SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch.394 Sihir Kutukan Setan Lapar part 2



Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam kerangkeng dan mulai memeriksa tubuh wanita muda yang masih tertelungkup tidak sadarkan diri itu.


Hawa sesat yang masih ada dalam tubuh gadis muda itu, segera diusir keluar oleh Suro dengan menyalurkan hawa murni miliknya ke dalam gadis itu. Setelah beberapa saat tubuh gadis yang terlihat pucat mulai terjadi perubahan.


Matanya sempat terbuka, walau hanya sebentar, kemudian menutup kembali.


"Tubuhnya sudah aku bersihkan dari hawa sesat paman, tetapi karena masih begitu lemah dia memerlukan istirahat panjang. Saat ini dia tidak pingsan, dia hanya tertidur." Suro berbicara setelah kembali memeriksa detak nadi gadis itu.


Setelah mengetahui detak nadinya telah kembali normal Suro cukup bernafas lega. Sebab sebelumnya nadinya terasa begitu lemah.


Suro lalu meminta Jendral Zhou untuk mengangkat anaknya keluar dari kerangkeng yang berbau busuk dan kotor itu.


Jendral Zhou kemudian membawa putrinya ke ruangan lain. Ruangan itu cukup luas dan lebih bersih.


Tubuh gadis muda itu tingginya hampir seimbang dengan Mahadewi. Tetapi karena terlalu kurus, sehingga terlihat lebih kecil.


"Sebaiknya putri paman ini digantikan dengan pakaian yang lebih pantas terlebih dahulu.


Lihatlah, pakaian yang dia kenakan sangat tidak layak. Aku tidak tega, jika dia sadar dengan pakaian seperti ini. Mengenai kondisinya tidak perlu dikhawatirkan lagi.


Aku telah memeriksa semua organ dalam miliknya kondisinya cukup baik, jadi tidak perlu dicemaskan. Apalagi aku telah berhasil membersihkan hawa sesat yang mengendap dalam tubuhnya," ucap Suro kepada lelaki disampingnya.


"O, iya paman, selain itu aku meminta air putih untuk diberikan putrimu. Sepertinya aku memiliki cara cepat, agar putrimu cepat pulih."


Jendral Zhou mendengarkan ucapan Suro, dia lalu segera meminta para pelayan untuk membersihkan tubuh putrinya dan meminta mereka untuk mengantikan pakaian yang melekat di tubuh anaknya itu.


Selagi para pelayan membersihkan tubuh dan menggantikan pakaian yang lebih layak, maka Suro memilih keluar dari ruangan itu ditemani Jendral Zhou. Tetapi sebelum keluar ruangan dia membawa serta sepoci air putih yang sempat dibawakan pelayan.


Jendral Zhou sempat melihat Suro membawa air putih. Namun dia tidak bertanya lebih lanjut alasan Suro membawa air itu. Tanpa sepengetahuan lelaki itu Suro memasukan sesuatu kedalam poci atau teko itu.


"Meskipun putri paman ini terkena ilmu sihir bernama kutukan setan lapar. Tetapi beruntung benih iblis yang bercokol ditubuhnya memiliki kekuatan yang masih kelas rendahan. Sehingga aku dapat mengalahkannya dengan mudah.


"Terima kasih...terima kasih pendekar, aku akan mengingat kebaikan yang telah pendekar lakukan kepada putriku ini."


Suro hanya tersenyum kecil dan menganggukkan kepala.


"Sihir itu sangat sesat, aku ingin menyelidiki ilmu hitam ini. Sebaiknya paman bisa menceritakan kepadaku agar pemilik dari ilmu sihir ini mendapatkan balasan setimpal dariku."


"Nama sihir kutukan setan lapar itu sepertinya aku mengetahuinya pendekar...," Jendral Zhou yang hendak bercerita di sela oleh Suro.


Sebab perintah Jendral Zhou kepada para pelayan untuk membersihkan tubuh anaknya dan menggantikan pakaiannya telah selesai.


"Sebaiknya kita lanjutkan pertolongan yang kita lakukan sebelumnya. Hawa sesat yang ada dalam tubuhnya memang telah berhasil aku bersihkan. Namun tubuhnya terlalu lemah.


Aku akan kembali mencoba menyalurkan hawa murni kedalam tubuhnya terlebih dahulu agar dia cepat sadar. Mengenai siapa yang bertanggung jawab atas apa yang dialami putri paman biar nanti saja kita bahas."


Mereka berdua kemudian kembali masuk kedalam ruangan dimana putri Jendral masih berbaring diatas tempat tidur. Dengan melihat ritme nafas dan detak jantungnya, Suro memastikan kembali jika gadis itu hanya tertidur.


Sebab menurut ucapan Jendral Zhou sendiri, dia meyakini anaknya itu tidak pernah tidur selama tubuhnya dikuasai oleh benih iblis.


"Aku hendak memberikan minuman ini kepadanya. Jadi sebelum dia meneruskan tidurnya aku akan membuatnya tersadar terlebih dahulu."


Dengan tehnik alunan seruling yang dia lakukan sebelumnya, sebenarnya telah ikut memperkuat daya hidup dari wanita itu. Tetapi itu tidak cukup untuk membuatnya langsung tersadar.


Karena memang kondisi fisik dan kejiwaan wanita itu sudah cukup lama digerogoti oleh makhluk sesat yang menempel ditubuhnya. Sehingga perlu hal lain agar dapat memulihkannya kembali.


"Ayahanda...!" Mata wanita muda itu membuka dan menyadari seseorang yang ada didepannya adalah ayahnya.


"Lin'er, kau sudah sadar, sukurlah...syukurlah," Jendral Zhou dan istrinya yang melihat putrinya telah dapat kembali mengenali orang yang ada disekitarnya, tidak dapat menahan tangis harunya.


Para pelayan dan pengurus rumah tangga yang ada di ruangan itu juga tidak dapat menahan air mata mereka. Sebab sudah beberapa tahun anak majikan mereka dalam kondisi yang sangat mengenaskan.


Akhirnya kesabaran mereka untuk terus mengurus putri majikan mereka terbayarkan dengan melihat wanita muda itu berhasil tersadarkan kembali dan mulai mengenali setiap orang yang hadir di ruangan itu. Tetapi saat dia menatap Suro, dia mulai memicingkan mata, karena tidak mengenal sama sekali.


Agak beberapa lama dia mencoba berpikir dan mengingat-ingat lelaki muda tampan yang berpakaian sedikit tidak biasa itu.


"Hahaha...Lin'er tentu saja tidak akan mengenalinya. Perkenalkan dia adalah pendekar Suro yang telah menolongmu terbebas dari sihir jahat."


"Terima kasih tuan pendekar Suro," suara lemah terdengar dari Zhou Lin putri Jendral Zhou Fang. Gadis itu mencoba bersikap ramah kepada orang yang telah menyelamatkan dirinya.


"Paman berikan ini kepada putrimu, aku rasa ini akan mempercepat pemulihnnya. Tetapi jangan kaget dengan reaksi yang akan dia perlihatkan." Suro memberikan secangkir kecil yang dia ambil dari poci yang sempat dia bawa keluar.


Sebelumnya Suro menambahkan Sarkara Deva atau madu para dewa yang dicampur dengan air dalam poci. Tetapi dia memberikan madu itu dalam jumlah yang sangat sedikit. Bahkan kurang dari sepersepuluh dari satu tetes.


"Cukup setengah sendok kecil saja paman. Jangan lebih dari itu. Sebab reaksinya begitu kuat.


Sesuai perintah Suro, dia lalu memberikan setengah sendok kecil yang langsung ditenguk oleh putrinya.


Selang beberapa saat, setelah meneguk minuman itu, wanita muda itu merasakan manfaatnya.


"Minuman apa ini ayah?" Wajah putrinya itu menatap Jendral Zhou penuh dengan tanya dan berpindah ke arah Suro untuk meminta jawaban.


"Jangan khawatir itu bukan racun. Anggap saja itu adalah obat untuk mengembalikan kondisi tubuhmu yang sangat lemah. Bagaimana apa yang kau rasakan setelah meminumnya?"


Suro memahami mereka berdua meminta jawaban kepada dirinya.


Wajah dari wanita muda itu terlihat lebih cerah dan bersinar. Bahkan kantung matanya yang menghitam telah menghilang.


Setelah badannya dibersihkan oleh para pelayan, terlihat jika sesungguhnya wanita muda itu cukup rupawan dengan kulitnya yang putih bersih.


"Terima kasih tuan pendekar, aku merasa tubuhku terasa lebih segar dan penuh dengan tenaga. Rasa lelah yang sebelumnya aku rasakan semuanya menghilang begitu saja.


Bahkan rasa kantukku juga tidak terasa lagi. Sungguh minuman yang tuan pendekar berikan kepadaku sangat mengagumkan."


Senyum cerah menghiasai wajah putri Jendral Zhou, membuat lelaki itu memandang takjub ke arah Suro.


Pemuda itu cukup puas melihat usahanya telah berhasil membuat gadis muda itu pulih dengan cepat.


"Ibu aku ingin membersihkan tubuhku," ujar gadis itu merajuk ke arah wanita disebelah Jendral Zhou yang sibuk mengusap air mata di pipinya yang tidak dapat dia tahan lagi.