SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 350 Naga Hitam



“Kalian menghadapi cecunguk seperti itu saja tidak becus!” Sosok yang memiliki kekuatan tingkat surga itu melotot ke arah Muka Badak dan Setan Seribu Wajah yang terlihat begitu ketakutan kepada sosok tersebut.


Lelaki itu adalah salah satu pendiri kelompok Mawar Merah. Bisa dikatakan dia adalah sosok terkuat setelah ketua kelompok itu. Dia termasuk didalam sepuluh pendekar terkuat di Negeri Atap Langit.


Dialah yang bernama Liong Heise atau berjuluk Naga Hitam. Dia juga disebut sebagai salah satu pelindung kelompok Mawar Merah.


Beberapa kerajaan telah memasang kepalanya dengan harga yang sangat tinggi, karena berbagai kematian bangsawan yang melibatkan dirinya. Namun nama besarnya itu akan mampu membuat orang berpikir ratusan kali jika ingin berurusan dengannya.


Apalagi setelah dia mendirikan kelompok pembunuh bayaran bernama Mawar Merah. Sebab kelompok itu yang didirikan puluhan tahun lalu terdiri dari orang-orang yang biasa dikenal luas sebagai penjahat tingkat tinggi. Dengan kata lain kelompok itu adalah tempat para penjahat mencari perlindungan dari kejaran pasukan kerajaan, maupun pendekar aliran putih.


Namun setelah beberapa tahun lalu namanya tidak pernah didengar lagi di dunia persilatan Benua Tengah, terutama di Negeri Atap Langit. Menurut kabar lelaki itu sedang melakukan latihan tertutup.


Selain dikenal sebagai pembunuh bayaran tingkat tinggi, dia juga dikenal sebagai penggila ilmu bela diri, juga pengagung-agung kekuatan. Bahkan selain terkenal kekejamannya, lelaki itu juga dikenal jenius dalam ilmu bela diri.


Karena itu tidak terdengar aneh, jika mendengar kabar lelaki itu memilih melakukan latihan tertutup sejak beberapa tahun lalu tanpa henti. Dia terus bersamadhi dan berlatih untuk terus meningkatkan kekuatannya.


Dia mulai memutuskan melakukan latihan tertutup yang panjang itu, setelah seseorang misterius datang ke markas mereka yang sangat sulit ditemukan oleh orang luar. Kabarnya tokoh misterius itu datang menawarkan sesuatu yang membuat para petinggi kelompok Mawar Merah seperti rela dijadikan budak olehnya.


Entah dukungan apa yang sebenarnya diberikan, yang jelas kekuatan kelompok Mawar Merah meningkat dengan pesat. Banyak jagoan dari kelompok tersebut berhasil meningkatkan kekuatannya. Bahkan peningkatan itu bisa dikatakan sangat tajam.


Hal itu ditandai dengan keberhasilan mereka menembus kekuatan tingkat langit. Menurut kabar yang tersebar justru ketua dan beberapa tetua kelompok pembunuh bayaran itu telah mencapai tingkat surga.


Karena itulah mengapa banyak yang mencoba mendekati kelompok itu untuk melakukan kerjasama, ataupun meancoba berlindung. Termasuk diantaranya adalah Kaisar Wen yang merupakan kaisar dinasti Sui. Penguasa dari Negeri Atap Langit.


Dia justru bekerjasama dengan kelompok itu cukup lama, walaupun kerjasama itu dilakukan secara rahasia dan hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya. Salah satu keberhasilannya merebut kekuasaan dari kaisar dinasti Zhou Utara salah satunya karena kerjasamanya dengan kelompok pembunuh bayaran itu.


Kaisar itu memilih bekerjasama dengan kelompok Mawar Merah, karena terbukti mereka sangat handal menghabisi lawan-lawan politik atau penjabat yang mencoba memberontak. Kerjasama itu membuat kedua pihak merasa diuntungkan.


Salah satu keuntungan yang didapat kelompok Mawar Merah, adalah mereka tidak lagi dimusuhi atau diburu mengingat sebagian besar anggota kelompok mereka yang kebanyakan adalah para penjahat tingkat tinggi. Alasan itu juga yang membuat kelompok itu berkembang dengan pesat, selain kabar tentang kedatangan seseorang yang misterius beberapa tahun lalu yang ikut membuat kelompok itu menjadi semakin bertambah kuat.


Salah satu kerjasama yang dilakukan kelompok itu dengan kaisar Weh, adalah penyerangan yang dilakukan penguasa itu ke Benua Timur, yaitu penyerangan ke Swarnadwipa.


Namun dalam penyerangan itu kelompok Mawar Merah memiliki agenda sendiri. Terutama perintah orang misterius yang tidak lain adalah Batara Karang yang meminta mereka untuk menangkap Dewi anggini hidup-hidup.


Tentu saja perintah itu bukan secara percuma, sebab Batara Karang menjanjikan harta yang tidak terhitung jumlahnya jika mereka mampu melaksanakan perintah tersebut. Dia juga menjanjikan peningkatan kekuatan besar kepada mereka.


Sejak beberapa tahun yang lalu Naga Hitam terus melakukan latihan tertutup, dan baru pertama kali ini para anggota kelompok itu melihat kembali penampakan sosok tersebut. Mereka sangat menghormati lelaki itu karena kekuatan dan posisinya yang disebut-sebut sebagai pendiri kelompok Mawar Merah.


Tetapi karena latihan tertutup yang cukup lama itu membuat Naga Hitam sedikit ketinggalan kabar tentang perkembangan kelompoknya. Salah satunya adalah keputusan kelompok itu ikut serta menyerang ke wilayah di Benua Timur.


 “Menghadapi bocah ingusan seperti mereka saja sampai harus mengganggu samadhiku. Sepertinya kalian ingin aku cincang!”


“Ampun tetua, bukan kami tidak berusaha, tetapi kekuatan mereka memang tidak biasa. Salah satunya adalah naga yang selalu bergerak melindungi pemuda itu. Terus terang diriku baru pertama kali ini melihatnya. Entah itu naga sebenarnya atau makhluk yang dibuat dari tehnik perubahan tanah,


tetapi terus terang aku tidak memahami mengapa terlihat begitu hidup?”


“Bahkan kekuatan langitku saja tidak dapat mengimbanginya. Apakah mungkin pemuda belia itu sudah mencapai kekuatan tingkat surga? Tetapi itu mustahil. Kemungkinkah dia menggunakan sesuatu yang mampu meningkatkan kekuatannya untuk sementara waktu, tetua?"


Dia menjelaskan dengan raut muka yang terlihat penuh ketakutan kepada sosok yang berjuluk Naga Hitam itu. Tidak ada yang berani berbicara kecuali lelaki yang bernama Muka Badak, bahkan Setan Seribu Wajah memilih sedikit menundukkan wajah menghindari tatapan tajam dari Naga Hitam.


Setelah mendengar penjelasan singkat dari Muka Badak, lelaki itu mengarahkan pandangannya ke arah tumpukan mayat yang mengeliling Suro. Suro sendiri sebenarnya agak terpaksa harus menghabisi orang sebanyak itu.


Dia juga berusaha menahan kekuatannya selama ini, karena dia tidak ingin melakukan pembantaian. Tetapi dalam keadaan terpaksa, maka tidak ada pilihan lain.


Sebab jika dia tidak membunuh, maka itu akan mencelakakan dirinya dan juga Mahadewi. Apalagi kelompok yang mereka hadapi adalah para pembunuh bayaran yang sangat terlatih.


“Siapa sebenarnya kau bocah?Pakaianmu mengingatkan diriku kepada perguruan milik Dewa Pedang. Tetapi jurus pedangmu ini tidak sekalipun aku pernah melihatnya!”


Melihat Naga Hitam maju ke arah Suro, maka pasukan Mawar Merah yang sedari tadi terus mengepung memilih mundur. Mereka memahami seperti apa Naga Hitam yang menjadi tetua kelompok itu. Karena itulah mereka memilih menjauh dan tidak ingin terkena imbas pertarungan yang dilakukan oleh Naga Hitam.


Melihat mereka mundur maka Suro menarik kembali seluruh pedangnya yang digunakan untuk menahan serangan lawan. Dia juga meminta Mahadewi untuk mundur agak menjauh dari dirinya dan mengerahkan naga bumi untuk melindungi dara tersebut.


Suro segera menyadari aura kekuatan yang menyelimuti tubuh Naga Hitam mengingatkan kepada lawannya yang dahulu, yaitu Pedang iblis. Kondisi seperti itu juga terdapat pada setiap lawan yang sedari awal dia hadapi. Hanya saja aura sesat itu tidak sekuat aura yang dikerahkan Naga Hitam.


Karena memang semua itu adalah salah satu cara untuk meningkatkan kekuatannya secara cepat. Tehnik yang digunakan itu dalam tehnik tenaga dalam melalui jalur kundalini disebut sebagai jalan iblis.


Namun tehnik itu tidak diketahui caranya, karena sudah meghilang sejak lama. Tehnik tenaga dalam ini walaupun mirip dengan milik Pedang iblis, tetapi ini adalah sesuatu yang jauh berbeda. Tehnik itulah yang diajarkan Batara Karang kepada kelompok tersebut.


Apa yang dikatakan Dewa Rencong memang tidak salah. Sebab selain meningkatkan kekuatan mereka dengan menggunakan jalan iblis, Batara Karang juga mempercepat peningkatan kekuatan para tetua dan orang-orang tertentu dalam kelompok tersebut dengan memberikan energi murni laghima.


“Sepertinya aku menemukan tempat yang tepat kepada siapa aku harus mencari tahu. Sebab dirimu terlihat seperti orang yang paling penting dalam kelompok ini. Terlihat mereka begitu menghormatimu."


"Sebenarnya kekuatanku sedari tadi aku tahan, karena satu alasan aku sedang mencari keberadaan guruku, tetua Dewi Anggini dan satu lagi pendekar yang berjuluk Dewa Rencong."


"Jadi sebaiknya kau katakan dimana guruku dan yang lainnya? Karena aku sempat mengetahui guruku menuju ke markas ini untuk menolong tetua Dewi Anggini yang katanya telah diculik oleh kelompok kalian?”


Naga Hitam mengernyitkan dahinya demi mendengar pertanyaan


Suro.


“Aku tidak memahami apa yang kau katakan bocah, tetapi karena kau telah membuat masalah dengan kelompok ini, maka aku lah yang akan menghabisimu. Kau tau sekarang sedang berhadapan dengan siapa?”


“Aku tidak perlu tahu dengan siapa aku berhadapan, justru kalianlah yang seharusnya mencari tahu dengan siapa kalian sedang berhadapan?”


“Sombong sekali kau bocah buta!”


“Cakar Naga!”


Buuuk!


Bersama dengus kekesalannya, Naga Hitam langsung menyerang Suro dengan menggunakan cakar miliknya. Namun sebelum tangannya itu mengenai tubuh Suro, justru pemuda itu telah menyarangkan sebuah tendangan dan membuat tubuh lelaki itu terpental cukup jauh. Naga Hitam langsung murka dipermalukan seperti itu, dia segera melesat kembali menyerang ke arah Suro dengan serangan yang lebih ganas.


“Nafas Naga Neraka!”