SURO BLEDEK

SURO BLEDEK
Ch. 292 Perubahan Besar Yang Mengejutkan



"Sialan, padahal kita hanya ketinggalan waktu tidak lebih dari sekejap. Namun waktu yang hanya sekejap itu telah dimanipulasi oleh Batara Karang. Akibatnya kita dikirim ketempat yang berlainan dari arah tujuan mereka"


Setelah memasuki gerbang gaib Suro menatap keseluruh penjuru mencoba membaca situasi sekitar tempat yang baru saja dia datangi. Ada kejanggalan yang segera dia sadari dengan kondisi alam yang nampak.


"Apakah kau tidak merasakan keanehan Geho sama? Sepertinya alam ini tidak mirip dengan dunia kegelapan? Mengapa alam ini berubah seperti ini?"


"Apa yang sebenarnya terjadi di alam ini? Mengapa terlihat begitu berbeda? Seandainya aku tidak merasakan hawa kegelapan yang masih terasa diudara, tentu aku meragukan jika ini adalah alam kegelapan."


Suro menatap kesekeliling, sepanjang mata memandang kini tidak ada lagi terdapat hawa kegelapan yang menutupi alam dimana mereka berada. Matahari pun terlihat bersinar cukup terang.


Hamparan rumput menghijau kini menutupi permukaan tanah. Walaupun belum ada pepohonan yang tumbuh cukup tinggi. Namun kesan gersang kini sudah tidak dia lihat seperti sebelumnya saat terakhir kali Suro mendatangi alam tersebut.


"Aku rasa terjadinya proses perubahan alam ini berlangsung belum lama." Geho sama juga terkejut dengan pemandangan yang terpampang didepan mata. Dia justru merasa, jika dirinya tidak sedang berada di alam kegelapan. Dia justru merasa masih berada di bumi.


Namun setelah merasakan dengan menggunakan ilmu empat Sage miliknya, dia merasa yakin jika memang alam dimana mereka sekarang berada, dulunya biasa disebut sebagai alam kegelapan.


"Benar apa yang tuan Suro katakan, aku masih mampu menemukan jejak yang sangat aku kenali dari alam kegelapan ini. Aku yang pernah disegel selama ribuan tahun tidak bakal melupakan ciri khas yang dimiliki alam ini. Apalagi jejak hawa kegelapan masih dapat aku rasakan."


"Maaf tuan Suro, sebenarnya ada sesuatu hal yang telah mengganjal pikiranku, apa yang tuan Suro rencanakan dengan menyusul musuh ke dunia ini?"


"Rencanaku tentu saja hendak menghabisi mereka bertiga. Dan aku ingin memastikan satu hal."


Geho sama mulai memicingkan mata mendengar ucapan Suro.


"Satu hal apa yang ingin tuan Suro pastikan?"


"Aku ingin memastikan, jika sebanyak apapun hawa kegelapan yang aku serap, tidak bakal berpengaruh buruk terhadap tubuh dan jiwaku. Jika itu memang benar, maka aku akan menyerap sebanyak mungkin, agar mampu meningkatkan kekuatanku setinggi mungkin."


Belum lama mereka berbicara muncul manusia yang serupa dengan bentuk seekor kelelawar raksasa. Tetapi Suro sedikit mengerutkan dahi, sebab makhluk yang menyerupai kelelawar itu tidak seperti yang dulu sering dia hadapi.


"Ternyata disini ada manusia!"


"Ciiiiieeeer!"


Wuuuush


"Aaaargggh!"


Mendengar makhluk itu berteriak dengan suara khasnya tanpa ba bi bu Geho sama langsung melesatkan tubuhnya menghantam kepala makhluk itu dan kemudian melenyapkan tubuhnya dengan tehnik empat Sage.


"Ada apa Geho sama?"


"Sebentar lagi sepertinya kita akan menghadapi musuh. Kemungkinan sejenis dengan makhluk kegelapan ini. Sebab makhluk barusan telah memanggil kawanannya. Tetapi aku yakin mereka tidak seperti yang kita hadapi sebelumnya."


"Aku tidak menyangka perubahan besar yang terjadi di alam ini sangat mengejutkan. Begitu juga penghuni alam ini sepertinya ada yang berubah." Geho sama menatap jauh. Dia mulai bersiap untuk kembali bertempur.


"Benar sekali perkataanmu Geho sama, seperti makhluk barusan. Mereka kini dapat berbicara, tidak seperti yang kita hadapi dalam pertempuran sebelumnya."


Sesaat kemudian Geho sama menangkap sesuatu yang terlihat dikejauhan sekumpulan makhluk yang melesat terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah mereka berdua.


"Apa yang aku katakan, makhluk itu telah memanggil kawanannya." Geho sama segera bersiap menghadapi musuh yang sebentar lagi akan sampai.


"Aneh, mataku yang salah melihat, atau mereka memang berwarna hijau?"


"Tidak tuan Suro, matamu baik-baik saja mereka memang berwarna hijau."


Tekanan kekuatan yang menghampiri, membuat mereka berpandangan.


"Apa ini tidak salah? Mereka memiliki kekuatan tingkat langit?' Suro terbelalak saat makhluk yang ditunggu itu datang.


Sekawanan manusia kelelawar itu segera bergerak mengelilingi mereka berdua, sesaat setelah sampai.


"Kita mendapat keberuntungan besar, ada manusia. Serang manusia itu, mereka akan menjadi cadangan makanan bagi kawanan kita!"


''Sepertinya gara-gara kulitmu yang hitam mereka mengira kita seperti ayam goreng gosong!"


"Ha? Apa? Ayam goreng gosong apa maksudnya?" Geho sama mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Suro. Makhluk itu tidak sempat mendapatkan jawaban, sebab musuh telah keburu menyerang mereka.


"Seribu Cakar Kelelawar!"


Blaaar! Blaaar! Blaaar! Blaaar!


Ledakan berturut-turut melanda tempat mereka berdua berdiri. Tetapi ledakan itu hanya menghajar tempat kosong. Sebab lawan yang diserang telah menghilang dengan menggunakan Langkah Maya.


Braaak! Braaak!


Sesaat setelah mereka menghilang, mereka kini telah muncul disisi dibelakang tubuh lawannya. Geho sama dan Suro segera melesatkan serangan yang berhasil menghancurkan kepala musuhnya. Mereka melakukan itu sebelum para manusia kelelawar itu menyadarinya.


Wuuuussssh!


Putaran angin terbentuk saat mereka berdua memulai tehnik empat sage. Dengan serangan susulan itu akhirnya mereka berhasil melenyapkan lawannya. Mereka buru-buru mengerahkan jurus itu, sebab tubuh lawannya yang hancur dengan cepat hendak pulih kembali.


"Kurang ajar! Bagaimana mereka dapat menghabisi pasukanku secepat itu?"


Kelelawar yang paling besar terkejut setelah melihat serangan balik yang dilancarkan lawannya. Mereka seluruhnya ada sekitar setengah lusin. Dengan serangan yang berhasil menghabisi dengan cepat, maka musuh tinggal tersisa empat ekor.


Melihat kemampuan lawan yang begitu luar biasa, membuat pemimpin kawanan kelelawar itu segera mengeluarkan suara seperti yang dilakukan manusia kelelawar yang pertama kali muncul.


Ciiiieeeer! Cieeeeer!


Ciiiieeeer! Cieeeeer!


Setelah pemimpin mereka berteriak keras, kelelawar yang lain juga mengeluarkan suara yang sama.


Suara yang diteriakkan para kelelawar itu ternyata bukan hanya sinyal meminta bala bantuan, tetapi juga serangan yang ditujukan kepada Suro dan Geho sama. Ternyata mereka mengerahkan gelombang suara yang sangat kuat.


Suro tidak mau kalah melihat kawanan musuh menyerangnya dengan gelombang udara, maka dia segera menyerang balik dengan gelombang suara juga.


Gooooooaaaarrrrrrg!


Suro tidak berpikir panjang dia segera mengerahkan tehnik auman naga untuk melawan suara musuh. Dia menggunakan kekuatan tingkat surga miliknya untuk melambari serangannya.


Buuuuum!


Hentakan yang ditimbulkan oleh pengerahan jurus Auman naga yang dikerahkan Suro menciptakan terjangan angin yang sangat kuat. Suara teriakan musuh pun langsung lenyap ditelan oleh jurus auman naga.


Sebelum musuh dapat mengendalikan diri, Geho sama telah memanfaatkan kesempatan itu. Dia bergerak dengan begitu cepat, lalu menghabisi satu-persatu.


'Mereka sepenuhnya telah menjadi makhluk kegelapan, tidak ada sisi manusianya. Namun sungguh janggal mereka sepertinya memiliki kecerdasan seperti manusia pada umumnya,' gumaman Geho sama meskipun sebenarnya terdengar cukup pelan, namun Suro dapat menangkapnya dengan jelas. Dia menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dengan ucapan Geho sama barusan.


Setelah melihat kemampuan berbicara dan kerjasama makhluk barusan, Suro segera menyadari. Jika mereka memiliki peningkatan bukan hanya kekuatannya saja. Tetapi mereka juga mengalami peningkatan kecerdasan yang cukup signifikan.


"Jalan kita sepertinya tidak mudah Geho sama, tetapi dengan itu aku jamin kekuatanmu akan dapat meningkat dengan cepat."


"Selain itu, agaknya kita tidak akan sebentar dialam ini. Perjalanan mencari keberadaan Batara Karang, Batara Antaga dan juga Dewa Kegelapan tidak semudah seperti yang kita kira."


"Selain itu Kita justru dapat menggunakan kesempatan ini untuk mempelajari alam ini. Mungkin saja kita akan menemukan sesuatu yang menarik atau justru kita memiliki kesempatan menghabisi lawan sedini mungkin, sebelum mereka bertambah semakin kuat. Intinya kita akan melakukan sebisa yang dapat kita lakukan."


"Benar tuan Suro, kekuatanku semakin bertambah setiap menyerap tubuh pasukan kegelapan, apalagi kekuatan mereka sebagian sudah di tingkat langit."


Setelah selesai menghabisi pasukan kelelawar hijau, mereka berdua kemudian memutuskan menuju ke arah timur menurut perkiraan mereka. Mereka mengira-ira dari melihat arah matahari yang mulai tenggelam. Arah yang mereka tuju berseberangan dengan arah matahari yang mulai tenggelam.


Mereka melesat terbang ke timur cukup rendah, sehingga mereka dapat mengetahui sesuatu yang terjadi di daratan yang berada dibawahnya.