SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 327 Kaleng Rombeng



Iblis Kalipurusha segera memainkan jurus pedangnya. Jurus itu segera dikenali oleh Suro, namun tingkat kekuatan makhluk didepannya itu ratusan kali dibandingkan musuhnya waktu itu, yaitu Pedang iblis.


Beruntung berkat sarkara deva kekuatan milik Suro mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dia cukup percaya diri, meski harus menghadapi Kalipurusha sendirian.


'Jadi pemilik sejati jurus Pedang iblis adalah makhluk ini.' Suro langsung mengerahkan tehnik Langkah Maya untuk menghindari setiap serangan yang dilakukan Iblis kalipurusha.


Serangan yang begitu kuat, meski berhasil dihindari oleh Suro, tetapi tetap memakan korban. Sebab hempasan tebasan itu mampu menghancurkan dinding goa yang berada dikejauhan.


Orang-orang yang terkena hempasan tebasan itu langsung tewas. Puluhan orang bergelimpangan mati seketika karena kuatnya serangan Iblis Kalipurusha.


Geho sama mencoba mempercepat dirinya memindahkan orang-orang dari tempat tersebut.


Dia sebenarnya sedikit kebingungan, sebab ditempat itu tidak ada satupun makhluk kegelapan. Dia kemudian menyimpulkan kondisi tersebut memang sengaja dilakukan Dewa Kegelapan, agar manusia yang dikumpulkan tidak dimangsa para makhluk yang sangat haus darah itu.


Trang! Trang! Trang!


Suro mencoba menyerang balik raksasa yang tingginya empat kali dari pada tubuhnya sendiri. Hantaman puluhan pedang miliknya kembali seperti menghantam dinding besi.


"Sudah aku katakan pedang-pedang rongsokanmu tak akan mampu melukaiku! Hahaha...!" Iblis Kalipurusha tertawa puas melihat serangan lawan yang tidak mempan.


Melihat serangan Suro gagal membuat tangan Geho sama gatal, dia kemudian ikut menyerang Iblis Kalipurusha menggunakan kapak besar yang memiliki nama Sang Bergawa.


Wuus...


Trang! Trang!


"Sialan kapak pusaka tingkat langit ini tidak mampu melukainya."


Setelah menggunakan jurus Langkah Maya dan muncul di belakang Iblis Kalipurusha, dia kembali menebaskan kapak besarnya. Namun serangan itu juga tetap gagal melukai Iblis Kalipurusha.


"Hahahaha...ini lagi makhluk setengah siluman mencoba melukaiku! Kapak rongsokanmu itu tidak berguna menghadapi kulit bajaku ini!"


Iblis Kalipurusha berusaha menyerang balik ke arah Geho sama. Namun makhluk yang memiliki sayap itu mampu menghindari dengan menggunakan Langkah Maya. Akhirnya serangan balasan yang dilakukan hanya menghantam tempat kosong.


"Kau bilang apa kapakku? Coba katakan sekali lagi!"


"Geho sama kau gila, jika kau menggunakan Brahmastra mereka semua juga ikut lenyap!" Suro menunjuk ke arah orang-orang yang masih banyak terdapat ditempat itu. Karena memang Geho sama belum memindahkan mereka semua.


Geho sama murka mendengar kapak pusaka langit miliknya disebut barang rongsokan, dia hendak mengerahkan senjata Brahmastra. Namun Suro segera mencegah, agar dia tidak melakukannya.


Karena orang-orang yang masih ada ditempat itu dapat ikut tewas dan musnah tanpa bekas, jika Geho sama bersikukuh hendak menggunakan senjata Brahmastra saat itu juga.


"Sudah aku katakan pindahkan seluruh manusia yang ada, baru setelah itu kamu boleh membantuku ikut menghadapi makhluk ini!"


"Kau sungguh beruntung, tuanku mencegahku menghabisimu makhluk kaleng rombeng!"


Geho sama yang masih kesal dengan ucapan Iblis Kalipurusha, akhirnya memilih menuruti perintah Suro. Dia kembali memindahkan semua manusia yang ada ditempat itu ke negeri bawah tanah menggunakan gerbang gaib.


Suro sendiri segera menyarungkan seluruh pedang miliknya yang sebelumnya berterbangan menyerang Iblis Kalipurusha. Kemudian dia mencabut pedang yang ada dipinggangnya.


Setelah itu Pedang Kristal Dewa segera melesat dengan sangat cepat menuju tubuh Iblis Kalipurusha.


Wussss!


Crasshh! Crasshh! Crasshh!


"Setan alas pedang apa ini? Bagaimana mungkin mampu menembus kulitku?"


"Apakah pusaka ini masih kau sebut barang rongsokan juga?"


Suro tertawa terkekeh melihat wajah Iblis Kalipurusha yang terkejut dengan kejadian barusan yang berlangsung sangat cepat dan tidak diduga sama sekali oleh Kalipurusha.


"Lodra serang makhluk terkutuk itu, jadikan tubuhnya itu kaleng bakar!"


"Api hitam ini, apa hubunganmu dengan Jajahsengara?"


"Jajahsengara siapa itu aku baru mendengarnya?"


"Jajahsengara alias Pangruwat dewa, apa hubunganmu dengan bocah sialan itu?"


"Kau ingin tau hubunganku dengannya?Kami sama-sama ingin menjagal lehermu!" Suro yang tidak mengetahui maksud pertanyaan Kalapurusha, dia kemudian menjawab dengan asal.


"Bocah sialan! Kau ingin mati tanpa jasad rupanya!"


Bummm...buuuumm...buuuum...


Terjangan tebasan angin yang sangat dahsyat membelah udara. Suro segera menghindarinya. Serangan itu membuat jurang lebar setiap kali menghantam bumi.


"Memangnya aku sedungu dirimu, mau melakukan hal sebodoh itu?


"Pukulan Penghancur Gunung!"


Buuuuum!


Kembali Suro menyerang iblis Kalipurusha dengan pukulan tangan kosong miliknya. Serangan itu berhasil menghantam kepala iblis Kalipurusha.


Jurus serangan tangan kosong yang dia kerahkan barusan merupakan jurus yang dimiliki jagoan dari Kerajaan Galuh. Pemilik asli jurus tersebut seorang tokoh dunia persilatan yang bernama Eyang Ragadewa.


Hantaman yang begitu keras yang konon mampu mengahancurkan gunung tidak juga mampu menumbangkan Iblis Kalipurusha.


Melihat pukulannya tidak berhasil, kembali Suro menyerang dengan menggunakan pedangnya.


Trang! Trang!


Melihat lesatan Pedang Kristal Dewa, kali ini Iblis Kalipurusha segera menggunakan pedang besar miliknya untuk menahan lesatan serangan Suro. Agaknya dia belajar dari pengalaman sebelumnya.


Beberapa kali Pedang Kristal Dewa melesat masih tetap berhasil melukai tubuh Iblis Kalipurusha. Kondisi itu membuat amarah makhluk itu semakin meledak.


"Setan laknat, akan aku hancurkan tubuhmu bocah sialan!"


"Kalimat itu lagi yang kau ucapkan, kenapa mulutmu begitu besar! Sebaiknya aku sumpal saja dengan api hitamku!"


Sebelum iblis itu menyerang, Suro telah memerintahkan Lodra yang agung untuk ikut menyerang. Serangannya kali ini dia menggunakan jurus tiga musang api.


Dengan perubahan wujud tiga musang api. Lesatan wujud api hitam itu dapat bergerak zig-zag menghindari tebasan yang dilakukan Iblis Kalipurusha yang mencoba menghancurkan jurus Lodra.


Tetapi tebasan pedang yang begitu dahsyat tidak juga berhasil menghancurkan serangan Suro barusan.


Buuum! Buuum! Buuum!


Tiga sosok api hitam yang dikendalikan Lodra berhasil mengenai tubuh raksasa dan meledak seakan sebuah serangan meriam. Hentakan keras yang mengenai tubuhnya secara berturut-turut membuat dia kembali tersurut kebelakang beberapa langkah.


Makhluk itu memaki-maki mendapati tubuhnya terbakar oleh serangan Lodra.


"Kau ingin membakarku dengan api sekecil ini? Bermimpilah sampai kau bertemu Yamadipati!"


Ledakan kekuatan makhluk itu menenggelamkan seluruh kobaran api hitam milik Lodra.


Suro terkesima dengan kemampuan iblis Kalipurusha, sebab selama ini tidak ada satupun yang mampu memadamkan api hitam tanpa kehendak Lodra.


Iblis Kali purusha yang terluka oleh serangan Suro barusan kembali mengamuk. Pedang raksasa yang dia genggam menebas dengan begitu dhasyat.


Wuss... wuuusss...


Blaar! Blaar!


Terjangan tebasan pedang itu begitu mengerikan. Sebab kekuatan satu tebasan makhluk itu mampu membuat rekahan jurang dalam dan memanjang hingga jarak lima puluh langkah.


Namun semua serangan itu tetap tidak berhasil mengenai Suro. Karena Suro terus berhasil menghindar dengan menggunakan Langkah Maya. Selain itu jurus-jurus yang digunakan iblis Kalipurusha sudah pernah digunakan Pedang iblis.


Meskipun begitu karena serangan iblis Kalipurusha begitu dahsyat, sehingga menyebabkan goa itu terus berhancuran semakin parah. Tempat pertarungan disekitar mereka sudah luluh lantah tidak berbentuk lagi.


Hantaman kekuatan yang meledak-ledak itu telah membuat puluhan hingga ribuan stalaktit yang menggantung diatas langit-langit goa mulai berjatuhan.


Beruntung saat itu Geho sama telah selesai memindahkan semua manusia yang berada ditempat itu. Sehingga tidak ada korban jiwa yang bertambah.


Namun sebenarnya manusia yang diselamatkan oleh Suro tidak lebih dari beberapa ratus orang saja. Sebab puluhan ribu manusia yang sebelumnya hampir memenuhi tempat itu terus terhisap jiwa dan tubuhnya masuk ke dalam tubuh Dewa Kegelapan.


Demi menyelamatkan orang-orang yang masih tersisa, Suro setelah berhasil lepas dari jurus Kunjara Bajrapati, segera menyerap habis semesta hitam yang diledakkan oleh Dewa Kegelapan. Kondisi itu akhirnya dapat menyelamatkan ratusan orang-orang tak berdosa.


Selain menyelamatkan Geho sama dan para manusia lainnya yang terjebak ditempat tersebut, dia juga menggunakan kesempatan itu untuk memulihkan kekuatan miliknya dengan semesta hitam yang berhasil diserapnya.


Kekuatan jiwa dan raga setiap manusia yang berhasil diserap Dewa kegelapan, sebenarnya bagian dari persiapan Dewa Kegelapan untuk menampung kekuatan sejatinya yang hendak dia bebaskan.


Crass! Crass!


Tanpa diketahui oleh iblis Kalipurusha Geho sama telah berada dibelakangnya. Dia kemudian menghajar tubuh iblis Kalipurusha dengan menggunakan Kapak besarnya.


Tetapi kali ini dia menyerang dengan cara cerdik. Sebab dia menyerang pada bekas luka yang ditimbulkan oleh pedang milik Suro. Strategi yang dia lakukan, akhirnya berhasil melukai tubuh lawannya.


"Coba katakan sekali lagi kapak kebanggaanku ini tidak mampu melukaimu, kaleng rombeng!"