
Jendral Tian Bai, Jendral Xiao Long dan Xian Hua memang memahami kekuatan musuh sangatlah kuat. Karena itu mereka menghadapai musuh hanya sampai mereka dapat memastikan Jendral Yuwen Huaji benar-benar telah aman.
Mereka bersama sisa pasukan Macan Hitam akhirnya mampu bergerak mundur dengan selamat bergabung dengan pasukan yang lain. Setelah itu seluruh pasukan kekaisaran akhirnya memutuskan untuk mundur meninggalkan pertahanan mereka di tebing besar Yangu. Sebab puncak tebing itu telah dikuasai pasukan Jendral Ulangan.
Pasukan Khan Langit segera bergerak maju, setelah Jendral Ulagan berhasil merebut penjagaan di atas tebing oleh pasukan kekaisaran. Tetapi gerakan mereka tertahan, sebab batu-batu besar yang sempat dijatuhkan untuk menimbun pasukan Khan Langit sebelumnya, kini telah menutupi jalan mereka.
Dengan adanya halangan itulah akhirnya pasukan kekaisaran yang bergerak mundur meninggalkan Tebing Besar Yangu mendapatkan waktu lebih banyak. Mereka bergerak terus ke arah selatan menuju ke arah He Bei.
Tetapi pasukan Khan Langit tidak membiarkan mereka lepas begitu saja. Mereka terus mengejar, sehingga di sepanjang jalan itulah terjadi pertempuran.
Sambil terus mundur pasukan kekaisaran terus membuat pertahanan yang mampu mengurangi resiko dapat dibantai oleh pasukan musuh dengan mudah.
Tampuk kepimpinan sementara dipegang oleh Jendral Xiao Long. Jendral itu memimpin seluruh pasukan untuk terus mundur. Seluruh pasukan itu akhirnya sampai di perbatasan pinggir kota He Bei.
Pada akhirnya Jendral Xiao Long memutuskan untuk menggunakan benteng kota He Bei sebagai pertahanan terakhir untuk menahan laju pasukan musuh.
Di sebelah timur pasukan kekaisaran Sui yang dipimpin Jendral Yuwen Shiji juga mengalami kekalahan. Serangan dari pasukan Kerajaan Goguryeo telah membuat pasukan kekaisaran harus memilih mundur.
Mereka akhirnya mundur sampai dikota Tianjin. Kota Tianjin sendiri berada disebelah Timur dari kota He Bei. Tetapi karena serangan yang dilakukan Kerajaan Goguryeo begitu dahsyat, mereka kemudian kembali mundur.
Beruntung pasukan telik sandi mengabarkan kepada Jendral Yuwen Shinji, jika pasukan Yuwen Huaji tidak berada jauh dari mereka. Mendengar penjelasan anak buahnya, akhirnya Jendral Yuwen Shinji memutuskan hendak menggabungkan seluruh pasukan miliknya dengan pasukan yang dipimpin oleh kakaknya, yaitu Yuwen Huaji.
Dia tidak mengetahui tentang kabar jika sekarang pasukan kekaisaran yang berada di He Bei dipimpin oleh wakil kakaknya, yaitu Jendral Xiao Long. Jendral Yuwen Shiji belum mengetahui nasib kakaknya yang sedang terluka cukup parah.
**
"Akhirnya kami dapat bergabung dengan kalian." Terlihat jelas rasa lelah di wajah Jendral Yuwen Shiji.
Dia dan seluruh pasukannya baru saja sampai di He Bei bergabung dengan pasukan kekaisaran yang berhadapan dengan Khan Langit.
"Dimana kakakku? Mengapa dia tidak terlihat?"
"Jendral Yuwen Huaji sedang berada diperaduan." Jendral Xiao Long menjawab pertanyaan Jendral Yuwen Shiji dengan singkat.
"Ternyata kakak sedang beristirahat."
Jendral Xiao Long hanya menganggukkan kepala menjawab pertanyaan lawan bicaranya. Dia sebenarnya hendak menjelaskan kondisi kakaknya yang sedang terluka.
Tetapi dia memutuskan lebih baik adiknya itu melihat sendiri saja kondisi kakaknya seperti apa. Walaupun pasti dia akan terkejut melihat kondisinya.
Dan benar saja begitu melihat kondisi kakaknya yang berbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri membuat lelaki itu tidak mampu menguasai keadaan. Sebab dia menyadari kondisi kakaknya dalam kondisi kritis.
Apalagi dia menyadari jika luka yang mengenai kakaknya selain parah juga mengandung racun kuat. Itu bisa terlihat dari tanda-tanda di tubuh kakaknya yang mulai membiru.
Keyakinannya semakin bertambah dengan melihat perban yang membalut bagian dada sebelah kanan. Tetapi dia mencoba menguasai keadaan dan berusaha setenang mungkin.
"Apa yang terjadi dengan kakakku?"
Jendral Xiao Long lalu menjelaskan pertempuran sekitar dua hari yang lalu di Tebing Besar Yangu. Mendengar penjelasan Jendral Xiao Long dia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
"Luka yang dia derita memang parah. Tetapi bagaimana dia dapat bertahan dari racun yang mengenai dirinya?" Jendral Yuwen Shiji menatap Jendral Xiao Long dengan rasa penasaran.
"Itu karena penawar racun dan juga beberapa pill yang sempat diberikan pendekar Suro sebelum berangkat menuju peperangan."
"Jadi pill yang dia berikan benar-benar penawar racun yang ampuh."
"Tidak, benar-benar ampuh. Jendral Yuwen Huaji masih membutuhkan pill penawar yang tepat. Jika tidak aku yakin racun itu akan merengut nyawanya." Jendral Xiao Long mengakhiri penjelasannya dengan menghela nafas panjang.
"Pasukan yang aku pimpin di bagian timur juga menghadapi musuh yang terlalu kuat kami tidak mampu bertahan."
Pandangan Jendral Yuwen Shoji menatap lekat ke arah tubuh Jendral Yuwen Huaji yang terbaring tidak sadarkan diri. Dia lalu melanjutkan ucapannya.
"Karena itulah demi mendengar kabar tentang pasukan kakak di kota He Bei yang berdekatan dengan Tianjin, maka aku memutuskan menggabungkan seluruh pasukan."
Jendral Yuwen Shiji lalu mulai menjelaskan alasannya memilih menggabungkan kekuatannya.
Jendral Xiao Long hanya menganggukan kepala mendengar penjelasan dari punggawa yang juga adik dari panglima Jendral Yuwen Huaji. Alasannya yang dijelaskan dapat diterima oleh Jendral Xiao Long.
Gabungan pasukan mereka memang membuat kekuatan pasukan mereka bertambah kuat. Walaupun dengan resiko yang sama, yaitu kekuatan gabungan dari musuh juga akan semakin kuat.
"Lalu ada berapa sisa pasukanmu?" tanya Jendral Xiao Long.
"Masih ada tujuh puluh ribu pasukan. Tiga puluh ribu diantaranya adalah pasukan pemanah...."
Jendral Xiao Long menganggukkan kepala mendengar penjelasan panjang Jendral Yuwen Shiji.
"Kita sebaiknya melanjutkan pembicaraan ini bersama punggawa lainnya di ruangan lain. Aku takut panglima akan terganggu istirahatnya." Jendral Xiao Long mengajak Jendral Yuwen Shiji keluar ruangan.
**
Setelah itu mereka meneruskan berdiskusi dengan para punggawa lain di ruangan lain.
Disaat mereka sedang berdiskusi seorang utusan memasuki ruangan tempat mereka sedang mendiskusikan rencana selanjutnya.
"Gawat Jendral Xiao Long, kita sudah dikepung dari dua arah yang berbeda. Pasukan Goguryeo sudah datang dari arah timur. Sedangkan dari arah utara pasukan Khan Langit juga telah datang."
Mendengar berita itu mereka semua segera keluar ruangan dan menuju tempat tertinggi dari benteng kota He Bei.
Dari atas menara pengawas mereka segera mendapati pemandangan mengerikan. Dua pasukan Khan Langit dan Kerajaan Goguryeo hendak menyerang dari dua arah berbeda. Beruntung saat itu mereka telah berlindung di dalam benteng kota He Bei.
Dengan kondisi itu tugas mereka saat ini adalah tidak membiarkan musuh menjebol benteng tempat mereka bertahan.
"Siapkan semua pasukan pemanahmu untuk berjaga diatas tembok bagian utara dan timur," ucap Jendral Xiao Long kepada Jendral Yuwen Shiji.
Selama Jendral Yuwen Huaji dalam keadaan tidak mampu memimpin, maka tampuk kepimpinan terus berada ditangan Jendral Xiao Long. Secara tidak langsung Jendral Yuwen Shiji juga berada dibawah perintah dirinya.
"Tetapi pasukanku baru saja menempuh perjalanan yang jauh?"
"Benar aku mengerti, tetapi jika pasukan pemanahku saja yang berjaga di atas tembok, maka kita semua kemungkinan akan melakukan perjalanan ke alam kubur."
"Baiklah aku akan memerintahkan pasukanku untuk mendukung pertahanan benteng ini."
Jendral Xiao Long menganggukan kepala lalu melanjutkan ucapannya, "pasukan pemanah milikku telah dibantai pasukan musuh hampir setengahnya. Mereka sisa pasukan pemanah yang dapat kami selamatkan."
Jendral Yuwen Shiji sebenarnya penasaran dengan penyebab pasukan pemanah yang dibantai sampai sebegitu banyaknya. Tetapi situasi tidak memungkinkan, dia akhirnya memilih menganggukan kepala mendengar penjelasan lawan bicaranya.
**
Jendral Yuwen Shiji lalu meninggalkan menara pengawas untuk menemui pasukannya. Dia hendak meneruskan titah yang diberikan kepadanya untuk memerintahkan pasukan pemanah miliknya ikut berjaga di atas benteng.
Tetapi jendral itu lebih dahulu menjelaskan mengapa mereka yang baru datang tidak diberikan kesempatan beristirahat.
"Musuhpun tidak beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang menuju kota He Bei ini," ujar lelaki itu sambil menatap ke seluruh pasukannya.
"Jika kita tidak menahan pasukan Khan Langit dan pasukan Goguryeo disini, maka kemungkinan besar kita tidak akan mampu menahan laju mereka untuk menguasai seluruh kekaisaran. Ini adalah pertahanan terakhir yang bisa kita lakukan.
Panglima saat ini juga dalam keadaan luka parah, sehingga tidak mampu lagi meneruskan tugasnya. Untuk saat ini tampuk kepimpinan dipegang oleh Jendral Xiao Long. Sekarang bersiaplah untuk menjaga benteng kota ini."
Seluruh pasukan pemanah yang berada didepannya menganggukkan kepala menandakan mereka memahami keputusan pemimpinnya.
"Ingatlah atas apa yang terjadi pada wilayah yang dikuasai musuh. Mereka semua dijadikan pasukan seperti mayat hidup. Apakah kalian ingin keluarga, kerabat kalian akan bernasib seperti para penduduk yang wilayahnya dikuasi musuh? Jika kalian tidak menginginkan hal itu bangkit dan angkat senjata kalian untuk digunakan melawan musuh!"
Sengaja Jendral Yuwen Shoji berbicara seperti itu untuk membakar semangat anak buahnya. Sebab dia sendiri merasakan lelah teramat sangat setelah menempuh perjalanan jauh.
Sebelum Jendral menyelesaikan ucapannya seluruh pasukan miliknya sudah bangkit dengan semangat membara hendak kembali menghadapi musuh.
Semua pasukan pemanah telah berdiri diatas tembok untuk menjaga benteng kota He Bei. kali ini mereka tidak ada lagi pilihan untuk mundur. Hidup mati mereka akan ditentukan di kota He Bei.