caranya mereka mendapatkan itu cerita lain. Entah dengan menyerap dan menyaring kandungan air suci ditanah, atau dengan cara mengutus manusia untuk mencuri.


"Jika memang seperti yang paman ceritakan mengapa Batara Antaga, Batara Karang dan juga Dewa Kegelapan tidak mengetahui hal ini? Buktinya mereka tidak pernah membawa pasukan kegelapan seperti yang barusan kita lawan, paman."


"Memang terakhir kali mereka menyerang di alam yang nakmas diami, makhluk kegelapan jenis apa yang beserta dengannya?" La Tongeq sakti balik bertanya kepada Suro


"Justru terakhir kali mereka tidak membawa pasukannya, entah karena alasan apa. Biasanya mereka selalu membawa serta pasukannya yang cukup banyak."


"Seperti contohnya lebih dari satu purnama yang lalu mereka menyerang beserta pasukannya yang berupa sejenis manusia kelelawar dan para naga. Selain itu ada pasukan lain, mereka adalah para pendekar aliran hitam yang mendapatkan peningkatan kekuatan dengan menyerap hawa kegelapan."


"Meskipun kondisi mereka yang telah menghisap hawa kegelapan masih memiliki kesadaran sendiri. Mereka juga tetap sebagai mereka sendiri, meskipun di dahinya tumbuh dua tanduk. Kondisi mereka tentu tidak bisa disamakan dengan pasukan kegelapan yang ada di alam ini."


"Sebab mereka sudah tidak memiliki kesadaran sendiri. Boleh dikatakan mereka justru telah dalam penguasaan kegelapan yang dia serap. Kondisi itu tidak ubahnya mereka seperti peliharaan Dewa Kegelapan." Suro mencoba mengingat-ingat para makhluk kegelapan yang dia hadapi selama ini.


Dia merasakan perbedaan yang jauh dibandingkan para makhluk kegelapan yang biasa temui.


"Jadi seperti itu, terima kasih nakmas. Aku menjadi lebih memahami tentang alam ini, justru setelah nakmas bercerita. Kami memang seperti katak dalam tempurung. Sehingga tidak dapat mengerti sesuatu hal selain yang berada disekitar negeri ini."


Berbagai pertanyaan Suro kepada La Tongeq sakti, justru kembali kepada dirinya sendiri. Sebab lelaki itu justru lebih tidak mengetahui, dibandingkan dirinya sendiri


Suro akhirnya berhenti bertanya kepada lelaki didepannya sambil menggaruk garuk kepala. Kepalanya masih pusing dengan berbagai pertanyaan yang harus dia jawab.


Saat Suro tidak lagi bertanya, maka La Tongeq sakti menggunakan kesempatan itu untuk mengutarakan rasa penasaran dengan jurus pedang yang Suro gunakan, sebab jurus itu terlihat begitu istimewa.


"Waktu bertempur dengan makhluk kegelapan nakmas menggunakan puluhan pedang terbang. Baru kali ini aku melihat jurus seperti itu."


"Apakah paman, berminat? Kalau paman memang berminat, aku bisa mengajari paman. Apalagi paman sudah mencapai tingkat shakti, jadi akan lebih cepat untuk mempelajarinya."


La Tongeq sakti yang mendengar penawaran dari Suro, tertegun beberapa saat. Dia tidak menyangka sama sekali mendengar tawaran langsung tanpa basa basi sama sekali dari Suro.


"Benarkah nakmas akan mengajari saya dengan tehnik ilmu pedang itu?"


"Benar, jika paman berminat. Selain itu aku memang harus menunggu Geho sama menyelesaikan segel sihir perlindungan, jadi banyak waktu yang aku miliki," ujar Suro.


"Tetapi dalam pertempuran sebelumnya, bukankah paman justru bertempur menggunakan tombak pendek?" Suro masih mengingat saat bertempur melawan makhluk kegelapan, dia melihat La Tongeq sakti memimpin pasukannya dengan menggunakan tombak pendek.


"Benar nakmas, itu salah satu senjata kesukaanku. Tetapi melihat jurus pedang nakmas yang begitu mengagumkan, membuat saya menjadi begitu tertarik."


Para bawahan La Tongeq sakti yang duduk dibelakang lelaki itu, mulai kasak-kusuk.


"Apakah kami boleh mempelajarinya tuan pendekar?"


"Mengenai hal itu, mungkin paman sakti yang akan menentukannya. Waktu yang aku miliki terbatas, jadi aku tidak mungkin mengajari kalian semua. Agar lebih maksimal hasil yang di dapat. Aku lebih memilih akan mengajari paman sakti.


Setelah paman sakti memahami dan menguasai, maka paman sendiri nantinya yang akan mengajari kepada paman sekalian. Apalagi untuk mempelajari ilmu pedang ini minimal sudah membuka beberapa titik chakra yang hanya bisa dilakukan setelah mendekati tingkat tinggi,' ujar Suro


"Jadi untuk paman sekalian yang masih di tingkat kelas satu dan tingkat kelas atas lebih sulit untuk melakukannya,' imbuh Suro.


Agar negeri bawah tanah itu dapat menjaga dirinya sendiri Suro juga berniat melatih kekuatan jiwa mereka. Dengan bantuan air Nirvilkalpa, Suro berharap akan dapat membantu La Tongeq sakti mempermudah mempelajari ilmu memecah diri itu dengan lebih cepat.